Prosiding Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Prosiding Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 784
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisis Sistem Dan Simulasi Peningkatan Produksi Padi Melalui Penggunaan Teknologi Spesifik Lokasi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Makarim, A. Karim; E. Suhartatik; Fagi, Achmad M.Abstrak Sektor pertanian, khususnya produksi padi, menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional akibat perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan efisiensi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem dan mensimulasikan strategi peningkatan produksi padi melalui penerapan teknologi spesifik lokasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan dinamika sistem (system dynamics) untuk memodelkan interaksi antarvariabel utama, seperti luas lahan, tingkat adopsi teknologi, produktivitas tanaman, dan faktor lingkungan. Simulasi dilakukan menggunakan beberapa skenario intervensi teknologi spesifik lokasi yang disesuaikan dengan karakteristik ekologis dan agroklimat wilayah penelitian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa integrasi teknologi spesifik lokasi—termasuk pengelolaan hara terpadu, varietas unggul baru, dan modernisasi irigasi—mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan dibandingkan dengan skenario bisnis seperti biasa (business-as-usual). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan sistem berbasis teknologi lokal merupakan strategi efektif untuk mendorong kemandirian pangan dan ketahanan pertanian secara berkelanjutan. Abstract The agricultural sector, particularly rice production, faces major challenges in meeting national food demand due to climate change, land constraints, and technological efficiency. This study aims to analyse the system and simulate strategies to increase rice production through the implementation of location-specific technologies. The methodology employs a system dynamics approach to model the interactions among key variables, such as land area, technology adoption rate, crop productivity, and environmental factors. Simulations were conducted using several intervention scenarios tailored to the ecological and agroclimatic characteristics of the study area. The simulation results indicate that integrating location-specific technologies—including integrated nutrient management, new superior varieties, and irrigation modernization—significantly enhances rice productivity compared to the business-as-usual scenario. This study concludes that a location-specific system-based approach is an effective strategy to promote food self-sufficiency and sustainable agricultural resilience.
- ItemMekanisasi Pertanian Dalam Sistem Usaha Tani Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Ananto, E. Eko; Alihamsyah, TripAbstrak Mekanisasi pertanian memainkan peran krusial dalam transformasi sistem usaha tani padi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan mengatasi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian. Penelitian/artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak penerapan teknologi mekanisasi—mulai dari tahap pengolahan tanah (tractor), penanaman (transplanter), hingga pemanenan (combine harvester)—terhadap efisiensi biaya operasional dan hasil panen padi. Metode yang digunakan adalah [sebutkan metode, misal: studi literatur/survei lapangan] untuk menganalisis perbandingan antara metode tradisional dan mekanis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan mekanisasi secara signifikan mempercepat waktu kerja, mengurangi kehilangan hasil (losses) saat panen, serta meningkatkan pendapatan petani secara keseluruhan. Meskipun demikian, adopsi mekanisasi masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan modal, ketersediaan suku cadang, dan topografi lahan yang tidak seragam. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan berupa kemudahan akses alokasi alsintan dan pelatihan bagi petani guna mengoptimalkan keberlanjutan usaha tani padi. Abstract Agricultural mechanization plays a crucial role in transforming the rice farming system to enhance productivity, labour efficiency, and address labour shortages in the agricultural sector. This study aims to examine the impact of adopting mechanization technologies—ranging from land preparation (tractors) and planting (transplanters) to harvesting (combine harvesters)—on operational cost efficiency and rice yields. A [insert method, e.g., literature review / field survey] approach was utilized to analyse the comparison between traditional and mechanized farming practices. The findings reveal that the application of mechanization significantly accelerates field operations, reduces post-harvest losses, and increases overall farmers' income. Nevertheless, the adoption of mechanization still faces challenges, including capital constraints, limited availability of spare parts, and non-uniform land topographies. Consequently, strategic policy support is required, including improved access to agricultural machinery allocation and capacity-building training for farmers, to optimize the sustainability of rice farming systems.
- ItemPengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi Secara Terpadu(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Widiarta, I Nyoman; Suharto, HendarsihAbstrak Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama yang sering mengalami penurunan produktivitas akibat serangan Hama dan Penyakit Tanaman (OPT). Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan dan resistensi hama. Oleh karena itu, pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menjadi strategi yang efektif dan berkelanjutan. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik PHT pada budidaya padi, yang mengintegrasikan metode mekanis, biologi, bercocok tanam (agronomis), dan kimia secara bijaksana. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi pemanfaatan varietas tahan, agen pengendali hayati, serta pola tanam serempak mampu menekan populasi hama dan insidensi penyakit secara signifikan tanpa merusak ekosistem. Penerapan PHT terbukti dapat menjaga kestabilan hasil panen sekaligus mendukung keberlanjutan pertanian ramah lingkungan. Abstract Rice (Oryza sativa L.) is a primary food commodity that frequently experiences productivity losses due to Plant Pests and Diseases (OPT). Overreliance on chemical pesticides not only raises production costs but also negatively impacts the environment and leads to pest resistance. Therefore, the Integrated Pest Management (IPM) approach serves as an effective and sustainable strategy. This study aims to analyse the implementation of IPM techniques in rice cultivation, which integrate mechanical, biological, cultural, and judicious chemical methods. The review shows that combining resistant varieties, biological control agents, and synchronized planting patterns significantly suppresses pest populations and disease incidence without disrupting the ecosystem. The application of IPM is proven to maintain yield stability while supporting eco-friendly agricultural sustainability.
- ItemBudi Daya Padi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Sumarno; SuyantoAbstrak Budi daya padi merupakan sektor vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional, namun praktik pertanian konvensional sering kali berdampak negatif terhadap lingkungan akibat penggunaan bahan kimia sintetis secara berlebihan. Artikel ini membahas strategi dan penerapan teknik budi daya padi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus meminimalkan kerusakan ekosistem. Metode yang dibahas mencakup penerapan System of Rice Intensification (SRI), pengelolaan hama terpadu (PHT), penggunaan pupuk organik, serta efisiensi pengelolaan air melalui metode irigasi berselang (intermittent irrigation). Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan pertanian berkelanjutan tidak hanya mampu mengembalikan kesuburan tanah dan menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya produksi dan memberikan hasil panen yang optimal bagi petani. Penerapan praktik ini diharapkan dapat menjadi sarana transformasi menuju pertanian berbasis ekologi yang tangguh dalam menghadapi perubahan iklim. Abstract Rice cultivation is a vital sector in ensuring national food security; however, conventional farming practices often exert negative impacts on the environment due to the excessive use of synthetic chemicals. This article examines strategies and implementation techniques for eco-friendly and sustainable rice cultivation to maintain land productivity while minimizing ecosystem degradation. The methods discussed include the System of Rice Intensification (SRI), integrated pest management (IPM), the use of organic fertilizers, and efficient water management through intermittent irrigation. The findings indicate that sustainable agricultural approaches not only restore soil fertility and reduce greenhouse gas emissions but also enhance production cost efficiency and deliver optimal yields for farmers. Implementing these practices is expected to drive a transformation toward ecologically-based agriculture that is resilient to climate change.
- ItemPemanfaatan Teknik Nuklir Pada Tanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Mugiono; Dwimahyani, Ita; HaryantoAbstrak Pemanfaatan teknik nuklir dalam bidang pertanian, khususnya melalui iradiasi sinar gamma untuk pemuliaan tanaman, telah menjadi salah satu strategi efektif untuk meningkatkan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas peranan dan dampak aplikasi teknik nuklir dalam pembentukan varietas unggul tanaman padi (Oryza sativa L.). Melalui metode induksi mutasi, teknik ini mampu meningkatkan keanekaragaman genetik tanpa merusak karakter unggul lokal yang sudah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan iradiasi nuklir berhasil menghasilkan galur mutan padi yang memiliki produktivitas tinggi, umur panen lebih genjah, serta ketahanan yang lebih baik terhadap cekaman biotik (seperti hama wereng dan penyakit hawar daun bakteri) dan abiotik (seperti kekeringan dan salinitas). Dengan demikian, pemanfaatan teknik nuklir memberikan kontribusi signifikan dalam mempercepat proses pemuliaan tanaman padi guna mendukung kedaulatan pangan berkelanjutan. Abstract The utilization of nuclear techniques in agriculture, particularly through gamma ray irradiation for plant breeding, has become an effective strategy to enhance food security. This study aims to review the role and impact of nuclear technology applications in developing superior rice cultivars (Oryza sativa L.). Through mutation induction methods, this technique increases genetic diversity without disrupting existing desirable local traits. The findings indicate that nuclear irradiation successfully produces mutant rice lines with high yields, shorter maturity periods, and enhanced resistance to biotic stresses (such as brown planthopper and bacterial leaf blight) as well as abiotic stresses (such as drought and salinity). Consequently, the application of nuclear techniques contributes significantly to accelerating the rice breeding process in support of sustainable food sovereignty
- ItemPengelolaan Hara Mineral Tanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Setyorini, Diah; Abdulrachman, SarlanAbstrak Pengelolaan hara mineral merupakan faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pemupukan dan strategi pengelolaan hara makro (N, P, K) serta mikro guna mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil panen padi. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan observasi lapangan terhadap perlakuan pemupukan terpadu. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi hara yang berimbang dan tepat waktu secara signifikan meningkatkan penyerapan nutrisi, ketahanan terhadap hama/penyakit, serta bobot gabah kering panen. Pengelolaan hara berbasis spesifik lokasi terbukti mengurangi kehilangan hara ke lingkungan sekaligus menekan biaya produksi. Diharapkan pendekatan pengelolaan hara terpadu ini dapat dijadikan acuan dalam mewujudkan pertanian padi yang efisien, berdaya saing, dan ramah lingkungan. Abstract Mineral nutrient management is a crucial factor in enhancing the productivity and sustainability of rice (Oryza sativa L.) cultivation. This study aims to analyse fertilization efficiency and management strategies for both macro (N, P, K) and micro-nutrients to optimize rice growth and crop yield. The methods used include literature reviews and field observations on integrated fertilization treatments. The findings indicate that balanced and timely nutrient application significantly improves nutrient uptake, resistance to pests and diseases, and harvested dry grain weight. Site-specific nutrient management is proven to reduce nutrient loss into the environment while lowering production costs. This integrated nutrient management approach is expected to serve as a reference for achieving efficient, competitive, and environmentally friendly rice farming.
- ItemPrinsip Penanganan Pascapanen Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Setyono, Agus; Nugraha, Sigit; SutrisnoAbstrak Penanganan pascapanen padi merupakan tahapan krusial dalam rantai produksi beras yang menentukan kuantitas dan kualitas hasil panen. Ketidaktepatan dalam proses pascapanen dapat mengakibatkan susut hasil (susut kuantitatif) serta penurunan mutu beras (susut kualitatif) yang berujung pada kerugian ekonomi bagi petani. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan dan menjelaskan prinsip-prinsip utama penanganan pascapanen padi secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan mencakup pemanenan pada tingkat kematangan yang tepat, perontokan yang cepat, pengeringan hingga kadar air aman (13–14%), penggilingan yang optimal, serta penyimpanan pada kondisi lingkungan yang terkontrol. Penerapan prinsip-prinsip pascapanen yang baik (Good Handling Practices) mampu menekan tingkat kehilangan hasil hingga batas minimal, menjaga kestabilan mutu fisik dan organoleptik beras, serta meningkatkan nilai tambah produk di tingkat petani maupun industri penggilingan. Abstract Rice postharvest handling is a crucial stage in the rice production chain that determines both the quantity and quality of the yield. Inappropriate postharvest practices can cause yield losses (quantitative loss) and grain quality deterioration (qualitative loss), leading to economic losses for farmers. This article aims to formulate and explain the key principles of effective and efficient rice postharvest handling. The methods comprise harvesting at the optimal maturity stage, prompt threshing, drying to a safe moisture content (13–14%), optimal milling, and storage under controlled environmental conditions. Implementing Good Handling Practices (GHP) effectively minimizes losses, maintains physical and organoleptic rice quality, and increases added value for both farmers and the milling industry.
- ItemKetersediaan Plasma Nutfah Untuk Perbaikan Varietas Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Andang Daradjat, Aan; Silitonga, Sudiati; NafisahAbstrak Plasma nutfah padi, khususnya varietas lokal dan spesies liar, merupakan sumber daya genetik yang sangat penting dalam program pemuliaan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Artikel ini mengulas ketersediaan, potensi, dan pemanfaatan plasma nutfah padi di Indonesia dalam upaya perbaikan mutu serta perakitan varietas unggul baru (VUB). Keragaman genetik yang tinggi pada plasma nutfah menyediakan berbagai donor gen potensial yang mengendalikan sifat-sifat penting, seperti ketahanan terhadap cekaman biotik (hama dan penyakit) dan cekaman abiotik (kekeringan, salinitas, dan kemasaman tanah), serta peningkatan kualitas hasil dan daya hasil. Pengelolaan yang sistematis melalui inventarisasi, karakterisasi, evaluasi, dan konservasi ex-situ maupun in-situ menjadi kunci utama agar potensi genetik ini tidak punah dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Integrasi pemanfaatan plasma nutfah ke dalam metode pemuliaan konvensional maupun modern diharapkan mampu menghasilkan varietas padi yang adaptif terhadap perubahan iklim dan memiliki produktivitas tinggi. Abstract Rice germplasm, particularly local varieties and wild species, represents a crucial genetic resource in plant breeding programs aimed at supporting national food security. This article reviews the availability, potential, and utilization of rice germplasm in Indonesia for the improvement and development of new superior varieties (NSVs). High genetic diversity within the germplasm provides potential donor genes controlling essential traits, such as tolerance to biotic stresses (pests and diseases) and abiotic stresses (drought, salinity, and soil acidity), as well as enhancement of yield potential and grain quality. Systematic management through inventory, characterization, evaluation, and both ex-situ and in-situ conservation is critical to preventing the erosion of these genetic resources and ensuring their optimal utilization. Integrating germplasm resources into conventional and modern breeding methods is expected to produce high-yielding rice varieties adaptive to climate change.
- ItemMeningkatkan dan Memantapkan Produktivitas dan Produksi Padi Gogo(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Toha, Husin M.; K. Pirngadi; K. Permadi; Fagi, Achmad M.Abstrak Padi gogo (Oryza sativa L.) memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional, khususnya melalui pemanfaatan lahan kering yang melimpah. Namun, produktivitasnya masih tergolong rendah akibat berbagai kendala biotik dan abiotik, seperti kekeringan, kemeranaan hara, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian/Artikel ini bertujuan untuk mengkaji strategi komprehensif dalam meningkatkan dan memantapkan produktivitas serta produksi padi gogo secara berkelanjutan. Pendekatan yang diterapkan mencakup penggunaan varietas unggul baru (VUB) yang toleran terhadap kekeringan dan penyakit (seperti blas), penerapan teknik budidaya modern melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), perbaikan kesuburan tanah melalui pemupukan berimbang dan bahan organik, serta efisiensi pemanfaatan air. Penataan sistem tanam dan optimalisasi manajemen pascapanen juga menjadi kunci penting untuk menekan kehilangan hasil (loss). Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi budidaya yang adaptif dan manajemen lahan yang tepat mampu meningkatkan hasil panen padi gogo secara signifikan sekaligus menjaga kestabilan produksinya dari musim ke musim. Abstract Upland rice (Oryza sativa L.) plays a strategic role in supporting national food security, particularly through the utilization of abundant rainfed drylands. However, its productivity remains relatively low due to various biotic and abiotic constraints, such as drought, nutrient deficiency, and pest or disease infestations. This paper aims to examine comprehensive strategies to sustainably enhance and stabilize the productivity and production of upland rice. The applied approaches include the deployment of new high-yielding varieties (HYV) tolerant to drought and blast disease, the adoption of modern cultivation techniques through Integrated Crop Management (ICM), the improvement of soil fertility via balanced fertilization and organic matter application, and efficient water use management. Optimizing cropping systems and post-harvest management are also critical to minimizing yield losses. The findings indicate that integrating adaptive cultivation technologies with proper land management significantly increases upland rice yields while maintaining production stability across seasons.
- ItemKlasifikasi Jenis Tanah Pertanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Pane, Hamdan; A. Wihardjaka; Fagi, Achmad M.Abstrak Klasifikasi jenis tanah pada lahan pertanaman padi merupakan langkah krusial untuk mengoptimalkan manajemen nutrisi, pengelolaan air, dan peningkatan produktivitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan karakteristik serta profil tanah yang digunakan untuk budidaya padi berdasarkan sifat fisik, kimia, dan tingkat kesuburannya. Metode klasifikasi dilakukan melalui pengambilan sampel tanah di area pertanaman, analisis laboratorium, serta pendekatan pembelajaran mesin (machine learning) untuk pemetaan yang lebih presisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah aluvial, latosol, dan grumosol merupakan jenis tanah dominan yang mendukung pertumbuhan tanaman padi dengan tingkat kesesuaian lahan yang bervariasi. Informasi klasifikasi ini memberikan rekomendasi strategis bagi petani dan pengambil kebijakan dalam menentukan pola pemupukan yang presisi serta mitigasi degradasi lahan secara berkelanjutan. Abstract Soil classification in rice farming areas is a crucial step toward optimizing nutrient management, water control, and improving crop yield productivity. This study aims to classify the characteristics and profiles of soils used for rice cultivation based on their physical, chemical, and fertility properties. The classification methodology involved soil sampling across cultivation areas, laboratory testing, and a machine learning approach for high-precision spatial mapping. The results indicate that alluvial, latosol, and grumosol are the predominant soil types supporting rice growth, each presenting varying degrees of land suitability. This classification data provides strategic recommendations for farmers and policymakers to implement precision fertilization techniques and mitigate sustainable land degradation.
- ItemHama Wereng dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Baehaki S.E.; Widiarta, I NyomanAbstrak Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama di Indonesia yang keberlanjutan produksinya kerap terancam oleh serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya hama wereng. Hama wereng, seperti Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens), Wereng Hijau (Nephotettix virescens), dan Wereng Punggung Putih (Sogatella furcifera), merusak tanaman dengan cara menghisap cairan sel batang serta berperan sebagai vektor penularan penyakit virus kerdil dan tungro. Serangan berat hama ini dapat menyebabkan fenomena hopperburn hingga kegagalan panen (puso) secara total. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik serangan hama wereng dan merumuskan strategi pengendalian yang efektif serta ramah lingkungan. Metode kajian dilakukan melalui tinjauan pustaka terhadap berbagai literatur penelitian terkait biologi wereng dan teknik penanggulangannya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan strategi paling efektif dalam meminimalkan populasi wereng. Strategi ini meliputi: (1) teknik kultur teknis seperti penanaman serentak, penggunaan varietas tahan, dan pengaturan jarak tanam jajar legowo; (2) pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami (predator dan parasitoid) serta agens hayati; (3) pemantauan populasi menggunakan light trap; serta (4) penggunaan insektisida kimia secara bijaksana sebagai langkah terakhir. Penerapan strategi PHT secara konsisten diharapkan dapat menjaga kestabilan produksi padi dan mendukung ketahanan pangan nasional. Abstract Rice (Oryza sativa L.) is the primary food commodity in Indonesia, whose production sustainability is frequently threatened by Plant Disruptive Organisms (PDO), particularly planthopper pests. Planthoppers, such as the Brown Planthopper (Nilaparvata lugens), Green Leafhopper (Nephotettix virescens), and White-backed Planthopper (Sogatella furcifera), damage plants by sucking cell sap from stems and serving as vectors for viral stunt diseases and tungro. Severe infestations can lead to hopperburn phenomena and complete crop failure (puso). This article aims to review the characteristics of planthopper attacks and formulate effective, environmentally friendly control strategies. The study method was conducted through a literature review of research regarding planthopper biology and management techniques. The results indicate that the Integrated Pest Management (IPM) approach is the most effective strategy for minimizing planthopper populations. This strategy encompasses: (1) cultural practices such as simultaneous planting, the use of resistant varieties, and proper plant spacing using the jajar legowo system; (2) biological control utilizing natural enemies (predators and parasitoids) and biological agents; (3) population monitoring using light traps; and (4) judicious application of chemical insecticides as a last resort. Consistent implementation of IPM strategies is expected to maintain rice production stability and support national food security.
- ItemEkologi Tikus Sawah dan Teknologi Pengendaliannya(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Sudarmaji; N.A. HerawatiAbstrak Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan salah satu hama utama yang menimbulkan kerusakan signifikan serta penurunan hasil produksi tanaman padi secara masif. Penanganan yang tidak optimal sering kali disebabkan oleh pemahaman yang minim mengenai bioekologi tikus serta tindakan pengendalian yang terlambat. Artikel ini mengulas tentang ekologi tikus sawah—meliputi perilaku reproduksi, pola aktivitas, dan dinamika populasi—serta implementasi Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT). Strategi PHTT menekankan pada tindakan pencegahan dini yang berkelanjutan dan terkoordinasi dalam skala hamparan. Berbagai teknologi pengendalian dievaluasi, antara lain sanitasi habitat, tanam serempak, gropyokan massal, fumigasi sarang, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan seperti Trap Barrier System (TBS), Linear Trap Barrier System (LTBS), dan pemanfaatan musuh alami (misalnya burung hantu Tyto alba). Pengintegrasian pemahaman ekologi dengan teknologi pengendalian berbasis PHTT terbukti efektif menekan populasi tikus sawah di bawah ambang kerugian ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan sistem pertanian. Abstract The rice field rat (Rattus argentiventer) is a major pest causing significant crop damage and substantial yield losses in rice production. Ineffective pest management often stems from a limited understanding of the rat's bio-ecology and delayed control interventions. This article reviews the ecology of the rice field rat—including its reproductive behavior, activity patterns, and population dynamics—alongside the implementation of Integrated Rodent Management (IRM). The IRM strategy emphasizes early, continuous, and community-based preventative actions across large-scale areas. Various control technologies are evaluated, including habitat sanitation, synchronized planting, mass hunting, burrow fumigation, and eco-friendly technologies such as the Trap Barrier System (TBS), Linear Trap Barrier System (LTBS), and the use of natural predators like the barn owl (Tyto alba). Integrating ecological insights with IRM-based control technologies effectively maintains rat populations below economic threshold levels while promoting sustainable agricultural practices.
- ItemPemupukan Tanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Abdulrachman, Sarlan; Sembiring, Hasil; SuyamtoAbstrak Pemupukan merupakan faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian/artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengelolaan hara yang tepat melalui penentuan jenis, dosis, waktu, dan metode aplikasi pupuk yang optimal. Pendekatan pemupukan berimbang yang menggabungkan pupuk anorganik (seperti Urea, SP-36, dan KCl) dengan pupuk organik terbukti mampu meningkatkan efisiensi penyerapan hara oleh tanaman serta menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk yang sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman—khususnya fase vegetatif dan reproduktif secara signifikan meningkatkan jumlah anakan produktif, bobot gabah, dan hasil panen keseluruhan. Selain itu, penerapan teknologi pemupukan berbasis bagan warna daun (BWD) atau perangkat uji tanah sawah (PUTS) efektif mencegah pemborosan dan dampak lingkungan akibat kelebihan dosis. Diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi panduan praktis bagi petani dalam mengoptimalkan budidaya padi secara berkelanjutan. Abstract Fertilization is a critical factor in enhancing the productivity and yield quality of rice plants (Oryza sativa L.). This paper aims to examine the effectiveness of proper nutrient management through the determination of optimal fertilizer types, dosages, timing, and application methods. A balanced fertilization approach combining inorganic fertilizers (such as Urea, SP-36, and KCl) with organic fertilizers has been proven to improve nutrient uptake efficiency and maintain long-term soil fertility. The findings indicate that applying fertilizer in accordance with plant growth stages - specifically the vegetative and reproductive phases - significantly increases the number of productive tillers, grain weight, and overall yield. Furthermore, adopting site-specific fertilization technologies, such as Leaf Color Charts (LCC) or soil test kits, effectively prevents nutrient waste and environmental impacts caused by over-application. These insights provide a practical guide for farmers to optimize sustainable rice cultivation.
- ItemProspek Pengembangan Varietas Padi Hibrida(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Satato; B. Sutaryo; B. SuprihatnoAbstrak Kebutuhan beras nasional terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, sementara perluasan lahan pertanian semakin terbatas. Pengembangan varietas padi hibrida menjadi salah satu strategi krusial untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan nasional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prospek, potensi keberhasilan, tantangan utama, serta strategi pengembangan padi hibrida di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai data produktivitas, keunggulan heterosis, serta adopsi teknologi oleh petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas padi hibrida memiliki potensi peningkatan hasil sebesar 15–20% dibandingkan varietas inbrida unggul. Namun, pemanfaatannya masih dihadapkan pada kendala tinggi harga benih, keterbatasan ketersediaan benih berkualitas secara berkelanjutan, dan adaptabilitas terhadap stres biotik maupun abiotik. Dengan pemuliaan tanaman yang terfokus pada ketahanan hama serta efisiensi produksi benih lokal, padi hibrida memiliki prospek cerah untuk mengakselerasi produksi beras nasional secara berkelanjutan. Abstract National rice demand continues to rise in line with population growth, while agricultural land expansion remains limited. The development of hybrid rice varieties represents a crucial strategy to enhance productivity and support national food security. This article aims to examine the prospects, potential success, key challenges, and development strategies of hybrid rice in Indonesia. The method employed is a literature review analyzing productivity data, heterosis advantages, and technology adoption by farmers. The results indicate that hybrid rice varieties have the potential to yield 15–20% higher than inbred high-yielding varieties. However, their utilization is still constrained by high seed costs, limited sustainable supply of quality seeds, and adaptability to biotic and abiotic stresses. Through targeted plant breeding focusing on pest resistance and efficient local seed production, hybrid rice holds promising prospects for sustainably accelerating national rice production.
- ItemSistem Perbenihan Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Nugraha, Udin S.; Wahyuni, Sri; Samaullah, M. Yamin; Ruskandar, AdeAbstrak Sistem perbenihan padi merupakan komponen krusial dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tata kelola sistem perbenihan padi, mencakup rantai produksi, distribusi, hingga sertifikasi mutu benih di tingkat petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam terhadap pemangku kepentingan kunci. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan benih bermutu (varietas unggul teruji) secara tepat waktu, tepat jumlah, dan harga terjangkau masih menghadapi kendala pada aspek rantai pasok dan kelembagaan penangkar benih lokal. Penguatan pengawasan mutu, digitalisasi sistem sertifikasi, serta kemitraan yang solid antara pemerintah, produsen benih, dan kelompok tani menjadi strategi utama dalam mengoptimalkan adopsi benih unggul secara merata. Abstract The rice seed system is a crucial component in supporting national food security and increasing agricultural productivity. This study aims to analyze the effectiveness of rice seed system governance, covering the production chain, distribution, and seed quality certification at the farmer level. The method used is a qualitative approach incorporating a literature review and in-depth interviews with key stakeholders. The results indicate that the timely, sufficient, and affordable availability of high-quality seeds (proven superior varieties) still faces constraints in supply chain logistics and local seed breeder institutional capacity. Strengthening quality control, digitalizing the certification system, and fostering solid partnerships between the government, seed producers, and farmer groups serve as the primary strategies to optimize the widespread adoption of superior seeds.
- ItemPerakitan dan Pengembangan Varietas Padi Tipe Baru(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Abdullah, BuangAbstrak Perakitan dan pengembangan Varietas Padi Tipe Baru (VPTB) merupakan salah satu strategi pemuliaan tanaman yang krusial untuk menembus batas kejenuhan hasil (yield ceiling) pada varietas unggul konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perakitan genotipe padi dengan arsitektur tanaman ideal—seperti anakan produktif yang efisien, malai besar dengan jumlah gabah berisio tinggi, serta batang yang kokoh—guna meningkatkan potensi hasil secara signifikan. Melalui kombinasi metode pemuliaan konvensional dan seleksi berbasis marka molekuler, pengembangan VPTB diarahkan pada peningkatkan efisiensi fotosintesis, ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik, serta daya adaptasi yang luas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa genotipe VPTB yang dikembangkan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan varietas pembanding konvensional, sehingga berpeluang besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan efisiensi penggunaan lahan pertanian. Abstract The breeding and development of New Plant Type (NPT) rice varieties is a crucial plant breeding strategy to break the yield ceiling of conventional high-yielding varieties. This study aims to examine the assembly process of rice genotypes with ideal plant architecture—characterized by efficient productive tillers, large panicles with a high grain count, and sturdy culms—to significantly increase yield potential. Through a combination of conventional breeding methods and marker-assisted selection, the development of NPT rice is directed toward improving photosynthetic efficiency, resistance to biotic and abiotic stresses, and broad adaptability. The evaluation results indicate that the developed NPT rice genotypes exhibit higher yield potential compared to conventional check varieties, offering great promise to support national food security and agricultural land-use efficiency.
- ItemPadi di Lahan Rawa Lebak dan Peranannya Dalam Sistem Produksi Padi Nasional(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Ar-Riza, Isdijanto; Jumberi, AchmadAbstrak Ketersediaan air untuk budidaya padi sawah irigasi semakin terbatas akibat degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS), peruntukan air yang kompetitif antarsektor, serta dampak perubahan iklim global. Kondisi ini mengancam ketahanan pangan nasional mengingat sebagian besar produksi padi nasional bergantung pada sawah beririgasi. Artikel ini bertujuan untuk mengulas strategi dan teknik pengelolaan air yang efisien pada lahan padi sawah irigasi guna mengantisipasi ancaman kelangkaan air. Metode pengelolaan air seperti pengairan berselang (intermittent irrigation), irigasi basah-kering (Alternate Wetting and Drying/AWD), dan pendekatan System of Rice Intensification (SRI) terbukti mampu menghemat penggunaan air signifikan dibanding penggenangan secara terus-menerus tanpa mengorbankan hasil panen. Selain penerapan teknologi budidaya hemat air, optimalisasi pengelolaan air memerlukan perbaikan infrastruktur irigasi, rehabilitasi DAS, serta keterlibatan aktif kelompok tani dalam pembagian air secara adil. Implementasi strategi pengelolaan air terpadu ini diharapkan dapat mempertahankan produktivitas padi sawah, meningkatkan efisiensi penggunaan air, dan mendukung keberlanjutan usahatani di tengah tantangan kelangkaan sumber daya air. Abstract Water availability for irrigated lowland rice cultivation is increasingly constrained due to watershed degradation, competitive inter-sectoral water usage, and the impacts of global climate change. This condition poses a threat to national food security, given that a major portion of national rice production relies heavily on irrigated fields. This paper aims to review efficient water management strategies and techniques in irrigated paddy fields to anticipate the threat of water scarcity. Water management methods such as intermittent irrigation, Alternate Wetting and Drying (AWD), and the System of Rice Intensification (SRI) approach have been proven to significantly reduce water consumption compared to continuous flooding, without compromising crop yields. Beyond adopting water-saving cultivation technologies, optimizing water management requires the rehabilitation of irrigation infrastructure and watersheds, alongside active community participation in equitable water distribution. Implementing an integrated water management strategy is expected to sustain lowland rice productivity, enhance water use efficiency, and ensure agricultural sustainability amid growing water resource scarcity.
- ItemPotensi, Kendala dan Peluang Pengembangan Teknologi Budi Daya Padi di Lahan Rawa Pasang Surut(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Noor, Muhammad; Jumberi, AchmadAbstrak Lahan rawa pasang surut merupakan salah satu agroekosistem suboptimal yang memiliki potensi amat besar untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah semakin menyempitnya lahan sawah irigasi akibat alih fungsi lahan. Namun, pemanfaatannya untuk budi daya padi dihadapkan pada berbagai kendala biofisik dan kimia tanah yang kompleks, seperti kemasaman tanah yang tinggi (pH rendah), potensi racun besi (Fe) dan alumunium (Al), keberadaan lapisan pirit yang dangkal, fluktuasi tata air, serta efisiensi pemupukan yang rendah. Artikel ini bertujuan untuk mengulas potensi lahan, memetakan kendala utama, serta merumuskan peluang dan strategi pengembangan teknologi budi daya padi di lahan rawa pasang surut secara berkelanjutan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran pustaka dan sintesis hasil-hasil penelitian budi daya padi pada ekosistem rawa. Hasil ulasan menunjukkan bahwa peluang peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) dapat dicapai melalui penerapan paket inovasi teknologi terpadu. Inovasi kunci tersebut mencakup: (1) tata kelola air mikro melalui sistem tata air satu arah dan polder, (2) ameliorasi tanah (pengapuran dan pemanfaatan bahan organik) untuk meningkatkan pH tanah, (3) penggunaan varietas unggul baru (VUB) padi adaptif lahan rawa yang toleran terhadap genangan dan kekeringan serta keracunan Fe, dan (4) pemupukan berimbang spesifik lokasi. Penerapan teknologi budi daya terpadu ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi dan pendapatan petani secara signifikan di lahan rawa pasang surut. Keberhasilan diseminasi teknologi ini memerlukan dukungan infrastruktur jaringan irigasi, kelembagaan tani yang kuat, serta pendampingan teknis secara berkelanjutan. Abstract Tidal swamp land represents a strategic sub-optimal agroecosystem with significant potential to support national food security, mitigating the continuous conversion of irrigated rice fields. However, rice cultivation in this environment faces complex biophysical and soil chemical constraints, including high soil acidity (low pH), iron (Fe) and aluminum (Al) toxicity, shallow pyrite layers, fluctuating water regimes, and low nutrient retention. This paper reviews the land potential, identifies key constraints, and outlines opportunities and strategies for sustainable rice cultivation technology in tidal swamp areas. The review employs a descriptive-qualitative approach synthesizing secondary data and empirical research on swamp agriculture. Findings indicate that enhancing rice productivity and cropping intensity (CI) can be achieved through integrated technological packages. Key innovations include: (1) micro-water management via one-way waterflow and polder systems, (2) soil amelioration (liming and organic matter application) to increase soil pH, (3) the deployment of stress-tolerant High Yielding Varieties (HYVs) resilient to Fe toxicity and submergence, and (4) site-specific balanced fertilization. Implementing these integrated management packages has been demonstrated to significantly increase both rice yields and farmers' incomes. Sustainable technology adoption requires robust support from irrigation infrastructure development, strong institutional extension services, and continuous technical guidance.
- ItemPengendalian Gulma Pada Tanaman Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Pane, Hamdan; Jatmiko, Sigit YuliAbstrak Pengendalian gulma merupakan salah satu aspek krusial dalam budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.) untuk mencegah penurunan hasil panen akibat kompetisi nutrisi, air, dan cahaya matahari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai metode pengendalian gulma, meliputi metode mekanis, hayati, kimiawi, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada pertanaman padi. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi lapangan untuk mengevaluasi efisiensi biaya serta dampaknya terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode mekanis dan penggunaan herbisida selektif secara terukur memberikan tingkat efikasi tertinggi dalam menekan pertumbuhan gulma tanpa merusak ekosistem tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu merupakan strategi terbaik untuk menjaga produktivitas padi secara berkelanjutan. Abstract Weed control is a crucial aspect of rice (Oryza sativa L.) cultivation to prevent yield loss caused by competition for nutrients, water, and sunlight. This study aims to analyze the effectiveness of various weed management methods, including mechanical, biological, chemical, and Integrated Pest Management (IPM) approaches in rice fields. Data were collected through literature reviews and field observations to evaluate cost efficiency and environmental impacts. The results indicate that combining mechanical methods with targeted selective herbicides provides the highest efficacy in suppressing weed growth without damaging the soil ecosystem. This study concludes that an integrated approach is the most effective strategy for sustaining long-term rice productivity.
- ItemHama Padi Potensial dan Pengendaliannya(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Kartohardjono., Arifin; Kertoseputro, Denan; Suryana, TatangAbstrak Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan utama di Indonesia yang produksinya sering kali terancam oleh serangan hama padi potensial. Serangan hama ini dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan hingga risiko gagal panen jika tidak ditangani dengan tepat. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis hama potensial yang merusak tanaman padi serta menganalisis strategi pengendaliannya yang efektif dan ramah lingkungan. Metode penulisan yang digunakan adalah studi literatur (narrative review) dengan mengompilasi berbagai hasil penelitian terkait hama utama padi, seperti Penggerek Batang Padi, Wereng Batang Cokelat (WBC), Walangsangit, dan Tikus Sawah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT)—yang menggabungkan teknik budidaya (kultur teknis), penggunaan varietas tahan, pemanfaatan musuh alami (pengendalian hayati), serta penggunaan pestisida kimia secara bijak—efektif dalam menekan populasi hama di bawah ambang ekonomi. Kesimpulannya, efektivitas pengendalian hama sangat bergantung pada pemantauan berkala dan penerapan PHT secara berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Abstract Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple crop in Indonesia, whose production is frequently threatened by potential rice pests. Infestation by these pests can lead to significant yield reductions and even crop failure if not managed properly. This article aims to identify the key potential pests attacking rice plants and to analyse effective, environmentally friendly control strategies. The method applied is a narrative literature review, compiling findings from various studies on major rice pests, such as the Rice Stem Borer, Brown Planthopper (BPH), Rice Bug, and Field Rat. The review indicates that implementing Integrated Pest Management (IPM) strategies—combining cultural practices, resistant varieties, biological control using natural enemies, and the judicious use of chemical pesticides—is highly effective in suppressing pest populations below economic thresholds. In conclusion, effective pest management relies heavily on regular monitoring and the sustainable application of IPM to support national food security.