Evaluasi Susut Panen Dengan Metode Konvensional dan Metode Papan

No Thumbnail Available
Date
2010-11-18
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstract Evaluation of Yield Lost at Harvest through Conventional and Wooden Plate Methods. Harvesting lost value is very important in relation to production value either in the farmer level, regional level, or national level. An accurate harvesting lost value also will affect very much to the national food stock of the country. During the period of 1985-2000, harvesting lost value was predicted by comparing the yields of the control plots and that of the treatment plots. Currently, the value was being evaluated to be estimated through the method of nine wooden plates. An experiment to evaluate methods of harvesting lost values in rice yields was conducted in irrigated and rainfed rice ecosystems in dry season of 2005 and wet season of 2005/2006. In each location, three farmers were involved in the evaluation of the tested methods which were replicated 5 times. Results of the experiment indicated that the nine-wooden plate method was observed to be the best method to estimate the harvesting lost values. It was shown by the value of the harvesting loss of 1.18-1.52% and 1.37-1.54%, during the dry and wet season, respectively. Abstrak Berkaitan dengan produksi per satuan luas, angka susut panen memiliki arti yang sangat penting, baik untuk skala petani, skala regional, maupun skala nasional. Akurasi angka susut panen sangat berpengaruh terhadap prediksi ketersediaan stok pangan nasional dan kebijakan pangan oleh pemerintah. Pada periode 1985-2000, angka susut panen dihitung sebagai selisih hasil petak kontrol dengan hasil petak perlakuan. Untuk meningkatkan akurasi angka susut panen yang tersedia telah dilakukan penelitian untuk mendapatkan metode yang tepat dalam pengukuran angka susut panen. Penelitian dilakukan di lahan sawah irigasi dan lahan sawah tadah hujan pada MK 2005 dan MH 2005/2006. Di tiap lokasi dipilih tiga petani untuk melakukan lima kali pengukuran hasil panen dengan menggunakan metode 9 papan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran susut panen karena gabah rontok dengan menggunakan metode 9 papan menghasilkan angka susut antara 1,18-1,52% pada kadar air panen antara 20,50-22,48% yang dilakukan pada panen musim kemarau dan antara 1,37-1,54% pada kadar air panen antara 25,30-26,47% yang dilakukan pada panen musim hujan. Metode ini dilaksanakan sangat hati-hati, sehingga tidak dapat digunakan untuk mempraktikkan kehilangan hasil secara realistik.
Description
11 p.; tab.
Keywords
Citation