Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi Secara Terpadu
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Widiarta, I Nyoman; Suharto, Hendarsih
Pendahuluan
Peningkatan produksi padi terus diupayakan untuk mengimbangi kenaikan penyakit adalah salah satu kendala program peningkatan produksi padi. Kendala peningkatan produksi akan semakin kompleks akibat perubahan iklim global
Hama dan penyakit padi merupakan salah satu cekaman biotik yang menyebabkan senjang hasil antara potensi hasil dan hasil aktual, dan juga menyebabkan produksi tidak stabil. Di Asia Tenggara hasil padi rata-rata),3,3 t/ha, padahal hasil yang bisa dicapai 5,6 t/ha. Senjang hasil tersebut disebabkan oleh penyakit sebesar 12,6% dan hama 15,2%. Di Indonesia, potensi hasil varietas padi yang dilepas berkisar antara 5-9 t/ha, sementara hasil nasional baru mencapai rata-rata 4.32 t/ha
Luas serangan hama dan penyakit padi berdasarkan kompilasi data Statistik Pertanian IV (SP IV 2006) oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dalam kurun waktu lima tahun terakhir adalah tikus 152.638 ha/tahun, penggerak batang 89.048 ha/tahun, wereng cokelat 26.542 ha/tahun, penyakit hawar daun bakteri 28.808 ha/tahun, penyakit tungro 13.327 ha/tahan dan blas 9.674 ha/tahun. Estimasi kehilangan hasil padi oleh hama dan penyakit utama menсараi 212.945 t GKP/musim tanam Oleh sebab itu, keenam hama dan penyakit penting ini perlu mendapatkan prioritas penanganan Kehilangan hasil tersebut jauh lebih rendah dari estimasi hasıl survei di daerah
Item
Analisis Sistem Dan Simulasi Peningkatan Produksi Padi Melalui Penggunaan Teknologi Spesifik Lokasi
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008-06-01) Makarim, A. Karim; E. Suhartatik; Fagi, Achmad M.
Pendahuluan
Padi ditanam pada kondisi iklim, tanah, dan sosial-budaya yang sangat sedang, dan tinggi, bergantung pada kondisi tempat padi ditanam dan dikelola. Petani menyesuaikan budi daya dengan kondisi tersebut sehingga terbentuk sistem produksi padi pada lahan sawah irigasi, sawah tadah hujan, lahan kering (gogo), lahan lebak, dan pasang surut.
Kondisi ekosistem juga bervariasi dalam satu sistem produksi padi pada lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, lahan kering, lahan lebak, dan lahan pasang surut. Technical Advisory Committee (TAC) dari Consultative Group on lnternational Agricultural Research (CGIAR) mencanangkan ecoregional initiative agar International Agricultural Research Centers (IARC) memerhatikan sistem dalam perumusan program dan pelaksanaan penelitian komoditas atau sumber daya tahan. Untuk penelitian, international Service for National Agricultural Research (ISNAR) mendefinisikan ekoregion sebagai hamparan lahan pertanian yang memiliki kondisi biofisik, sosial, dan masalah yang sama sehingga hasil penelitian di satu lokasi dalam suatu hamparan dapat dianjurkan ke seluruh hamparan. Hamparan demikian disebut recommendation domain. Hamparan dapat berada di dalam satu desa atau lintas desa dalam satu kecamatan, lintas kecamatan dalam satu kabupaten, lintas kabupaten dalam satu provinsi bahkan lintas provinsi
Pengembangan teknologi spesifik lokasi adalah upaya untuk meningkatkan efisiensi masukan (inputs), seperti pemupukan, varietas, populasi tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan teknik irigasi. Penelitian dan pengembangan teknologi padi spesifik lokasi pada ribuan petak percobaan tidak mudah pelaksanaannya sehubungan dengan keterbatasan tenaga peneliti dan teknisi. Penelitian dan pengembangan demikian perlu pengawasan ketat dan pengumpulan data secara akurat.
Item
Pengaruh Tumpangsari Terhadap Populasi Hama Rimpang jahe
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-02) ELNA KARMAWATI DAN NATALINI NOVA KRISTINA
Suatu penelitian mengenai pengaruh tumpangsari terhadap populasi hama rimpang jahe telah dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada bulan Januari 1993. Pengambilan contoh terhadap pertanaman jahe dilaksanakan pada berbagai pola tumpangsari yaitu a) jahe monokultur, b) jahe + kopi, c) jahe + kopi + cabe, d) jahe + kopi + kedele + jagung dan e) jahe + padi. Dari setiap pola tersebut diambil contoh acak sebanyak 20 rumpun, kemudian diamati larva dan pupa dari hama lalat rimpang jahe di laboratorium di Bogor. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pola jahe + kopi + kedele + jagung dan pola jahe + padi dapat menekan serangan hama lalat rimpang pada jahe.
Item
Pengujian Beberapa Varietas Tembakau Virginia di Sulawesi Selatan
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-02) AHMAD SULLE, SUWARSO, DAN M. BASIR NAPPU
Percobaan dilakukan di Lassang, Takalar, Sulawesi Selatan pada bulan Maret hingga Nopember 1991, bertujuan untuk mengetahui potensi hasil beberapa varietas tembakau virginia yang diunggulkan di Sulawesi Selatan. Varietas tembakau virginia yang dicoba adalah Coker 86, Coker 319, Sc. 72 dan Nc. 628. Percobaan disusun berdasarkan Rancang-an Acak Kelompok (RAK) dan diulang sebanyak enam kali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa produktivitas Coker 86, Coker 319, Sc. 72 dan Nc. 628 cukup memadai ditandai dengan indeks tanaman sekitar 1,40 1,78. Pendapatan usahatani yang diperoleh berkisar antara Rp 3.14 Rp 3.99 juta/ha. Sedangkan indeks krosok mutu varietas Coker 319 dan Sc. 72 masing-masing 71.31 dan 70.22 lebih baik dibandingkan dengan Coker 86 dan Nc. 628.
Item
Studi Pendahuluan Tentang Hama Enarmonia Hemidoca MEYR. (Olethreutidae, Lepidoptera) Pada Tanaman Lada di Bangka
(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-02) ZULFIAH ASNAWI
Penelitian tumpangsari antara tanaman linum dan sayuran dilakukan di Kebun Percobaan Gunungputri, Cipanas pada bulan Desember 1983 sampai dengan April 1984, bertujuan untuk mengetahui apakah tanaman linum dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik serta tidak saling berkompetisi bila ditanam di antara sayuran. Penelitian ini mempergunakan rancangan kelompok dengan tujuh per-lakuan dan 4 ulangan. Ukuran petak 1,5 m x 5 m. Kombinasi tanaman meliputi: (1) linum + bit; (2) linum + petsai; (3) linum + wortel; (4) linum + bawang daun; (5) linum + lobak; (6) linum + kubis; dan (7) linum monokultur.