Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Sengkubak (pycnarrhena cauliflora Miers. ) Diels, tanaman obat potensial sebagai penyedap alami
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020) Syahid, Sitti Fatimah
Warta Balittro adalah majalah ilmiah yang berhubungan dengan tanaman rempah, obat, dan atsiri, terbit secara berkala dua kali setahun. Redaksi menerima naskah hasil penelitian, ulasan ilmiah, hasil observasi, dan berita lainnya yang berhubungan dengan tanaman rempah, obat dan atsiri.
Item
Hama pada tanaman kapulaga di desa Kedung Urang Kecamatan Gemular, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2022) Rismayani; Tyasningsiwi, Retno Wikan; Ginting Tri Pamungkas; Widyastiti, I Gusti Ayu
Warta Balittro adalah majalah ilmiah yang berhubungan dengan tanaman rempah, obat, dan atsiri, terbit secara berkala dua kali setahun. Redaksi menerima naskah hasil penelitian, ulasan ilmiah, hasil observasi, dan berita lainnya yang berhubungan dengan tanaman rempah, obat dan atsiri.
Item
Prospek cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) sebagai bahan insektisida nabati
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018) Kardinan, Agus
Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) yang mengandung bahan aktif utama piperin selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional pada berbagai jamu, minuman herbal, bumbu masakan, dan berpotensi sebagai bahan insektisida nabati. Telah banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa cabe jawa efektif sebagai insektisida nabati dan mampu menekan pertumbuhan beberapa jenis hama tanaman. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai LC50 ekstrak cabe jawa terhadap serangga uji larva Spodoptera litura adalah 2,37% (y = 5,57 + 0,40x) dan pada konsentrasi 4% mampu menghambat daya konsumsi sebesar 62,8%. Dengan dikembangkannya cabe jawa sebagai bahan insektisida nabati, diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan insektisida sintetis, penggunaan insektisida kimia sintetis, yang pada akhirnya mampu menghasilkan produk yang dan lingkungan yang sehat. Kata kunci: Piper retrofractu
Item
Budidaya Tanaman Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002) Taryono; Ruhnayat, Agus
Tanaman lidah buaya (Aloe vera) berasal dari Kepulauan Canary, sebelah barat Afrika dan diperkirakan masuk ke Indonesia mulai pada abad ke 17. Namun ada pendapat yang mengatakan bahwa lidah buaya merupakan tanaman asli dari dataran Asia dan Amerika. Manfaat lidah buaya telah dikenal sejak lama, ragam unsur yang terkandung dalam sari lidah buaya mampu meningkatkan daya sembuh yang luar biasa bagi tubuh manusia dan banyak dipakai untuk kosmetika. Konon, Cleopatra dan Nafertiti, dua wanita cantik yang pernah hidup di zaman Mesir kuno merawat kecantikan diri mereka dengan cara menggunakan gel Aloe vera untuk mandi. Suku Indian Amerika menganggapnya sebagai tumbuhan dewa karena khasiatnya untuk menyembuhkan bermacam luka. Literatur lama memaparkan bahwa tanaman ini berguna untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit, jamur, kulit terbakar, gigitan ular, juga sebagai hair tonik untuk merangsang pertumbuhan rambut. Lebih dari 17 jenis lidah buaya telah dibudidayakan di daerah tropis, namun sampai saat ini hanya ada tiga jenis yang diusahakan untuk tujuan komersial yaitu: Aloe barbadensis dari Amerika, Aloe ferox dari Afrika, dan Aloe Sinensis dari Asia (Cina). Aloe Barbadensis adalah yang terbaik karena lebih tahan terhadap hama dan penyakit, ukurannya jauh lebih besar dibanding jenis lainnya. Zat-zat yang terkandung pada jenis tersebut paling lengkap, yakni lebih dari 75 macam zat yang sangat diperlukan tubuh, dan yang terpenting aman untuk dikonsumsi. Tanaman lidah buaya ada juga jenis beracun.
Item
Budidaya Jambu Mente
(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2023) Hadipoeyanti, Endang; Yusron, M.
Jambu mente merupakan tanaman introduksi yang pada mulanya dikembangkan untuk tujuan penghijauan dan konservasi tanah sehingga mutu bahan tanamannya tidak mendapat perhatian. sejak tahun 1980 tujuan tersebut mulai bergeser kepada pengembangan untuk tujuan komersil karena gelondong dan kacang banyak diminati dan harganya cukup menarik. pengembangan selanjutnya meluas dengan cepat namun tanpa didukung oleh teknik budidaya yang baik dan informasi yang cukup mengenai agribisnis Jambu mente. Produktivitas rata-rata Jambu mente saat ini hanya mencapai 350 kg gelondong/ha, sehingga komiditas ini belum dapat mengangkat taraf hidup petani.