Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Kesepakatan Internasional dan Kebijaksanaan Beberapa Negara Mitra Dagang Indonesia, Serta Dampaknya Terhadap Sektor Pertanian Indonesia
(Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, 1993-01-01) Hutabarat, Budiman
Sejak lama Indonesia telah membuka diri terhadap pasar dunia melalui komoditas tradisional seperti karet, kopi, dan tembakau, minyak bumi serta gas alam sejak 1970-an, hingga manufaktur dan tekstil yang digalakkan sejak 1980-an. Nilai total ekspor sempat menurun pada 1981–1986 sebelum bangkit kembali hingga mencapai sekitar Rp 26 triliun pada tahun 1990. Khusus untuk ekspor non-migas, nilainya terus berkembang sejak 1985 dan menyumbang lebih dari separuh total ekspor pada 1990 dengan angka sekitar Rp 15 triliun. Sementara itu, nilai total impor bergejolak pada 1981–1985 dan terus meningkat hingga Rp 22 triliun pada 1990, yang secara keseluruhan masih menghasilkan surplus perdagangan sebesar Rp 3 triliun karena berada di bawah nilai ekspor. Namun, neraca impor non-migas selalu mencatat defisit yang terus meningkat hingga hampir Rp 5 triliun pada 1990, yang mengindikasikan bahwa sektor non-migas Indonesia masih bergantung pada banyak komponen impor. Makalah ini bertujuan menganalisis berbagai kebijakan internasional dari sejumlah negara atau kelompok negara yang memengaruhi sektor pertanian Indonesia. Pembahasannya mencakup kesepakatan perdagangan komoditas, fakta serta kecenderungan yang dihadapi Indonesia, saran-saran strategis yang perlu dipertimbangkan, serta catatan penutup.
Item
Pestisida Nabati Pengendalian OPT
(Pertanian Press, 2025) Aprilda, Miranti
Pertanian ramah lingkungan mengutamakan penggunaan bahan yang tidak berbahaya, minim residu relatif murah dan sederhana. Konsep pertanian ramah lingkungan juga memiliki prinsip tidak meninggalkan dampak negatif bagi lingkungan. Salah satu bentuk pengendalian OPT ramah lingkungan yaitu penggunaan pestisida nabati. Pestisida yang berasal dari bahan alami mengendalikan OPT tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi manusia maupun lingkungan. Beberapa contoh tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai bahan pestisida nabati yaitu daun lengkuas, serai, dan mimba (LSM). Kombinasi ekstrak daun mimba, lengkuas, dan serai dapat digunakan sebagai insektisida pengendali hama seperti belalang, wereng coklat, kutu heliopeltis, serta ulat pada sayuran.
Item
Getah Kuning (Gummosis) pada Buah Manggis
(Pertanian Press, 2025) Direktorat Perlindungan Hortikultura
Manggis merupakan komoditas unggulan yang mempunyai prospek pasar cukup cerah dan menjadi primadona ekspor. Salah satu kendala dalam meningkatkan kualitas manggis adalah penyakit getah kuning. Getah kuning, yang juga sering disebut gamboge (gummosis) penyebab penyakit getah kuning ini belum diketahui dengan pasti, apakah disebabkan oleh faktor biotik atau abiotik. Getah kuning merupakan masalah serius yang dihadapi para pelaku agribisnis manggis. Getah kuning pada buah manggis menyebabkan rasa tidak enak dan penampilan kurang menarik, sehingga tidak layak ekspor.
Item
Evaluasi Stabilitas Hasil Jagung Hibrida Menggunakan Metode Genotype and Genotype by Environment Interaction Biplot (GGE BIPLOT)
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2017) Slamet Bambang Priyanto; Roy Efendi; Bunyamin Z.; M. Azrai; M. Syakir
Aplikasi metode GGE biplot dapat menjelaskan interaksi genotipe x lingkungan melalui visualisasi biplot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas hasil 10 calon varietas jagung hibrida potensial menggunakan metode GGE biplot pada delapan lokasi pengujian. Genotipe jagung hibrida yang diuji terdiri atas 10 calon varietas hibrida (HBSTK01, HBSTK03, HBSTK05, HBSTK06, HBSTK07, HBSTK08, HBSTK09, HBSTK10, HBSTK11 dan HBSTK13) dan dua pembanding (Bima 16 dan Pertiwi 3). Lokasi pengujian adalah Bangka (Bangka Belitung), Probolinggo (Jawa Timur), Minahasa Utara (Sulawesi Utara), Donggala (Sulawesi Tengah), Soppeng, (Sulawesi Selatan), Gowa (Sulawesi Selatan), Konawe (Sulawesi Tenggara), dan Lombok Barat (NTB). Penelitian berlangsung dari Mei sampai Oktober 2015. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah hasil biji kering pada kadar air 15%. Analisis ragam dilakukan untuk setiap lokasi guna mengetahui penampilan hibrida. Analisis stabilitas hasil melalui penerapan model GGE Biplot dilakukan menggunakan software PB Tools. Hasil penelitian menunjukkan hibrida HBSTK11 memiliki stabilitas biologis tertinggi dengan hasil 10,37 t/ha, lebih tinggi daripada rata-rata seluruh hibrida yang diuji (10,32 t/ha). HBSTK08 merupakan hibrida yang lebih stabil dengan hasil tertinggi (11,08 t/ha), sehingga berpeluang dilepas menjadi varietas unggul baru. Minahasa Utara merupakan lingkungan yang representatif sebagai lokasi pengujiaan, sedangkan Konawe dan Lombok Barat kurang sesuai.
Item
Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Durian dan Cara Mengatasinya
(Pertanian Press, 2025) Fauziah, St Nurlaela
Durian (Durio zibethinus) merupakan tanaman buah eksotik yang hanya tumbuh di wilayah tropis. Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan kendala dalam budi daya durian. Kutu sisik, penggerek biji penggerek buah, dan penyakit busuk batang merupakan jenis OPT tanaman durian yang dapat menurunkan kuantitas serta kualitas buah durian. Pengendalian OPT tersebut dijelaskan secara ringkas dalam leaflet ini.