Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Now showing 1 - 10 of 10
Recent Submissions
Item
Kebutuhan dan Ketersediaan Hasil-hasil Penelitian untuk Pembangunan Pertanian: Suatu Pengalaman Empiris di Lapangan
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1990-02-01) Legowo, Eko
Hakikat pembangunan nasional jangka panjang adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya, yang dalam sektor pertanian berarti mewujudkan produsen pertanian yang maju, efisien, dan tangguh melalui optimalisasi sumber daya, penerapan teknologi tepat guna, serta peningkatan skala dan manajemen usaha. Namun, tuntutan kemajuan ini berbenturan dengan kendala hubungan antara penelitian dan penyuluhan yang belum melembaga, sinkron, maupun akrab. Akibatnya, hasil penelitian sering kali menumpuk di balai tanpa dimanfaatkan sebagai materi penyuluhan atau dinilai belum siap pakai.
Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, Pertemuan Teknis III Koordinasi Penelitian Agro Ekonomi mengambil langkah strategis guna meningkatkan komunikasi antara peneliti dan penyuluh. Melalui makalah ini, dibahas secara mendalam mengenai kebutuhan serta ketersediaan hasil riset sosial-ekonomi agar dapat segera diterapkan dan menjawab kebutuhan petani di tingkat lapang.
Item
Lingkup Kegiatan dan Penelitian yang dilakukan Lembaga Penelitian/Konsultan Swasta untuk menunjang Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1990-02-01) Aziz, Amin
Seiring perkembangan ekonomi, sektor pertanian di Indonesia pasti akan mengalami perubahan struktural yang bermanifestasi dalam tiga wajah utama. Pertama, kontribusi relatif sektor pertanian akan merosot sementara peran sektor lain dalam produksi nasional semakin besar. Kedua, meskipun jumlah pekerja di sektor pertanian secara absolut dapat meningkat, persentase mereka terhadap total lapangan kerja akan menyusut sebaliknya pekerja di sektor lain meningkat. Ketiga, sifat produksi di semua bidang akan berubah menjadi lebih bersifat industrial.
Transformasi struktural ini tidak terelakkan dan memunculkan persoalan baru, seperti tingginya pertumbuhan penduduk pedesaan yang memicu kelebihan tenaga kerja dan tidak tertampung oleh sektor pertanian. Kondisi ini menyebabkan penurunan upah akibat timpangnya pasar kerja di pedesaan, serta membuat sektor pertanian terkena hukum pembagian hasil yang semakin kecil (law of diminishing return) yang berimplikasi pada rendahnya tingkat selisih untung marginal (marginal rate of return) sehingga penambahan modal di sektor pertanian menjadi kurang menguntungkan secara rasional.
Menjelang berakhirnya Pelita V pada tahun 1993 untuk memasuki tahap kedua pembangunan jangka panjang, berbagai pemenuhan dan penuntasan pembangunan pertanian perlu dilakukan guna menyusun kerangka landasan menuju lepas landas dalam Repelita VI, yang turut didukung oleh peningkatan peran badan penelitian dan pengembangan serta lembaga konsultan. Tantangan pembangunan pertanian ke depan mencakup efisiensi dan pemanfaatan peluang pasar, di mana lembaga penelitian dan konsultan swasta diharapkan mampu menunjang dari tahap perencanaan, evaluasi, monitoring, hingga rekomendasi seperti contohnya survei tanah tinjau seluas 16,4 juta hektar yang telah dilakukan pemerintah selama Pelita IV untuk landasan perencanaan regional.
Item
Tinjauan Umum Peranan Perguruan Tinggi Dalam Melaksanakan Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1990-02-01) Nasoetion, Lutfi I.
Fungsi Perguruan Tinggi dalam sistem pendidikan nasional berlandaskan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Dalam komponen penelitian, terdapat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian (PSEP) yang secara fungsional terbagi menjadi dua kategori kegiatan. Kategori pertama berfokus pada pengembangan cabang ilmu sosial-ekonomi yang relevan dengan pertanian, bersifat murni atau disiplin tunggal, serta umumnya dilaksanakan oleh laboratorium di bawah koordinasi jurusan. Kategori kedua merupakan penelitian terapan untuk memecahkan masalah praktis masyarakat atau pemerintah, yang menggunakan pendekatan lintas disiplin dan pengelolaannya ditangani oleh kelembagaan penelitian apabila melibatkan berbagai disiplin ilmu lintas fakultas. Hasil penelitian Perguruan Tinggi ini utamanya diarahkan untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pengabdian pada masyarakat, di mana pada institusi yang lebih maju, penelitian kategori pertama cenderung mendukung pengembangan pendidikan, sedangkan penelitian kategori kedua lebih berorientasi pada pengembangan pengabdian masyarakat.
Item
Kegiatan Penelitian Pusat Penelitian Agro Ekonomi Pelita II-IV: Suatu Evaluasi Jati Diri
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1990-02-01) Taryoto, Andin H.
Pusat Penelitian Agro Ekonomi (PAE) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 190/Kpts/Org/6/1975 sebagai penjabaran Keputusan Presiden No. 45/1974, yang kemudian berganti nama menjadi PAE melalui SK Mentan No. 453/Kpts/Org/6/1980. Memasuki usia 15 tahun operasionalnya yang bertepatan dengan Pelita II hingga IV, institusi ini telah dipimpin oleh tiga orang Kepala Pusat, empat pemimpin proyek penelitian agro ekonomi, serta satu pemimpin proyek penelitian agro industri. Berbagai publikasi dan hasil analisis yang telah dihasilkan selama kurun waktu tersebut mendorong perlunya evaluasi kegiatan penelitian, di mana tulisan ini menjadi langkah awal yang menitikberatkan pada evaluasi hasil-hasil penelitian.
Item
Penelitian Agro Ekonomi dalam Perumusan Kebijaksanaan Pertanian Pelita V
(Pusat Penelitian Agro Ekonomi, 1990-02-01) Pasandaran, Effendi; Rasahan, Chairil A.; Kasryno, Faisal
Memasuki Pelita V, sektor pertanian tetap diposisikan sebagai penggerak utama pembangunan nasional untuk menyediakan pangan, mendongkrak industri dan ekspor, serta menopang pendapatan mayoritas masyarakat di tengah transformasi struktural pedesaan. Seiring bertumpang tindihnya Revolusi Hijau dengan revolusi transportasi dan komunikasi, orientasi pembangunan pertanian kini meluas dari sekadar menggenjot produksi menjadi penanganan pascapanen yang efisien, sehingga permasalahan agro-ekonomi menjadi semakin krusial.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kapasitas dan koordinasi riset agro-ekonomi perlu diperkuat lintas instansi termasuk Badan Litbang Pertanian, lembaga swasta, LSM, dan Direktorat Jenderal terkait demi meningkatkan efisiensi dan keakuratan perumusan program pembangunan. Tulisan ini bertujuan menyumbangkan pemikiran mengenai peranan riset agro-ekonomi dalam kebijakan pembangunan pertanian, dengan penekanan khusus pada kontribusi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian selama Pelita V.
Secara rinci, pembahasan dalam tulisan ini mencakup strategi dan arah kebijakan yang merangkum arah kebijakan pembangunan jangka panjang berdasarkan GBHN 1988 terkait kaitan pertanian dengan perekonomian nasional, pertanyaan sentral agro-ekonomi yang membahas informasi sosial-ekonomi untuk menunjang perumusan operasional kebijakan pertanian, serta implikasi operasional yang menguraikan pelaksanaan riset agro-ekonomi di lingkup Badan Litbang Pertanian beserta bentuk kolaborasinya dengan perguruan tinggi dan lembaga swasta.