Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
Panduan Teknis Adaptasi Teknologi Pertanian Modern Pada Budidaya Padi
(Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, 2025) Haris Syahbuddin; Nuning Argo Subekti; Kania Tresnawati; Bhakti Priatmojo; Dede Rusmawan; Endro Gunawan; Intan Diyah Kusumawati
Sektor pertanian memegang peranan krusial dalam menopang ketahanan pangan nasional. Padi sebagai komoditas utama menjadi fokus, karena ketersediaan benih unggul dan berkualitas merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai produktivitas secara optimal. Namun, saat ini banyak daerah masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan benih padi secara mandiri. Tantangan lainnya adalah semakin terbatasnya tenaga kerja di bidang pertanian yang dapat menghambat kegiatan budi daya di lapangan. Selain itu, keterbatasan akses terhadap teknologi modern, praktik budidaya yang belum optimal, serta kurangnya fasilitas pendukung seringkali menjadi kendala.
Item
PETUNJUK TEKNIS SEKOLAH LAPANGAN MANDIRI BENIH SUMBER KEDELAI (SL-MBK)
(BALAI PENELITIAN TANAMAN ANEKA KACANG DAN UMBI, 2016) I Made Jana Mejaya; Didik Harnowo; Manvoto; Novita Nugrahaeni; Titik Sundari; Abdullah Taufiq; I Nyoman Widiarta
Dalam upaya menjamin ketersediaan benih bermutu dari varietas unggul kedelai dan peningkatan penggunaannya Oleh petani maka program pengembangan perbenihan kedelai dari hulu sampai hilir harus lebih terarah, terpadu, dan berkesinambungan. Hal ini penting mengingat sistem produksi benih melibatkan berbagai institusi. Pengalaman menunjukkan bahwa alur produksi benih kedelai dari BS hingga ES/BR sering terputus. Percepatan produksi dan distribusi benih sumber varietas unggul kedelai diupayakan melalui sosialisasi dan pengenalan varietas, serta pembekalan teknik produksi benih bagi produsen (penangkar) di Sentra produksi dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Cara ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi produksi benih bermutu dan berkembangnya usaha produksi benih kedelai berbasis komunitas. Agar teknologi produksi benih kedelai segera sampai ke produsen benih, maka pendekatan sekolah lapang (SL) melalui sistem belajar praktek langsung di lahan petani terbukti efektif meningkatkan adopsi teknologi Oleh petani. Buku JUKNIS pelaksanaan SL-MBK ini disusun berdasarkan buku panduan Prinsip-Prinsip Produksi Benih Kedelai dan SL-PIT kedelai. Buku ini diharapkan menjadi rujukan pelaksanaan SL-MBK dalam kerangka kemandirian penyediaan benih bermutu. Keberhasilan program kemandirian benih melibatkan institusi lingkup Kementerian Pertanian yang terkait. Semoga peningkatan produksi kedelai nasional untuk mendukung program swasembada kedelai segera terwujud.
Item
Sorgum
(BALM PENELITIAN TANAMAN PANGAN MALANG, 1990) Yayuk Aneka Beti; Anwar Ispandi; Sudaryono
Sorgum merupakan salah satu tanaman alternatif untuk pencukupan kebutuhan pakan, selain kegunaannya sebagai bahan pangan. Beberapa keistimewaan tanaman ini, antara lain : tahan terhadap kekeringan, produksi biomas tinggi, dapat diratun dan bcaya produksi relatif rendah. Buku ini bcrusaha menghimpun hasil penelitian yang pernah dilaksanakan Oleh Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang selama beberapa musim tanam.
Item
Pengantar Rancangan Percobaan Penelitian Pertanian
(Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, 1986) Sutjihno
Pembangunan pertanian sangat bergantung pada keberhasil- an penelitian dalam m enciptakan teknologi unggul. Suatu pene- litian dapat mencapai efektivitas dan efisiensi yang tinggi apa- bila direncanakan dengan Sistematik. Oleh karena itu, peran— cangan percobaan adalah mata rantai awal proses penciptaan teknologi untuk petani. Akibatnya, apabila dalam perancangan- nya sudah salah, maka pencurahan biaya dan tenaga untuk proses penelitian selanjutnya merupakan suatu pemborosan. Namun kenyataannya, banyak tenaga-tenaga yang terlun dalam bidang penelitian pertanian masih belum berbekal cukup pengetahuan t entang rancangan percobaan. Maka melalui buku ini penulis berusaha menyajikan suatu pengantar rancangan per- Secara mendalam, pengetahuan ini dapat dipelajari cobaan. lebih lanjut pada buku—buku yang terdaftar dalam Pustaka
Item
Efisiensi Biaya Pestisida pada Tanaman Padi dengan Program Pengendalian Hama Terpadu
(Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, 1995) Delima Darmawan; Yusmichad Yusdja
Hama dan penyakit masih menjadi ancaman bagi peningkalan produksi padi, sehingga letup diperlukan upaya pengendaliannya. Dalam pengendalian dengan sistem PHT, penggunaan pestisida merupakan pilihan rerakhir sebagai konponen pengendalian. Beberapa faklor yang mempengaruhi penggunaan pes,'isida adalah pendidikan SLPHT, persepsi petuni rerhadap pestisida, pengalaman kegagalan hasil sebelumnya. status pemilikan dan luas garapan. Pengunaan peslisida tidak efisien di beberapa propinsi, karena tidak terkait langsung dengan produksi. bahkan menambah risiko serta nilai kehilangan hasil yang lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan. Hasil penelitian di Sumatera Utara menwyukkan bahwa dengan biaya pestisida Rp 300.000/ha. hasil yang diperoleh 6.3 t/ha. sena keunrungan Rp 140. OOO/ha. Hasil tersebut lebih ringgi dibandingkan dengan penggtmaan pestisida yang lebih besar (Rp 350.000.'ha) dengan hasil 5.8 1/ha dan ke- unrungan hanya Rp Salah satu upaya peningkatan Oasil padi adalah meningkarkan pelaksanaan PHT dengan mengimensiJkan pendidikan melalui sekolah lapang Pengendalian Hama terpadu ( SLPHT).