Repositori Kementerian Pertanian

Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:

  • terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
  • berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
  • tidak berkala (leaflet, poster, infografis)

Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.

Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Image by nikitabuida on Freepik
 

Recent Submissions

Item
PENDUGAAN BEBERAPA SIFAT UTAMA PADA LIMA VARIETAS LADA
(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1982-07) Rahayuningsih, Elna Karmawati, dan Sjaeful Bachri
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta membedakan karakteristik utama dari lima varietas lada (Merapin, Minyak Aceh, Pulau Laut B, Bangka, dan Besar Kotabumi) yang ada di kebun koleksi Cimanggu Balittri Bogor. Pengamatan dilakukan terhadap 5 sifat: lebar daun, panjang tangkai daun, luas daun, panjang malai, dan persentase buah normal.
Item
Korelasi Antara Komponen Hasil dan Hasil Galur Harapan Padi Sawah Tahan Tungro
(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2009-07-24) Mulladi, Ahmad; Praptana, R. Heru
Abstrak Penelitian iri bertujuan kotelasi di antara karakter dengan menggunakan koefisien lintas. Penelitan ini dilaksanakan di Lorrbok NTB pada MH 2Ø6 dan di Kabupaten Magelang. Jawa Tengah pada MK 2007 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, tiga ulangan. Sepuluh galur tahan tungro dengan vanetas Tukad Unda, Tukad Balian. Kalirnas, dan Ciherang, rnasing-rnasing ditanarn dengan luas petak 4 m x 5 m, jarak tanam 25 cm x 25 cm. Karakter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan rnaximum, jumlah malai/m2, gabah isi. berat 1.000 biji, dan hasil gabah kering giling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi dan pengaruh langsung jumlah malai/rn2, persentase gabah isi, dan berat 1.000 biji terhadap hasil bemilai paling besar bila dibandingkan dengan karakter yang lain, sehingga kedua karakter tersebut dapat digunakan sebagai kriteria seleksi yang baik untuk mendapatkan galur yang berpotensi hasil tinggi. Abstract The Relationship between the Yield and the Yield Component of Breeding Line Resistant to Tungro. The research was conducted to study the phenotypic relationship among characters using path coefficient analysis. The field experiment was conducted in Lombok Tengah, NTB during the of 2006/2007 and in Magelang, Central Java, during DS Of 2007 using a Randomized Completely Block Design (RCBD) with three replications. The rice genotypes tested were IO virus tungro resistant lines and 4 check varieties (Tukad Unda, Tukad Balian, Kalimas, and Ciherang). The genotypes were planted in plots of 4 m x 5 m in size with plant spacing of 25 cm X 25 cm. Agronomic characters were observed for plant height, number of spikelet/m3 filled grain, 1,000 grain weight, and grain yield at of moisture content. The result showed that correlation coefficient and direct effect on the number of spikelet/m3, filled gain, and I ,000 grain weight were the highest as compared to the other characters. grain weight was the highest as compared to the other characters. These characters can be used as a good selection criterion to identify high yielding line
Item
PENYULINGAN BUAH KEMUKUS (Bagian II. Pengaruh kecepatan dan lama penyulingan terhadap rendemen dan sifat minyaknya)
(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1982-07) M. Pandji Laksmanahardja dan Sofyan Rusli
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama (3, 6, dan 9 jam) dan kecepatan penyulingan (0,58 dan 0,91 liter uap air/jam/kg) terhadap rendemen serta sifat-sifat minyak kemukus yang dihasilkan dengan metode dikukus. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan empat kali ulangan.
Item
RESPON DUA TINGKAT VIABILITAS BENIH KAPAS TERHADAP PEMUPUKAN
(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1982-07) Maharani Hasanah
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon dua kelompok benih kapas dengan tingkat viabilitas berbeda (daya berkecambah 97%/benih baik dan 48%/benih jelek) terhadap perlakuan pemupukan N, P, dan K yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Industri Bogor. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design).
Item
EFFECT OF VOLCANIC ERUPTIONS ON NEARBY COCONUT PALMS: WHY MOST LEAVES SNAP AT THE TIP OF PETIOLE
(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1982-07) .U. Walalangi, N. Mashud, Auzay Hamid, & T.A. Davis
Beban Campuran Pasir dan Abu Basah: Letusan Gunung Galunggung memuntahkan campuran pasir dan abu vulkanik dalam kondisi basah. Endapan basah ini melekat dan menumpuk di atas helai daun (lamina). Ketika berat endapan tersebut melebihi kapasitas daya tahan daun (yang mampu memicu patah pada beban 5,5 kg hingga 16,1 kg), helai daun akan patah. Kelemahan Struktural (Ukuran & Berat): Berdasarkan pengukuran dimensi dan berat pelepah daun, bagian ujung tangkai pelepah (titik di mana anak daun mulai tumbuh) mengalami penyempitan lebar yang signifikan dan merupakan bagian paling tipis serta paling lemah dari seluruh pelepah. Tekanan Mekanis: Ujung tangkai pelepah secara alami menahan beban berat helai daun (lamina). Ketika lamina menerima beban ekstra berupa tumpukan pasir dan abu vulkanik basah, bagian inilah yang mengalami tekanan/tegangan paling besar sehingga patah di titik tersempit/terlemah tersebut. Kerusakan Efek Kimia/Panas: Daun-daun diduga telah melemah terlebih dahulu akibat paparan panas serta efek racun/toksik dari endapan material vulkanik pada letusan-letusan awal, sehingga daun yang melemah ini lebih mudah patah bahkan oleh beban endapan abu yang sedikit (sekitar 6 kg). Akibat patahnya daun-daun pada titik ujung tangkai pelepah tersebut, tajuk/mahkota pohon kelapa yang terdampak tampak khas menyerupai "payung setengah terkatup" (partially folded umbrella)