Repositori Kementerian Pertanian
Repositori Publikasi Kementerian Pertanian merupakan kumpulan koleksi digital dari publikasi terbitan lingkup Kementerian Pertanian. Publikasi terdiri dari:
- terbitan berkala ilmiah (scientific journal, scientific periodical)
- berkala semi ilmiah (semi populer jurnal)
- tidak berkala (leaflet, poster, infografis)
Repositori dikelola oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian untuk meningkatkan akses publik terhadap informasi ilmiah sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik Kementerian Pertanian dalam penyediaan informasi pertanian.
Guna meningkatkan mutu layanan yang lebih baik, kami mengharap kesediaan Saudara berkenan mengisi Survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terkait layanan Repositori Publikasi Kementerian Pertanian pada link berikut ini https://pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id/surveypustakadigital/.

Communities in Repositori
Select a community to browse its collections.
Recent Submissions
Item
Adopsi Teknologi Budidaya Kelapa Pada Populasi Terserang Hama Sexava di Kabupaten Kepulauan Talaud
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-12) daniel J. Torar
Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei yang bersifat deskriptif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kabaruan dan Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud. Dari setiap kecamatan dipilih secara random masing-masing dua desa. Setiap desa diambil 30 petani secara sampel random sampling sehingga jumlah seluruh petani contoh adalah 120 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa adopsi teknologi budidaya kelapa di Kabupaten Kepulauan Talaud tergolong dalam tiga klasifikasi, yaitu tingkat adopsi rendah (35,83%) tingkat adopsi sedang (50,83%) dan tingkat adopsi tinggi (13,33%).
Item
Penggunaan Ragi Komersial Pada Pengolahan Etanol dari Nira Aren
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-12) A.Lay
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan ragi komersial yang efektif untuk fermentasi nira aren menjadi etanol, teknik pengolahan yang efisien dan praktis dioperasikan petani/kelompok tani. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2009, di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan faktorial 5 x 4 x 2, menggunakan rancangan acak lengkap. Faktor A adalah ragi komersial yang terdiri atas A * 1 = I Fermipan, A2 Mauri-pan, A3 Gold-Pamaya, A4 BrewMax dan A5 tanpa menggunakan ragi. Faktor B adalah lama fermentasi yang terdiri atas B * 1 = 0 hari, B * 2 = 1 hari, B * 3 = 2 hari dan B * 4 = 3 hari). Pengolahan etanol dilakukan melalui proses fermentasi dan destilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragi yang sesuai untuk fermentasi nira aren yang optimal menjadi etanol adalah Gold-Pakmaya dan Fermipan. Penggunaan destilator tunggal skala laboratorium dalam proses destilasi pertama menghasilkan etanol kadar 28-43% dan destilasi kedua menghasilkan etanol kadar 72-77%. Secara ekonomi pengolahan etanol kadar 30-32% dan 72-77% adalah layak dan menguntungkan.
Item
Keragaman Genetik Kelapa Dalam Bali ( DBI ) dan dalam ( DSA) Berdasarkan Penanda Random Amplifiued Polimorphic DNA ( RAPD )
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-12) Donata S. Pandin
Keragaman genetik dan hubungan kekerabatan dalam populasi kelapa Dalam Bali (DBI) dan Dalam Sawarna (DSA) dianalisis menggunakan penanda RAPD. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tumbuhan, Pusat Penelitian Sumber Daya Hayati dan Bioteknologi, Institut Pertanian Bogor pada bulan Februari-Mei 2007. Bahan yang digunakan dalam penelitian sebanyak 10 individu du dari masing-masing populasi. Primer acak digunakan dalam analisis terdiri atas 10 primer -10 mer, yaitu OPA-02, OPA-08, OPA-10, OPA-13, OPA-20, OPB-08, OPB-11, OPB-12, OPB-15, OPB-20. DNA diekstraksi menggunakan metode Rohde yang telah dimodifikasi, konsentrasi ditetapkan menggunakan metode Sambrook. Untuk melihat tingkat kekerabatan antar individu berdasarkan pola pita RAPD dari setiap primer digunakan program NTsys ver. 2.0 (Program Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis), sedangkan untuk analisis gerombol digunakan metode UPGMA untuk membuat dendogram. Koefisien keragaman antar individu dalam populasi kelapa DBI berkisar antara 2.4% 30.7% dengan rata-rata 21.7%, dan untuk populasi kelapa DSA antara 1.5% - 22.4% dengan rata-rata 12.7%. Jarak genetik individu- individu dalam populasi kelapa Dalam Bali (DBI) cukup jauh menunjukkan bahwa keragaman genetik dalam populasi Dalam Bali masih tinggi, sehingga seleksi untuk maksud perbaikan sifat masih sangat memungkinkan. Pada populasi kelapa Dalam Sawarna (DSA) jarak genetik individu-individu dalam sudah semakin sempit, artinya keanekaragaman genetik antar individu di dalam populasi DSA sudah sangat rendah oleh karena itu seleksi untuk maksud perbaikan sifat harus dilakukan dengan selektif. Hubungan kekerabatan antar populasi kelapa Dalam Bali dan Dalam Sawarna sebesar 46% artinya jarak genetik kedua populasi ini cukup jauh yaitu 54%. Sehingga jika individu-individu terseleksi dari kedua populasi tersebut disilangkan, akan diperoleh keturunan yang memiliki nilai heterosis tinggi.
Item
Pengaruh Lama Pendiaman Santan, Cara Penyaringan dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Virgin Coconut Oil (VCO)
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-12) Rindengan Barlina
Virgin Coconut Oil (VCO), merupakan produk yang pengolahannya tanpa penambahan bahan makanan tambahan sehingga dikategorikan sebagai produk alami. Sejak tahun 2003 produk ini dikenal konsumen karena sangat bermanfaat untuk kesehatan, karena itu harganya cukup mahal sehingga bermunculan berbagai cara pengolahan. Oleh karena itu pada tahun 2004, telah dilakukan penelitian untuk mencari cara pengolahan yang praktis untuk tingkat petani, antara lain pengujian lama pendiaman santan (3 jam dan 12 jam), cara penyaringan VCO (menggunakan kertas saring 42 mess, kain saring dan hanya didiamkan 3 hari), selanjutnya VCO diamati selama penyimpanan 0 bulan, 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Pengamatan dilakukan terhadap kadar air, asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kadar air dipengaruhi oleh lama penyimpanan dan interaksi lama pendiaman santan, cara penyaringan dan lama penyimpanan VCO. Asam lemak bebas tidak dipengaruhi oleh semua perlakuan, sedangkan bilangan peroksida dipengaruhi lama penyimpanan. Kadar air VCO dari 0-6 bulan penyimpanan berkisar 0.07-0.13%, asam lemak bebas berkisar 0.17-0.23% dan bilangan peroksida berkisar 0.19-3.02 meq/kg minyak. Kisaran kadar air, asam lemak bebas maupun bilangan peroksida, masih memenuhi standar yang ditetapkan Asian Pasific Coconut Community (APCC), yaitu kadar air berkisar 0.1-0.5%, asam lemak bebas maksimum 0.5% dan bilangan peroksida maksimum 3 meq/kg. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka pengolahan VCO dengan menerapkan cara pengolahan yang dilakukan, tetap menghasilkan VCO yang memenuhi standar yang ditetapkan APCC.
Item
Pertumbuhan Embrio Kelapa Dalam Mapanget Pada Media Y3 Yang Disubstitusi Dengan Air Kelapa
(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-12) Nurhaini Mashud
Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado, Sulawesi Utara, pada bulan April hingga Mei 2009. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air kelapa dalam media Y3 terhadap pertumbuhan embrio kelapa Dalam Mapanget (DMT). Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan tunggal, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah (1). Media Y3 standar (100% bahan kimia + 100% aquades), (2). Media Y3 (100% bahan kimia + 90% aquades + 10% air kelapa) dan (3). Media Y3 (90% bahan kimia + 90% aquades + 10% air kelapa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air kelapa sebanyak 10%/liter media sebagai bahan substitusi pelarut (aquades) dan bahan substitusi media tumbuh, embrio berkecambah lebih awal (19,33 hari 19,67 hari setelah kultur awal) dibanding dengan media Y3 tanpa air kelapa (23,00 hari). Daya kecambah embrio kelapa DMT pada media tanpa air kelapa dan media yang diberi air kelapa sesuai perlakuan yang dicoba, berturut-turut adalah 75,00%, 73,67% dan 74,00%. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa air kelapa dapat digunakan sebagai substitusi media Y3 untuk pertumbuhan in vitro kelapa Dalam Mapanget.