Pemanfaatan Plasma Nutfah Beras Hitam Lokal Yogyakarta Sebagai Pangan Fungsional

No Thumbnail Available
Date
2010-11-18
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Abstract The Usage of Brown Rice, the Local Germplasm of Yogyakarta as Functional Food. Wide range of climate in Yogyakarta Special Region brings about the diversities in agricultural germplasms. Among these were the red rice and the brown rice which were special to local Yogyakarta. Both red and brown rice contain one or more compounds which are important for human health. Results of the analysis of red and brown rice conducted in laboratorium pascapanen BPTP Yogyakarta and laboratorium Teknologi Pertanian UGM Yogyakarta during the year of 2008, indicated that red rice contained protein, fat, amylase, amylopectin, and starch as much as 9.04, 1.59, 21.42, 45.65, and 67.07%, respectively. Red rice also contained beta-carotene and anthocyanin as much as 158.29 mg/100 g and 2.88 ppm, respectively. The brown rice contained protein, fat, amylase, amylopectin, and starch as much as 5.51, 1.85, 22.97, 51.54, and 74.52%, respectively. The brown rice also contained beta-carotene and anthocyanin as much as 804.16 mg/100 g and 393.93 ppm, respectively. The low amylose and the high amylopectin contain of the red and the brown rice meet the quality preference of most of the Indonesian Red and brown rice also contained higher iron as compared to white rice. Red and brown rice can be prepared as steamed cake with an attractive taste and appearance. Organoleptic test indicated that consumers preferred more the brown rice steamed cake than the red rice steamed cake. The brown rice and the red rice steamed cake contained anthocyanin as much as 0.33 and 36.76 ppm, respectively. Abstrak Keanekaragaman lingkungan fisik yang ada di DIY membawa konsekuensi keanekaragaman plasma nutfah pertanian yang tersedia di daerah tersebut. Salah satu keanekaragaman plasma nutfah yang dimiliki DIY adalah beras merah dan beras hitam. Kedua jenis beras ini merupakan pangan fungsional yang mengandung satu atau lebih senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Penelitian dilaksanakan di labolatorium pascapanen BPTP Yogyakarta dan labolatorium Teknologi Pertanian UGM Yogyakarta pada tahun 2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa beras merah dan beras hitam mengandung antioksidan beta karoten dan antosianin yang cukup tinggi. Beras merah mengandung nutrisi yang juga cukup tinggi, di antaranya protein, lemak, amilosa, amilopektin, dan pati dengan kandungan berturut-turut 9.04%, 1.59%, 21.42%, 45.65%. dan 67,07%. Beras merah juga megandung beta-karoten dan antosianin, berturut-turut sebesar 158,29 mg/100 g dan antosianin 2.88 ppm. Sementara itu, beras hitam mengandung protein, lemak, amilosa, amilopektin, dan pati dengan kandungan berturut-turut 5.51%, 1,85%, 22,97%, 51,54%, dan 74,52%. Beras hitam juga mengandung beta-karoten 804,16 mg/100 gr; dan antosianin 393,93 ppm. Kadar amilosa yang rendah dan amilopektin yang tinggi menyebabkan nasi kedua beras tersebut terasa enak dan pulen, Oleb karena kandungan nutrisi dan mineral penting untuk kesehatan. beras merah dan beras hitam perlu dilestarikan dan dibudidayakan untuk dikonsumsi baik dalam bentuk nasi maupun dalam bentuk produk olahan lain. Cake kukus berbahan dasar beras merah dan beras hitam lokal merupakan bentuk diversifikasi pangan fungsional yang dapat disediakan. Uji organoleptik menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai cake kukus beras hitam dibanding cake kukus beras merah. Kandungan antosianin cakr kukus beras hitam sebesar 36,79 ppm, jauh lebih tinggi dibanding kandungan. antosianin cake kukus beras merah yang hanya 0,33 ppm. Hal ini sekaligus merupakan usaha pelestarian dan pemanfaatan plasma nutfah padi local sebagai pangan fungsional.
Description
10 p.; ills.; tab.
Keywords
Citation