Prosiding Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 612
  • Item
    Respon Perkecambahan Benih 15 Varietas Unggul Baru Padi Terhadap Penyimpanan Kondisi Ruang Terbuka dan Terkendali
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) F. V. Yuningsih Aida; Wahyuni, Sri
    Abstrak Daya simpan benih tergantung pada beberapa faktor seperti, varietas, waktu panen, pengeringan, dan lingkungan simpan benih. Mempertahankan vigor dan viabilitas benih selama penyimpanan merupakan tujuan utama penyimpanan benih. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi daya simpan benih dari 15 varietas unggul baru (VUB) berdasarkan respon perkecambahan benih terhadap penyimpanan. Benih 15 VUB diperbanyak dengan menerapkan teknik produksi benih pada MH 2011 di Kebun Percobaan Sukamandi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Benih baru panen yang telah dikeringkan dan telah mencapai kadar air aman untuk penyimpanan (≤11%) dikemas dalam kantong plastik polietilen 0.8 mm kemudian disimpan pada dua kondisi simpan; (1) kondisi simpan kamar (T=27-32oC; RH=65-80%), dan (2) kondisi simpan terkendali (T=16-18oC and RH=45-0%). Evaluasi kadar air dan kecambah normal dilakukan pada awal simpan, 3, 6, dan 8 bulan setelah simpan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 faktor (varietas, kondisi simpan, dan periode simpan). Hasil penelitian menunjukkan 15 VUB yang diuji memiliki viabilitas yang tinggi ditunjukkan dengan nilai rata-rata daya berkecambah >80% dan kadar air benih <11%. Sebanyak 8 VUB diprediksi memiliki daya simpan yang lebih panjang dari 8 bulan, dikonfirmasi dengan nilai vigor setelah penuaan rata-rata mencapai >80%. Kondisi simpan terkendali mampu mempertahankan vigor benih seluruh varietas yang diuji ditunjukkan dengan nilai KCT yang konstan tinggi sampai dengan akhir penyimpanan. Abstract Seed storability depends on several factors such as variety, harvesting time, seed drying after harvest, and environment condition during storage. Maintaining seed vigor and viability during storage is the prime goal of seed storage. Studies were carried out to evaluate the storability of 15 new improved-varieties based on seed germination response to storage. The seeds of 15 varieties were reproduced by applying seed production techniques at rainy season of 2011 in Sukamandi Research Station of Indonesian Center for Rice Research. Dried seeds with moisture content around 11% were packed in 0.8 mm polyethylene plastic and then stored in two conditions; (1) ambient storage (T=27-32oC; RH=65-80%), and (2) controlled storage (T=16-18oC and RH=45-50%). Evaluation of seed moisture content and normal seedling percentage were done at the beginning of storage, 3, 6, and 8 months after storage. The experiment was arranged in completely randomized design with three factors (variety, storage conditions, and storage period). The results showed that 15 tested varieties had high viability indicated by germination percentage more than 80% and moisture content less than 11%. A total of 8 varieties showed values >80% of vigor after accelerated aging test. Controlled storage was able to retain seed vigor of all tested varieties, shown by the index of speed of germination constantly high until the end of storage.
  • Item
    Eksplorasi Dan Identifikasi Potensi Padi Gogo Beras Merah Lokal Sumatera Utara Dalam Upaya Perbaikan Sumber Daya Genetik
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) S. Budi, Rahmad; Suliansyah, Irfan; Yusniwati; Sobrizal
    Abstrak Plasma nutfah adalah sumber daya alam yang sangat penting dan merupakan modal dasar yang diperlukan dalam mengembangkan industri pertanian. Upaya untuk memenuhi kebutuhan beras penduduk mendapat tantangan berat mengingat varietas unggul padi yang tersedia hanya sedikit yang mampu beradaptasi baik dan bertahan lama. Produktivitas nasional padi gogo di negara ini masih rendah yaitu 3,35 t/ha. Salah satu upaya untuk peningkatan produksi dalam mendukung ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan adalah dengan cara konservasi. Agar plasma nutfah dapat lebih diberdayakan maka perlu dilakukan cara konservasi yang lebih dinamis seperti pelestarian in situ (on farm) dan ex situ conservations. Penelitian dilaksanakan di Sumatera Utara sejak 2015 melalui studi literatur, wawancara dan kunjungan ke ladang petani di Kabupaten yang merupakan daerah penghasil padi dan mempunyai potensi keberadaan padi gogo beras merah lokal (Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Tanah Karo, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Dairi, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Nias Selatan, dan Samosir). Kultivar yang dikumpulkan, diidentifikasi dan dikoleksi/disimpan dalam lemari pendingin. Informasi yang diperoleh yaitu kondisi lingkungan, sistem usaha tani, karakter petani, dan kondisi pertanaman, serta karakter agronomis, morfologi, dan produksi. Hasil diperoleh: 1). Kebanyakan kultivar ditemukan pada wilayah dengan ketinggian sedang sampai tinggi (400 – 1500) MDPL, topografi datar, bergelombang hingga berbukit; 2). Semua kultivar yang didapat bervariasi umur panennya berkisar antara 150 sampai 180 hari (kategori dalam); 3). Produksi per hektar tergolong rendah hingga sedang (1,0 – 3,5 t/ha); dan 4) Gabah yang didapat terdiri dari: berat 1000 butir antara 20 – 27 g, dengan bentuk dan warna gabah bervariasi. Selanjutnya dilakukan upaya penyimpanan dan pemantapan dalam upaya perbaikan genetik. Abstract Genetic resources (GR) is a very important natural resource and is the basic capital needed in developing the agricultural industry. Efforts to meet the rice needs of the residents are facing severe challenges given the high yielding varieties of rice that are available only a few are able to adapt well and last long. The national productivity of upland rice in this country is still low at 3.35 t / ha. One of the efforts to increase production in support of food security and sustainable agriculture is by conservation. In order for GR to be more empowered, it is necessary to do more dynamic ways of conservation such as in situ conservation (on farm) and ex situ conservation. The study was conducted in North Sumatra since 2015 (through literature studies, interviews and visits to farmers' fields in the districts that are rice producing areas and have the potential for local upland red rice (Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Tanah Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Nias Selatan, Tapanuli Selatan, and Padang Sidempuan). Cultivars collected, identified and collected/stored in a refrigerator. The information obtained is environmental condition, farming system, farmer character, and crop condition, agronomic character, morphology, and production. Results obtained: 1). Most cultivars are found in areas of moderate to high (400 1500) sla altitude, flat topography, bumpy to hilly; 2). All cultivars obtained vary their harvest age ranging from 150 to 180 days (deep category); 3). Production per hectare is low to moderate (1.0 - 3.5 t/ha); and 4) Grains obtained consisted of: 1000 grain weight between 20 - 27 g, with the shape and color of grain vary. Furthermore, efforts made storage and stabilization in the effort of genetic improvement.
  • Item
    Uji Adaptasi Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Sawah Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Seluma
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Yartiwi; Damiri, Ahmad; Firison, Jhon; Iswadi, Heryan; Yahumri
    Abstrak Penggunaan varietas unggul baru yang adaptif merupakan salah satu teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi sawah. Tujuan pengkajian untuk melihat keraragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru padi sawah pada lahan tadah hujan di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Pengkajian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu varietas padi Inpari 39, 41, Situbagendit dan Ciherang (pembanding) yang masing-masing diulang sebanyak 6 kali. Data yang dikumpulkan yaitu data pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman dan jumlah anakan), dan komponen hasil (panjang malai, gabah isi/malai, gabah hampa/malai, berat 1000 butir dan produktivitas). Data dianalisis sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan DMRT untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Sedangkan untuk melihat pertumbuhan dan hasil secara deskriptif yaitu membandingkan hasil pengkajian dan deskripsi padi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari ketiga varietas yang diintroduksikan Inpari 39, 41 dan Situbagendit memperoleh hasil lebih tinggi bandingkan varietas Ciherang yaitu rata-rata produktivitas secara berturut 4,25 t GKG/ha, 4,5t GKG/ha, 4,36 t GKG/ha dan 3,2 t GKG/ha. Abstract The use of new varieties adaptive is one technology to increase rice productivity. The purpose of the assessment was to see the growth and yield of some new varieties of wetland paddy on rainfed land in Seluma District of Bengkulu Province. The study was conducted using Group Random Design (RAK) with single factors of Inpari 39, 41, Situbagendit and Ciherang varieties, each of which was repeated 10 times. Data collected were plant growth data and yield component. Data was analyzed variance analysis (ANOVA) and tested further with DMRT to know the difference between treatments. Meanwhile, to see the growth and the results descriptively compare the results of assessment and description of rice. The results of the study showed that from the three varieties introduced Inpari 39, 41 and Situbagendit obtained higher yields than the ciherang varieties i.e. the average productivity of 4.25 t GKG / ha, 4.5 t GKG / ha, 4.36 t GKG / ha and 3.2 t GKG/ ha.
  • Item
    Galur-galur Padi Berkadar Zink Tinggi Beradaptasi Baik Pada Ekosistem Dataran Tinggi di Karanganyar, Jawa Tengah
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Barokah, Umi; Susanto, Untung; Swamy, Mallikarjuna; W. Djoar, Djati; Parjanto
    Abstrak Zink merupakan zat gizi mikro yang mutlak dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh. Angka Kecukupan Gizi (AKG) zink untuk wanita adalah: 9-12 mg/hari dan 12-17 mg/hari untuk pria (tergantung kelompok umur). Gejala kekurangan Zink baik sedikit maupun banyak dapat mengakibatkan pertumbuhan terhambat, eksim, rambut rontok, tertundanya kematangan seksual dan gangguan perkembangan mental. Biofortifikasi Zn (perakitan varietas dengan kandungan Zn tinggi) pada padi diharapkan dapat efektif, efisien, masif, dan sekaligus berkelanjutan untuk mengatasi masalah malnutrisi zink. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi genotype padi yang berkadar zink tinggi dan berdaya hasil tinggi sehingga prospektif untuk diusulkan dilepas sebagai varietas unggul baru padi berkadar zink tinggi. Pengujian dilakukan di desa Karang, Kecamatan Karang Pandan, Karanganyar dengan ketinggian ±830 meter di atas permukaan laut pada bulan Februari-Juni 2017. Sebanyak sepuluh galur dan dua varietas pembanding (Ciherang dan Inpari 5 Merawu) diuji dalam penelitan ini. dengan Rancangan Acak Kelompok yang diulang empat kali pada plot berukuran 4 m x 5 m dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm menggunakan teknik tanam pindah pada bibit umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa genotipe yang diuji memiliki perbedaan pada karakter kandungan Zink, Fe pada beras peah kulit, tinggi tanaman vegetatif dan generatif, jumlah anakan vegetatif, umur berbunga 50%, umur masak fisiologis, jumlah gabah isi/malai, berat gabah isi/rumpun, jumlah gabah hampa/malai, seed set (fertilitas) dan berat 1000 butir. Galur IR 97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 prospektif diusulkan untuk dilepas menjadi varietas unggul baru padi berkadar zink tinggi karena memiliki kandungan zink (43,05 ppm) dan hasil (2,44 ton/ha) yang lebih tinggi dari pembanding terbaik Ciherang (30,08 ppm dan 2,34 ton/ha). Abstract Zinc is a micronutrient that is absolutely necessary for growth. The zinc sufficiency (AKG) for women is: 9-12 mg / day and 12-17 mg / day for men (depending on age group). Symptoms of Zink deficiency in both small and large can lead to stunted growth, eczema, hair loss, delayed sexual maturity and mental development disorders. Therefore, Zn biofortification into rice would be effective, efficient, massive, and sustainable to overcome Zn deficient. This research aims to identify rice lines having high Zn content and yield for further effort in releasing variety. The research was conducted in Karang Village, Karang Pandan Sub district, Karanganyar with an altitude of ± 830 meters above sea level in February June 2017. Ten lines and two check varieties, (Ciherang and Inpari 5 Merawu) were tested in Randomized Complete Block Design with four replications in 4 m x 5 m plots on 25 cm x 25 cm planting space of. Transplanting was done at 28 days old seedlings. The results showed that the tested genotypes had differences on character Zn and Iron (Fe) content in brown rice grains, plant high vegetative and generative phase, number of tillers productive vegetative phase, heading date, harvest age, filled and un-filled grain/panicle, weight filled grain/plant, seed set (fertility) and 1000-grain weight. The IR 94477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 was the most prospective line which can be proposed to be released as new high-yielding rice varieties. This line had high zinc content (43.05 ppm) and yield (2.44 tons/ha) out yielded the best check, Ciherang (30.08 ppm and 2.34 tons/ha).
  • Item
    Evaluasi Mutu Fisiologis, Kesehatan Benih, dan Kemurnian Varietas Dari Benih Komunal
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Wahyuni, Sri; L. Widiastuti, Mira; N. Milati, Laila
    Abstrak Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari mutu benih, kesehatan benih, dan kemurnian varietas dari benih yang dihasilkan oleh sektor perbenihan komunal (tidak bersertifikat) telah dilaksanakan di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi pada tahun 2015. Penelitian diawali dengan survei ke petani yang menggunakan benih produksi sendiri untuk mendapatkan informasi pengelolaan benih padi sawah di tingkat petani, dilanjutkan dengan evaluasi mutu benih, kesehatan benih, serta kemurnian varietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25% sampel benih dari petani mempunyai daya berkecambah dan vigor yang rendah, 75% sampel benih menunjukkan kadar air benih terlalu tinggi (>13%). Sampel benih dari petani terinfeksi 4 jenis cendawan dan bakteri, dengan persentase benih terinfeksi yang sangat beragam. Persentase benih terinfeksi yang tertinggi disebabkan oleh cendawan Fusarium sp, kemudian diikuti oleh cendawan Aspergilus sp dan bakteri. Persentase campuran varietas lain dari benih produksi petani sangat tinggi berpotensi pertanaman yang tidak seragam. Untuk meningkatkan mutu benih, kesehatan benih dan mengurangi campuran varietas lain, petani perlu melakukan perbaikan dalam produksi dengan pelaksanaan seleksi di pertanaman, serta perbaikan dalam prosesing dan penyimpanan benih. Abstract A study to evaluate the quality of seeds, seed health, and purity of varieties from seeds produced by the communal seed sector (non-certified seeds) had been carried out at The Indonesian Center for Rice Research in 2015. The research began with a survey of farmers who use their own seed production to obtain information on rice paddy management at farmer level, followed by evaluation of seed quality, seed health, and purity of varieties. The results showed that 25% of seed samples from farmers had low germination and low vigor, 75% of seed samples had high water content of the seeds (> 13%). Seed samples from farmers were infected with 4 types of fungi and bacteria, with various percentages of infected seeds. The highest percentage of infection was caused by Fusarium SP, followed by Aspergillus sp. and bacteria. The percentage of other varieties from farmers’ seed productions were very high, potentially non-uniform cultivation. To improve the quality of seed, seed health, and reduce the seeds of other varieties, farmers need to make improvements in production with the implementation of selection in the planting, as well as improvements in the processing and storage of seeds.