Prosiding Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 597
- ItemPupuk Cair Organik Berukuran Nano Untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Pada Padi Sawah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Susanti, Zuziana; Chew YM.; Rustiati, TitaAbstrak Peluang pemecahan masalah pelandaian produksi padi dapat melalui penerapan teknologi budidaya, yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan tumbuh tanaman, kesuburan tanah dan meningkatan efisiensi pemupukan. Pemanfaatan teknologi nano, seperti PPC Nano, di bidang pemupukan memiliki keunggulan lebih reaktif dan lebih efisien. Kombinasi pemupukan organik cair dari PPC Nano dan inorganik granul NPK dapat meningkatkan keseimbangan hara sekaligus meningkatkan efisiensi pemupukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis optimum pupuk organik cair (PPC) yang dikombinasikan dengan pengurangan dosis pupuk NPK inorganik, telah dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi pada MK-I 2012. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (0 PPC dan 0 NPK); 450 ml/ ha PPC- 0 NPK; kontrol jenis PPC lain; dan 9 perlakuan lainnya yang merupakan kombinasi PPC dengan pengurangan dosis NPK. Konsentrasi PPC masing-masing 150, 350 dan 450 ml/ha dikombinasikan dengan pupuk NPK dosis 100% NPK (135 N-36 P2O5 – 60 K2O), 75% NPK dan 50% NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil panen GKG yang diperoleh dengan pemberian hanya 450 ml PPC Nano/ha tanpa pupuk NPK mencapai 6563 kg/ha atau meningkat 38,9% jika dibandingkan perlakuan Kontrol_tanpa pupuk NPK; Reduksi pupuk N-P-K sebesar 75% Dosis, tidak menurunkan hasil panen GKG jika dikombinasikan dengan pemberian PPC Nano. Fenomena menarik bahwa pengurangan dosis pupuk kimia hingga 50%N-50%P-30%K namun dikombinasikan dengan pemberian PPC Nano tidak menurunkan produksi padi. Hasil tertinggi diperoleh dari perlakuan reduksi 50% NPK yang dikombinasikan dengan penyemprotan 300 ml PPC Nano/ha; Penyemprotan PPC mampu mensubtitusi penggunaan pupuk kimia NPK hingga 50% dan mampu meningkatkan hasil jika dibandingkan hasil pada dosis pupuk rekomendasi. Abstract Nano Size Organic Liquid Fertilizer to Improve Fertilization Efficiency in Lowland Rice; The phenomenon of rice yield plateauing can be solved by technology applications aimed at improving the environment, soil fertility and increase fertilization efficiency. Nano-fertilizers, such as PPC Nano, have the advantage of being more reactive and more efficient. The combination of liquid organic fertilizer from PPC Nano and inorganic NPK granules can improve nutrient balance while increasing fertilizer efficiency. The aim of the study was to determine the optimum dose of liquid organic fertilizer (PPC) combined with a reduction of inorganic NPK fertilizer dosage, which was carried out at the Sukamandi Experimental Station in the Dry Season 2012. The study used a randomized block design, with 12 treatments and 3 replications. The treatment consists of controls (0 PPC and 0 NPK); 450 ml/ha of PPC-0 NPK; control of other types of PPC; and 9 other treatments which were a combination of PPC with a reduction in the dose of NPK. The PPC concentrations were 150, 350 and 450 ml/ha respectively combined with NPK fertilizer at a dose of 100% NPK (135 N-36 P2O5 - 60 K2O), 75% NPK and 50% NPK. The results showed that the yield obtained by giving only 450 ml of PPC Nano/ha without NPK fertilizer reached 6563 kg/ha or increased by 38.9% compared to the control treatment without NPK fertilizer; The reduction of N-P-K fertilizer by 75% dosage in combination with PPC-Nano application did not significantly reduce the grain yield. An interesting trend was that the reduction in chemical fertilizer dosages to even 50% N-50% P-30% K but combined with the application of PPC Nano did not reduce rice production. The highest yield in this experiment is obtained from treatment 50% NPK reduction combined with 300 spraying ml PPC/ha); The grain yield in the 100% NPK treatment was not significantly different compared to the 75% NPK reduction treatment even 50% N-50% P-30% K indicated that PPC spraying was able to substitute NPK chemical fertilizer use up to 50%, it could even increase yield when compared with yield under recommended fertilizer dose
- ItemKarakteristik Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Unggul Baru Padi(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Maolana Yusup, Asep; Margaret Swisci; Jamil, AliAbstrak Pemilihan varietas yang tepat berperan penting dalam sistem produksi tanaman padi. Varietas dapat mempengaruhi produktivitas tanaman melalui potensi hasil yang dimiliki, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama serta dukungan teknik budidaya yang optimal. Informasi karakteristik pertumbuhan dan hasil dari varietas unggul baru padi menjadi penting sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan varietas. Evaluasi pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru padi dilakukan pada Januari-April 2016 di Kebun Percobaan Sukamandi, Padi, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan tiga ulangan. Sembilan varietas yang digunakan sebagai perlakuan adalah: Inpari 23 Bantul, Inpari 24 Gabusan, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 31, Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 43, Hipa 18 dan Ciherang sebagai pembanding. Data pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa Hipa 18 (129.14 cm) memiliki postur tanaman yang nyata lebih tinggi dibandingkan varieta lainnya dan pembanding Ciherang. Pada karakter jumlah anakan per rumpun, Inpari 23 Bantul merupakan varietas dengan jumlah anakan paling sedikit yaitu 8.33 anakan per rumpun, sedangkan varietas lainnya memiliki anakan per rumpun yang lebih banyak dibandingkan dengan Ciherang (11.83) kecuali Inpari 43 GSR yang memiliki anakan per rumpun tidak berbeda nyata dengan pembanding Ciherang. Untuk karakteristik hasil, berat gabah kering giling (GKG) Inpari 43 GSR (5.26 t/ha), Inpari 24 Gabusan (5.11 t/ha) dan Inpari 23 Bantul (5.05 t/ha) nyata lebih tinggi dibandingkan berat GKG varietas Ciherang (3.94 t/ha). Abstract Varieties play a dominant role in rice production systems. Varieties can affect productivity by their potential yields, resistance to major pests and diseases with support by cultivation techniques. Information on growth and yield characteristics of new improved rice varieties becomes important as consideration in the selection of varieties. Evaluation of some new improved varieties for their growth and yield characteristics was conducted in January-April 2016 at Sukamandi experimental siteof Indonesian Center for Rice Research (ICRR), using Completely Randomized Design with three replications. The nine varieties used as treatment were: Inpari 23 Bantul, Inpari 24 Gabusan, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 31, Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 43, Hipa 18 and Ciherang as comparison. Data on various growth showed that Hipa 18 (129.14 cm) was tallest than other varieties and Ciherang. In the number of tillers per hill, Inpari 23 Bantulproduced the least number of tillers ie 8.33 tillers per hill, whereas other varieties produced more tillers per hill thanCiherang (11.83) except Inpari 43 GSR which produces same numbers of tillers per hill with Ciherang. For yield characteristics (GKG), Inpari 43 GSR (5.26 t/ha), Inpari 24 Gabusan (5.11 t / ha) and Inpari 23 Bantul (5.05 t / ha) were significantly higher than the Ciherang (3.94 t / ha).
- ItemKombinasi Pemupukan Sebagai Komponen Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Gogo(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Rustiati, Tita; M. Hikmah, ZaqiahAbstak Perkembangan industri saat ini terus menggeser lahan pertanian optimal menjadi lahan-lahan pertanian suboptimal. Lokasi serta tingkat kesuburan di lahan suboptimal dirasa masih kurang menguntungkan bagi petani. Lokasi yang jauh dari pemukiman petani serta tingkat kesuburan yang masih rendah menjadi kendala bagi petani untuk berusaha tani lahan suboptimal. Seiring dengan produktivitas yang belum optimal maka diperlukan perbaikan komposisi dan dosis pupuk agar meningkatkan kesuburan serta produktivitas setempat. Untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi perlu penerapan teknologi yang tepat, baik varietas yang digunakan, cara dan dosis pemupukan serta waktu tanamnya. Komponen teknologi yang diterapkan harus sinergis satu dengan lainnya dan masing-masing komponen teknologi sendiri-sendiri atau bersama dengan lainnya harus sinergi dengan lingkungan tumbuh tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan kombinasi pupuk organik dan anorganik serta hayati yang optimal untuk mencapai hasil optimum pada tanaman padi gogo. Penelitian ini dilakukan di Jawa Barat yaitu di Kabupaten Indramayu. pada tahun 2016/2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan luas petak percobaan 6 x 5 m2. Terdapat 14 plot percobaan dengan kombinasi pupuk anorganik, organik dan hayati yang berbeda baik berdasar PUTK maupun petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk anorganik, pupuk organik, pupuk hayati dan kombinasi diantaranya berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun. Perlakuan pupuk anorganik, pupuk organik, pupuk hayati dan kombinasi diantaranya berpengaruh nyata terhadap perhitungan komponen hasil antara lain jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir namun tidak untuk persen gabah isi. Pemberian pupuk anorganik tetap diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan hasil padi gogo. Namun perlu mengkombinasikan pupuk anorganik dengan pupuk organik dan pupuk hayati, selain untuk mendukung pertumbuhan dan produksi padi ada hal penting yaitu untuk konservasi tanah dan air di lahan gogo.
- ItemEfektivitas Pemupukan NPK Menggunakan Pupuk Hayati Agrimeth Pada Padi Varietas Inpari 10 di Lahan Sawah Inceptisol Bogor(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Purwani, Jati; Pratiwi, Etty; D. Hastuti, Ratih; Salma, Selly; Wardana, I PutuAbstrak Agrimeth adalah pupuk hayati yang mengandung beberapa jenis bakteri yaitu Bradyrhizobium japonicum, Rhizobium japonicum, Azotobacter sp, Bacillus sp dan Methylobacterium sp yang dikemas dalam bahan pembawa berbentuk bubuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemupukan N, P, dan K menggunakan pupuk hayati Agrimeth pada pertumbuhan dan hasil padi di Inceptisol Bogor. Percobaan adalah rancangan acak kelompok terdiri dari 7 perlakuan dengan empat ulangan per perlakuan. Perlakuan yang dilakukan adalah: 1) Kontrol yang tidak dipupuk, 2) Pupuk NPK 100% dari tingkat yang direkomendasikan, 3) Agrimeth, 4) Pupuk NPK pada 25% dari tingkat yang direkomendasikan +Agrimeth, 5) Pupuk NPK pada 50% daritingkat yang direkomendasikan+Agrimeth, 6) Pupuk NPK sebesar 75% dari tingkat yang direkomendasikan+Agrimeth, 7) Pupuk NPK 100% dari tingkat yang direkomendasikan + Agrimeth. Agrimeth diaplikasikan pada perlakuan benih pada 16 g/kg biji atau 400 g/25 kg per ha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Agrimeth memberikan hasil positif baik pada pertumbuhan dan hasil padi yang tumbuh di tanah agak masam dengan dolomit dan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Perlakuan yang paling penting untuk meningkatkan hasil gabah padi adalah pupuk NPK pada pupuk NPK sebesar 75% dari tingkat yang direkomendasikan + Agrimeth seperti yang ditunjukkan oleh nilai Efektivitas Agronomi Relatif sebesar 134,9%. Abstract Agrimeth is a biological fertilizer containing several Bradyrhizobium japonicum and Rhizobium japonicum, Azotobacter sp, Bacillus sp and Methylobacterium sp in powder-shaped carrier material. The objective of this research was to evaluate the effectiveness of Agrimeth on rice growth and yield at Inceptisol of Bogor. The experiment was a randomized block design consisting of 7 treatments with four replications per treatment. The treatments included were: 1) Untreated control, 2) NPK fertilizers at 100% of recommended level, 3) Agrimeth, 4) NPK fertilizers at 25% of recommended level + Agrimeth, 5) NPK fertilizers at 50% of recommended level + Agrimeth, 6) NPK fertilizers at 75% of recommended level + Agrimeth, 7) NPK fertilizers at 100% of recommended level + Agrimeth. The Agrimeth was applied to the seed treatment at 16 g/kg of seed or 400 g/25 kg per ha. The results of this research showed that the application of Agrimeth gave a positive result both on growth and yield of paddy grown in slightly acid soil with dolomite and manure as a base fertilizer. The most important treatments to enhance the grain yield of rice were NPK fertilizers at NPK fertilizers at 75% of recommended level + Agrimeth as indicated by the value of Relative Agronomic Effectiveness of 134,9 %.
- ItemKajian Metode Tanam dan Penambahan Pupuk Organik Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi di Lahan Sawah Bukaan Baru di Kabupaten Landak(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Pratiwi; Kartinaty, TietykAbstrak Pengkajian dilaksanakan di Jalan Pal XX, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Februari 2017. Lokasi kajian merupakan lahan sawah bukaan baru hasil program cetak sawah tahun 2014 yang tingkat kesuburannya masih rendah, sehingga diperlukan penambahan pupuk organik hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas padi. Perlakuan yang digunakan dalam kajian ini adalah pemberian pupuk organik hayati pada pertanaman padi dengan sistem tanam yang berbeda yaitu sistem tanam Hazton dengan jarwo 4:1, PTT jarwo 4:1, PTT jarwo 2:1 dan kontrol, dengan 10 ulangan tiap perlakuan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, berat 1000 butir dan gabah kering panen. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) digunakan dalam kajian ini. Uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan mikroba hayati cenderung lebih baik dibandingkan dengan kontrol (tanpa penambahan pupuk organik hayati). Penambahan pupuk organik hayati pada pertanaman jarwo 2:1 memberikan hasil GKP tertinggi yaitu sebesar 3,1 ton/ha, pada jarwo 4:1 memberikan hasil GKP 2,61 ton/ha dan pada metode tanam hazton memberikan hasil GKP 1,6 ton/ha. Abstract The assessment was carried out at Jalan Pal XX, Ngabang Sub-district, Landak District, from October 2016 until February 2017. The study area is non-productive rice field areas from the rice field program of 2014 that the fertility rate is still low, so it needs additional biological organic fertilizer to increase soil fertility and increase rice productivity. The treatments used in this study were the provision of biological organic fertilizer on rice crops with different planting systems namely Hazton planting system with jarwo 4: 1, PTT jarwo 4: 1, PTT jarwo 2: 1 and control, with 10 replications per treatment. The parameters observed were plant height, number of tillers, 1000 grain weight and dry harvested grain. Completely Randomized Block Design (RAKL) was used in this study. Further test using Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results showed that treatment using biological microbes tends to be better than control (without the addition of biological organic fertilizer). The addition of biological organic fertilizer at 2: 1 jarwo plant gives the highest GKP yield of 3.1 ton / ha, at 4: 1 jarwo gives GKP yield of 2.61 ton / ha and on hazton planting method gives GKP result of 1.6 ton / Ha.