Prosiding Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 620
- ItemKarakterisasi Ketahanan Varietas Padi Lokal Terhadap Penyakit Tungro(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Kusdiaman, Dede; Roza, Celvia; Suprihanto; N. Usyati; Rumasa, OcoAbstrak Penyakit tungro disebabkan oleh infeksi dua virus yang berbeda, yaitu Rice tungro bacilliform virus (RTBV) dan Rice tungro spherical virus (RTSV), yang keduanya hanya dapat ditularkan oleh wereng hijau (vektor) secara semi persisten. Kisaran kehilangan hasil pada stadia yang terinfeksi 2–12 minggu setelah tanam (mst) antara 20-90%. Penelitian telah dilakukan di rumah kasa BB Padi Sukamandi pada MT-1/MT-2 tahun 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi varietas padi lokal (aksesi plasma nutfah padi) yang memiliki ketahanan terhadap penyakit tungro. Materi genetik yang digunakan adalah 100 nomor varietas padi lokal (aksesi), inokulum tungro varian Garut dan Purwakarta, dan wereng hijau. Metode inokulasi dilakukan dengan mengakuisisi wereng hijau sebagai vektor pada tanaman sumber inokulum Garut dan Purwakarta, kemudian diinvestasikan ke tanaman uji supaya menularkan virus tungro. Pengamatan dilakukan pada 2 minggu setelah inokulasi atau setelah TN1 sebagai kontrol rentan menunjukkan reaksi rentan. Karakterisasi ketahanan dilakukan dengan cara skoring berdasarkan SES IRRI 2014 dan dihitung indeks penyakitnya. Hasil penelitian menunjukkan 1 aksesi yang bereaksi agak tahan terhadap inokulum Garut, dan 3 aksesi bereaksi agak tahan terhadap inokulum Purwakarta, selebihnya bereaksi rentan terhadap inokulum Garut maupun Purwakarta. Aksesi yang bereaksi agak tahan terhadap inokulum Garut adalah Kuriak (9582) yang bereaksi agak tahan pada skala 6. Tiga aksesi yang bereaksi agak tahan terhadap inokulum Purwakarta adalah Cungkring (9523) yang bereaksi agak tahan pada skala 5, Oseg (9529) yang bereaksi agak tahan pada skala 6, dan Muncul (9547) yang bereaksi agak tahan pada skala 4. Abstrack Tungro is a found in rice crop disease caused by an infection of two different viruses, namely Rice tungro bacilliform virus (RTBV) and Rice tungro spherical virus (RTSV). These two viruses can only be transmitted by green leafhoppers (vectors) semipersisten. The range of result loss in infected stadia 2-12 weeks after planting (wap) between 20-90%. The research had been done at the house of ICRR Sukamnadi at dry season and rainy season in 2016. The purpose of this research was to characterize local rice varieties (rice germplasm accession) which resistant to tungro disease. Genetic materials used were 100 numbers of local rice varieties (accession), inoculum tungro used variant were Garut and Purwakarta, and green leafhoppers. Inoculation method was conducted by acquiring green leafhoppers as vector for the plant of inoculum source Garut and Purwakarta. The green leafhoppers infested to the test plant for transmitting tunro virus. Observations was performed at 2 weeks after inoculation or after TN1 as susceptible check to show a susceptible reaction. Characterization resistance was performed by scoring according to SES IRRI 2014 and calculating the disease index. The results showed that 1 accession reacted moderate resistant to Garut inoculum, and 3 accessions reacted moderate resistant to Purwakarta inoculum, the rest were susceptible to Garut inoculum and Purwakarta. The accession that reacts moderate resistant to the Garut inoculum has Kuriak (9582) which reacts somewhat resistant on a scale of 6. The three accessions that react moderate resistant to the Purwakarta inokulum were Cungkring (9523) which reacts moderate resistance on a scale of 5, Oseg (9529) which reacts moderate resistant on scale 6, and Muncul (9547) which reacts moderate resistant on a scale of 4.
- ItemKetahanan Varietas Padi Lokal Terhadap Hawar Daun Bakteri (Xanthomonas Oryzae Pv. Oryzae)(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Roza, Celvia; S. Kadir, Triny; N. Usyati; Ruskandar, AdeAbstrak Ketahanan varietas padi lokal terhadap hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae). Hawar Daun Bakteri (HDB) disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan salah satu penyakit penting tanaman padi. Salah satu pengendalian yang efektif yaitu dengan penggunaan varietas tahan. Perakitan varietas unggul baru yang membawa gen tahan terhadap HDB terus dilakukan melalui persilangan dengan memanfaatkan keragaman sumber genetik padi yang ada. Penelitian dengan tujuan mengidentifikasi tingkat ketahanan varietas padi lokal koleksi plasma nutfah BB Padi terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB) telah dilakukan di rumah kasa BB Padi Sukamandi pada MT-1/ MT-2 Tahun 2014. Materi genetik yang digunakan adalah 60 aksesi varietas padi lokal dan biakan murni bakteri Xoo patotipe III, IV,dan VIII. Metode inokulasi dilakukan dengan pengguntingan daun dan skoring ketahanan berdasarkan SES IRRI tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan ada varietas padi lokal (aksesi) yang tahan terhadap satu patotipe HDB (Xoo) saja dan ada yang tahan terhadap dua patotipe HDB (Xoo). Aksesi yang tahan terhadap patotipe III saja yaitu : Beras Hitam Melik (8770), Ketan Lomah Hitam (8791), Ketan Lomak (8792), Ketan Bayong (8804), Waren (8806), Ketan Hideung (8807), Karia (8815), Nemol (8822), dan Cireh Gudang (8823). Aksesi yang memiliki ketahanan terhadap dua patotipe HDB (Xoo) yaitu patotipe III dan VIII adalah Cantik Lembayung (aromatik) (8218), Mansur (8221), Ketan Bayong (046) (8804), dan Nemol (056) (8822), sementara aksesi yang memiliki sifat ketahanan terhadap patotipe III dan IV adalah Ketan Hideung (047) (8807) dan Cireh Gudang (051) (8823). Abstrack Resistance of local rice varieties against bacterial leaf blight (Xanthomonas oryzae pv. oryzae). Bacterial Leaf Blight (BLB) is caused by the bacteria Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is an important disease of rice plants. One of the effective controls is with the use of resistant varieties. The assembly of new improved varieties carrying genes resistant to BLB continues through crossbreeding by utilizing the diversity of existing genetic sources of rice. The research has been done at the green house of ICRR in Sukamandi on wet season and dry season 2014 with the aim to identify the level of resistance of local rice varieties of rice germplasm collection of ICRR on bacterial leaf blight disease (BLB). The genetic material used was 60 accessions of local rice varieties and pure culture of Xoo patotype III, IV, and VIII bacteria. Inoculation method was performed by leaf cutting and resistance scoring based on SES IRRI 2002. The results showed that there are local rice varieties (accessions) that are resistant to one HDB (Xoo) patotype only and some are resistant to two BLB (Xoo) patotypes. Accession resistant to patotype III only: Beras Hitam Melik (8770), Ketan Lomah Hitam (8791), Ketan Lomak (8792), Ketan Bayong (8804), Waren (8806), Ketan Hideung (8807), Karia (8815) , Nemol (8822), and Cireh Gudang (8823). The accessions that have resistance to two patotype BLB (Xoo) patotypes III and VIII are Cantik Lembayung (aromatic) (8218), Mansur (8221), Ketan Bayong (046) (8804), and Nemol (056) (8822), while accession which have resistance properties against the patotypes III and IV are Ketan Hideung (047) (8807) and Cireh Gudang (051) (8823).
- ItemVerifikasi Ketahanan Varietas Unggul Padi Terhadap Penyakit Hawar Daun Bakteri(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Yuliani, Dini; SudirAbstrak Salah satu komponen pengendalian dari penyakit hawar daun bakteri (HDB) adalah varietas tahan. Namun varietas dapat patah ketahanannya karena patogen HDB memiliki banyak kelompok patotipe dan mampu membentuk patotipe yang lebih virulen.Tujuan penelitian untuk verifikasi ketahanan varietas unggul padi terhadap penyakit HDB. Penelitian dilaksanakan di Screen Field Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi Subang pada musim kemarau (MK) 2016 dan musim hujan (MH) 2016/2017. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama adalah tiga patotipe Xoo dominan di Indonesia, yaitu: patotipe III, patotipe IV, dan patotipe VIII. Anak petak adalah 14 varietas tahan HDB, yaitu: Inpari 1, Inpari 6, Inpari 11, Inpari 17, Inpari 25, Inpari 32, Inpari HDB, Angke, Conde, Java 14, Ciherang, IR64, Chandra (Hibrida), dan Hipa Jatim 2. Evaluasi ketahanan varietas tahan terhadap HDB di lapangan pada MK 2016 dan MH 2016/2017 diperoleh tingkat ketahanan varietas mulai dari tahan hingga agak rentan. Hasil pengujian 14 varietas padi terhadap tiga patotipe Xoo dominan diperoleh varietas Java 14 dan Inpari 32 yang konsisten bereaksi tahan selama musim kemarau 2016 dan musim hujan 2016/2017. Empat belas varietas padi tahan HDB berpengaruh nyata terhadap intensitas penyakit padi diantaranya busuk batang, hawar daun jingga, bercak daun sempit pada dua musim tanam kecuali hawar pelepah. Intensitas penyakit padi tidak berpengaruh secara langsung terhadap hasil padi. Bobot gabah kering panen (BGKP) tertinggi pada MK 2016 dijumpai pada varietas Inpari 32. Pada MH 2016/2017, BGKP tertinggi pada 14 varietas uji adalah Inpari 1. Pada kedua musim dijumpai varietas dengan BGKP terendah yaitu Java 14. Abstract One of the control components of bacterial leaf blight (BLB) disease is resistant varieties. However, the resistance of varieties can be fracture because the pathogen of BLB have many pathotype groups which capable to forming more virulent pathotypes. The research purposes were to verify the resistance of improved rice varieties to BLB disease. The research was conducted at Screen Field of Indonesian Center for Rice Research, Sukamandi Subang in the dry season (DS) of 2016 and wet season (WS) of 2016/2017. The research was arranged in a split plot design with three replications. The main plots were the three dominant Xoo pathotypes in Indonesia, namely: pathotype III, pathotype IV, and pathotype VIII. The sub-plots were 14 BLB resistant varieties, namely: Inpari 1, Inpari 6, Inpari 11, Inpari 17, Inpari 25, Inpari 32, Inpari HDB, Angke, Conde, Java 14, Ciherang, IR64, Chandra (Hybrid), and Hipa Jatim 2. Resistance evaluation of resistant varieties to BLB in the field at DS 2016 and WS 2016/2017 obtained resistance level of varieties ranging from resistant to moderately susceptible. The test results of 14 rice varieties on three dominant of Xoo pathotypes obtained the varieties of Java 14 and Inpari 32 which consistently reacted resistant during the dry season of 2016 and rainy season of 2016/2017. Fourteen resistant rice varieties to BLB significantly affected the intensity of rice disease such as stem rot, red stripe, narrow brown leaf spot on two growing seasons except sheath blight. The intensity of rice disease has no direct effect on rice yields. The highest of weight of dry grain harvest (WDGH) in DS 2016 was found in Inpari 32 varieties. At WS 2016/2017, the highest of WDGH on 14 test varieties were Inpari 1. In both seasons found varieties with the lowest WDGH that is Java 14.
- ItemKeragaman Genetik Bakteri Xanthomonas Oryzae Pv. Oryzae Dari Beberapa Daerah di Indonesia Menggunakan Marka Spesifik(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Tasliah; Amalina, Fensi; Mahrup; Prasetiyono, JokoAbstrak Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan bakteri yang sering menyerang daun padi. Di Indonesia, banyak lahan padi yang terserang bakteri ini sehingga menimbulkan penyakit yang bernama hawar daun bakteri (HDB). Penelitian ini bertujuan untuk mengarakterisasi isolat-isolat Xoo dari beberapa wilayah di Indonesia menggunakan marka molekuler. Bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) diisolasi dari daun padi hingga didapatkan kultur murni bakteri Xoo. Untuk memastikan bahwa bakteri tersebut adalah bakteri Xoo maka dilakukan identifikasi menggunakan marka Xoo2976, setelah itu dilakukan isolasi DNA bakteri Xoo dan diamplifikasi menggunakan marka Je1 dan Jel2 pada mesin PCR. Hasil PCR diseparasi dalam elektroforesis menggunakan gel agarosa 2%. Skoring Pola pita DNA dilakukan dengan membuat bilangan biner dan menggunakan program NTSys untuk membentuk dendrogram. Hasil dari penelitian ini menunjukkan identifikasi bakteri Xoo dengan menggunakan marka molekuler sangat efektif dan menyingkat waktu dibanding dengan metode Postulat Koch. Kesamaan genetik bakteri Xoo di Indonesia lebih disebabkan oleh inang yang sama, walaupun berada pada daerah yang berbeda dan dipisahkan oleh laut. Isolat Xoo yang diperoleh di lapangan menunjukkan variasi ras yang tinggi, berbeda dengan ras V, ras Xa7, dan ras VIII. Abstract Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is a bacteria that often infects the leaves of rice. In Indonesia. In Indonesia, many field rice is attacked by these bacteria, causing the disease called bacterial leaf blight (BLB). This study aimed to characterize isolates of Xoo derived from some places in Indonesia using molecular marker. Xoos were isolated from the rice leaves to obtain pure cultures of them. To ensure they were Xoo, those Xoos then be identified using Xoo2976 marker. The pure Xoos were amplified using Jel1 and Jel2 markers in PCR machine, then separated by 2% agarose gel. Scoring pattern of DNA bands was done by creating a binary number and used the NTSYS program to form a dendrogram. This study showed identification of Xoo bacterial using molecular marker highly effective and save time compared with the method of Koch’s postulates. The genetic similarity of Xoo bacterial in Indonesia was caused by the same host, although located in different areas and were separated by the sea. Xoo isolates in the field showed a high variation race, different with race V, race Xa7, and race VIII.
- ItemJenis dan Intensitas Serangan Hama Penyakit Pada Tanaman Padi di luar Jadwal Tanam di Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Artanti, Hertina; Yahumri; Octavia, YulieAbstrak Tanaman padi merupakan komoditas pangan utama yang harus terpenuhi ketersediaannya bagi masyarakat di Bengkulu. Dalam teknik budidaya terdapat faktor yang menjadi penghambat dalam meningkatkan hasil produksinya, salah satunya yaitu adanya serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan intensitas serangan hama penyakit pada tanaman padi yang ditanam di luar jadwal tanam musim kemarau (MK) 2016. Penelitian dilakukan di lahan petani kooperator Desa Surau, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian dilakukan dengan cara mengidentifikasi jenis dan menghitung intensitas serangan hama penyakit yang ada di pertanaman padi pada tiga varietas yaitu Inpari 15, Inpari 22 dan Inpari 25. Pengamatan dilakukan pada tanaman padi berumur 18 HST, 24 HST dan 45 HST. Pengambilan sampel menggunakan metode puposive sampling pada 10 rumpun tanaman padi dengan 3 kali ulangan. Hasil pengamatan diidentifikasi jenis serangga yang ditemukan dan dihitung intensitas serangan hama penyakit menggunakan rumus intensitas serangan. Hasil penelitian menunjukkan jenis hama dan predator yang ditemukan pada yaitu ulat jengkal hijau (Naranga aenescense), keong mas (Pomacea canaliculata) dan kumbang Coccinella sp, sedangkan intensitas hama tertinggi sebesar 73,33% yang disebabkan serangan ulat Naranga aenescense dan intensitas penyakit tertinggi sebesar 57,50% yang disebabkan oleh penyakit blas daun (Pyricularia grisea). Abstract Paddy is main food commodities that must be fulfilled it is availability community in Bengkulu. On cultivation technique there are factors that hampered in raising production results, which one pests and diseases attacks. This research aims to know type and intensity pest and disease attacks in rice plant planted outside planting schedule on summer 2016. Research was conducted at farmer’s land in Surau village, Taba Penanjung, Bengkulu Tengah. Research done by identifying type and intensity pest and disease attacks count existing rice planted on three varieties, namely Inpari 15, Inpari 22 and Inpari 25. Observation is done at rice plant 18, 45 and 24 days after planting (DAP). Sampling method using puposive sampling at 10 clump rice plant with 3 times repeats. Observations identified types of insects are found and calculated the intensity pest and diseases attack using formula intensity attack. Results showed that kind of pests and predators found there are Naranga aenescense, Pomacea canaliculata and Coccinella sp, whereas the highest pest intensity is 73.33% caused by Naranga aenescense attack and the highest disease intensity is 57.50% caused by Pyricularia grisea.