Prosiding Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 681
- ItemPeluang Perbaikan Penyiapan Lahan Sawah Melalui Olah Kering(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) I.U. Firmansyah; L.M. Zarwazi; S. AbdulrachmanAbstrak Peluang perbaikan penyiapan lahan sawah melalui olah kering dengan mesin traktor berkapasitas besar bertujuan agar waktu tanam padi dapat serempak dan hemat air. Dengan menggunakan mesin traktor pertanian berkapasitas besar pada lahan sawah beirigasi dan sawah tadah hujan pada Musim Tanam II atau menjelang musim hujan, tanah dapat segera diolah. Penggunaan mesin tractor yang berat maupun jenis alat pengolah tanah yang tepat dapat mempercepat terbentuknya lapisan tapak bajak. Akibatnya kehilangan air karena perkolasi pada lahan sawah dapat berkurang. Penyiapan lahan sawah semacam ini diperkirakan dapat menghemat air sebanyak 200 mm tanaman-1. Walaupun kebutuhan air tanaman padi tergantung dari tekstur dan kadar air awal tanah yang akan diairi, namun demikian pengolahan tanah kering juga memberikan dampak terhadap peningkatan efisiensi penggunaan air dan luas tanam. Kapasitas pengolahan tanah kering menggunakan traktor roda 4 berdaya 48 HP pada tanah Vertisol di KP Sukamandi, Subang BB Padi adalah 0,16 ha/jam. Abstract Opportunities to improve the land preparation of paddy field through tillage dry soil using large capacity tractor engine aims to sincronise the rice planting time and to save water. By using the tractor under irrigated and rainfed rice field at the planting season II or prior to rainy season can be immediately done. Either heavy tractor engine or appropriate type of soil implement could accelerate the plow pan formation. So that water loss due to percolation from paddy field could be minimized. Dry field preparation estimated water saving as much as 200 mm plant-1. Although rice water consumption depends on the texture and the soil moisture content at the beginning watering, on the other hand the dry tillage also impacted either to water used efficiency or increasing planting areas. Capacity dry soil preparation using 4 wheels tractor with 48 HP at Sukamandi vertisol soil, ICRR was 0.16 ha/h.
- ItemKajian Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah Dalam Rangka Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Batubara(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) KhairiahAbstrak Komponen teknologi utama pada pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu daya adaptasinya luas dan pengaruh positifnya terhadap produktifitas jelas, dan komponen teknologi pilihan yang dapat dipilih disesuaikan dengan kondisi agroekologi setempat. Kajian pendekatan pengelolaan tanaman terpadu padi sawah dalam rangka peningkatan produksi padi dilaksanakan pada bulan Juli 2016, di Desa Pematang Cengkring Kecamatan Medang Deras, Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh dan Desa Titi Payung Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara dengan cara wawancara mendalam dan FGD kepada ketua Gapoktan, kelompok tani dan petani pada desa kajian. Hasil kajian dengan pelaksanaaan pendekatan PTT padi di Kabupaten Batubara masih tergolong sedang, Dengan demikian program PTT masih perlu disosialisasikan ke petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, tokoh masyarakat, Penyuluh Pertanian Lapangan dan Dinas/Instansi terkait mutlak diperlukan guna lebih mendukung terhadap keberhasilan pertanian khususnya produksi padi Abstract The main technology components on a comprehensive approach to PTT adaptability and positive influence on productivity is clear, and component technology options that can be selected adapted to local agro-ecological conditions. Assessment approach integrated crop management of paddy in order to increase rice production was carried out in July 2016, in Pematang Cengkring village, Medang Deras sub district, Perupuk village, Lima Puluh subdistrict and Titi Payung village, Air Putih sub district Batubara district whit in-depth interviews and focus group discussions to the Gapoktan, farmer groups and farmers. Result The study are execution approach of integrated crop management (ICM) of rice in Batubara district is still relatively moderate, thus the PTT program still need to be disseminated to farmers, Gapoktan groups, farmer group, community leaders, Agricultural Extension Workers and Department/Institution related absolutely necessary in order to better support the success of agriculture, especially rice production
- ItemAdaptasi Beberapa Varietas Unggul Padi Pada Lahan Tadah Hujan di Kalimantan Barat(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) Subekti, Agus; Guswara, AgusAbstrak Beras merupakan tanaman pangan utama penduduk indonesia yang kebutuhannya terus meningkat. Upaya pemenuhan kebutuhan beras di Kalimantan Barat dihadapkan pada masalah masih rendahnya produktivitasnya yaitu sekitar 3.09 t/ha. Upaya mengatasinya dapat dilakukan dengan mengintroduksi varietas padi berproduktivitas tinggi. BB-Padi telah melepas varietas unggul padi dengan produktivitas 6,0 - 10 ton/ha. Tujuan penelitian adalah mendapatkan varietas unggul padi yang adaptif pada agroekosistem lahan tadah hujan untuk meningkatkan produksi padi di Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok. Perlakuan yang dicobakan adalah lima varietas unggul padi yaitu : inpari 10, mekongga, cibogo, situ bagendit, dan ciherang, dengan 5 ulangan. Variabel yang diamati : tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi/malai, persentase gabah isi/malai, bobot 1000 butir, dan produktivitas. Data dianalisis dengan analisis varian dan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata di antara varietas yang di uji untuk variabel pengamatan panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot 1.000 butir, dan produktivitas. Hasil uji BNJ menunjukkan varietas padi yang adaptif untuk dikembangkan pada lahan tadah hujan adalah varietas cibogo dengan produktivitas 6,80 t/ha. Abstract Rice is the main food crop Indonesian population whose needs are constantly increasing. Addressing the needs of rice in West Kalimantan faced with the problem of productivity is still low at around 3:09 t/ha. Efforts to overcome it can be done by introducing a high-productivity rice varieties. BB-Rice has released rice varieties with the productivity from 5 to 8.1 tonnes/ha. The research objective is to get adaptive rice varieties in rainfed agro ecosystem to increase rice production in West Kalimantan. Research using Random Design group. The treatments tested were five rice varieties namely: Inpari 10, Mekongga, Cibogo, Bagendit, and ciherang, with five replications. The variables measured were: plant height, number of productive tiller, panicle length, number of filled grain/panicle, percentage of filled grains/panicle, 1000 grain weight and productivity. Data were analyzed by analysis of variance and HSD test. The results showed there were significant differences among varieties tested for observation variable panicle length, number of grains/panicle, 1000 grain weight and productivity. HSD test results show that the adaptive rice varieties to be developed on a rain-fed land is cibogo varieties with the productivity of 6.80 t/ha.
- ItemTampilan Beberapa Varietas Unggul Baru Padi di Subak Dlod Sema Mendukung Kedaulatan Pangan di Bali(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) I.B.K. Suastika; I.B. Aribawa; Suratmini, PutuAbstrak Salah satu komponen teknologi dasar dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah adalah penggunaan varietas padi unggul atau varietas padi berdaya hasil tinggi dan bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui penggunaan varietas unggul dan ditunjang dengan penggunaan benih bermutu. Kajian untuk mengetahui keragaan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru (VUB) inbrida sawah irigasi telah dilakukan di Subak Dlod Sema, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali pada MH tahun 2016. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui tampilan dan potensi hasil dari beberapa VUB inbrida sawah irigasi. Kajian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tujuh perlakuan VUB dan diulang lima kali. Perlakuan VUB terdiri atas Inpari 20; Inpari 24 Gabusan; Inpari 28 Kerinci; Inpari Blas, Inpari HDB serta varietas Ciherang dan Cigeulis sebagai pembanding. Variabel tanaman yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, jumlah gabah isi dan hampa per malai, bobot 1000 butir gabah dan hasil gabah padi. Hasil analisis ragam menunjukkan varietas padi memberikan pengaruh yang nyata pada peubah tinggi tanaman, jumlah anakan/rumpun, jumlah gabah isi, bobot 1000 butir gabah dan hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 24 Gabusan, Inpari 28 Kerinci, Inpari Blas berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengganti varietas Ciherang dan Cigeulis. Jumlah anakan produktif per rumpun dan jumlah gabah isi per malai ketiga VUB tersebut tidak berbeda nyata dibanding dengan varietas Ciherang dan Cigeulis. Ketiga VUB tersebut mampu menghasilkan hasil GKP yang tinggi, masing-masing sebesar 6,0 ton GKP/ha, 6,0 ton GKP/ha, 6,0 ton GKP/ha. Hasil tersebut tidak berbeda nyata dibanding dengan varietas Ciherang dan Cigeulis yang masing-masing menghasilkan gabah sebesar 6,3 ton GKP/ha dan 6,4 ton GKP/ha. Abstract High-yielding rice varieties with a high economic value is important component of the Integrated Crop Management (ICM) practices. A study to determine the performance of growth and yield of several new varieties (VUB) for irrigated area has been done in Subak Dlod Sema, Village Sading, Mengwi, Badung, Bali during the wet season of 2016. The purpose of this study was to determine the yield potential of some of improved varieties for irrigated areas The study was arranged inrandomized block design consisted of seven treatment (varieties) withfive replications. The rice varieties included Inpari 20; Inpari 24 Gabusan; Inpari 28 Kerinci; Inpari Blas, Inpari HDB, Ciherang and Cigeulis. Observations were done for plant height, number of tillers, panicle length, number of grains per panicle the weight of 1000 seeds and grain yield. Result showed that rice varieties have significant effect on plant height, number of tillers per hill, number of filled grain, weight of 1000 grains, and grain yields. The results showed that Inpari 24 Gabusan, Inpari 28 Kerinci, Inpari Blas has the potential to be disseminated as a replacement of Ciherang and Cigeulis. The three new improved varieties yielded 6,0 ton/ha, 6,0 ton/ha, 6,0/ha, respectively, whiel Ciherang and Cigeulis produced grain yield of 6,3 ton/ha and 6,4 ton/ha, respectively.
- ItemPercepatan Diseminasi Produktivitas Padi Untuk Antisipasi Perubahan Iklim Pada Lahan Sub Optimal di Kalimantan Barat(Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2017-12-01) Jhon David HAbstrak Beragamnya varietas padi yang telah dilepas sangat berguna bagi pertanian, dan menjadi pilihan bagi petani untuk bercocok tanam yang sesuai dengan wilayahnya baik dalam kondisi abiotik maupun biotik sehingga memudahkan petani untuk melakukan pergiliran varietas. Semakin banyak varietas yang berdaya hasil tinggi dan adaptasinya luas dapat memudahkan diseminasi varietas terutama untuk menunjang program pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas berbagai VUB dalam mengantisipasi perubahan iklim yang terjadi saat ini. Adapun VUB yang ditanam dalam mengantisipasi perubahan iklim adalah Inpari 10, Inpari 30, Mekongga dan Ciherang yang ditanam di lahan petani desa Merpak Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2015 dengan Teknologi yang diterapkan adalah komponen dasar dan pilihan yang terdapat dalam model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Inpari 30, Inpari 10, Mekongga mempunyai ketahanan yang berbeda-beda dalam perubahan iklim dan sangat adaptif pada lingkungan spesifik. Secara berturut-turut produktivitas VUB sebesar 6,4; 5,1; 4,8,t GKP/ha atau meningkat 42,2; 13,3,; 6,6 7% di atas varietas eksisting Ciherang (4,5 t GKP/ha) Abstract The diversity of rice varieties that have been released are very useful for agriculture, and a choice for farmers to grow crops that fit well within its territory abiotic and biotic conditions making it easier for farmers to make a rotation varieties. More and more varieties of high yield and wide adaptability to facilitate the dissemination of varieties especially to support government programs. This study aims to determine the appearance and productivity VUB Inpari 10, Inpari 30 Mekongga and Ciherang planted in farmers’ fields Merpak village Permai Kelam District of Sintang. The study was conducted from March to June 2015, with technology that is applied is the basic component and the option contained in the model of Integrated Crop Management (ICM) of rice. The results showed that the varieties Inpari 30 Inpari 10, Mekongga the new varieties of rice that is highly adaptive to the specific environment and deliver results 6.4 respectively; 5.1; 4.8 t GKP/ha, an increase of 42.2; 13.3 ,; 6.6 7% over existing varieties Ciherang (4.5 t GKP / ha)