Prosiding Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 600
  • Item
    Keragaman Genetik Plasma Nutfah Padi Lokal Asal Kalimantan Berdasarkan Marka SSR
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Terryana, Rerenstradika Tizar; Priyatno, Tri Puji; Lestari, Puji
    Abstrak Plasma nutfah padi lokal dengan keragaman genetik yang luas sangat diperlukan untuk perakitan varietas unggul baru dan pelestarian sumberdaya genetik padi lokal. Kalimantan merupakan salah satu wilayah asal plasma nutfah padi lokal dalam jumlah besar, yang berperan penting sebagai sumber genetik yang berpotensi untuk pengembangan tanaman padi di Indonesia. Pemahaman yang lebih baik mengenai keragaman genetik padi lokal Kalimantan sangat penting untuk keberhasilan program pemuliaan tanaman dan pengembangan padi varietas unggul baru. Marka SSR (Simple Sequence Repeat) telah lama digunakan dalam pendugaan keragaman genetik antar aksesi padi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis keragaman genetik 16 plasma nutfah padi lokal asal Kalimantan dan 4 varietas unggul menggunakan marka SSR. Sepuluh marka SSR digunakan untuk melihat pola pita amplifikasi DNA hasil PCR dan data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak NTSYS, Power Marker serta analisis koordinat utama (PCoA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat variasi alel yang cukup tinggi (3-10 alel) yang terobservasi diantara aksesi padi yang diuji, dengan rerata jumlah alel 6, dan rerata nilai polymorphism information content (PIC) sebesar 0.70 (0.36-0.86). Sebanyak 9 marka SSR memiliki nilai PIC>0.5 yang mengindikasikan kemampuan marka tersebut dalam membedakan dan mendiskriminasi antar aksesi padi dalam studi keragaman genetik padi. Hasil analisis filogenetik dan analisis koordinat utama menunjukkan bahwa 20 aksesi padi tersebut mengelompok menjadi tiga kelompok utama pada tingkat kemiripan 70.5%. Berdasarkan analisis filogenetik, marka SSR yang digunakan mampu mendiskriminasi padi lokal Kalimantan dengan padi varietas unggul. Analisis keragaman genetik pada penelitian ini akan sangat bermanfaat sebagai langkah awal dalam kegiatan seleksi tetua persilangan guna membantu program pemuliaan padi dan sangat untuk pelestarian keragaman sumberdaya genetik padi lokal di Indonesia. Abstract Local rice germplasm with broad genetic diversity is needed to develop a new superior variety of rice and preservation. Kalimantan is one of origins of large number of indigenous rice accessions, which may serve as valuable plant for future crop improvement in Indonesia. A better understanding of genetic diversity of local rice germplasm from Kalimantan is very important for crops breeding programs and new superior varieties improvement. Simple Sequence Repeat (SSR) markers have longly been used to estimate genetic diversity among rice accessions. This study aimed to analyze the genetic diversity of 16 local rice accessions from Kalimantan and 4 improved varieties by using SSR markers. Ten SSR markers were used for PCR amplification, and the collected data was analyzed using NTSYS, Power Marker and principal coordinate analyses (PCoA). The result showed that high allele variation (3-10 alleles) was observed among rice accessions tested, with an average allele number of six, the average of Polymorphism Information Content (PIC) value was 0.70 (0.36-0.86). Nine of SSR markers showed PIC value >0,5 indicated their suitable differentiation and discrimination for rice diversity studies. The phylogenetic and principal coordinate analysis showed that twenty accessions of rice were divided into three groups with a cut-off of 70.5% similarity. Based on phylogenetic, SSR markers could discriminate between local accessions of rice from Kalimantan and improved varieties. Genetic diversity analysis in this study will be useful as an initial basis of selection for appropriate parents to assist breeding program of rice and is useful to preserve their genetic variability in Indonesia.
  • Item
    Karakterisasi Molekuler Materi Genetik Padi Lokal (Oryza Sativa L.) Asal NTB dan Yogyakarta Menggunakan Penanda Mikrosatelit
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Nugroho, Kristianto; Mastur; Lestari, Puji
    Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi molekuler materi genetik padi lokal asal NTB dan Yogyakarta menggunakan penanda mikro satelit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2017 di Laboratorium Biologi Molekuler BB Biogen. Sebanyak 18 varietas padi di amplifikasi menggunakan sepuluh pasang marka mikro satelit yang berasal dari beberapa referensi. Pita amplikon selanjutnya diskor sebagai data biner dan dianalisis menggunakan perangkat lunak NTSYS dan Power Markers. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52 alel berhasil dideteksi pada 18 varietas padi pada penelitian ini. Rata-rata jumlah alel yang dihasilkan sebesar 5,2 dengan rentang 2-9 alel per lokus. Frekuensi alel utama yang diperoleh pada p18 p.; enelitian ini berkisar dari 22% (RM144) hingga 67% (RM259) dengan rata-rata sebesar 42%. Nilai PIC (Polymorphism Information Content) berkisar dari 0,33 (RM105) hingga 0,85 (RM248) dengan rata-rata sebesar 0,65. Analisis kekerabatan menunjukkan bahwa 18 varietas padi pada penelitian ini memisah menjadi dua klaster utama pada koefisien kesamaan genetik 0,62. Sebagian besar varietas padi lokal mengelompok pada klaster kedua bersama varietas unggul baru, sementara varietas lokal asal NTB dan Yogyakarta masing-masing berada pada klaster yang terpisah. Selain itu varietas lokal asal Yogyakarta memiliki jarak genetik yang lebih dekat dengan varietas unggul baru dibanding varietas asal NTB. Informasi mengenai hubungan kekerabatan yang diperoleh pada penelitian ini sangat penting dalam mendukung pelestarian plasma nutfah padi lokal serta dapat dimanfaatkan dalam menentukan varietas potensial yang dapat dikembangkan ke depannya dalam mendukung program percepatan pemuliaan tanaman padi di Indonesia. Abstract The aim of this study was to do a molecular characterization of local rice germplasms from NTB (West Nusa Tenggara) and Yogyakarta by using microsatellite profile. The research was conducted in ICABIOGRAD Molecular Biology Laboratory from August to September 2017. There were 18 rice varieties that were amplified by using 10 microsatellite markers based on references. The amplicon band was scored as binary data and were analyzed using NTSYS and Power Marker. The results showed that as many as 52 alleles were detected in this study. The average number of alleles was 5.2 with a range of 2-9 alleles per locus. The main allele frequency ranged from 22% (RM144) to 67% (RM259) with an average of 42%. The value of PIC ranged from 0.33 (RM105) to 0.85 (RM248) with an average of 0.65. The genetic relationship showed that 18 local varieties were separated into two clusters in the similarity coefficient of 0.62. Most of local varieties were grouped in the second cluster including all new improved varieties, in contrast to the first cluster which consisted of few varieties. Importantly, all local varieties from NTB and Yogyakarta were distinctive in the two generated clusters. The local rice from Yogyakarta was closer to the new improved varieties than those from NTB. The information of genetic relationship and diversity is important to support the preservation according to their geographical origin and to determine potential crossing parents to accelerate rice breeding program in Indonesia.
  • Item
    Karakteristik dan Pola Kekerabatan Plasma Nutfah Padi Pasang Surut di Kalimantan Barat
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Agus Subekti, Agus; Qodarrohman, Muhamad
    Abstrak Padi lokal merupakan alternatif varietas yang masih dibudidayakan oleh petani di lahan pasang surut dan umumnya ditanam satu kali setahun. Petani masih menanam padi lokal karena adaptif dengan kondisi biofisik lahan, serta perubahan iklim setempat. Keanekaragaman genetik padi lokal perlu dipertahankan agar selalu tersedia bahan untuk pengembangan bahkan untuk perakitan varietas unggul spesifik lokasi. Untuk memanfaatkan padi lokal sebagai tetua dalam persilangan, pemulia memerlukan data karakteristiknya sehingga program pemuliaan dapat dicapai secara efektif dan efisien Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi dan melihat pola kekerabatan dari plasma nutfah padi lokal pasang surut di Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif analisis, meliputi eksplorasi, karakterisasi, penyusunan pertelaan, penyusunan kunci identifikasi, serta analisis kekerabatan. Eksplorasi dilakukan dengan mengumpulkan sampel kultivar padi ketan lokal yang terdapat di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Mempawah. Plasma nutfah padi lokal pasang surut yang diperoleh selanjutnya di karakterisasi. Setiap kultivar diamati ciri morfologinya (karakteristik pada batang, daun, bunga, gabah, dan beras). Data dianalisis dengan cluster observations. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabilitas di antara sumber daya genetik padi lokal pasang surut yang diamati, baik dilihat dari karakter golongan, habitus, lidah daun, telinga daun, permukaan daun, diameter batang, jumlah anakan, tinggi tanaman, malai, dan bobot 1000 butir gabah isi. Sumber daya genetik padi lokal pasang surut di Kalimantan Barat terbagi menjadi beberapa golongan berdasarkan karakter golongan, habitus, warna leher daun, permukaan daun, tinggi tanaman, jumlah gabah isi per malai dan berat 1000 butir gabah isi. Abstract Local rice varieties are an alternative that is still cultivated by farmers in the tidal swamp area and are generally planted once a year. Local farmers still plant rice because of adaptive biophysical conditions, and changes in the local climate. Local rice genetic diversity should be maintained to always available materials for assembly development even for specific varieties. To take advantage of local rice as a parent in crosses, breeders need to get data characteristics so that the breeding program can be achieved effective and efficient purpose of this study was to characterize and see kinship patterns of local rice germplasm low tidal swamp in West Kalimantan. The method used in this research is descriptive qualitative method of analysis, including exploration, characterization, preparation of descriptions, preparation of identification keys, as well as the analysis of kinship. Exploration is done by collecting samples of local glutinous rice cultivars contained in Kubu Raya, Sambas, and Mempawah Regency. Local rice germplasm tidal swamps were then in characterization. Each cultivar was observed characteristics of its morphology (characteristics on stems, leaves, flowers, grain, and rice). Data was analyzed by cluster observations. The results showed that there was variability among genetic resources of local rice tidal observed, in terms of character class, habitus, aloe leaf, ear leaf, the leaf surface, stem diameter, number of tillers, plant height, panicle and 1000 grain weight of filled grain , Local rice genetic resources tidal swamp in West Kalimantan is divided into several groups based on the character class, habitus, neck leaf color, leaf surface, plant height, number of filled grain per panicle and weight of 1000 grains contents.
  • Item
    Pupuk Cair Organik Berukuran Nano Untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Pada Padi Sawah
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Susanti, Zuziana; Chew YM.; Rustiati, Tita
    Abstrak Peluang pemecahan masalah pelandaian produksi padi dapat melalui penerapan teknologi budidaya, yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan tumbuh tanaman, kesuburan tanah dan meningkatan efisiensi pemupukan. Pemanfaatan teknologi nano, seperti PPC Nano, di bidang pemupukan memiliki keunggulan lebih reaktif dan lebih efisien. Kombinasi pemupukan organik cair dari PPC Nano dan inorganik granul NPK dapat meningkatkan keseimbangan hara sekaligus meningkatkan efisiensi pemupukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis optimum pupuk organik cair (PPC) yang dikombinasikan dengan pengurangan dosis pupuk NPK inorganik, telah dilakukan di Kebun Percobaan Sukamandi pada MK-I 2012. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol (0 PPC dan 0 NPK); 450 ml/ ha PPC- 0 NPK; kontrol jenis PPC lain; dan 9 perlakuan lainnya yang merupakan kombinasi PPC dengan pengurangan dosis NPK. Konsentrasi PPC masing-masing 150, 350 dan 450 ml/ha dikombinasikan dengan pupuk NPK dosis 100% NPK (135 N-36 P2O5 – 60 K2O), 75% NPK dan 50% NPK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil panen GKG yang diperoleh dengan pemberian hanya 450 ml PPC Nano/ha tanpa pupuk NPK mencapai 6563 kg/ha atau meningkat 38,9% jika dibandingkan perlakuan Kontrol_tanpa pupuk NPK; Reduksi pupuk N-P-K sebesar 75% Dosis, tidak menurunkan hasil panen GKG jika dikombinasikan dengan pemberian PPC Nano. Fenomena menarik bahwa pengurangan dosis pupuk kimia hingga 50%N-50%P-30%K namun dikombinasikan dengan pemberian PPC Nano tidak menurunkan produksi padi. Hasil tertinggi diperoleh dari perlakuan reduksi 50% NPK yang dikombinasikan dengan penyemprotan 300 ml PPC Nano/ha; Penyemprotan PPC mampu mensubtitusi penggunaan pupuk kimia NPK hingga 50% dan mampu meningkatkan hasil jika dibandingkan hasil pada dosis pupuk rekomendasi. Abstract Nano Size Organic Liquid Fertilizer to Improve Fertilization Efficiency in Lowland Rice; The phenomenon of rice yield plateauing can be solved by technology applications aimed at improving the environment, soil fertility and increase fertilization efficiency. Nano-fertilizers, such as PPC Nano, have the advantage of being more reactive and more efficient. The combination of liquid organic fertilizer from PPC Nano and inorganic NPK granules can improve nutrient balance while increasing fertilizer efficiency. The aim of the study was to determine the optimum dose of liquid organic fertilizer (PPC) combined with a reduction of inorganic NPK fertilizer dosage, which was carried out at the Sukamandi Experimental Station in the Dry Season 2012. The study used a randomized block design, with 12 treatments and 3 replications. The treatment consists of controls (0 PPC and 0 NPK); 450 ml/ha of PPC-0 NPK; control of other types of PPC; and 9 other treatments which were a combination of PPC with a reduction in the dose of NPK. The PPC concentrations were 150, 350 and 450 ml/ha respectively combined with NPK fertilizer at a dose of 100% NPK (135 N-36 P2O5 - 60 K2O), 75% NPK and 50% NPK. The results showed that the yield obtained by giving only 450 ml of PPC Nano/ha without NPK fertilizer reached 6563 kg/ha or increased by 38.9% compared to the control treatment without NPK fertilizer; The reduction of N-P-K fertilizer by 75% dosage in combination with PPC-Nano application did not significantly reduce the grain yield. An interesting trend was that the reduction in chemical fertilizer dosages to even 50% N-50% P-30% K but combined with the application of PPC Nano did not reduce rice production. The highest yield in this experiment is obtained from treatment 50% NPK reduction combined with 300 spraying ml PPC/ha); The grain yield in the 100% NPK treatment was not significantly different compared to the 75% NPK reduction treatment even 50% N-50% P-30% K indicated that PPC spraying was able to substitute NPK chemical fertilizer use up to 50%, it could even increase yield when compared with yield under recommended fertilizer dose
  • Item
    Karakteristik Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Unggul Baru Padi
    (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2018-12-01) Maolana Yusup, Asep; Margaret Swisci; Jamil, Ali
    Abstrak Pemilihan varietas yang tepat berperan penting dalam sistem produksi tanaman padi. Varietas dapat mempengaruhi produktivitas tanaman melalui potensi hasil yang dimiliki, ketahanan terhadap hama dan penyakit utama serta dukungan teknik budidaya yang optimal. Informasi karakteristik pertumbuhan dan hasil dari varietas unggul baru padi menjadi penting sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan varietas. Evaluasi pertumbuhan dan hasil beberapa varietas unggul baru padi dilakukan pada Januari-April 2016 di Kebun Percobaan Sukamandi, Padi, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan tiga ulangan. Sembilan varietas yang digunakan sebagai perlakuan adalah: Inpari 23 Bantul, Inpari 24 Gabusan, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 31, Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 43, Hipa 18 dan Ciherang sebagai pembanding. Data pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa Hipa 18 (129.14 cm) memiliki postur tanaman yang nyata lebih tinggi dibandingkan varieta lainnya dan pembanding Ciherang. Pada karakter jumlah anakan per rumpun, Inpari 23 Bantul merupakan varietas dengan jumlah anakan paling sedikit yaitu 8.33 anakan per rumpun, sedangkan varietas lainnya memiliki anakan per rumpun yang lebih banyak dibandingkan dengan Ciherang (11.83) kecuali Inpari 43 GSR yang memiliki anakan per rumpun tidak berbeda nyata dengan pembanding Ciherang. Untuk karakteristik hasil, berat gabah kering giling (GKG) Inpari 43 GSR (5.26 t/ha), Inpari 24 Gabusan (5.11 t/ha) dan Inpari 23 Bantul (5.05 t/ha) nyata lebih tinggi dibandingkan berat GKG varietas Ciherang (3.94 t/ha). Abstract Varieties play a dominant role in rice production systems. Varieties can affect productivity by their potential yields, resistance to major pests and diseases with support by cultivation techniques. Information on growth and yield characteristics of new improved rice varieties becomes important as consideration in the selection of varieties. Evaluation of some new improved varieties for their growth and yield characteristics was conducted in January-April 2016 at Sukamandi experimental siteof Indonesian Center for Rice Research (ICRR), using Completely Randomized Design with three replications. The nine varieties used as treatment were: Inpari 23 Bantul, Inpari 24 Gabusan, Inpari 30 Ciherang Sub-1, Inpari 31, Inpari 32 HDB, Inpari 33, Inpari 43, Hipa 18 and Ciherang as comparison. Data on various growth showed that Hipa 18 (129.14 cm) was tallest than other varieties and Ciherang. In the number of tillers per hill, Inpari 23 Bantulproduced the least number of tillers ie 8.33 tillers per hill, whereas other varieties produced more tillers per hill thanCiherang (11.83) except Inpari 43 GSR which produces same numbers of tillers per hill with Ciherang. For yield characteristics (GKG), Inpari 43 GSR (5.26 t/ha), Inpari 24 Gabusan (5.11 t / ha) and Inpari 23 Bantul (5.05 t / ha) were significantly higher than the Ciherang (3.94 t / ha).