Sayuran dan Tanaman Obat
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Sayuran dan Tanaman Obat by Title
Now showing 1 - 20 of 156
Results Per Page
Sort Options
- ItemAdaptasi Beberapa Varietas Bawang Merah di Luar Musim(BPTP Karangploso, 1998) BASWARSIATI; L. Roesmahani; E. Korlina
- ItemAnalisa Usahatani Komoditas Sayuran Buah(Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, 2020) Direktorat Sayuran dan Tanaman ObatPengembangan usaha agribisnis hortikultura khususnya sayuran buah seperti cabai, terung, tomat, buncis dan lain-lain memerlukan penanganan yang baik, mulai dari pemilihan benih, pengolahan tanah, pemupukan, penanganan OPT hingga ke panen. Hal ini bertujuan agar hasil panen dapat diterima pasar. Namun, umumnya pelaku usaha budidaya hortikultura tidak menghitung atau mencatat dengan pasti biaya produksi yang telah dikeluarkan, dari awal pembibitan hingga tanaman dibongkar, sehingga tidak terukur apakah hasil usaha budidayanya menguntungkan atau tidak.
- ItemANALISIS USAHATANI TOMAT BEEF (Lycopersicum Esculentum Mill ) HIDROPONIK SISTEM IRIGASI TETES DI INKUBATOR AGRIBISNIS (IA)(2025-03-25) Uli Cristina NainggolanPertanian hidroponik telah menjadi salah satu metode budidaya yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sistem ini menawarkan berbagai keuntungan, seperti efisiensi penggunaan lahan, air, dan nutrisi, serta produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Salah satu komoditas yang potensial untuk dibudidayakan dengan sistem hidroponik adalah tomat beef (Lycopersicum Esculentum Mill.), yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang terus meningkat (Hikmatunnisa et al., 2024). Sistem irigasi tetes merupakan salah satu teknik hidroponik yang memungkinkan pemberian air dan nutrisi secara efisien langsung ke akar tanaman. Dengan sistem ini, tanaman mendapatkan nutrisi yang optimal, mengurangi risiko penyakit, dan meningkatkan hasil panen. Oleh karena itu, penerapan sistem irigasi tetes dalam budidaya tomat beef menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani (Kartika & Kurniasih, 2023).
- ItemBawang Merah di Indonesia(Balai Penelitian Tanaman Sayuran, 1996) Putrasamedja, Sartono; Suwandi; Balai Penelitian Tanaman SayuranBawang merah adalah salah satu komoditas sayuran yang paling banyak diusahakan, mulai daerah dataran rendah (< 1 m dpal) sampai daerah dataran tinggi (> 1000 m dpal). Hasil bawang merah di Indonesia antara daerah yang satu dengan yang lainnya sangat bervariasi, yang antara lain disebabkan oleh perbedaan varietas yang diusahakan. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, telah melepas beberapa varietas bawang merah yang berpotensi hasil tinggi dan disukai oleh konsumen. Informasi tentang varietas-varietas tersebut, disusun dalam bentuk monograf berjudul “Varietas Bawang Merah di Indonesia”.
- ItemBayam : Sayuran Penyangga Petani di Indonesia(Balai Penelitian Tanaman Sayuran, 1996) Sahat, Sudjoko; HIdayat, Iteu M.; Balai Penelitian Tanaman SayuranBayam adalah salah satu komoditi sayuran yang sudah cukup dikenal berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan pemenuhan akan kebutuhan pangan yang bergizi, bayam merupakan salah satu komoditi sayuran yang dapat diandalkan bagi pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral yang relatif mudah dan murah. Tanaman bayam, khususnya bayam biji merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat handal. Namun demikian, tanaman bayam yang mempunyai prospek sebagai tanaman sumber vitamin da mineral yang andal, di Indonesia belum diusahakan dalam skala luas. Informasi teknis mengenai tanaman bayam sebagai tanaman sayuran sumber vitamin dan mineral serta peluang pengusahaan tanaman tersebut sebagai sumber tambahan pendapatan petani di Indonesia, telah disusun oleh Peneliti di Balai Penelitian Tanaman Sayuran dalam bentuk monograf.
- ItemBercocok Tanam Paprika(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara, 2014) Sebayang, LukasBuku Bercocok Tanam Paprika in Greenhouse ini merupakan buku petunjuk teknis/pedoman yang menyajikan profil, teknik budidaya, panen dan pasca panen tanaman paprika. Selain itu buku ini dilengkapi gambar-gambar yang men dukung penjelasan dari buku ini.
- ItemBiji Botani Kentang (True Potato Seed = TPS) : Bahan Tanaman Alternatif dalam Penanaman Kentang(Balai Penelitian Tanaman Sayuran, 2000) Gunadi, Nikardi; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
- ItemBiji Botani Kentang : Alternatif dalam Penanaman Kentang(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Badan Penelitian dan Pengembangan PertanianBiji botani kentang yang disebut juga true potato seed (TPS) diperoleh dari buah matang yang tumbuh pada bagian atas tanaman kentang. Penggu naan TPS mempunya beberapa keuntungan yaitu: Biaya pengadaan bibit lebih rendah dibanding bibit dari umbi. Setiap hektar pertanaman kentang hanya memerlukan benih TPS 80-120 g dibandingkan dengan bibit umbi yang mencapai 1-2 ton.
- ItemBUDIDAYA BROKOLI (Brassica Oleracea L Var. Italica) DI BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN LEMBANG(2025-08-10) ADID NAZMUDINBrokoli merupakan tanaman sayuran famili Brassicaceae (jenis kol dengan bunga) berupa tumbuhan berbatang lunak. Tanaman ini diduga berasal dari Eropa, pertama kali ditemukan di Cyprus, Italia Selatan dan Mediterania 2000 tahun lalu (Sembiring dan Karo-karo, 2017). Sayuran ini masuk ke Indonesia sekitar 1970-an dan kini cukup populer sebagai bahan pangan (Inayah, 2007). Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau atau disebut curd (Reza, hijau 2019). Brokoli merupakan sayuran yang tumbuh pada lingkungan sub tropik. Umumnya brokoli tidak tahan terhadap lingkungan panas (Raleni dkk., 2015). Brokoli mampu beradaptasi dengan baik di daerah dataran tinggi dengan kelembaban udara yang rendah. Brokoli memiliki kandungan nutrisi tinggi, kaya akan vitamin dan mineral, seperti vitamin A dan C, karotenoid, serat, kalsium, dan asam folat dan juga mengandung senyawa glucoraphanin yang memiliki sifat antikanker (Indriyati,2018). Sayuran ini sangat baik dikonsumsi untuk meningkatkan gizi serta kesehatan tubuh. Sayuran brokoli digemari banyak orang dan memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga cukup layak untuk dibudidayakan. Hasil pertanian brokoli tidak hanya memenuhi pasar dalam negeri, tapi juga sebagai komoditas ekspor. Peningkatan pangsa pasar brokoli di Indonesia dengan sasaran pasar modern meningkat 15-20% pertahun (Unitid States Agency International Development chapter Indonesia dalam Adwiyah, 2017).
- ItemBudidaya Cabai di Dataran Tinggi : Standar Operasional Prosedur (SOP)(Pertanian Press, 2023) Rahmawati, Nur Laili; Atmojo, Hanang Dwi; Lili; Hayati, Nur EvaDalam rangka peningkatan hasil dan kualitas produksi cabai skala usaha, diperlukan prosedur budidaya yang dianjurkan untuk menghasilkan produk yang bermutu dan aman konsumsi serta kelestarian lingkungan tetap terjaga. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan budidaya. Standar Operasional Prosedur (SOP) ini memuat alur proses budidaya dari on-farm hingga off-farm (pascapanen) dengan Good Agriculture Practices (GAP) yang dianjurkan. Budidaya cabai di dataran tinggi mempunyai tantangan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan di dataran rendah. Diharapkan Buku Budidaya Cabai di Dataran Tinggi - Standar Operasional Prosedur (SOP) ini dapat dijadikan acuan bagi petani dan petugas terkait dalam melakukan pendampingan di wilayah masing-masing dengan tetap memperhatikan kearifan lokal. Penyusunan buku ini mengacu pada budidaya yang diterapkan petani di Kabupaten Magelang, Temanggung, Banjarnegara, Sleman, Cianjur dan Bandung.
- ItemBudidaya Cabai Merah Sesuai Good Agriculture Practices (GAP)(BPTP Aceh, 2016) Nurbaiti, Nurbaiti; Firdaus, Firdaus; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh
- ItemBudidaya Cabai Rawit di Lahan Pasir(Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, 2022) Lili; Atmojo, Hanang Dwi; Rahmawati, Nur Laili; Hayati, Nur EvaUntuk menghindari timbulnya berbagai masalah dalam budidaya cabai rawit, terutama terhadap keamanan produk dan lingkungan, perlu dilakukan usaha budidaya yang baik. Dengan upaya-upaya yang dilakukan secara baik ini diharapkan usaha budidayanya dapat dilakukan secara berkelanjutan dan produknya aman untuk konsumsi. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun buku budidaya cabai rawit di lahan pasir sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan produksi cabai rawit khususnya di lahan pasir di Kabupaten Kebumen. Buku ini memuat cara penanganan komoditas cabai dari budidaya sampai penanganan pascapanen sesuai dengan Praktik Hortikultura yang Baik (Permentan No 22 tahun 2021).
- ItemBudidaya dan pengolahan cabai merah(bptp kalsel, 2008-11) Amali, Noor; Susi, Lesmayati; bptp kalselUsaha hortikultura termasuk salah satunya tanaman cabai merah di Klaimantan Selatan, masih dalam skala kecil belum menerapkan pola tanam dan pola dporuksi secara optimal dan pada umunya belum menerapkan teknologi maju sehingga kualitas produknya belum memenuhi standar...
- ItemBudidaya duku(Direktorat Budidaya Tanaman Buah, 2006) Direktorat Jenderal Hortikultura
- ItemBudidaya Jamur Merang(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, 2010) Sunandar, BambangPetunjuk teknis Budidaya Jamur Merang disusun untuk memenuhi banyaknya permintaan mengenai budidaya jamur. Budidaya jamur saat ini menunjukkan peningkatan yang pesat, khususnya budidaya jamur merang. Jamur merang mempunyai keunggulan dapat tumbuh pada media limbah, karena jamur merang ini dapat mendegradasi limbah organik. Sasaran petunjuk teknis Budidaya Jamur Merang ini adalah para penyuluh pertanian, para penyuluh swadaya, pelaku utama usahatani, dan peminat lainnya, sebagai bahan informasi untuk penerapan teknologi budidaya jamur merang dan bahan penyebaran informasi kepada kelompoktani dan anggotanya.
- ItemBudidaya Jeruk Nipis Citrus aurantifolia(Pertanian Press, 2023) Ernawati H.R.; Suharjon; Fika, Weni; Sutopo; Rahmaniar, Dessi; Husni, Indra; Yunimar; Direktorat Sayuran dan Tanaman ObatJeruk nipis (Citrus aurantifolia) memiliki daya adaptasi yang luas dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan seperti obat keluarga, bumbu dapur, bahan pangan olahan dan kosmetika. Direktorat Jenderal Hortikultura melalui program pengembangan kawasan jeruk nipis telah membantu petani jeruk nipis dengan memfasilitasi sarana produksi sebagai strategi untuk memperluas pertanaman jeruk nipis di Indonesia. Sentra produksi utama jeruk nipis tersebar di 10 kabupaten dan 8 provinsi. Sampai saat ini, umumnya budidaya jeruk nipis masih dikembangkan dalam skala kecil dan terpencar-pencar, belum membentuk hamparan seperti di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dibandingkan dengan jenis jeruk siam, jeruk keprok, jeruk manis, dan jeruk pamelo, penerapan teknologi budidaya jeruk nipis masih ketinggalan. Rujukan teknologi budidaya jeruk nipis di Indonesia juga terbatas sekali sehingga teknologi yang diterapkan oleh petani sangat bervariasi. Akibatnya, produktivitas dan mutu buah yang dihasilkan bervariasi dan umumnya masih belum optimal. Berdasarkan hal tersebut, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat bersama dengan Pusat Standardisasi Instrumen Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik dan petani unggulan telah menyusun sebuah pedoman budidaya jeruk nipis sebagai solusi untuk dapat meningkatkan produktivitas dan mutu buah dengan teknologi budidaya yang sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP).
- ItemBudidaya Kapulaga (Amomum Cardamomum)(Pertanian Press, 2022-11) Ernawati, HR; Suharjono; Fika, WeniTanaman kapulaga berasal dari keluarga Zingiberaceae (temu-temuan) yang habitat aslinya endemik di perbukitan atau daerah medium dengan kelembaban tinggi. Komoditas ini selain digunakan sebagai bumbu dapur juga dibutuhkan sebagai bahan baku pada industri makanan, minuman, farmasi dan kosmetik. Disamping dibutuhkan di dalam negeri, kapulaga juga merupakan salah satu tanaman obat yang memberikan sumbangsih pada peningkatan nilai ekspor Indonesia pada sektor rempah karena banyaknya permintaan dari luar negeri terutama dari Timur Tengah, China, Mesir, India dll. Permintaan pasokan kapulaga ini menyebabkan nilai jual kapulaga semakin meningkat sehingga Pemerintah perlu mendorong petani untuk melakukan pengembangan kapulaga dalam rangka meningkatkan produksi dan mutu guna memenuhi permintaan pasar didalam negeri maupun di luar negeri. Pengembangan kapulaga oleh petani perlu diimbangi dengan penerapan teknologi budidaya yang spesifik berdasar atas norma budidaya yang baik. Oleh karena itu penyediaan bahan referensi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas, petani dan pelaku usaha kapulaga dalam melakukan budidaya kapulaga sangat diperlukan. Buku ini mengulas cara berbudidaya yang baik dan spesifik lokasi untuk tanaman kapulaga yang mencakup pemilihan lokasi, pemilihan dan penyiapan benih, penyiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian OPT, panen, dan pascapanen. Diharapkan Buku Budidaya Kapulaga ini dapat menjadi acuan/pedoman bagi pelaku usaha sentra-sentra produksi kapulaga di daerah lain dalam menyusun pedoman budidaya sesuai kondisi masing-masing sentra produksi kapulaga. Namun demikian, Buku ini dapat terus dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan perkembangan. Akhirnya kami menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam penyusunan buku ini.
- ItemBudidaya Mentimun Berdasarkan Konsepsi Pengendalian Hama Terpadu (PHT)(Balai Penelitian Tanaman Sayuran, 2014) Moekasan, Tonny K; Prabaningrum, Laksminiwati; Adiyoga, Witono; Putter, Herman D; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
- ItemBudidaya Okra dan Kelor dalam Pot(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, 2018) Ikrarwati; Rokhmah, Nofi Anisatun; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta
- ItemBudidaya Paprika di Dalam Rumah Kasa Berdasarkan Konsepsi Pengendalian Hama Terpadu (PHT)(Balai Penelitian Tanaman Sayuran, 2008) Moekasan, Tonny K.; Prabaningrum, L.; Gunadi, Nikardi; Balai Penelitian Tanaman Sayuran