Modul Pendidikan
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Modul Pendidikan by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 448
Results Per Page
Sort Options
- ItemTeknik Inseminasi Buatan pada Ternak Sapi dengan Metode Rektovaginal di Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur(SMK-PP Negeri Kupang, 2019) Ndjukaamah, Randy S.; SMK-PP Negeri KupangInseminasi Buatan (IB) adalah proses perkawinan yang dilakukan dengan campur tangan manusia, yaitu mempertemukan sperma dan sel telur agar dapat terjadi proses pembuahan (Ihsan,M.N., 1992). Teknik IB dilakukan dengan maksud agar diperoleh efesiensi dan efektifitas dalam pengunaan pejantan terpilih, menghindari terjadinya penyebaran penyakit melalui saluran reproduksi, atau untuk mengatasi bila terjadi kendala dalam proses perkawinan alam antara jantan dan betina.
- ItemPembuatan EM4 dari Rumen Sapi di UD. Intan Abatani Desa Pulorejo Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur(SMK-PP Negeri Kupang, 2019) Lenamah, Mahdi Shaleh Ajizi; SMK-PP Negeri KupangMemulai dengan masalah Selain feses dan urin, proses pencernaan hewan ruminansia juga menghasilkan gas metana yang bertanggung jawab terhadap pemanasan global. Gas metana dari kotoran ternak dapat dimanfaatkan menjadi energi alternatif. Selain itu cairan rumen dari limbah rumah potong hewan dapat dimanfaatkan sebagai biostarter untuk mempercapat proses fermentasi kotoran untuk menghasilkan dan meningkat produksi gas metan dalam biogas.
- ItemPasteurisasi Susu Sapi Rasa Gula Aren di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pembibitan Ternak (BPT) dan Hijauan Makanan Ternak (HMT) Desa Toyomarto Kecamatan Singosari Malang Provinsi Jawa Timur(SMK-PP Negeri Kupang, 2019) Jawa, Maria Di Yanti; Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri KupangPasteurisasi merupakan sebuah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme yang merugikan seperti bakteri, virus, dan protozoa., pasteurisasi di maksudkan untuk membunuh seluruh mikroorganisme sehingga tidak lagi menyebabkan penyakit. Tujuan pasteurisasi secara umum yaitu untuk memusnahkan mikroba patogen, pembentuk toksin dan pembusuk. Tujuan lain dari pasteurisasi yaitu untuk memperpanjang daya simpan bahan atau produk, misalnya susu sapi segar tidak bisa disimpan lama dalam suhu tertentu.
- ItemPengaruh Komposisi Media PLB terhadap Pertumbuhan Anggrek Bulan di SMK PP N Banjarbaru(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2019) Fofa ArofiTanaman anggrek bulan (Phalaenopsis) merupakan komoditas tanaman hias bernilai ekonomi tinggi yang secara morfologi bijinya tidak memiliki cadangan makanan, sehingga perbanyakan generatifnya wajib dilakukan secara in vitro menggunakan media dasar Murashige and Skoog (MS). Setelah biji berkembang menjadi Protocorm Like Bodies (PLB), tahap subkultur diperlukan untuk mendukung pembentukan planlet yang sempurna. Penggunaan media MS komersial secara terus-menerus sebagai sumber hara pada tahap subkultur jarang dilakukan karena harganya yang relatif mahal, sehingga penggunaan pupuk majemuk komersial di pasaran menjadi alternatif substitusi hara. Penelitian kaji widya ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai komposisi media berbasis pupuk majemuk terhadap pertumbuhan PLB anggrek bulan guna memberikan rekomendasi formula media yang efektif dan ekonomis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan SMK PP N Banjarbaru dari bulan Februari hingga Juni 2019 menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan jenis pupuk, yaitu: P0 (Cristalon 18–18–18), P1 (Growmore 20–20–20), P2 (Growmore 10–55–10), P3 (Growmore 32–10–10), P4 (Gandasil D 20–15–15), P5 (Qiuvita 15–32–15), P6 (Qiuvita 32–11–11), dan P7 (MS ½). Setiap 1 liter media dasar ditambahkan gula 15 g, pisang Mauli 60 g, agar-agar 7,5 g, tripton 2 g, serta karbon aktif 1–3 g. Parameter yang diamati setelah masa inkubasi 20 Minggu Setelah Tanam (MST) meliputi jumlah PLB yang hidup, pertambahan jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, dan panjang daun. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil analisis statistik menunjukkan pengaruh perbedaan yang nyata (p=0,015 < 0,05) hanya pada parameter panjang daun, di mana perlakuan P1 (Growmore 20–20–20) memberikan hasil terbaik dengan rerata panjang daun 11,60 mm. Sementara pada parameter jumlah akar, panjang akar, jumlah daun, dan tingkat kelangsungan hidup (100% hidup pada semua perlakuan) tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Meski demikian, secara rata-rata angka, perlakuan P1 konsisten menghasilkan jumlah akar (4 buah) dan jumlah daun (3 helai) terbanyak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan pupuk Growmore 20–20–20 dapat direkomendasikan bagi praktisi anggrek sebagai alternatif pengganti media MS yang lebih terjangkau untuk subkultur PLB anggrek bulan. Kata Kunci: Anggrek Bulan, Protocorm Like Bodies (PLB), Subkultur In Vitro, Pupuk Majemuk, Growmore 20–20–20.
- ItemMahir Menulis Puisi(SMK PP Negeri Sembawa, 2019-01-01) FitrianiBahan ajar “Mahir Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Gambar ” disusun dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis puisi. Puisi akrostik berbeda dengan puisi-puisi lain karena huruf-huruf pertama tiap baris mengeja sebuah kata yang dapat dibaca secara vertikal. Pola rima dan jumlah angka baris dapat bervariasi dalam puisi akrostik karena puisi akrostik lebih dari puisi deskriptif yang mana menjelaskan kata yang dibentuk. Siswa akan lebih mudah menyusun kata- kata karena sudah ada rangsangan sebelumnya dari huruf awal yang disusun secara vertikal dan membentuk kata.
- ItemAYO MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN MEMELIHARA KEARIFAN LOKAL(SMK PP Negeri Sembawa, 2019-01-01) FitrianiBahan ajar “Ayo Menulis Teks Prosedur dan Memelihara Kearifan Lokal” disusun dengan tujuan untuk membantu siswa kelas XI SMK Pertanian agar dapat menulis dengan baik, lebih percaya diri, dan dapat mengeksplorasi kekayaan budaya lokal di Sumatera Selatan. Walaupun keterbatasan teks yang lebih dominan berasal dari budaya lokal Banyuasin, namun materi dalam teks ini diharapakann dapat membantu siswa memahahi sisi lain dari menulis secara kreatif
- ItemPEMBUATAN PERMEN SUSU DIUNIT PELAKSANA TEKNIS BALAIPEMBIBITAN TERNAK DAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK DESA TOYOMARTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG- PROVINSI JAWA TIMUR(SMKPP NEGERI KUPANG, 2019-04-01) Klau, Afandi; SMKPP NEGERI KUPANGSusu dapat didefinisikan sebagai cairan putih yang diperoleh dari pemerahan sapi tanpa mengurangi atau menambah dengan bahan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung zat-zat makanan yang lengkap dan seimbang seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. Oleh karena itu susu merupakan medium yang sangat disukai oleh mikroorganisme untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, sehingga dalam waktu singkat susu menjadi tidak layak di komsumsi jika tidak ditangani secara benar. Maka perlu diolah untuk memperpanjang masa simpan.
- ItemMANAJEMEN PEMILIHAN BIBIT SAPI POTONG DI PUSAT PELATIHAN INTEGRASI PERTANIAN DESA MANDIRI (INTAN ABATANI) DESA PULOREJO KECEMATAN DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO PROVINSI JAWA TIMUR(SMKPP NEGERI KUPANG, 2019-04-06) AKULAS, DESIM; SMKPP NEGERI KUPANGDalam rangka penyediaan sapi potong dan menjamin kerberlanjutannya maka dibutuhkan ketersediaan bibit sapi potong yang berkualitas secara berkesenambungan. Bibit merupakan salah satu faktor yang menentukan dan mempunyai nilai strategis dalam upaya pengembangan sapi potong. Kemampuan penyediaan atau produksi potong dalam negeri masih perlu ditingkatkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Untuk itu dibutuhkan partisipasi dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, peternak, dan stakeholder terkait.
- ItemPEMBUATAN PESTISIDA NABATI DI UD. INTAN ABATANI DESA PULOREJOKECAMATAN DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO PROVINSI JAWA TIMUR(SMKPP NEGERI KUPANG, 2019-04-10) BERE, AGNES; SMKPP NEGERI KUPANGPestisida merupakan senyawa kimia yang disusun untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Di Indonesia pestisida sering digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman tetapi pada saat ini pestisida banyak ditemukan residu khususnya di tanaman dan tanah sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan terutama pestisida kimia. Pada dasarnya pestisida dibagi menjadi 2 jenis yaitu pestisida kimia dan pestisida alami atau nabati. Pestisida kimia merupakan pestisida yang dibuat dari bahan kimia yang berguna dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pestisida kimia ini sering memiliki residu/racun kimia yang tinggi baik didalam tanaman ataupun didalam tanah sehingga mengganggu lingkungan. Banyaknya terjadi gangguan lingkungan akibat pestisida kimia sehingga memunculkan suatu ide yaitu Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang salah satu tujuannya adalah mengendalikan hama dengan menggunakan musuh alami dan penggunaan pestisida nabati.
- ItemAgribisnis Tanaman Sayuran Program Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura(2019-07-26) Amelia Yusseva; SMK PP Negeri Kupang
- ItemModul Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas XII Semester Genap SMK Pertanian Pembangunan Negeri Kupang (SMK-PPN Kupang)(SMK-PP Negeri Kupang, 2020) Retriansyah, Luthfi; SMK-PP Negeri KupangSebagai salah satu pendidik dalam bidang pertanian dan juga sebagai manusia pertanian khususnya dalam mengajarkan bahasa inggris terpanggil untuk menulis dan menyusun suatu modul Paket Satuan Pembelajaran (PSK) Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas XII untuk semua program studi dengan acuan kurikulum 2013. Dengan modul ini diharapkan proses belajar mengajar di dalam kelas dapat berjalan dengan lancar.
- ItemStudi Pewarnaan Bunga Sedap Malam (Polianthes Tuberosa L.) Varietas Dian Arum Untuk Meningkatkan Daya Jual Di Banjarbaru Kalimantan Selatan(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2020) Uma Fatkhul Jannah; Fofa ArofiBunga sedap malam (Polianthes tuberosa L.) merupakan komoditas bunga potong populer yang diminati karena keindahan visual dan aroma khasnya. Namun, kendala utama produk ini adalah karakter post-harvest yang cepat rusak, penurunan kualitas, serta masa kesegaran (vase life) yang relatif singkat. Penelitian kaji widya ini bertujuan untuk menguji preferensi konsumen terhadap variasi pewarnaan buatan pada bunga sedap malam varietas Dian Arum serta mengevaluasi pengaruh kombinasi larutan pengawet dan suhu ruang simpan terhadap tingkat kesegaran bunga. Metode eksperimen menggunakan rancangan kombinasi perlakuan pewarnaan (merah tua, biru, oranye, ungu, dan tanpa warna) menggunakan teknik larutan pulsing (gula 60 g/l, asam sitrat 1 g/l, pewarna makanan cair 80 ml/l selama 4 jam). Bunga selanjutnya ditempatkan pada dua kondisi suhu ruang pajang (holding) yang berbeda, yaitu ruangan ber-AC (22°C) dan ruangan non-AC (30±2°C) menggunakan larutan peraga berbasis gula 60 g/l, asam sitrat 1 g/l, dan natrium benzoat 300 ppm. Pengukuran preferensi warna diuji secara organoleptik (uji hedonik via angket online) melibatkan 160 panelis, sementara vase life dianalisis menggunakan Sidik Ragam (ANOVA) berdasarkan persentase kerontokan kuntum bunga. Hasil uji organoleptik menunjukkan perbedaan sangat nyata antarperlakuan, di mana warna biru memperoleh skor tertinggi (4,36) dengan kriteria "suka", sedangkan warna lainnya berada pada kriteria "cukup suka". Analisis ANOVA interaksi pewarna dan suhu menunjukkan pengaruh signifikan (p=0,036 < 0,05) terhadap penekanan tingkat kerontokan. Kombinasi terbaik dalam mempertahankan kuntum bunga tetap utuh dicapai oleh perlakuan warna ungu di ruang ber-AC (W4R2) dan tanpa pewarna di ruang ber-AC (W5R2), yang mampu memperpanjang kesegaran bunga melampaui 14 hari dibandingkan kontrol tanpa larutan pengawet di ruang non-AC yang tidak bertahan selama 7 hari. Studi ini merekomendasikan teknik pewarnaan dengan pewarna makanan dan penggunaan larutan holding sebagai solusi aplikatif meningkatkan daya tarik visual, variasi rangkaian floris, dan nilai ekonomi bunga sedap malam lokal. Kata Kunci: Polianthes tuberosa L., Pewarnaan Bunga, Larutan Pulsing, Larutan Holding, Vase Life, Uji Organoleptik
- ItemPROSES BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIS “INFORMASI TERBATAS (ILL STRUCTURED PROBLEMS)” DITINJAU DARI KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCES)(SMKPP NEGERI KUPANG, 2020-05-01) Nurjana, Siti; SMKPP NEGERI KUPANG
- ItemModul Pembelajaran V Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XII Semester Ganjil(2021-01-01) Maufa, Happy; SMKPP Negeri KupangMenjalankan perilaku orang beriman dalam praktik pelindungan dan penegakan hukum untuk menjamin keadilan dan kedamaian
- ItemDiktat Budidaya Jagung(SMK PP Negeri Sembawa, 2021-01-01) KasmawatiDiktat ini menyajikan tentang ruang lingkup dan karakteristik tanaman Jagung, menerapkan dan melaksanakan teknik penyiapan lahan dalam produksi, menganalisis persyaratan bahan tanam dan melaksanakan penyiapan benih dan bibit sesuai criteria, menerapkan dan melaksanankan teknik perlakuan khusus untuk benih secara kimia, fisik dan mekanis, menerapkan dan melaksanakan teknik penanaman bibit sesuai prosedur, menerapkan dan melaksanakan teknik penyiraman/ pengairan sesuai prosedur, menganalisis jenis pupuk dan karakteristik pupuk (kandungan unsur hara, sifat pH, sifat kelarutannya) dan melaksanakan pemupukan sesuai prosedur, menganalisis tanda-tanda kerusakan tanaman akibat faktor biotik dan abiotik dan melaksanakan pengamatan gejala serangan kerusakan tanaman akibat faktor biotik dan abiotik, menerapkan teknik pengendalian hama dan penyakit dan melaksanakan pengendalian hama dan penyakit secara fisik, kimiawi dan terpadu sesuai prosedur, menerapkan dan melaksanakan teknik pemanenan sesuai prosedur, menganalisis dan melaksanakan penanganan hasil panen sesuai prosedur, menerapkan strategi pemasaran dan melaksanakan pemasaran hasil.
- ItemModul Pendidikan Agama Kristen(2021-01-23) Ena, Marlince; SMKPP Negeri KupangA. DESKRIPSI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN KELAS XII B. PETUNJUUK PENGGUNAAN MODUL Dalam Modul Untuk Satu Pertemuan Ini Siswa Diminta Untuk Dapat memahami Kompetensi Dasar 3.1 Memahami arti demokrasi dan HAM serta mengenali berbagai bentuk pelanggaran demokrasi dan HAM yang merusak kehidupan dan kese jahteraan manusia
- ItemKlinik Hewan(2021-02-04) Oncok G Rupertus; SMK PP Negeri Kupang
- ItemMATHEMATICS(2021-02-14) Bokos, Dapit; SMKPP Negeri KupangDalam modul ini anda akan mempelajari tentang materi Peluang. Ketentuan belajar menggunakan modul ini tergantung dari disiplin dan ketekunan Anda dalam memahami dan mematuhi petunjuk penggunaan modul. Belajar dengan menggunakan modul ini dilakukan secara mandiri atau berkelompok dengan teman Anda ketika dalam jam pelajaran. Dalam modul ini tidak semua materi dijelaskan secara rinci, sehingga Anda disarankan untuk mencari sumber-sumber lain untuk mempelajari modul ini karena modul ini bukan satu-satunya sumber belajar. Penyajian modul ini diawali dari mengaitkan materi dengan masalah dalam kontekstual kemudian dijelaskan dengan uraian materi yang disertai dengan gambar dan latihan.
- ItemModul Pembelajaran Klinik Hewan(2021-02-17) Oncok, Rupertus; SMKPP Negeri KupangDESKRIPSI RUANG LINGKUP KOMPETENSI DASAR SEMESTER GENAP 3.6. Menganalisis Pemeriksaan Hewan 4.6. Melaksanakan Pemeriksaan Hewan 3.7. Mengevaluasi Pemeriksaan Hewan 4.7. Menyajikan Hasil Evaluasi Pemeriksaan Hewan 3.8. Menerapkan Prosedur Kesejahteraan Hewan 4.8. Melaksanakan Kegiatan Kesejahteraan Hewan 3.9. Menerapkan Pencegahan Penyakit Hewan 4.9. Melakukan Pencegahan Penyakit Hewan 3.10. Menerapkan Pengendalian Penyakit Hewan 4.10. Melakukan Pengendalian Penyakit Hewan
- ItemMANAJEMEN KESEHATAN TERNAK KAMBING KACANG (Capra aegagrus hircus)(2021-03) Liufeto, Asriana; Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang merupakan lembaga pendidikan yang memiliki 3 kompetensi keahliah yaitu ; Agribisnis Ternak Ruminansia, Kesehatan Hewan, dan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura yang berada di bawah naugan Kementerian Pertanian yang mengembangkan daya manusia pertanian. Peserta didik diharapkan berkepribadian baik, kreatif dan mandiri serta menjadi tenaga teknis yang handal serta berdaya saing dalam bidangnya masing-masing. Sistem pembelajaran yang diterapkan adalah proses pembelajaran jarak jauh (dari rumah) di sumber kerena “covid-19”, sehingga siswa diharus mempelajari teori yang diberikan guru berupa modul atau vidio dan melakukan praktek dengan memanfaatkan alat yang ada disekitarnya untuk mempelajari situasi secara nyata dalam mengelolah usaha di bidang pertanian dan peternakan dengan melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL).