Pengaruh Komposisi Media PLB terhadap Pertumbuhan Anggrek Bulan di SMK PP N Banjarbaru
No Thumbnail Available
Date
2019
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru
Abstract
Tanaman anggrek bulan (Phalaenopsis) merupakan komoditas tanaman hias bernilai ekonomi tinggi yang secara morfologi bijinya tidak memiliki cadangan makanan, sehingga perbanyakan generatifnya wajib dilakukan secara in vitro menggunakan media dasar Murashige and Skoog (MS). Setelah biji berkembang menjadi Protocorm Like Bodies (PLB), tahap subkultur diperlukan untuk mendukung pembentukan planlet yang sempurna. Penggunaan media MS komersial secara terus-menerus sebagai sumber hara pada tahap subkultur jarang dilakukan karena harganya yang relatif mahal, sehingga penggunaan pupuk majemuk komersial di pasaran menjadi alternatif substitusi hara. Penelitian kaji widya ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai komposisi media berbasis pupuk majemuk terhadap pertumbuhan PLB anggrek bulan guna memberikan rekomendasi formula media yang efektif dan ekonomis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan SMK PP N Banjarbaru dari bulan Februari hingga Juni 2019 menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan jenis pupuk, yaitu: P0 (Cristalon 18–18–18), P1 (Growmore 20–20–20), P2 (Growmore 10–55–10), P3 (Growmore 32–10–10), P4 (Gandasil D 20–15–15), P5 (Qiuvita 15–32–15), P6 (Qiuvita 32–11–11), dan P7 (MS ½). Setiap 1 liter media dasar ditambahkan gula 15 g, pisang Mauli 60 g, agar-agar 7,5 g, tripton 2 g, serta karbon aktif 1–3 g. Parameter yang diamati setelah masa inkubasi 20 Minggu Setelah Tanam (MST) meliputi jumlah PLB yang hidup, pertambahan jumlah daun, jumlah akar, panjang akar, dan panjang daun. Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil analisis statistik menunjukkan pengaruh perbedaan yang nyata (p=0,015 < 0,05) hanya pada parameter panjang daun, di mana perlakuan P1 (Growmore 20–20–20) memberikan hasil terbaik dengan rerata panjang daun 11,60 mm. Sementara pada parameter jumlah akar, panjang akar, jumlah daun, dan tingkat kelangsungan hidup (100% hidup pada semua perlakuan) tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Meski demikian, secara rata-rata angka, perlakuan P1 konsisten menghasilkan jumlah akar (4 buah) dan jumlah daun (3 helai) terbanyak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan pupuk Growmore 20–20–20 dapat direkomendasikan bagi praktisi anggrek sebagai alternatif pengganti media MS yang lebih terjangkau untuk subkultur PLB anggrek bulan.
Kata Kunci: Anggrek Bulan, Protocorm Like Bodies (PLB), Subkultur In Vitro, Pupuk Majemuk, Growmore 20–20–20.
Description
Dokumen ini merupakan Laporan Kaji Widya akademis berjudul "Pengaruh Komposisi Media PLB terhadap Pertumbuhan PLB Anggrek Bulan di SMK PP N Banjarbaru" yang disusun oleh Fofa Arofi, SST. MP pada Juni 2019. Laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah sekaligus upaya peningkatan kapasitas SDM tenaga pendidik di lingkungan SMK PP N Banjarbaru di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia.Struktur materi dan data eksperimen yang dimuat di dalam laporan ini meliputi komponen sebagai berikut:Latar Belakang & Urgensi Penelitian (Bab I & II): Menguraikan nilai ekonomi tinggi dari tanaman anggrek serta karakteristik unik biji monokotil anggrek yang tidak memiliki endosperma (cadangan makanan). Bagian ini mendasari pentingnya teknik kultur jaringan dan penekanan biaya operasional laboratorium melalui substitusi media MS yang mahal dengan pupuk majemuk kaya unsur N, P, K serta mikroba esensial.Formulasi Media & Prosedur Kultur (Bab III): Menjabarkan metodologi pembuatan 1 liter media subkultur yang diperkaya oleh bahan organik lokal berupa pisang mauli lumat (60 g) serta arang aktif sebagai agen adsorben senyawa toksik. Langkah kerja diuraikan secara runtut dari sterilisasi media menggunakan autoklaf selama 25 menit, teknik inokulasi 5 klon PLB per botol di dalam Laminar Air Flow (LAF), hingga masa inkubasi terkontrol selama 4 bulan.Analisis Statistik Grafik & Data (Bab IV): Menyajikan hasil pengolahan data menggunakan software SPSS. Bagian ini memuat grafik batang performa pertumbuhan planlet serta tabel hasil pengujian sidik ragam ANOVA untuk parameter fisik panjang daun (Tabel 2) dan panjang akar (Tabel 5), lengkap dengan matriks Subset Nilai Signifikansi Uji Lanjut Tukey HSD (Tabel 3).Galeri Lampiran Dokumentasi Visual: Menampilkan dokumentasi riil pelaksanaan kaji widya di laboratorium. Lampiran foto memperlihatkan keragaan morfologi pertumbuhan tunas dan perakaran planlet di dalam cawan petri dari perlakuan P0 hingga P7, persiapan bahan mentah (agar powder, tryptone, pisang), jajaran botol kultur selama masa inkubasi di rak lampu, serta teknik pengukuran panjang akar menggunakan penggaris dan kertas milimeter blok.