Modul Pendidikan

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 448
  • Item
    Pengembangan Kawasan Agroeduwisata Berbasis Teknologi Pertanian
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Yogana Saragih, A.Md.P
    Optimalisasi fungsi lahan pertanian sekolah sebagai sarana edukasi sekaligus destinasi wisata merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual. Penelitian/inovasi ini bertujuan untuk mengembangkan kawasan agroeduwisata terpadu berbasis teknologi pertanian di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru. Kawasan ini mengintegrasikan penerapaan Good Agricultural Practices (GAP), teknologi pembibitan modern, serta digitalisasi promosi dan penyebaran informasi melalui media sosial (Instagram, Facebook, dan TikTok). Metodologi pengerjaan (best practice) mencakup perencanaan dan analisis potensi lahan, penerapan teknik GAP sebagai sarana praktik peserta didik dan edukasi pengunjung, hingga pengelolaan lingkungan yang mengacu pada prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Hasil pengembangan menunjukkan bahwa kawasan agroeduwisata ini berhasil menggabungkan fungsi pendidikan, produksi pertanian, kewirausahaan, dan kebersihan lingkungan dalam satu kawasan terintegrasi. Meskipun memerlukan biaya investasi awal serta perawatan rutin, inovasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan daya guna lahan pertanian dan memberikan pengalaman belajar berbasis praktik (experiential learning) bagi siswa maupun pengunjung.
  • Item
    Digitalisasi Pelayanan Agroeduwisata Berbasis QR C
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Yogana Saragih, A.Md.P
    Penyampaian informasi secara manual pada kawasan agroeduwisata sering kali memiliki keterbatasan dalam menjangkau pengunjung secara interaktif dan efisien. Inovasi ini bertujuan untuk mentransformasi pelayanan agroeduwisata konvensional menjadi layanan digital yang interaktif berbasis QR Code di kawasan Teaching Factory SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru. Melalui teknologi ini, pengunjung dapat dengan mudah mengakses informasi digital komprehensif berupa teks, gambar, hingga video hanya dengan memindai QR Code yang tersedia. Tahapan implementasi (best practice) mencakup: (1) identifikasi objek edukasi, (2) penyusunan konsep konten digital, (3) pembuatan kode QR, (4) integrasi dengan kegiatan edukasi, serta (5) pemantauan dan pembaruan informasi secara berkala. Keunggulan utama dari teknologi ini adalah kemudahannya dalam menyajikan informasi secara cepat, mendukung sistem pembelajaran berbasis digital, serta fleksibilitas pembaruan konten tanpa perlu mengganti media fisik. Di samping itu, inovasi ini efisien dari segi biaya karena dapat memanfaatkan aplikasi pembuat QR Code gratis. Kendati memerlukan kesiapan perangkat smartphone pengunjung dan ketergantungan pada jaringan internet, digitalisasi pelayanan ini efektif meningkatkan kualitas edutainment dan modernisasi pengelolaan kawasan agroeduwisata.
  • Item
    Digitalisasi Peminjaman dan Pengembalian Alat dan Penggunaan Bahan
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Erina Dwi Ramadhani, S.T
    Tata kelola sarana dan prasarana pembelajaran praktik secara manual sering kali menghadapi kendala efisiensi, potensi kesalahan pencatatan (human error), serta lambatnya pemantauan persediaan alat dan bahan. Penelitian/inovasi ini bertujuan untuk menerapkan sistem digitalisasi pencatatan peminjaman dan pengembalian alat praktik serta penggunaan bahan praktik secara terintegrasi berbasis web dan barcode di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru. Penerapan inovasi ini mengikuti tahapan best practice, meliputi: (1) pendaftaran inventaris ke dalam database, (2) pemasangan barcode pada papan informasi, (3) pemindaian barcode saat peminjaman alat, (4) pencatatan otomatis transaksi peminjaman, (5) pengurangan stok bahan secara otomatis sesuai pemakaian, (6) pemindaian barcode saat pengembalian alat, serta (7) monitoring dan pelaporan secara berkala oleh pengelola. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu mempercepat proses transaksi, meminimalisir kesalahan manual, menyediakan data stok secara real-time, dan meningkatkan akuntabilitas pelayanan di laboratorium serta teaching factory. Meskipun menghadapi beberapa kendala seperti ketergantungan pada perangkat/jaringan dan perlunya pendataan awal, inovasi ini terbukti mendukung transformasi digital tata kelola sarana sekolah secara optimal.
  • Item
    Digitalisasi Opname Stok Gudang Bahan
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Erina Dwi Ramadhani, S.T
    Pengelolaan inventaris sarana dan prasarana praktik pembelajaran di lembaga pendidikan vokasi kerap kali menghadapi kendala efisiensi dan akurasi jika masih dilakukan secara manual. Penelitian/inovasi ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem digitalisasi pencatatan dan opname stok alat serta bahan praktik yang terintegrasi menggunakan teknologi barcode di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru. Sistem ini memanfaatkan kode barcode sebagai media identifikasi unik pada setiap alat dan bahan yang terhubung langsung dengan basis data Google Spreadsheets secara real-time. Tahapan implementasi best practice meliputi: (1) pendataan inventaris awal, (2) pembuatan barcode, (3) penempelan label barcode di area gudang, (4) pemindaian (scanning) menggunakan smartphone/pemindai untuk memantau data stok, (5) penyimpanan data otomatis ke database, dan (6) evaluasi berkala. Hasil penerapan menunjukkan bahwa teknologi ini mampu mempercepat proses pendataan, meningkatkan akurasi data, meminimalkan potensi kegagalan pencatatan akibat faktor manusia (human error), serta menyajikan laporan inventarisasi secara otomatis. Meskipun memerlukan kesiapan pendataan awal dan jaringan, inovasi ini terbukti efektif sebagai solusi pengelolaan gudang bahan praktik yang terorganisir dan efisien.
  • Item
    Digitalisasi Pencatatan Perawatan Alsintan
    (SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Dominicus Angki Prabowo
    Inovasi ini berfokus pada transformasi sistem pemeliharaan aset mekanisasi pertanian melalui Digitalisasi Pencatatan Perawatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) menggunakan teknologi QR Code. Sistem ini diterapkan di lingkungan Teaching Factory SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru untuk mendukung optimalisasi pengelolaan lahan praktik bagi siswa maupun masyarakat umum. Kebaruan teknologi ini terletak pada integrasi arsitektur low-code yang efisien, responsif, dan berbiaya murah dengan memanfaatkan ekosistem Google Cloud dan Linktree. Dalam implementasinya, stiker QR Code yang dirancang tahan cuaca ditempelkan langsung pada bodi unit Alsintan. Setiap operator diwajibkan memindai kode tersebut sebelum dan sesudah penggunaan alat menggunakan ponsel pintar guna mengakses dasbor administrasi unit secara instan dan mengisi formulir digital lapangan. Melalui mekanisme ini, sistem berhasil meningkatkan efisiensi pelaporan administrasi, akurasi pelacakan riwayat servis mesin, serta meminimalkan biaya inventarisasi fisik. Walaupun efektivitasnya bergantung pada kestabilan sinyal internet di area terbuka dan kedisiplinan operator dalam melakukan pemindaian rutin, inovasi dari tahap pembelajaran sekolah ini menawarkan solusi manajemen perawatan mesin pertanian yang praktis, transparan, dan mudah direplikasi. Kata Kunci: Pencatatan Perawatan, Alsintan, QR Code, Arsitektur Low-Code, Teaching Factory, Logbook Digital.