Modul Pendidikan
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 444
- ItemDigitalisasi Pencatatan Perawatan Alsintan(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Dominicus Angki PrabowoInovasi ini berfokus pada transformasi sistem pemeliharaan aset mekanisasi pertanian melalui Digitalisasi Pencatatan Perawatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) menggunakan teknologi QR Code. Sistem ini diterapkan di lingkungan Teaching Factory SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru untuk mendukung optimalisasi pengelolaan lahan praktik bagi siswa maupun masyarakat umum. Kebaruan teknologi ini terletak pada integrasi arsitektur low-code yang efisien, responsif, dan berbiaya murah dengan memanfaatkan ekosistem Google Cloud dan Linktree. Dalam implementasinya, stiker QR Code yang dirancang tahan cuaca ditempelkan langsung pada bodi unit Alsintan. Setiap operator diwajibkan memindai kode tersebut sebelum dan sesudah penggunaan alat menggunakan ponsel pintar guna mengakses dasbor administrasi unit secara instan dan mengisi formulir digital lapangan. Melalui mekanisme ini, sistem berhasil meningkatkan efisiensi pelaporan administrasi, akurasi pelacakan riwayat servis mesin, serta meminimalkan biaya inventarisasi fisik. Walaupun efektivitasnya bergantung pada kestabilan sinyal internet di area terbuka dan kedisiplinan operator dalam melakukan pemindaian rutin, inovasi dari tahap pembelajaran sekolah ini menawarkan solusi manajemen perawatan mesin pertanian yang praktis, transparan, dan mudah direplikasi. Kata Kunci: Pencatatan Perawatan, Alsintan, QR Code, Arsitektur Low-Code, Teaching Factory, Logbook Digital.
- ItemDigitalisasi SOP Alsintan(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Dominicus Angki PrabowoInovasi ini berfokus pada modernisasi tata kelola Standar Operasional Prosedur (SOP) Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) melalui sistem akses berbasis QR Code. Dikembangkan di lingkungan Teaching Factory SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, teknologi ini dirancang untuk mendukung optimalisasi pengelolaan lahan praktik siswa maupun umum secara patuh dan terstruktur. Kebaruan teknologi ini terletak pada pemanfaatan QR Code atau barcode fisik sebagai jembatan langsung menuju menu navigasi Linktree, yang mengarah instan ke folder penyimpanan file SOP terintegrasi di Google Drive. Langkah implementasi best practice dilakukan dengan menempelkan stiker QR Code tahan cuaca pada bodi Alsintan, di mana operator diwajibkan memindai kode sebelum dan sesudah penggunaan alat serta mengisi formulir digital instan untuk memastikan kepatuhan pencatatan di lapangan. Sistem ini terbukti unggul dalam meningkatkan efisiensi pelaporan administrasi, akurasi riwayat penggunaan mesin, serta biaya operasional yang sangat murah. Meskipun keberhasilannya bergantung pada ketersediaan sinyal internet di area terpencil serta tingkat kedisiplinan operator untuk selalu memindai kode, inovasi ini menjadi solusi praktis dalam mendokumentasikan aktivitas mekanisasi pertanian secara real-time ke dalam basis data Google Sheets. Kata Kunci: Digitalisasi SOP, Alsintan, QR Code, Google Drive, Teaching Factory, Kepatuhan Lapangan.
- ItemDigitalisasi Pencatatan Pemakaian dan Pengembalian Alsintan(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Dominicus Angki PrabowoInovasi ini berfokus pada transformasi digital tata kelola administrasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) melalui sistem pencatatan berbasis QR Code. Dikembangkan di lingkungan Teaching Factory SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, teknologi ini dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan praktik siswa maupun umum secara terstruktur. Unsur kebaruan utama dari inovasi ini terletak pada integrasi arsitektur low-code yang efisien, responsif, dan berbiaya rendah dengan memanfaatkan ekosistem Google Cloud dan Linktree. Melalui penempelan stiker barcode laminasi tahan cuaca pada bodi mesin, operator wajib memindai kode tersebut menggunakan smartphone sebelum menyalakan armada Alsintan. Pemindaian memberikan akses instan ke dasbor administrasi pemakaian-pengembalian unit secara digital sekaligus memuat dokumen SOP keselamatan kerja format PDF yang tersimpan di Google Drive. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini unggul dalam mempermudah akses regulasi, menekan angka kecelakaan kerja di lapangan, serta mengefisiensikan ruang penyimpanan arsip fisik. Meskipun menghadapi kendala berupa ketergantungan pada kestabilan sinyal internet di area lahan terbuka, teknologi ini menawarkan solusi manajemen aset mekanisasi pertanian yang aplikatif dan mudah direplikasi. Kata Kunci: Digitalisasi Alsintan, QR Code, Arsitektur Low-Code, K3 Pertanian, Teaching Factory.
- ItemPembuatan Perangkap Hama Lalat Buah(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026) Rizky AmalliaSerangan hama lalat buah pada berbagai komoditas hortikultura memerlukan solusi pengendalian yang efektif, murah, dan ramah lingkungan melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penerapan teknologi perangkap lalat buah ini memanfaatkan botol plastik bekas (ukuran 600 mlâ1,5 L) sebagai wadah dan senyawa metil eugenol sebagai atraktan kuat untuk menarik serangga jantan guna menekan populasi hama. Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) ini diterapkan di SMK PP N Banjarbaru dengan melibatkan peserta didik secara langsung mulai dari tahapan persiapan alat dan bahan, pembuatan 2â4 lubang masuk pada botol, pemasangan kapas, pemberian metil eugenol, pemasangan di lahan hortikultura yang teduh, hingga monitoring hasil tangkapan secara berkala. Hasil implementasi menunjukkan bahwa teknologi ini sangat mudah dibuat, direplikasi, serta efektif mengurangi penggunaan insektisida kimia berlebih. Perangkap ini berhasil memicu dampak positif dalam meningkatkan keterampilan teknis, ketelitian, disiplin, dan kepedulian lingkungan peserta didik terhadap pemanfaatan limbah. Meskipun memiliki keterbatasan berupa keharusan penggantian atraktan secara berkala, kebutuhan monitoring rutin, serta efektivitas yang dipengaruhi oleh cuaca dan sanitasi kebun, inovasi ini sangat potensial direplikasi secara luas oleh petani hortikultura, kelompok tani, balai pelatihan, maupun penyuluh pertanian pada tanaman rentan seperti mangga, jambu, jeruk, dan cabai.
- ItemLaporan Pelaksanaan Pembuatan Perangkap Lalat Buah Menggunakan Atraktan Metil dan Botol Plastik Bekas(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2025) Rizky AmalliaLalat buah merupakan salah satu hama utama pada berbagai komoditas hortikultura yang menyebabkan penurunan mutu, pembusukan, hingga kerontokan buah dini. Sebagai bagian dari komponen Pengendalian Hama Terpadu (PHT), teknik penjebakan mekanis menggunakan senyawa penarik (paraferomon) menjadi solusi yang aman dan efisien. Praktikum ini bertujuan untuk membekali 30 siswa kelas XI ATPH dengan pemahaman konsep PHT, prosedur perakitan alat perangkap ramah lingkungan, serta penerapan protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) penanganan bahan kimia. Kegiatan dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Laboratorium dan Lahan Praktik SMK-PP Negeri Banjarbaru. Metode pelaksanaan berbasis kerja kelompok, meliputi langkah pembersihan limbah botol plastik, pembuatan 2â4 lubang masuk berhadapan pada sisi botol, pengisian air deterjen di dasar botol sebagai cairan penjebak, penetesan metil eugenol pada kapas gantung tengah, serta pemasangan tiang di bagian tajuk tanaman yang teduh. Evaluasi keberhasilan dinilai melalui rubrik observasi proses kerja kelompok, mutu fisik fungsional perangkap, penerapan K3, serta format lembar monitoring berkala. Hasil praktikum menunjukkan bahwa seluruh kelompok siswa terampil menghasilkan perangkap gantung mandiri yang stabil dan fungsional. Di samping penguasaan kompetensi teknis perlindungan tanaman, kegiatan ini berhasil menumbuhkan sikap kolaboratif, ketelitian, serta kesadaran pemanfaatan limbah plastik. Efektivitas perangkap secara kuantitatif direkomendasikan untuk dievaluasi lebih lanjut melalui pencatatan jumlah serangga berkala setiap 3â7 hari guna mengamati dinamika populasi hama di lapangan. Kata Kunci: Paraferomon, Metil Eugenol, Lalat Buah, Botol Bekas, Pengendalian Hama Terpadu.