Browsing by Author "Syahid, Sitti Fatimah"
Now showing 1 - 18 of 18
Results Per Page
Sort Options
- ItemCINCAU HIJAU RAMBAT (Cyclea barbata Miers): TANAMAN OBAT POTENSIAL YANG MENJANJIKAN PELUANG USAHA : Warta balittro Vol. 35 No. 70 Tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Syahid, Sitti FatimahCincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers.) atau green grass jelly merupakan salah satu jenis tanaman obat yang multi khasiat. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini sudah terbukti secara scientific mampu menurunkan tekanan darah tinggi, mengobati sariawan, diare, thipus dan gangguan pada usus. Cincau hijau rambat memiliki efek farmakologis sebagai anti hipertensi, anti bakteri, anti radang, anti oksidan dan anti kanker karena adanya kandungan flavonoid, polifenol dan klorofl dalam daun tanaman. Mengkonsumsi cincau hijau rambat dapat membebaskan sel sel kanker pada stadium dini dalam tubuh. Pembuatan minuman dari daun cincau hijau rambat ini sangat mudah dan dalam waktu yang singkat. Daun yang agak tua dicuci sampai bersih dan ditiriskan, tambahkan air matang yang agak hangat dan daun diremas sebentar lalu didiamkan lebih kurang sepuluh menit agar karbohidrat yang terdapat dalam daun dapat menyerap air sebanyak-banyaknya. Lanjutkan peremasan daun kembali agar cairan kental dalam daun keluar dengan sempurna. Setelah itu dilakukan penyaringan untuk memperoleh gel lalu didiamkan selama lebih kurang satu jam pada kondisi suhu ruang. Mengingat manfaat tanaman disamping sebagai bahan obat juga minuman fungsional, akan memberi peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan.
- ItemGANDASULI (Hedychium coronarium J. Koenig.), TANAMAN OBAT DAN ATSIRI YANG BERPELUANG UNTUK DIKEMBANGKAN : Warta balittro Vol. 39 No. 77 tahun 2022(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2022-06-01) Syahid, Sitti FatimahGandasuli coronarium (Hedychium J. Koenig.) merupakan salah satu spesies dari famili Zingiberaceae yang memiliki manfaat sebagai obat. Selain rimpangnya yang berkhasiat obat, bunga tanaman memiliki aroma yang wangi sehingga banyak digunakan dalam industri parfum. Rimpang gandasuli banyak digunakan untuk mengobati diabetes, radang sendi, rematik, demam, radang tenggorokan, dan gigitan ular berbisa. Hasil penelitian terhadap ekstrak daun dan rimpang gandasuli terbukti memiliki khasiat sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai bahan obat. Senyawa kimia yang terdapat dalam rimpang tanaman diantaranya adalah flavonoid, fenol, tanin, steroid, terpenoid, saponin, glikosida dan minyak atsiri. Kandungan senyawa kimia dari minyak atsiri dalam rimpang gandasuli antara lain adalah 1.8-sineol (37.1%), a-terpineol (12%), B-pinene (11%), dan terpinene-4-0l (6.8%). Penggunaan tanaman sebagai obat tergolong mudah. Rimpang tanaman dapat direbus dengan air sampai mendidih, didinginkan dan diminum. Untuk meningkatkan khasiat obat, rimpang ataupun bunga gandasuli juga dapat dicampur dengan tanaman lain seperti jahe merah, srigading atau daun iler.
- ItemInduksi Perakaran dan Aklimatisasi Tanaman Tabat Barito Setelah Konservasi In Vitro Jangka Panjang(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2012) Kristina, Natalini Nova; Syahid, Sitti Fatimah
- ItemKARAKTER MORFOLOGI, PERTUMBUHAN TAHONGAI (Kleinhovia hospita Linn.) DAN UPAYA KONSERVASI PLASMA NUTFAH : Warta balittro Vol. 36 No. 71 tahun 2019(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-06-01) Syahid, Sitti Fatimah; Sugandi, TotongTahongai (Kleinhovia hospita Linn.) merupakan salah satu jenis tanaman obat multi khasiat dari famili Sterculiaceae. Spesies ini merupakan tanaman asli dari Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini. Di Indonesia, tahongai banyak ditemui di daerah Kalimantan Timur dan tumbuh liar di sepanjang aliran sungai Mahakam. Tanaman ini sudah lama digunakan oleh masyarakat di daerah Dayak dan sekitarnya untuk mengobati berbagai macam penyakit, di antaranya penyakit hati, diabetes, dan kolesterol. Salah satu upaya untuk memperkaya koleksi plasma nutfah tanaman obat di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dapat dilakukan melalui perbanyakan koleksi tanaman yang dibawa oleh para peneliti yang bertugas di berbagai daerah di Indonesia karena terbatasnya kegiatan eksplorasi plasma nutfah. Saat ini koleksi plasma nutfah tahongai telah dikonservasi di rumah kaca. Hasil karakterisasi morfologi menunjukkan tahongai memiliki batang bulat dengan kulit batang yang tidak kasar. Daun tanaman berbentuk jantung agak lebar, dengan tulang daun menonjol. Ujung daun runcing, berduri dan pangkal daun berlekuk. Tepi daun bergerigi dan permukaan daun halus berduri. Daun berbentuk jantung, duduk daun tunggal berseling dan tipe percabangan berseling. Warna daun muda hijau kekuningan (YGG 144A), warna daun tua hijau (GG 137 A), warna batang muda hijau kekuningan (YGG 144 А), dan warna batang tua cokleat keabuabuan (GBC 199 C). Komponen pertumbuhan pada umur sembilan bulan memiliki tinggi 80,5 cm, jumlah cabang 4,3 cabang, panjang daun 19,5 cm, lebar daun 16,9 cm dan diameter batang 7,1 mm. Pertumbuhan semakin optimal pada kondisi cahaya penuh pada umur 12 bulan. Dengan terkonservasinya sumber daya genetik tahongai di rumah kaca memberi peluang untuk penyediaan bahan tanaman dalam menunjang kegiatan penelitian.
- ItemKONSERVASI DAN REGENERASI STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SECARA IN VITRO : Warta balittro Vol.34 No. 68 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Syahid, Sitti FatimahStevia (Stevia rebaudiana Berton) digunakan sebagai pemanis alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Perbanyakan stevia secara konvensional dapat dilakukan menggunakan biji dan setek. Namun penggunaan biji kurang efektif karena rendahnya keberhasilan perkecambahan. Metode perbanyakan stevia melalui kultur jaringan telah diperoleh baik untuk multiplikasi tunas maupun induksi perakaran. Untuk memelihara plasma nutfah stevia secara ek-situ dapat dilakukan melalui konservasi di laboratorium dalam keadaan tumbuh. Upaya konservasi stevia telah dilakukan dengan menumbuhkan tunas dalam media Murashige dan Skoog (MS) dengan penambahan Benzil Amino Purin (BAP) konsentrasi 0,1 mg/1 dan tanpa penambahan BAP. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyimpanan tunas stevia dalam keadaan tumbuh baik tanpa diberi BAP ataupun dengan aplikasi BAP dengan konsentrasi rendah mampu mengurangi instensitas sub kultur selama delapan bulan. Teknik ini membantu pemeliharaan karena dapat mengurangi biaya sub kultur. Regenerasi biakan setelah disimpan tidak menurun dan dapat kembali tumbuh dengan normal.
- ItemKONSERVASI DAN REGENERASI STEVIA (Stevia rebaudiana Bertoni) SECARA IN VITRO: Warta balittro Vol. 35 No. 69 tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-06-01) Syahid, Sitti FatimahStevia (Stevia rebaudiana Bertoni) merupakan tanaman yang digunakan sebagai pemanis alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Perbanyakan stevia secara konvensional dapat dilakukan menggunakan biji dan setek. Namun penggunaan biji kurang efektif karena rendahnya keberhasilan perkecambahan. Metode perbanyakan stevia melalui kultur jaringan telah diperoleh baik untuk multiplikasi tunas maupun induksi perakaran. Untuk memelihara plasma nutfah stevia secara ek-situ dapat dilakukan melalui konservasi di laboratorium dalam keadaan tumbuh. Upaya konservasi stevia telah dilakukan dengan menumbuhkan tunas dalam media Murashige dan Skoog (MS) dengan penambahan Benzil Amino Purin (BAP) konsentrasi 0,1 mg/l dan tanpa penambahan BAP. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penyimpanan tunas stevia dalam keadaan tumbuh baik tanpa diberi BAP ataupun dengan aplikasi BAP dengan konsentrasi rendah mampu mengurangi instensitas sub kultur selama delapan bulan. Teknik ini membantu pemeliharaan karena dapat mengurangi biaya sub kultur. Regenerasi biakan setelah disimpan tidak menurun dan dapat kembali tumbuh dengan normal.
- ItemKUNJUNGAN ILMIAH КЕ ТОКYO UNIVERSITY OF AGRICULTURE AND TECHNOLOGY (TUAT) DAN LEMBAGA PENELITIAN DI JEPANG : Warta balittro Vol 32, No. 64 Desember 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-12-01) Rostiana, Otih; Syahid, Sitti FatimahJepang merupakan salah satu negara dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tergolong sangat cepat. Berbagai perkembangan teknologi di bidang pertanian berkembang setara dengan negara-negara maju lainnya. Dalam bidang pemuliaan tanaman, terutama dalam pengembangan varietas baru, salah satu teknologi terbaru adalah Genom editing.Teknologi yang menjanjikan mampu membentuk "Super Ragam Tanaman non transgenik" dengan menggunakan berbagai teknik diantaranya TALENS (Transcription activator like efector nuclease), CRISPR (Cluster regularly interspace short palindromic repeats), ZFN (Zink finger nuclease), eMNS (Enginered mega nuclease), SDN (Site Directed Nuclease), dan lain lain. Aplikasi teknologi genom editing untuk varietas baru, tidak terlepas dari teknologi in vitro, diperlukan sebagai alat untuk perbanyakan benih genotipe elit. Tujuan kunjungan adalah untuk melakukan studi banding di bidang pemuliaan tanaman, khususnya genetika molekuler, kultur in vitro, dan produksi benih komersial dengan mengunjungi Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) dan instansi terkait lainnya (Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian, dan produsen benih komersial).
- ItemMULTIPLIKASI TUNAS, AKLIMATISASI DAN ANALISIS MUTU SIMPLISIA DAUN ENCOK (Plumbago zeylanica L.) ASAL KULTUR IN VITRO PERIODE PANJANG(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2008) Syahid, Sitti Fatimah; Kristina, Natalini Nova
- ItemOBSERVASI PERTUMBUHAN INGGU (Ruta graveolens L.) HASIL KONSERVASI IN VITRO : Warta balittro Vol.34 No. 67 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-06-01) Syahid, Sitti FatimahInggu (Ruta graveolens L.) merupakan tanaman obat yang memiliki banyak kegunaan, diantaranya sebagai obat batuk, darah tinggi, luka, demam, rematik, dan untuk mengurangi rasa sakit. Tanaman tersebut bukanlah asli Indonesia, tetapi di introduksi dari wilayah Mediterania. Pada saat ini inggu sudah banyak dibudidayakan diseluruh dunia. Inggu termasuk salah satu tanaman obat langka di Indonesia sehingga perlu dilestarikan. Upaya pelestarian tanaman dapat dilakukan melalui konservasi secara ek-situ baik di kebun percobaan ataupun laboratorium. Tanaman inggu hasil perbanyakan in vitro di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) telah dikonservasi secara in vitro melalui penyimpanan jangka pendek dalam keadaan tumbuh pada media Murashige dan Skoog (MS) + Benzil Adenin (BA) 0,1 mg/l. Aklimatisasi tanaman di rumah kaca dapat dilakukan menggunakan media campuran tanah + sekam padi + kompos. Pertumbuhan tanaman di rumah kaca pada umur tiga bulan cukup optimal.
- ItemPENGARUH AUKSIN IAA, IBA, DAN NAA TERHADAP INDUKSI PERAKARAN TANAMAN STEVIA (Stevia rebaudiana) SECARA IN VITRO(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2013) Arlianti, Tias; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Syahid, Sitti Fatimah; Kristina, Natalini Nova; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Rostiana, Otih; Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
- ItemPENGARUH BEBERAPA TARAF KONSENTRASI BA TERHADAP MULTIPLIKASI TUNAS CINCAU HITAM (Mesona palustris) IN VITRO(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2006) Miftakhurohmah, Miftakhurohmah; Syahid, Sitti Fatimah
- ItemPengaruh Zat Pengatur Tumbuh Benzyl Adenin (BA) dan NAA Terhadap Pertumbuhan Temulawak (Curcuma Xanthoriza Roxb.) Secara in vitro(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2002) Syahid, Sitti Fatimah; Hadipoentyanti, Endang; -
- ItemPERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN FITOKIMIA SAMBUNG NYAWA (Gynura precumbens) HASIL KONSERVASI IN VITRO PERIODE PANJANG : Warta balittro Vol. 38 No. 75 Tahun 2021(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-06-01) Syahid, Sitti FatimahSambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan salah satu tanaman obat bermanfaat dalam pengobatan berbagai penyakit, seperti demam, ruam, migrain, hipertensi, sembelit, diabetes, ambeien, gangguan ginjal, dan kanker. Pemanfaatan tanaman untuk mengobati penyakit kanker saat ini cukup tinggi dan permintaan terhadap bahan baku juga meningkat. Konservasi plasma nutfah sambung nyawa in vitro telah dilakukan di laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dengan memelihara plantlet dalam keadaan tumbuh di media MS + BA 0,1 mg/l selama tujuh tahun. Untuk menguji daya tumbuh biakan setelah dipelihara di laboratorium, dilakukan observasi terhadap pertumbuhan tanaman di rumah kaca. Plantlet sambung nyawa in vitro diaklimatisasi menggunakan media tumbuh campuran tanah + pupuk kandang + sekam (2:1:1) dan dipelihara di dalam rumah kaca selama empat bulan. Selanjutnya dilakukan pemindahan tanaman ke pot yang lebih besar berukuran 60x 60 cm dan tanaman dipelihara pada kondisi alami di luar rumah kaca. Komponen pertumbuhan dan produksi diamati pada umur 3 bulan setelah tanam. Sebagai pembanding digunakan sambung nyawa asal konvensional. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang, lebar daun, diameter batang, dan bobot basah terna. Analisis proksimat dilakukan analisis terhadap kandungan air, kandungan abu, kandungan sari larut dalam air, kandungan sari larut dalam alkohol. Selain itu, juga dilakukan uji fitokimia tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pertumbuhan sambung nyawa hasil konservasi in vitro tumbuh normal seperti induknya. Produksi terna basah mencapai 652 g per tanaman pada umur tiga bulan. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa kadar sari larut dalam alkohol tanaman sambung nyawa asal perlakuan in vitro lebih tinggi dibandingkan induk konvensional. Hasil uji fitokimia menunjukkan sejumlah senyawa kimia terdeteksi pada daun tanaman sambung nyawa hasil konservasi in vitro periode panjang di antaranya favonoid, steroid, tanin, glikosida, namun, senyawa triterpenoid tidak terdeteksi.
- ItemProtokol Perbanyakan Benih Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) secara In Vitro(Balittro, 2017-06-10) Syahid, Sitti Fatimah; Hadipoentyanti, Endang; Balittro
- ItemRESPON DELAPAN AKSESI KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP NAUNGAN : Warta balittro Vol 32, No. 63 Juni 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-06-01) Syukur, Cheppy; Syahid, Sitti FatimahPenanaman kunyit umumnya dilakukan di bawah naungan atau di tempat ternaungi tanaman tahunan, seperti jati, sengon, atau tanaman keras lainnya. Kondisi tersebut lazim dilakukan petani untuk memanfaatkan lahan yang ada serta meningkatkan nilai tambah usaha tani. Hasil pengujian yang dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Cicurug menunjukkan naungan berpengaruh nyata terhadap beberapa komponen pertumbuhan, produksi rimpang, maupun kandungan kurkumin. Analisis kurkumin kunyit pada tanaman berumur 6 bulan di bawah naungan menghasilkan kurkumin yang lebih tinggi (7,38%) dibandingkan pada umur 8 bulan (<7%). Namun, produksi maupun kandungan bahan aktif kunyit pada pertanaman di bawah naungan lebih rendah dibandingkan pertanaman monokultur.
- ItemSengkubak (pycnarrhena cauliflora Miers. ) Diels, tanaman obat potensial sebagai penyedap alami(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020) Syahid, Sitti FatimahWarta Balittro adalah majalah ilmiah yang berhubungan dengan tanaman rempah, obat, dan atsiri, terbit secara berkala dua kali setahun. Redaksi menerima naskah hasil penelitian, ulasan ilmiah, hasil observasi, dan berita lainnya yang berhubungan dengan tanaman rempah, obat dan atsiri.
- ItemSENGKUBAK (Pycnarrhena cauliflora Miers.) Diels, TANAMAN ОВАТ POTENSIAL SEBAGAI PENYEDAP ÁLAMI : Warta balittro Vol. 37 No. 73 tahun 2020(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-06-01) Syahid, Sitti Fatimah; Sugandi, TotongPerubahan pola hidup masyarakat yang kurang sehat diantaranya tingginya kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, pewarna, maupun penyedap rasa diduga dapat memicu kanker. Penyedap rasa sintetis seperti vetsin atau jenis lainnya yang mengandung bahan kimia monosodium glutamat (MSG) dapat menimbulkan rasa gurih pada makanan. Namun, penggunaan MSG kedalam makanan dalam waktu panjang akan berdampak kepada kesehatan. Salah satu upaya agar kesehatan selalu terjaga adalah dengan menggunakan bahan alami sebagai pengganti penyedap sintetis. Daun sengkubak (Pycnarrhena caulifora Miers.) Diels telah lama digunakan oleh masyarakat di Kalimantan Barat terutama di daerah Sintang sebagai pengganti penyedap rasa sintetis dalam proses masakan karena tergolong aman dan tidak menimbulkan efek samping. Saat ini penggunaan sengkubak mulai jarang dilakukan karena masyarakat ingin segala sesuatu yang mudah dan praktis padahal berdampak negatif terhadap kesehatan. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) memiliki koleksi Sumber Daya Genetik (SDG) sengkubak hasil kegiatan eksplorasi ke Kalimantan Selatan di tahun 2006. Koleksi sengkubak saat ini dipelihara di rumah kaca. Pengunaan sengkubak sebagai penyedap masakan cukup mudah. Daun dicuci bersih lalu dipotong-potong dan dicampukan ke dalam makanan yang akan dimasak sehingga menimbulkan rasa gurih dan kualitas makananpun terjamin sehat. Hasil uji organoleptik ekstrak daun sengkubak pada konsentrasi 0,25% paling disukai panelis bila ditambahkan pada masakan. Sengkubak berpeluang diteliti dan dikembangkan lebih lanjut karena juga berkhasiat sebagai obat.
- ItemTEKNIK PERBANYAKAN TANAMAN SANREGO (Lunasia amara) : Warta balittro no 59 tahun 2013(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2013-06-01) Syahid, Sitti FatimahSanrego (Lunasia amara) merupakan salah satu tanaman obat dari famili Rutaceae yang diyakini sebagai afrodisiak oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Tanaman ini tumbuh baik di hutan-hutan di atas tanah berbatu di Kawasan Timur Indonesia dan saat ini tergolong kategori langka. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan melalui teknik pencangkokan. Benih hasil cangkok lebih baik dibandingkan dengan asal stek. Saat ini sedang diteliti perbanyakan benih melalui kultur jaringan dengan menggunakan media dasar WPM (Woody Plant Medium) yang diperkaya dengan Benzyl Adenin pada berbagai konsentrasi.