SENGKUBAK (Pycnarrhena cauliflora Miers.) Diels, TANAMAN ОВАТ POTENSIAL SEBAGAI PENYEDAP ÁLAMI : Warta balittro Vol. 37 No. 73 tahun 2020
No Thumbnail Available
Date
2020-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Perubahan pola hidup masyarakat yang kurang sehat diantaranya
tingginya kebiasaan mengkonsumsi
makanan yang mengandung bahan
pengawet, pewarna, maupun
penyedap rasa diduga dapat memicu
kanker. Penyedap rasa sintetis seperti
vetsin atau jenis lainnya yang mengandung bahan kimia
monosodium glutamat (MSG) dapat
menimbulkan rasa gurih pada
makanan. Namun, penggunaan MSG
kedalam makanan dalam waktu
panjang akan berdampak kepada
kesehatan. Salah satu upaya agar
kesehatan selalu terjaga adalah
dengan menggunakan bahan alami
sebagai pengganti penyedap sintetis.
Daun sengkubak (Pycnarrhena
caulifora Miers.) Diels telah lama
digunakan oleh masyarakat di
Kalimantan Barat terutama di daerah
Sintang sebagai pengganti penyedap
rasa sintetis dalam proses masakan
karena tergolong aman dan tidak
menimbulkan efek samping. Saat ini
penggunaan sengkubak mulai jarang
dilakukan karena masyarakat ingin
segala sesuatu yang mudah dan
praktis padahal berdampak negatif
terhadap kesehatan. Balai Penelitian
Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)
memiliki koleksi Sumber Daya
Genetik (SDG) sengkubak hasil
kegiatan eksplorasi ke Kalimantan
Selatan di tahun 2006. Koleksi
sengkubak saat ini dipelihara di
rumah kaca. Pengunaan sengkubak
sebagai penyedap masakan cukup
mudah. Daun dicuci bersih lalu
dipotong-potong dan dicampukan ke
dalam makanan yang akan dimasak
sehingga menimbulkan rasa gurih dan
kualitas makananpun terjamin sehat.
Hasil uji organoleptik ekstrak daun
sengkubak pada konsentrasi 0,25%
paling disukai panelis bila
ditambahkan pada masakan.
Sengkubak berpeluang diteliti dan
dikembangkan lebih lanjut karena
juga berkhasiat sebagai obat.