KARAKTER MORFOLOGI, PERTUMBUHAN TAHONGAI (Kleinhovia hospita Linn.) DAN UPAYA KONSERVASI PLASMA NUTFAH : Warta balittro Vol. 36 No. 71 tahun 2019
No Thumbnail Available
Date
2019-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat
Abstract
Tahongai (Kleinhovia hospita Linn.) merupakan salah satu
jenis tanaman obat multi khasiat dari
famili Sterculiaceae. Spesies ini
merupakan tanaman asli dari
Indonesia, Malaysia, dan Papua
Nugini. Di Indonesia, tahongai
banyak ditemui di daerah Kalimantan
Timur dan tumbuh liar di sepanjang
aliran sungai Mahakam. Tanaman ini
sudah lama digunakan oleh
masyarakat di daerah Dayak dan
sekitarnya untuk mengobati berbagai
macam penyakit, di antaranya
penyakit hati, diabetes, dan kolesterol.
Salah satu upaya untuk memperkaya
koleksi plasma nutfah tanaman obat
di Balai Penelitian Tanaman Rempah
dan Obat dapat dilakukan melalui
perbanyakan koleksi tanaman yang
dibawa oleh para peneliti yang
bertugas di berbagai daerah di
Indonesia karena terbatasnya
kegiatan eksplorasi plasma nutfah.
Saat ini koleksi plasma nutfah
tahongai telah dikonservasi di rumah
kaca. Hasil karakterisasi morfologi
menunjukkan tahongai memiliki
batang bulat dengan kulit batang yang tidak kasar. Daun tanaman berbentuk
jantung agak lebar, dengan tulang
daun menonjol. Ujung daun runcing,
berduri dan pangkal daun berlekuk.
Tepi daun bergerigi dan permukaan
daun halus berduri. Daun berbentuk
jantung, duduk daun tunggal
berseling dan tipe percabangan
berseling. Warna daun muda hijau
kekuningan (YGG 144A), warna daun
tua hijau (GG 137 A), warna batang
muda hijau kekuningan (YGG 144 А),
dan warna batang tua cokleat keabuabuan (GBC 199 C). Komponen
pertumbuhan pada umur sembilan
bulan memiliki tinggi 80,5 cm, jumlah
cabang 4,3 cabang, panjang daun 19,5
cm, lebar daun 16,9 cm dan diameter
batang 7,1 mm. Pertumbuhan
semakin optimal pada kondisi cahaya
penuh pada umur 12 bulan. Dengan
terkonservasinya sumber daya
genetik tahongai di rumah kaca
memberi peluang untuk penyediaan
bahan tanaman dalam menunjang
kegiatan penelitian.