Warta Balittro
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Warta Balittro by Title
Now showing 1 - 20 of 249
Results Per Page
Sort Options
- ItemAGROWIDYAWISATA PENELITIAN PERTANIAN CIMANGGU, BOGOR SEBAGAI WADАН РЕМBELAJARAN SISWA/MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM : Warta balittro No. 55 Tahun 2010(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2010-06-01) Wahyono, Tri EkoPengembangan Kawasan Agrowidyawisata Penelitian Pertanian Cimanggu bertujuan untuk pelaksanaan fungsi diseminasi hasil karya Badan Litbang Pertanian, dan untuk menyediakan alternatif tempat wisata pertanian bagi masyarakat umum lainnya dengan menyajikan sarana dan prasarana penelitian sebagai objek wisata. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity) nomor tiga terbesar di dunia. Kekayaan alam yang melimpah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber plasma nutfah/genetik dan atau sebagai areal wisata. Demikian pula dengan kondisi tanah dan iklim yang beragam, peluang untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian pun semakin besar melalui penerapan sistem pengelolaan lahan yang sesuai. Hal ini tercemin pada berbagai teknologi pertanian lokal yang berkembang di masyarakat dengan cara menyesuaikannya dengan tipologi lahan. Keunikan-keunikan tersebut merupakan aset yang dapat menarik bangsa lain untuk berkunjung/ berwisata ke Indonesia.
- ItemAKAR TUBA (Derris elliptica) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI : Warta balittro Vol. 35 No. 70 Tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Maris, ParamitaTanaman tuba (Derris elliptica) merupakan salah satu tanaman yang sudah lama dikenal dapat digunakan sebagai pestisida nabati. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman seperti tuba yang memiliki beberapa kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai racun. Salah satu di antara senyawa tersebut adalah rotenon. Rotenon biasanya banyak terdapat di bagian akar tuba meskipun juga terdapat di bagian-bagian lain tanaman. Rotenon yang tergolong sebagai senyawa isoflavonoid ini merupakan bahan racun yang berspektrum luas sehingga dapat mengendalikan berbagai macam serangga hama, moluska, dan bahkan ikan. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa rotenon efektif dalam mengendalikan serangga hama. Ini menunjukkan bahwa akar tuba sebagai insektisida nabati
- ItemAKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPА SAWIT DAN POTENSINYA SEBAGAI PESTISIDA ORGANIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU PADA JAHE DAN NILAM : Warta balittro Vol. 34 No. 68 Tahun 2017(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2017-12-01) Hartati, Sri Yuni; Karyani, NuriLayubakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman jahe dan nilam. Penelitian dalam rangka mengembangkan pestisida organik untuk mengendalikan penyakit tersebut telah dilaksanakan di Laboratorium Proteksi, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor. Tujuan penelitian adalah menguji secara invitro aktivitas antibakteri asap cair tempurung kelapa sawit terhadap R. solanacearum dan dua jenis bakteri tanah yang bermanfaat bagi tanaman (Bacillus sp. dan Pseudomonas Auorescens). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair tempurung kelapa sawit mempunyai aktivitas antibakteri yang bervariasi terhadap R. solanacearum, Bacillus sp., dan P. fuorescens. Konsentrasi terendah yang dapat membunuh R. solanacearum adalah 0.1%, sedang yang dapat membunuh Bacillus sp. dan P. fuorescens adalah 0.25%. Aktivitas antibakteri asap cair tempurung kelapa sawit lebih tinggi terhadap R. solanacearum dibandingkan terhadap Bacillus sp. dan P. fuorescens. Asap cair tempurung kelapa sawit berpotensi dikembangkan sebagai pestisida organik untuk mengendalikan penyakit layu pada tanaman jahe dan nilam
- ItemALAT PENGUJIAN FUMIGASI SKALA LABORATORIUM TERHADAP HAMA GUDANG : Warta balittro Vol. 36 No. 72 tahun 2019(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2019-12-01) Perkasa, Galih; Kardinan, Agus; Maris, Paramita; Tarigan, NurbettiProduk pertanian yang disimpan di gudang rawan terhadap serangan hama. Hama gudang mengakibatkan turunnya kualitas dan kuantitas. Teknik pengendalian hama gudang seperti fumigasi menjadi salah satu jalan keluar. Penelitian tentang penggunaan fumigan yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya saat ini masih terus diteliti. Salah satu kendalanya adalah terbatasnya alat penguji efek fumigan terhadap hama gudang, dengan prinsip hama yang diuji hanya terdampak oleh efek fumigan (inhalasi), namun tidak kontak langsung dengan bahan fumigan yang diuji. Alat penguji efek fumigasi yang dirancang membuktikan hama tidak dapat menyentuh atau kontak langsung dengan bahan fumigan sehingga sesuai dengan prinsip fumigasi.
- ItemAPRESIASI BIMBINGAN TEKNIS UNIT AKUTANSI KUASA PENGGUNA ANGGARAN DAN SISTIM AKUTANSI BARANG MILIK NEGARA : Warta balittro No. 53 Tahun 2006(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2006-12-01) Tajudin, M; Sutisna, EndangBimbingan Teknis Unit Aku- tansi Kuasa Pengguna Anggaran dan Sistem Akutansi Barang Milik Negara di buka oleh Sekretariat Jenderal Departemen Pertanian yang diikuti oleh 48 peserta dari 34 instansi pemerintah. Dari tanggal 20 - 23 September 2006. di Hotel Safari Garden. Tujuan pelaksanaan bimbingan ini sesuai sambutan sekjen Deptan adalah dalam rangka upaya lebih memahami dan meningkatkan ketrampilan sistem aplikasi akuntansi instansi baik ketrampilan pengelola keuangan dan perleng- kapan dalam operasional aplikasi SAKPA dan SAKPB, maupun pengetahuan dalam hal akuntansi keuangan dan barang. (SAI) pada tingkat UAKРА (Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran), UAPPAW (Unit Akuntansi Pem- bantu Pengguna Anggaran ayah), UAPPA-E1 Akuntansi (Unit Pembantu Penguasa Anggaran Eselon I) dan UAPA (Unit Akuntansi Pengguna Anggaran). Dalam rangka untuk me- mahami aplikasi Sistim Akutansi Instansi (SAI) pada tingkat satuan kerja yang dimulai dari Unit Akutansi Kuasa Pengguna Anggaran.
- ItemBABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI : Warta balittro Vol. 38 No. 76 Tahun 2021(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-12-01) Rohimatun; Aisyah, Mahindra Dewi Nur; Ahyar; Wahyudin, SlametA geratum conyzoides L. merupakan salah satu tumbuhan yang dikenal masyarakat luas sebagai gulma. Walaupun dikenal sebagai gulma, tumbuhan ini sejak dulu dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan metabolit sekundernya memiliki potensi sebagai insektisida nabati. A. conyzoides mengandung metabolit sekunder, seperti flavonoid, koumarin, dan minyak atsiri. Flavonoid dan koumarin bersifat sebagai antifeedant hingga mengakibatkan mortalitas beberapa serangga hama. Prekosen I dan II yang terkandung dalam minyak atsiri diketahui dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan serangga.
- ItemBAYAM SEBAGAI TANAMAN OВАТ : Warta Balittro No. 36 dan 37 Tahun 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) W. CamdenAnda tentulah sudah mengenal bayam sebagai tanaman sayuran. Dari kecil kita semua sudah menyantap sayur bening bayam, pecel, atau tumis bayam. Tetapi tak banyak yang tahu, bahwa bayam bukanlah sekadar sayur sebagai unsur pemenuh gizi empat sehat lima sempurna. Beberapa penelitian menunjukkan, bayam ternyata juga berfungsi sebagai obat. Dengan fungsinya yang meluas sementara pembudidayaannya amat sederhana, membuat bayam amat cocok sebagai tanaman rakyat. Tanaman yang satu ini, memang cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Waktu tanamnya pun relatif singkat, sekitar satu bulan, sementara pengelolaannya tidaklah rumit. Ibaratnya hanya bermodal pot dan benih (terutama untuk yang berlahan sempit), seluruh keluarga bisa ikut menikmati hasilnya. Bayam di Indonesia ada bermacam-macam. Di antaranya yang banyak dimanfaatkan adalah Amaranthus craentus, A hypochondricus, A caudatus, dan A spinosis. Bayam-bayam tu kandungan gizinya cukup tinggi dan menjadi sumber protein nabati yang sangat diperlukan tubuh. Menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, dalam setiap 100 (seratus) gram bahan didapatkan vitamin A 6,09 SI (satuan standar internasional), vitamin B1 0,10 mg dan vitamin C 80 mg. Selain itu juga tercatat kalori 86,9 gram, mineral kalsium 267,0 mg, fosfor 66,8 mg, lemak 0,5 gram, zat besi 3,9 mg, karbohidrat 6,5 gram, dan protein 3,5 gram. Tentang bayam sebagai tanaman obat itu sendiri, merupakan hasil penelitian yang dilaku-kan oleh Guzman Ladion dari Sanitarium & Hosfital di Manila bekerjasama dengan Physical Therapy Departement Filipina. Penelitian ini berhasil membuktikan manfaat bayam sebagai tanaman obat.
- ItemBEPERGIAN DI JEPANG? UEENAKK TENAAANN : Warta Balittro No.48 Tahun 2004(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2004-01-01) Christina WinartiFukiage homen, Nagoya eki yuki des. Begitu terdengar suara sapaan dari tape recorder begitu kita menginjakkan kaki di bus kota yang mengatakan bahwa bus berhenti di stasiun Nagoya via Fukiage. Selanjutnya akan ada pemberitahuan setiap halte yang dilewati baik dari suara di tape maupun tertulis di display di depan dalam bahasa Jepang/kanji dan romawi. Kita tinggal menekan bel saja begitu halte yang kita tuju disebut, maka sopir bus akan membuka pintu keluar. Itu baru salah satu kemajuan teknologi yang ada di bus kota di Jepang. Kita semua tentu sudah mahfum dengan kemajuan teknologi di negeri sakura. Dari perlengkapan rumah tangga sampai yang namanya kereta super cepat terbaru, shin shinkansen, yang berkecepatan sampai 400 an km/jam sudah sering kita dengar Fukiage homen, Nagoya eki yuki des. Begitu terdengar suara sapaan dari tape recorder begitu kita menginjakkan kaki di bus kota yang mengatakan bahwa bus berhenti di stasiun Nagoya via Fukiage. Selanjutnya akan ada pemberitahuan setiap halte yang dilewati baik dari suara di tape maupun tertulis di display di depan dalam bahasa Jepang/kanji dan romawi. Kita tinggal menekan bel saja begitu halte yang kita tuju disebut, maka sopir bus akan membuka pintu keluar. Itu baru salah satu kemajuan teknologi yang ada di bus kota di Jepang. Kita semua tentu sudah mahfum dengan kemajuan teknologi di negeri sakura. Dari perlengkapan rumah tangga sampai yang namanya kereta super cepat terbaru, shin shinkansen, yang berkecepatan sampai 400 an km/jam sudah sering kita dengar.
- ItemBERKEBUN LADA KONSERVASI : Warta balittro No 50 tahun 2005(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2005-06-01) Warman, NanangKerusakan lahan atau degradasi lahan banyak terjadi pada lahan kering, terutama di bagian yang ditanami tanaman pangan dan perkebunan rakyat. Degradasi lahan terjadi karena lahan sering terbuka oleh pekerjaan pengolahan tanah dan penyiangan bersih (Clean weeding), sehingga mudah tererosi. Sampai saat ini usaha untuk memulihkan produktifitas lahan yang telah terdegradast belum banyak dilakukan, padahal luas arealnya terus meningkat. Sementara ini petani di Lampung umumnya berkebun lada dengan jarak tanam menurut barisan tegak lurus (siku-siku) tanpa memperhatikan kemiringan lahan yang bervariasi. Hal ini cukup sulit dalam mengendalikan dan mencegah erosi dan penularan penyakit yang terbawa aliran air.
- ItemBERTAFAKUR TENTANG KEJADIAN-KEJADIAN DI SEKITAR KITA : Warta balittro No. 54 Tahun 2009(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2009-06-01) SupriadiRosulullah SAW mengingatkan kita, bahwa "tafakur sesaat itu lebih baik dari ibadah satu tahun". Oleh karena itu, maka seyogyanya setiap orang mempunyai waktuwaktu khusus untuk bertafakur. Waktu yang terbaik untuk bertafakur adalah pada keadaan yang hening, umumnya di malam hari. Salah satu hal yang harus menjadi bahan tafakur adalah mengapa kemajuan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan seperti yang dirasakan sekarang ini, ternyata tidak lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT, malahan sebaliknya yaitu semakin menjauhkan sebagian besar kita dari nilainilai akhlak yang dibahwa oleh Rosulullah SAW. Buktinya adalah hampir semua jenis kejahatan yang dilakukan oleh kaum-kaum terdahulu dapat kita saksikan seharihari, dengan intensitas yang semakin menjadi-jadi. Misalnya:. A.Perbuatan homo kaum Luth sudah meraja lela. Kecenderungan ke arah perilaku kaum homo secara sengaja semakin ditunjukkan dengan alasan hak asasi manusia. B. Perbuatan kaum A'd (umat Nabi Hud AS) yang mendurhakai Allah dan Rasul Nya dan menuruti perintah penguasa yang lalim, sudah menjadi kecenderungan karena disukai oleh hawa nafsu sebagian besar manusia. C. Perbuatan kaum Syu'ab yang dzolim, yaitu mengurangi takaran dan timbangan dalam berjual beli, ternyata semakin Warta BALITTRO No. 54 Th. 2009 31 menjadi trend sebagian besar pedagang dan pengusaha karena prinsipnya semata-mata untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya. d. Dan jangan dikira, kalaupun kita membenci kaum Yahudi, tetapi kenyataannya sebagian dari kita mengikuti perilaku mereka, baik secara terangterangan maupun tersembunyi, yaitu mendustakan berbagai nikmat yang diberikan Allah, sombong, dan tidak menuruti perintah Rosolullah saw.
- ItemBiarkan sang angsa bertelur : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Dr. Molide Rizal- Kepala BalittroPara pembaca Warta yang budiman, tidak dinyana dan tidak diduga pada saat detik-detik terakhir Warta akan dicetak Bapak Kepala Balai kita mengirimkan tulisan untuk dimuat di Warta. Oleh Redaksi tulisan tersebut dimasukan ke Rubrik Renungan karena isinya sarat dengan ajakan dan himbauan yang perlu kita renungkan bersama. Beliau mengibaratkan Balittro sebagai seekor angsa yang sedang bersiap untuk meletakkan telur emasnya, kita sebagai pemiliknya tentu saja harus menjaga dan memberi dukungan moril sebaik-baiknya agar jangan sampai angsanya tidak jadi bertelur. Untuk selengkapnya mari kita simak saja penuturan beliau....
- ItemBIMBINGAN TEKNIS TANAMAN OBAT : Warta Balittro No 57 Tahun 2012(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2012-01-01) Feri ManoiBagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemanfaatan obat alternatif seperti jamu telah membudaya dan berkembang secara turun temurun untuk daerah-daerah tertentu. Pemanfaatan jamu secara luas ditujukan untuk tujuan pengobatan preventif, promotif,rehabilitatif, dan seringkali untuk pengobatan kuratif. Tahapan kegiatan dalam perjalanan dinas dibagi menjadi dua kegiatan yang menyangkut: a) Pengenalan tanaman obat dan, b) Bimbingan/pelatihan pembuatan jamu keluarga. Peserta yang hadir pada pertemuan dan pelatihan tanaman obat adalah ibu pimpinan dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Propinsi Kepri, ibu Kepala Bidang Badan Ketahanan Pangan Propinsi Kepri, ibu dari pimpinan Pusat Salimah Jakarta, ibu dewan pakar Propinsi Kepri dan ibu-ibu peserta TOT Salimah Propinsi Kepri, jumlah peserta sebanyak 56 orang. Pada sesi pengenalan tanaman obat disampaikan sekitar pekarangan terdiri atas 22 macam di antaranya adalah bayam, katuk, terung, pepaya, labu siam, mentimun, paria, leunca, pegagan, meniran, jahe, jambu biji, kunyit, temulawak, kencur, lengkuas, cabe jawa, mengkudu, beluntas, belimbing wuluh, sambung nyawa, dan lain- lain.
- ItemBIOEKOLOGI DAN STRATEGI PENGENDALIAN НАМА Heortia vitessoides Moore (LEPIDOPTERA: CRAMBIDAE) PADA TANAMAN МАНКОTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) : Warta balittro Vol. 38 No. 75 Tahun 2021(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2021-06-01) Rohimatun; Aisyah, Mahindra Dewi NurMahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) merupakan salah satu tanaman herbal yang berasal dari Indonesia. Tanaman ini memiliki beragam manfaat, antara lain sebagai antiploriferasi, antioksidan, antiinflamasi, serta untuk pengawetan kayu terhadap serangan rayap kayu kering. Permintaan buah ataupun simplisia mahkota dewa mendorong adanya perbaikan budidaya. Heortia vitessoides Moore (Lepidoptera: Crambidae) merupakan salah satu hama yang dilaporkan menyerang mahkota dewa. Serangan H. vitessoides menyebabkan defoliasi (penggundulan pohon) berulang yang berisiko menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan kematian.
- ItemBIOLOGI DAN PEMBIAKAN MASAL FALL ARMY WORM Spodoptera frugiperda J. E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) DI LABORATORIUM : Warta balittro Vol. 37 No. 73 tahun 2020(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2020-06-01) Perkasa, Galih; Rizal, Molide; Mardiningsih, Tri Lestari; Tarigan, Nurbetti; Maris, ParamitaFall Army Worm, Spodoptera frugiperda (J. E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) merupakan hama baru yang masuk ke Indonesia. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab hama tersebut dapat masuk ke Indonesia. Hama ini bersifat polifag, mampu memakan jenis-jenis tanaman yang tergolong ke dalam berbagai famili. Perlu adanya penelitian untuk mengetahui biologi dan cara pembiakan massalnya dalam upaya mencari cara pengendalian yang diharapkan mampu mengendalikan dan sekaligus menekan laju penyebarannya. Tersedianya hama S.frugiperda dalam jumlah banyak dan seragam dibutuhkan untuk menunjang Di laporkan oleh Srikanth et al., (2018), bahwa S. frugiperda telah menyerang tanaman perkebunan, yaitu tebu di negara bagian selatan India, Tamil Nadu. Serangan ditemukan pada tanaman tebu yang masih muda dengan intensitas serangan yang cukup rendah (1.85-30.86%). Sebaran ulat ini di Indonesia, terutama di Sumatera dan Jawa pada bulan Juni 2019, pada pertanaman jagung telah dilaporkan oleh Sartiami et al., (2019). Dikhawatirkan ulat baru yang bersifat polifag ini akan menyerang tanaman perkebunan lainnya seperti tanaman rempah dan tanaman obat. Oleh karena itu perlu segera dilakukan penelitian untuk menemukan cara pengendalian yang efektif dalam upaya menekan laju penyebaran S. berbagai penelitian dalam rangka frugiperda di Indonesia. pengendalian hama tersebut. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa pada pakan alami buah jagung muda (baby corn) siklus hidup S. frugiperda berlangsung selama 34-47 hari, terdiri dari stadia telur 2-3 hari, larva 12-20 hari, pupa 8-9 hari, imago 12-15 hari. Dengan pakan alami tersebut serangga S. frugiperda telah berhasil dibiakkan secara massal di laboratorium pada suhu ± 29-30°c dan kelembaban relatif 66-67%.
- ItemBUAH KEPEL (Stelechocarpus burahol) : Warta balittro No. 55 Tahun 2011(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2011-06-01) Wahyono, Tri EkoBuah Kepel (Stelecho- B carpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson) termasuk famili Annonaceae biasa dikenal sebagai kepel (Kepel Apple (Inggris); kecindul, kepel (Jawa); kecindul (Sunda)) merupakan pohon asli Asia Tenggara meskipun akhir-akhir ini mulai ditanam di beberapa tempat di Australia. Pohon kepel merupakan pohon yang tingginya dapat mencapai 21 m dengan diameter batang mencapai 40 cm (Gambar 1). Pohon kepel mempunyai banyak cabang yang keluar batang utamanya yang lurus dan besar. Pohon kepel biasanya mudah dikenal dari letak buahnya yang keluar dari batang pohon (Gambar 2). Bunganya bergerombol keluar dari batang pohon. Bunga yang telah dibuahi menjadi buah yang bergerombol, berwarna hijau pada saat sangat muda, kemudian berubah menjadi coklat tua dan berbentuk bulat dengan diameter yang bervariasi 5-7 cm. Musin panen kepel bervariasi antar daerah.
- ItemCINCAU HIJAU RAMBAT (Cyclea barbata Miers): TANAMAN OBAT POTENSIAL YANG MENJANJIKAN PELUANG USAHA : Warta balittro Vol. 35 No. 70 Tahun 2018(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2018-12-01) Syahid, Sitti FatimahCincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers.) atau green grass jelly merupakan salah satu jenis tanaman obat yang multi khasiat. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini sudah terbukti secara scientific mampu menurunkan tekanan darah tinggi, mengobati sariawan, diare, thipus dan gangguan pada usus. Cincau hijau rambat memiliki efek farmakologis sebagai anti hipertensi, anti bakteri, anti radang, anti oksidan dan anti kanker karena adanya kandungan flavonoid, polifenol dan klorofl dalam daun tanaman. Mengkonsumsi cincau hijau rambat dapat membebaskan sel sel kanker pada stadium dini dalam tubuh. Pembuatan minuman dari daun cincau hijau rambat ini sangat mudah dan dalam waktu yang singkat. Daun yang agak tua dicuci sampai bersih dan ditiriskan, tambahkan air matang yang agak hangat dan daun diremas sebentar lalu didiamkan lebih kurang sepuluh menit agar karbohidrat yang terdapat dalam daun dapat menyerap air sebanyak-banyaknya. Lanjutkan peremasan daun kembali agar cairan kental dalam daun keluar dengan sempurna. Setelah itu dilakukan penyaringan untuk memperoleh gel lalu didiamkan selama lebih kurang satu jam pada kondisi suhu ruang. Mengingat manfaat tanaman disamping sebagai bahan obat juga minuman fungsional, akan memberi peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan.
- ItemDAUN KATUK DAPAT MEMPERLANCAR ALIRAN ASI : Warta Balittro NO. 38 Dan39 Tahun 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) (Ny. Nasah)Tanaman katuk (Sauropus albicus) selama ini dikenal sebagai pohon perdudan tumbuhan pagar. Orang Jawa Timur mengenalnya dengan sebutan babing atau katukan dan warga Madura lebih mengenalnya dengan kerahur atau gerager. Dipasar sayur-mayur, katuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bayam dan kacang panjang. Artinya warga tiga sekawan ini tidak jauh berbeda seikatnya. Dimasak (sayur) pun tidak ada perbedaan cara dan bumbu mengolahnya. Apa yang bisa dimasak bagi bayam, bisa pula menggunakan bahan katuk dan kacang panjang, demikian sebaliknya. Yang membedakan ketiganya adalah fungsi dan khasiat obat di dalam kandungannya. Bayam kita kenal sebagai sayuran penyimpan zat besi yang padat. Sementara kacang panjang menyimpan zat penyembuh diabetes yang handal dari jalur sayur-mayur.
- ItemDELAPAN LANGKAH MENGANTISIPASI BERJANGKITNYA VIRUS DI KOMPUTER : Warta Balittro No.52 Tahun 2006(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2006-01-01) RushendiManusia membutuhkan vaksinasi untuk mencegah terjangkitnya virus, computer pun membutuhkan antisipasi untuk mencegah masalah akibat virus. Meskipun tidak bisa memvaksinasi komputer, kita bisa melakukan aneka upaya pencegahannya antara lain
- ItemDENGAN AKHLAK MULIA KITA RAIH KESELAMATAN DAN KESUKSESAN DUNIA AKHIRAT : Warta balittro No. 55 Tahun 2010(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2010-06-01) Djazuli, MAkhlak secara harfiah dapat diartikan sebagai budi pekerti. Ada beberapa definisi tentang akhlak. Dalam salah satu definisi yang dibuat oleh Hasan ra. disebutkan bahwa Akhlak yang baik adalah menunjukkan wajah yang berseri- seri, memberikan bantuan sebagai tanda kedermawanan, dan menahan diri dari perbuatan yang menyakiti orang lain. Sebagai anggota masyarakat khususnya kaum muslimin, kita diha- ruskan untuk berakhlak baik. Islam sebagai agama dengan jelas dan tegas mengajarkan ummat pengi- kutnya tentang akhlak. Dalam se- buah hadits yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr Al Maruzi, Rasulullah SAW bersabda: "Agama (Islam) adalah kebaikan budipekerti (Akhlak)". Untuk menjadi seorang yang berakhlak baik, Islam menuntun ummatnya untuk mencontoh ke- pada akhlak panutan kita Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Al Qalam ayat 4 Allah berfirman yang artinya: "Sesungguhnya engkau Wahai Muhammad, benar-benar memiliki budi pekerti (akhlak) yang agung".
- ItemDETEKSI VIRUS PADA PERTANAMAN NILAM DI PANDEGLANG, BANTEN : Warta balittro Vol 32, No. 64 Desember 2015(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2015-12-01) Mariana, Maya; Noveriza, RitaTanaman nilam (Pogostemon cablin) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri . Salah satu masalah budi daya nilam ialah penyakit mosaik yang disebabkan oleh virus. Virus yang dominan, yaitu Potyvirus. Deteksi virus telah dilakukan pada tanaman nilam di beberapa lokasi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Hasil deteksi menunjukkan bahwa ada dua jenis virus yang menyerang nilam, yaitu kelompok Potyvirus dan Broad bean wilt virus 2 (BBWV2).