Warta Balittro
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Warta Balittro by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 249
Results Per Page
Sort Options
- ItemWARTA BALITTRO NO. 32 DAN 33 TAHUN 1995(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1995-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
- ItemWARTA BALITTRO NO.34 DAN 35 TAHUN 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBATw
- ItemWARTA BALITTRO NO. 36 DAN 37 TAHUN 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN ОВАТ
- ItemBAYAM SEBAGAI TANAMAN OВАТ : Warta Balittro No. 36 dan 37 Tahun 1996(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) W. CamdenAnda tentulah sudah mengenal bayam sebagai tanaman sayuran. Dari kecil kita semua sudah menyantap sayur bening bayam, pecel, atau tumis bayam. Tetapi tak banyak yang tahu, bahwa bayam bukanlah sekadar sayur sebagai unsur pemenuh gizi empat sehat lima sempurna. Beberapa penelitian menunjukkan, bayam ternyata juga berfungsi sebagai obat. Dengan fungsinya yang meluas sementara pembudidayaannya amat sederhana, membuat bayam amat cocok sebagai tanaman rakyat. Tanaman yang satu ini, memang cocok ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Waktu tanamnya pun relatif singkat, sekitar satu bulan, sementara pengelolaannya tidaklah rumit. Ibaratnya hanya bermodal pot dan benih (terutama untuk yang berlahan sempit), seluruh keluarga bisa ikut menikmati hasilnya. Bayam di Indonesia ada bermacam-macam. Di antaranya yang banyak dimanfaatkan adalah Amaranthus craentus, A hypochondricus, A caudatus, dan A spinosis. Bayam-bayam tu kandungan gizinya cukup tinggi dan menjadi sumber protein nabati yang sangat diperlukan tubuh. Menurut Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, dalam setiap 100 (seratus) gram bahan didapatkan vitamin A 6,09 SI (satuan standar internasional), vitamin B1 0,10 mg dan vitamin C 80 mg. Selain itu juga tercatat kalori 86,9 gram, mineral kalsium 267,0 mg, fosfor 66,8 mg, lemak 0,5 gram, zat besi 3,9 mg, karbohidrat 6,5 gram, dan protein 3,5 gram. Tentang bayam sebagai tanaman obat itu sendiri, merupakan hasil penelitian yang dilaku-kan oleh Guzman Ladion dari Sanitarium & Hosfital di Manila bekerjasama dengan Physical Therapy Departement Filipina. Penelitian ini berhasil membuktikan manfaat bayam sebagai tanaman obat.
- ItemDAUN KATUK DAPAT MEMPERLANCAR ALIRAN ASI : Warta Balittro NO. 38 Dan39 Tahun 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) (Ny. Nasah)Tanaman katuk (Sauropus albicus) selama ini dikenal sebagai pohon perdudan tumbuhan pagar. Orang Jawa Timur mengenalnya dengan sebutan babing atau katukan dan warga Madura lebih mengenalnya dengan kerahur atau gerager. Dipasar sayur-mayur, katuk duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bayam dan kacang panjang. Artinya warga tiga sekawan ini tidak jauh berbeda seikatnya. Dimasak (sayur) pun tidak ada perbedaan cara dan bumbu mengolahnya. Apa yang bisa dimasak bagi bayam, bisa pula menggunakan bahan katuk dan kacang panjang, demikian sebaliknya. Yang membedakan ketiganya adalah fungsi dan khasiat obat di dalam kandungannya. Bayam kita kenal sebagai sayuran penyimpan zat besi yang padat. Sementara kacang panjang menyimpan zat penyembuh diabetes yang handal dari jalur sayur-mayur.
- ItemPEMERATAAN PENDAPATAN : Warta Balittro No.38 Dan 39 Tahun 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) H. Ahmad HusnanAjaran Islam, disamping berisikan Apraktek, peribadatan yang bersifat fisik seperti shalat, puasa, haji dan lain-lain, juga berisi ajaran untuk membangun jiwa, membersihkan sikap batin, dari nafsu jahat. juga membentuk pribadi yang luhur dan terarah, jauh dari perbuatan yang merusak, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap masyarakat. Membangun pribadi, dalam arti membangun jiwa supaya bersih dari segala nafsu jahat, sehingga tumbuh kemanusiaan yang tinggi, adalah faktor yang menen tukan dalam menuju suatu masyarakat yang sejahtera. Sebab jika hidup manusia dikuasai oleh nafsu, niscaya akan selalu menimbulkan ketegangan. Baik ketegangan sesama anggota masyarakat, dimana masing-masing hanya mengutamakan ke pentingan diri sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan lainnya.
- ItemWARTA BALITTRO NO. 38 DAN 39 TAHUN 1997(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) ВALAI PENENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OВАТ
- ItemPerkataan Orang bijak : Warta Balittro No.44 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) (Agus Supriatna - Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat)Seorang bijak berkata kalau anda mempunyai satu buah apel dan teman anda mempunyai satu buah jeruk, maka jika di pertukarkan kini anda memiliki satu buah jeruk sedangkan teman anda memiliki satu buah apel. Tapі jika anda memiliki satu buah ilmu pengetahuan dan teman anda memiliki satu buah ilmu pengetahuan juga dan jika dipertukarkan, maka kini anda memiliki duan jenis ilmu p engetahuan dan teman andapun memiliki dua jenis ilmu Pengetahuan. jika di cermati kata-kata di atas, maka betapa kita harus senantiasa berbagi ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita. Dengan mengembangkan ilmu yang kita miliki dan berbagi dengan yang lain, tidak akan berkurang sedikitpun ilmu yang kita miliki bahkan sebaliknya ilmu yang kita miliki jadi bertambah. Semakin sering kita bertukar ilmu pengetahuan, akan semakin banyak pula ilmu yang kita miliki. Banyak cara yang dapat di lakukan dalam rangka bertukar ilmu p engetahuan seperti diskusi, seminar, dialog atau hanya ngobrol ringan tentang sebuah fenomena atau dengan membaca. Ada satu cerita lain tentang seorang yang melamar pekerjaan menjadi penebang kayu pada sebuah perusahaan. Orang tersebut merasas senang ketika tahu bahwa lamarannya diterima dengan gaji yang lumayan besar. Keesokan harinya dia dengan kapaknya yang besar, mulai bekerja menebang pohon d an d ia berhasil menebang pohon se-banyak 20 buah, Kemudian dilaporkan hasil pekerjaannya kepada bos nya. Bosnya tersenyum puas dengan hasil pekerjaannya seraya memuji "Bagus sekali perkerjaan anda ..." Termotivasi oleh pujian bos nya keesokan harinya dengan penuh semangat ia bekerja lagi tapi kali ini hanya berhasil menebang sebanyak 18 pohon. Tidak puas dengan hasil yang diperoleh,besoknya ian menebang lagi, tapi hanya berhasil 16 pohon, begitu seterusnya dari hari ke hari jumlah tebangannya selalu berkurang dari hasil sebelumnya. Sampai pada suatu hari ia melapor lagi pada bosnya dengan perasaan sedih, "Aduh maaf pak, rupanya jumlah tebangan saya selalu berkurang setiap harinya ...". Dengan tenang bosnya bertanya, "Kapan anda terakhir mengasah "kapak ?". Seperti baru tersadar orang itu menjawab, "Wah, saya lupa..... sudah lama rasanya saya tidak pernah mengasah kapak, karena saya terlalu sibuk dengan pekerjaan saya". Kalau kita ibaratkan bahwa kapak itu adalah otak kita yang selalu kita gunakan dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam pekerjaan kita, kalau tidak pernah kita asah kemampuannya, maka janganlah heran apabila produktivitas kerja kita akan menurun baik kualitas maupun kuantitasnya. Kita akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan kualitas pekerjaan kita tanpa didukung oleh ilmu pengetahuan yang sesuai.Dari kedua cerita di atas dapat kita renungkan bahwa kita senantiasa harus selalu memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan, mengasah kemampuan kita dengan cara belajar dan meng "up-grade" kemampuan kita dengan hal-hal yang baru serta senantiasa selalu mengikuti perkembangan. Kita harus sadar bahwa tugas dan tantangan di masa datang semakin berat, membutuhkan energi dan kemampuan yang lebih besar dari pada masa-masa sebelumnya. Hanya dengan proses belajar segala bentuk tantangan dalam pekerjaan akan dapat diatasi. Kita tahu bahwa berkembang nya suatu ilmu pengetahuan dan teknologi dimulai dengan sebuah proses belajar, kemudian di implementasikan dalam sebuah pekerjaan sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh semua orang.
- ItemUPAYA-UPAYA YANG PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN OWA TRO : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Agus RuhnayatUpaya-upaya yang perlu dipersiapkan agar OWA TRO dapat berjalan sesuai dengan harapan antara lain adalah: a. Perbaikan dan pengembanganKebun Wisata Ilmiah dan petak pamer yang ada dimasing-masing Instalasi Penelitian termasuk sarana dan prasarananya. b. Penyediaan pemandu wisata TRO yang profesional. Hal inidapat dilakukan antara lainmelalui pengiriman karyawanyang berminat menjadi pemandu pada pelatihan yang diadakan oleh instansi/asosiasiyang berkompeten sepertiKantor Menteri Negara Kebudayaan dan Parawisata,Asosiasi Parawisata Indonesia(ASITA), Asosiasi Wisata AgroIndonesia (AWAI), KomisiWisata Agro (KWA) Depertemen Pertanian dan sebagainya.Sedangkan untuk para penelitiyang sudah berpengalamandibidang komoditasnya, untukmenjadi pe-mandu wisata agroTRO tidak akan mengalamikesulitan yang berarti asalkansecara rutin mengikuti perkembangan komoditas yangdigelutinya. c. Melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain yang akan dijadikan objek kunjungan seperti dengan petani, pemilik unit pengolahan, pengusaha/pelaku agribisnis dan sebagainya. d. Melakukan promosi secara intensif. Sistem promosi yang dapat diterapkan antara lain adalah: 1) sistem Gethok Tular atau promosi dari mulu ke mulut, 2) menyebarkan leaflet dan sebagainya ke sekolah, perguruan tinggi, Pemda, perusahaan, LSM dan lain-lain tentang keberadaan OWA TRO, 3) promosi good service image kepada tamu secara maksimal, memberikan kesan yang hangat dengan harapan tamu akan kembali lagi lain waktu, 3) memanfaatkan event/kegiatan/kunjungan tamu-tamu penting negara, sebagai promosi langsung secara efektif dan efisien, 4) kerjasama dengan biro perjalanan wisata/ asosiasi wisata, 5) mengikuti pameran parawisata tingkat regional dan nasional kalau mungkin tingkat internasional, 6) melayani Study Tour pada masa liburan sekolah 7) memberi souvenir produk TRO sebagai 7) memberi souvenir produk TRO sebagangan yang membawa wisatawan lebih dari 100 orang, 8) mengadakan pers-tour bagi mass media cetak maupun elektronik untuk menikmati dan meliput aktivitas wisata secara periodik.
- ItemRUMAH КАСА KITA NASIBMU KINI : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2002-01-01) Dadang Rukmananstalasi Penelitian Rumah 1 Kaca merupakan salah satu sarana penunjang untuk kegiattan penelitian dan keberadaanya sangat diperlukan dalam suatu Balai Penelitian. Oleh karena itu Rumah Kaca perlu mendapat perhatian yang serius, baik mengenai kondisi fisik bangunan maupun pemanfaatannya. Fungsi rumah kaca di Balittro diantaranya selain untuk mengoleksi berbagai jenis tanaman rempah dan obat, juga untuk melayani kegiatan penelitian mulai dari persemaian, pembibitan/ perbanyakan bibit sampai skrining hama dan penyakit dan lain-lain. Hasil perbanyakan kultur jaringan, hasil persilangan (hibridisasi) baik secara konvensional melalui per- silangan seksual maupun melalui fusi protoplas, sebelum ditanam di lapangan terlebih dahulu perlu diaklimitasi di rumah kaca untuk penyesuaian kondisi lingkungan.
- ItemBiarkan sang angsa bertelur : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Dr. Molide Rizal- Kepala BalittroPara pembaca Warta yang budiman, tidak dinyana dan tidak diduga pada saat detik-detik terakhir Warta akan dicetak Bapak Kepala Balai kita mengirimkan tulisan untuk dimuat di Warta. Oleh Redaksi tulisan tersebut dimasukan ke Rubrik Renungan karena isinya sarat dengan ajakan dan himbauan yang perlu kita renungkan bersama. Beliau mengibaratkan Balittro sebagai seekor angsa yang sedang bersiap untuk meletakkan telur emasnya, kita sebagai pemiliknya tentu saja harus menjaga dan memberi dukungan moril sebaik-baiknya agar jangan sampai angsanya tidak jadi bertelur. Untuk selengkapnya mari kita simak saja penuturan beliau....
- ItemMEMBANGUN KERJASAMA DENGAN MITRA DALAM KOMERSIALISASI TEKNOLOGI : Warta Balittro No. 45 Tahun 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Taryonoadigma pembangunan pertanian saat ini adalah pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing dan berkelanjutan, berkerakyatan dan terdesentralisasi. Untuk menuju ke arah agribisnis yang berdayasaing tidak cukup apabila kita hanya mengandalkan sumberdaya saja atau modal saja, tetapi harus didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini terlihat dari realita saat ini di mana kita mempunyai sumberdaya yang melimpah seperti lahan, air dan plasma nutfah, tetapi pertanian kita tidak mampu memenuhi kebutuhan kita sendiri seperti beras, jagung, kedelai, kacang tanah, gula, dan lain-lain, termasuk benihnya masih harus diimpor. Ketidakmampuan kita dalam memenuhi kebutuhan sendiri akan produk-produk pertanian disebabkan antara lain oleh rendahnya produktivitas dan efisiensi. Hal ini terjadi antara lain karena IPTEK yang kita hasilkan belum terdifusi dan terdiseminasi secara baik kepada petani. Oleh karena itu Badan Litbang Pertanian, sejak lima tahun terakhir mengembangkan paradigma baru yaitu Komunikasi, Promosi, Diseminasi dan Komersialisasi. Dalam rangka komersialisasi tersebut dibentuklah Kantor Pengelola Kekayaan Intelektual dan Alih Teknologi (KP-KIAT) sebagai jembatan penghubung antara Badan Litbang Pertanian dengan dunia usaha terutama dalafn perlindungan HKI dan pelayanan alih teknologi secara komersial. Namun demikian dukungan infrastruktur kelembagaan untuk alih teknologi tersebut belum kuat, di samping alih teknologi non lisensi belum terakomodasi. Oleh karena itu timbul gagasan untuk membentuk Unit Komersialisasi Teknologi guna mempercepat proses alih teknologi dan komersialisasi, sehingga teknologi baru yandihasilkan Badan Litbang Pertanian cepat diadopsi oleh dunia usaha. Hal ini sesuai dengan Pasal 9 ayat (2) UU No. 18, 2002 bahwa sebagai unsur kelembagaan yang mengaplikasikan IPTEK ke dalam produk barang dan jasa yang memiliki nilai ekonomis, badan usaha litbang memiliki tanggung jawab untuk mendayagunakan investasi pembentukan kemampuan IPTEK agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan negara, antara lain melalui proses alih teknologi kepada dunia usaha. Proses alih teknologi kepada dunia usaha tidaklah mudah, karena tuntutan dunia usaha akan berbagai hal yang meliputi eksklusifitas, keunggulan teknologi, dan nilai ekonominya. Oleh karena itu perlu dilakukan kerjasama kemitraan sejak pengujian pada skala pilot hingga pengujian pada skala industri untuk membuktikan keunggulan teknologi tersebut, mengetahui nilai jualnya dan risiko yang harus ditanggungnya, sehingga dunia usaha yakni bahwa teknologi tersebut layak untuk dikembangkan.
- ItemTEKNIK PESEMAIAN BENIH YLANG-YLANG : Warta Balittro No. 32 dan 33 Tahun 1995(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Wawan Lukman dan Epon Suhertinirhasilan suatu tanaman sangat tergantung kepada kualitas bibit yang ditanam. Oleh karena itu penyediaan bibit yang baik perlu mendapat perhatian. Saat ini tanaman ylang-ylang diperbanyak secara generatif. Teknik perbanyakan secara vege- tatif masih sulit dilakukan. Karena ylang-ylang mengalami masa dormansi cukup lama (60 hari) maka untuk mempercepat tumbuhnya, biji ylang-ylang digosok dengan abu gosok agar terdapat goresan-goresan pada permukaan biji, sehingga persentase tumbuhnya bisa mencapai 80-90%. Adapun persyaratan tumbuh benih yang baik meliputi : a) benih yang cukup matang, b) media perbenihan yang sesuai dan c) cara penyemaian benih yang baik. Media tanaman menggunakan pupuk kandang, tanah dan pasir, dengan perbandingan 1: 1: 2. setelah bibit berumur 30 hari dengan memiliki daun 4 - 6 helai dengan panjang akar 5 - 10 cm, bibit dipindahkan ke kantong plastik (polybag) dengan media tanah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Berhubung ylang-ylang ter- masuk tanaman yang perlu peme- liharaan yang intensif, maka selama pembibitan harus dipelihara dengan baik, seperti penyi- raman, pemberantasan hama/ penyakit serta penyiangan ter- hadap gulma yang tumbuh. Setelah bibit berumur 6 - 12 bulan dan sudah kelihatan tumbuh baik baru bibit dipindahkan ke pertanaman.
- ItemSERANGAN HAMA Udaspes folus Cr. PADA TANAMAN JAHE : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2002-01-01) Abdul Rojakaspes folus Cr. adalah hama pemakan daun pada tanaman jahe, stadia yang aktif menyerang tanaman adalah larva. Larva hidup dalam gulungan daun yang direkatkan oleh benang halus, memakan daging daun yang dimulai dari ujung sampai pangkal daun. Semakin tua umur larva volume makannya semakan banyak. Serangan menyebabkan daun tanaman menjadi rusak dan bila terjadi serangan berat tanaman dapat menjadi gundul. U. folus menyerang tanaman muda yang berumur ± 2 bulan, larva sangat menyukai daun muda yang masih hijau. Pada musim tanam jahe tahun ini di ІР. Sukamulya serangannya mencapai ± 16%. Penanggulangan hama ini dapat dilakukan dengan cara dan membunuh larva yangditemukan pada daun. Jahe (Zingiber officinale)adalah jenis tanaman yang termasuk ke dalam famili Zingiberaceae (temu-temuan) yangpaling banyak penganekaragamanproduiknya dibandingkan dengantanaman temu-temuan lainnya.Rimpangnya mengandung minyakatsiri yang banyak digunakandalam industri farmasi, parfum,penyedap makanan serta minuman, jahe segarnya dapat dibuatasinan, kristal, instan, anggur,sirup dan permen jahe. Jugamerupakan komoditas ekspor nonmigas ke berbagai manca negaraseperti: Singapura, Jepang,negara-negara Arab, Amerika danBenua Eropa. Sebagai tanamanyang berekonomi tinggi. Jahememberikan peran yang cukup erarti dalam penyerapan tenaga kerja dan pene-rimaan devisa negara dari sektor non migas.
- ItemInspirasi Positif : Senjata Ampuh Meraih Sukses : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(2002-01-01) Agus RuhnayatInspirasi atau ilham sangat diperlukan bagi siapapun. Dengan kehadiran inspirasi, maka hal-hal yang telah lazim atau baku dilakukan oleh sesuatu instansi, dapat dilakukan lebih baik. Inspirasi atau ilham kadangkadang datang begitu saja tanpа disengaja. Contohnya seorang pencipta lagu setelah melihat segerombolan semut dia terinspirasi menciptakan lagu anak-anak 'Semut-semut Nakal" yang pada pertengahan tahun 90-an cukup dikenal dan laku dipasaran. Begitu juga penulis saat ini sedang menyusun CD-rom dan Video CD Pesona Tanaman Rempah dan Obat" yang terinspirasi begitu melihat betapa indahnya keragaan beberapa tanaman rempah dan obat apabila dilihat dari dekat (close up). Oleh karena itu sering-seringlah mengamati lingkungan sekitar kita, misalnya di kantor, di kebun, di rumah, selagi jalan-jalan atau turni keluar kantor, coba pelajari dan pikirkan apa yang dapat kita perbuat dari pengamatan kita itu. Kalau kita mendapat inspirasi namun inspirasi itu tidak bisa direalisasikan maka berkerjasamalah dengan orang lain yang ahli di bidangnya. Misalnya apabila kita terinspirasi ingin membuat karikatur tetapi kita tidak bisa menggambar maka bekerjasamalah dengan orang yang pandai menggambar.
- Item"МАНКОTA DEWA" SI RAJA ОВАТ : Warta Balittro No. 45 Tahun 2002(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2002-01-01) Taryono dan A. Ruhnayat"Mahkota Dewa" adalah tanaman asli Indonesia dengan nama latin Phaleria papuana atau Phaleria macrocarpa. Sebagaimana tercermin pada salah satu namanya, habitat asli tanaman ini diperkirakan adalah tanah Papua.Namun, dikenalnya sebagai tanaman obat justru bermula darin lingkungan kraton Jawa yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Di berbagai daerah ada yang menyebut tanaman ini sebagai Mahkota Raja, Mahkota Ratu, Pusaka Dewa, Derajat, Makuto Dewo dan lainsebagainya. Tanaman ini dilaporkan berkhasiauntuk mengobati berbagai macam penyakit antara lain: kanker,. Liver, ginjal, diabetes, asam usar, rematik, darah tinggi, jantung, lemah syahwat, ketergantungan obat (narkoba), sirosis hati, sakit paru-paru, disentri, alergi, flu, serta berbagai penyakit kulit seperti eksim, gatal-gatal di kepala, jerawat, digigit serangga dan lain-lain. Mungkin karena khasiatnya sebagai obat dengan spektrum yang amat luas itu sehingga orang Banten menyebutnya sebagai raja obat, dan orang Cina menyebutnya pau yang berarti obat pusaka.
- ItemPelatihan Pengelolaan Wisata Agro Tingkat Nasional : Warta Balittro No. 45 Tahun 2002(2002-01-01) Agus RuhnayatDengan naik bis malam jurusan Bogor -Malang saya pergi mengikuti pelatihan ini. Rasa penat dibadan akibat perjalanan yang cukup melelahkan hilang begitu saja sesampainya di hotel Kusuma Agro Wisata. Hotel yang disediakan oleh Panitia ini cukup representatif dengan fasilitas yang cukup lengkap dan letaknya di daerah perbukitan berudara sejuk. Di depan hotel nun jauh di sana engan berselimut kabut berdiri tegak Gunung Arjuna yang gagah dan panorama kota Batu yang indah. Melihat keindahan panorama alam tersebut membuat "gatal" tangan saya untuk segera mengabadikannya melalui tustel dan handycam. Karena masih ada waktu seharian maka waktu luang tersebut saya gunakan untuk jalan-jalan ke Kota Batu dan Malang. Setelah istirahat semalam, keesokan harinya pelatihan dimulai diawali dengan upacara Pembukaan oleh Bapak Sekjen Deptan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan perkenalan antara pelatih dan peserta serta antar sesama peserta.
- ItemMETODE PEMBIBITAN MENGKUDU PADA BERBAGAI MEDIA ( WARTA BALITRO NO 44 2002 )(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) Sadjim LendriTanaman mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan tanaman asli Indonesia, kemudian menyebar ke Asia Tenggara, India, Afrika, Amerika dan Australia. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman untuk bahan baku obat tradisional. Beberapa peneliti baik luar maupun dalam negeri telah banyak yang melakukan penelitian terhadap khasiat mengkudu (Hamid, 2001). Menurut Solomon, dalam Hoesen (2001) buah mengkudu berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kanker, kolesterol tinggi, jantung, gangguan pencernaan, diabetes mellitus dan meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan menurut Maat (2001) sari buah mengkudu mempunyai aktivitas anti tumor terhadap model karsinomatosis peritonial Lewis Lung (LLC), dimana pemberian juice mengkudu dapat memperpanjang usia dari mencip inbred singenik yang menderita karsinoma Lewis Lung. Sebagian masyarakat Indonesia telah mengenal tanaman mengkudu, karena sejak zaman nenek moyang sampai sekarang tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk obat tradisional (Jauhari dan Tirtoboma, 2001). Saat ini popularitas tanaman tersebut mencuat kepermukaan dikalangan elit dan para ilmuwan di berbagai belahan dunia karena secara empiris tanaman mengkudu diakui keampuhannya didalam menyembuh kan berbagai penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua bagian tanaman mengkudu me-ngandung berbagai unsur dan senyawa yang sangat berguna bagi kesehatan manusi dan dapat menyembuhkan berbagai penyakit (Jauhari dan Tirtoboma, 2001). Kepopuleran mengkudu tidak dibarengi oleh tehnik budidaya sehingga masyarakat Indonesia hingga saat ini belum memanfaatkan tanaman secara optimal karena belum mengetahui tanaman tersebut baik dari segi manfaat maupun budidaya (Kurniawan, 2001). Di Indonesia tanaman ini tumbuh liar di kampung-kampung dan dipinggir-pinggiran sungai dan halaman rumah tumbuh satu-dua pohon, itupun orang tidak sengaja menanam dalam artian tumbuh sendiri. Dalam hal pembibitan mereka belum mengenal dan mengetahui bagaimana bibit yang baik. Tulisan ini menyajikan metode pembibitan dengan beberapa media tumbuh untuk mengetahui dan memperoleh bibit yang baik.
- ItemPelatihan Kewirausahaan Dalam Pengembangan Inovasi Teknologi Pertanian : Warta Balittro No.45 Tahun 2002(BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT, 2002-01-01) TaryonoPelatihan dilaksanakan pada tanggal 14 -21 Oktober 2002 di Ciawi Bogor oleh Badan Litbang Pertanian. Tujuan pelatihan adalah memberikan bekal teori dan praktek tentang strategi dan upaya mengkomersialkan teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Pelatihan ini diikuti hampir semua Balit dan BPTP.
- ItemWARTA BALITTRO NO.45 TAHUN 2002(Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2002-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OВАТ