Warta Balittro

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 251
  • Item
    BIOAKTIVITAS Crotalaria striata DAN Cinnamomum cullilawan TERHADAP SEL KANKER SERVIKS HeLa
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-01-01) Lis Nurrani, Supratman Tabba dan Arif Irawan
    Kanker serviks merupakan jenis kanker mematikan yang secara spesifik menyerang kaum wanita. Berbagai cara pencegahan dilakukan terhadap penyakit ini melalui deteksi dini dengan menggunakan alat-alat kedokteran yang canggih, hingga penggunaan bahan-bahan alami yang berasal dari berbagai macam tumbuhan dengan cara-cara tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivitas kulit kayu lawang (Cinnamomun cullilawan Bl), dan daun kuhung-kuhung (Crotalaria striata Dc) terhadap sel kanker serviks HeLa (ATCC CCI 2). Serbuk sampel dimaserasi dengan pelarut polar etanol kualitas teknis 70% dengan perbandingan 1:5 selama 24 jam. Konsentrasi ekstrak yang dimasukkan ke dalam cawan petri yang mengandung sel kanker adalah 25, 50, 100, 200 dan 500 µg ml¹ Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Crotalaria striata memiliki aktivitas antikanker serviks lebih baik dibandingkan ekstrak kulit Cinnamomun cullilawar Ekstrak daun Crotalaria striata mampu membunuh sel kanker Hela pada konsentrasi 635,289 µg ml, sedangkan ekstrak kulit kayu Cinnamomun cullilawan baru mampu membunuh sel kanker HeLa dengan nilai ICso sebesar 1.435,79 µg ml¹ (>1.000 µg ml¹). Kedua ekstrak tersebut tidak mengandung senyawa alfatokoferol dan quercetin.
  • Item
    EFEKTIVITAS EKSTRAK TEH HIJAU, KULIT MANGGIS DAN BIJI PINANG PADA PENANGANAN KERACUNAN PARAQUAT PADA KAMBING: Volume 27, Nomor 2, Desember 2016
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2016-12-01) Rini Damayanti dan Prima Mei Widiyanti
    Kematian ternak banyak terjadi karena intoksikasi rumput terkontaminasi herbisida paraquat. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun teh hijau, kulit manggis dan biji pinang untuk penanggulangan intoksikasi paraquat pada kambing. Sepuluh ekor kambing (Capra aegagrus) digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini, dengan 5 perlakuan yang diujikan yaitu P0=kontrol, P1=pemberian rumput dengan paraquat 15 mgkg berat badan, P2=rumput dengan paraquat (15 mg kg berat badan) dan ekstrak teh hijau (10 dan 40%), P3=rumput dengan paraquat 15 mg kg berat badan) dan ekstrak kulit manggis (10%), P4=rumput dengan paraquat (15 mg kg¹ berat badan) dan ekstrak biji pinang (10%). Pengamatan dilakukan terhadap gejala klinis dan patologi anatomi. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P0 pada kambing bertahan hingga akhir penelitian, P1 mati setelah 3 hari dan 27 hari pasca perlakuan, sedangkan P2, P3, dan P4 bertahan hidup setelah pengobatan. Nekropsi dilakukan pada kambing yang mati maupun yang hidup untuk pengamatan patologi anatomi. Pada grup PO tidak ditemukan kelainan pada semua organ visceral. Pada grup P1 terjadi hiperemia paru dan otak, hidroperikardium jantung, dan erosi mukosa pada saluran cerna. Pada grup P2, P3, P4 yang masing-masing diberi ekstrak teh hijau, kulit manggis dan biji pinang menunjukkan perbaikan yang signifikan, ditandai dengan penurunan derajat keparahan lesi.
  • Item
    WARTA BALITTRO NO. 47 TAHUN 2003
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 2003-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT
  • Item
    WARTA BALITTRO NO. 38 DAN 39 TAHUN 1997
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1997-01-01) ВALAI PENENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OВАТ
  • Item
    WARTA BALITTRO NO. 36 DAN 37 TAHUN 1996
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1996-01-01) BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN ОВАТ