Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 271
Results Per Page
Sort Options
- ItemPenentuan Komoditas Peternakan Uggulan Jawa Timur dan Strategi Pengembanganya(BPTP Karangploso, 1992) Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur
- ItemMemilih Daging Sapi yang Baik dan Sehat(Direktorat Jenderal Peternakan, 1996) Direktorat Jenderal PeternakanDaging sapi adalah salah satu bahan makanan yang berasal dari ternak. Sebagai bahan makanan daging sapi pada umumnya sangat digemari, karena mempunyai rasa yang enak, bau yang merangsang selera dan mempunyai nilai gizi yang tinggi. Masyarakat Indonesia mempunyai berbagai tradisi memasak daging dalam berbagai ragam masakan. Untuk itu perlu diinformasikan mengenai bagian-bagian daging untuk dapat menggunakannya/memasaknya dengan tepat.
- ItemPasca Panen Susu(Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, 1997) Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta; Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian JakartaSusu yang bersih dan sehat hanya dihasilkan oleh suatu rangkaian kerja yang benar dan teratur. Oleh karena itu pekerja pemerah susu harus benar-benar sehat dan bersih. Brosur ini memuat tentang petunjuk-petunjuk praktis cara penanganan pasca panen susu dan beberapa contoh hasil pengolahan susu.
- ItemPetunjuk Teknis Pengolahan Hasil Peternakan(Direktorat Bina Usaha Tani dan Pengolahan Hasil, 1998) Direktorat Bina Usaha Tani dan Pengolahan Hasil
- ItemPENGKAJIAN SISTEM USAHA PERTANIAN AYAM BURAS DI JAWA TIMUR(BPTP Karangploso, 1999) GUNAWAN; D. Pamungkas; L. Affandhy
- ItemPERAKITAN TEKNOLOGI PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI SAPI POTONG BAKALAN UNTUK MENDUKUNG AGRIBISNIS DALAM USAHA TANI BERBASIS SPI POTONG DI JAWA TIMUR(BPTP Karangploso, 1999) D.B. Wijono; Komarudin Ma'sum; M.A. Yusron
- ItemPENGKAJIAN TEKNIK PENANGANAN DAGING SEGAR SELAMA PEMASARAN(BPTP Karangploso, 1999) UMIYASIH, U; Aryogi; Mariono
- ItemTeknologi Pasca Panen Susu Kambing(Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta, 2000) Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta; Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian YogyakartaBrosur Teknologi Pasca Panen Susu Kambing disamping menginformasikan teknologi pengolahan susu, juga membahas kambing PE penghasil susu, baik kinerja produksi susu maupun komposisi nilai gizinya.
- ItemUsaha Ternak Itik(BPTP Kalsel, 2000) Rohaeni, Eni Siti; BPTP KalSel
- ItemREORIENTASI PROGRAM DAN KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN MENDUKUNG OTONOMI DAERAH JAWA TIMUR(BPTP Karangploso, 2000) WIRYONO, Podang Bambang
- ItemPeluang Pasar dan Peraturan Impor Komoditi Peternakan di Jepang(Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian/PPHP, 2002) Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian/PPHP; Perpustakaan Sekretariat Jenderal Kementerian PertanianBuku ini memuat sekelumit peluang pasar ekspor, standar mutu dan peraturan impor produk peternakan di negara Jepang serta Tarif Bea Masuk (TBM) yang berlaku di negara tersebut.
- ItemPENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETERNAK MELALUI OPTIMALISASI PEMBIBITAN SAPI POTONG MENGGUNAKAN PAKAN MURAH SWADAYA KELOMPOK TANI(PSE, 2002) HARDIANTO, Ruly; Didik Eko Wahyono; Teguh Purwanto
- ItemPengkajian Sistem Usahatani Terpadu Tanaman Padi Sawah dan Penggemukan Sapi Potong(BPTP Jatim, 2002) UMIASIH, Uum; Aryogi D; B.Wijono
- ItemPengkajian Model Kemitraan Usaha Penggemukan Dobah Ekor Gemuk (DEG) Lahan Kering(BPTP Jatim, 2002) WAHYONO, D.E.; D.B. Wijono; L. Affandi
- ItemPengkajian Teknologi Pemanfaatan Cassapro Sebagai Pakan Sapi Perah Yang Efisien Pada Skala Usaha Peternakan Rakyat(BPTP Jatim, 2002) WIYONO. Aryogi D.B.; Uum Umiasih; A. Rasyid
- ItemStatus Ternak Dalam Usahatani Berbasis Padi Pada Agroekologi Lahan Sawah(BPTP Jatim, 2002) KARTONO, Gatot
- ItemPengkajian Adaptasi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak ( Krupuk Susu, Karamel dan Telur Aneka Rasa) di Pedesaan(BPTP Jatim, 2002) UMIASIH, Uum; Soehardjo; R.B. Soemarsono
- ItemProduktivitas Ayam Lokal Yang Dipelihara Secara Intensif(Balai Penelitian Ternak, 2005) Heti Resnawati; Ida A.K. BintangPengembangan ternak ayam lokal sebagai penghasil daging dan telur perlu segera dilakukan dengan didukung teknologi tepat guna untuk mencapai target produktivitas ternak yang diharapkan. Produktivitas ayam lokal dapat ditingkatkan melalui perbaikan mutu genetik dan sistem pemeliharaan. Persilangan ayam lokal dengan ayam ras dan ayam lokal unggul dapat meningkatkan pertumbuhan dari 11,47 sampai 81,39%. Sistem pemeliharaan ayam lokal secara intensif dapat menghasilkan produksi telur rata-rata 105-115 butir/ekor/tahun yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemeliharaan secara tradisional (30-80 butir/ekor/tahun). Keadaan ini menunjukkan bahwa ayam lokal mempunyai potensi yang baik sebagai lahan agribisnis.
- ItemPengembangan Ayam Lokal Dan Permasalahannya Di Lapangan(Balai Penelitian Ternak, 2005) E. Juarini; Sumanto; D. Zainuddin
- ItemPemanfaatan Dan Analisis Ekonomi Usaha Ternak Kelinci Di Pedesaan(Balai Penelitian Ternak, 2005) Broto Wibowo; Sumanto; E. JuariniPengembangan ternak kelinci sudah dimulai sejak tahun 80an dan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat maupun pejabat pemerintah dalam mengatasi pemenuhan gizi. Namun saat ini jumlah populasinya tampak kurang berkembang dan belum merata, hanya jumlahnya terbatas pada wilayah sentra pariwisata. Kendala utama dalam pengembangannya adalah masih adanya pengaruh psychologis antara manusia dengan ternak kelinci dalam hal memotong dan sekaligus untuk dimakan. Kendala lainnya adalah angka kematian yang cukup tinggi dan masih perlu adanya sosialisasi mengkonsumsi daging dan penyediaan produk daging olahan yang menarik konsumen. Disisi lain ternak kelinci bersifat prolifik dan jarak beranak yang pendek sehingga mampu menghasilkan jumlah anak yang cukup tinggi pada satuan waktu yang singkat (per tahun) sehingga dikenal sebagai penyedia daging yang handal. Manfaat lainnya adalah sebagai penghasil kulit bulu, kotoran (feces) dan sebagai ternak kesayangan. Semua manfaat tersebut dapat menjadi tambahan pendapatan peternak. Usaha peternakan kelinci selain sebagai pemenuhan gizi (subsisten) perlu adanya dukungan untuk mengarah pada usaha komersil-berorientasi pasar. Telah dicoba dilakukan analisis terhadap usaha kelinci intensif yang berskala 20 ekor induk dan 5 ekor pejantan sebagai usaha penghasil daging dan kulit bulu selama satu tahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa keuntungan pada skala usaha tersebut adalah sebesar Rp 9.206.200/tahun atau Rp 767.183/bulan (dalam perhitungan ini dilakukan penilaian terhadap sisa kelinci yang belum berumur potong, karena dalam kas opnam masih tersisa sejumlah ternak muda).