Padi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Padi by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 208
Results Per Page
Sort Options
- ItemMasalah Bertanam Padi(Lembaga Pusat Penelitian Pertanian Bogor, 1979-12-16) Lembaga Pusat Penelitian Pertanian BogorBuku saku ini disusun untuk membantu para petugas pertanian dalam menghadapi masalah-masalah yang umum dalambertanam padi. Buku saku ini bukan bersifat tehnis: istilah-istilah umum secara luas dipergunakan (istilah-istilah ilmiah dapat dijumpai di halaman 48 dan 49). Mengingat bahwa pupuk dan obat-obatan yang tersedia maupun varietas padi yang ditanam berbeda-beda di setiap tempat, maka cara pemberantasan secara khusus tidaklah diterangkan
- ItemPenelitian Pemuliaan Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1982-12-02) Adi Widjono; Mahyuddin SyamBuku ini berisikan penelitian pemuliaan padi yang telah dan sedang dijalankan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan untuk dijadikan bahan informasi
- ItemHasil Penelitian Jagung di Tingkat Petani Studi Kasus di Tanah Vulkanik Muda Kabupaten Malang(Hasil Penelitian Jagung di Tingkat Petani Studi Kasus di Tanah Vulkanik Muda Kabupaten Malang, 1988) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman PanganPenelitian jagung di tingkat petani di wilayah Malang, Jawa Timur. Tulisan ini melukiskan hasil-hasil utama dari program penelitian di tingkat petani dengan suatu gambaran sistem usahatani bagi palawija di wilayah Malang, Propinsi Jawa Timur, Indonesia, yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Pangan Malang dalam periode 1986. Kegiatan dilakukan di daerah-daerah yang menjadi sentra produksi jagung di tanah-tanah vulkanik muda. Tujuan utama penelitian adalah: (1) mengidentifikasi kendala-kendala utama terhadap produktivitas tanaman, (2) melakukan penelitian guna memecahkan kendala tersebut di lahan petani, (3) menerjemahkan hasil-hasil penelitian tersebut menjadi rekomendasi praktis bagi petani. Program ini dilaksanakan oleh suatu tim yang terdiri dari pemulia tanaman, peneliti-peneliti hama, penyakit, agronomi dan sosial ekonomi. Tim bekerjasama erat dengan petani dan penyuluh di wilayah studi. Pendekatan yang digunakan adalah seperti yang dikembangkan oleh CIMMYT, setelah disesuaikan dengan kondisi setempat. Aspek-aspek yang menonjol dari pendekatan ini meliputi: eratnya kaitan antara survei dan pengujian di tingkat petani; pendekatan yang berurutan, yang tiap siklus kegiatan penelitian direncanakan dan dihubungkan dengan penemuan-penemuan penelitian sebelumnya; perumusan dan pengujian hipotesis secara eksplisit mengenai permasalahan yang membatasi produktivitas serta penyebab dan interaksinya. Program tersebut dimulai pada bulan Januari 1984 dengan survei eksplorasi (penjajakan). Sejak itu, telah dilakukan 5 siklus pertanaman pengujian di tingkat petani, survei produksi jagung dan survei lain serta kegiatan penelitian. Siklus keenam dari pengujian tersebut sedang berjalan (November 1986 - Februari 1987). Sampai sekarang penelitian telah berhasil mengidentifikasi permasalahan utama dan penyebabnya, bersama-sama dengan interaksi antara masalah-masalah tersebut dalam konteks parameter sistem usahatani, termasuk : Infestasi lalat bibit. - Overplanting (populasi tanaman terlalu banyak) dan kompetisi dini antara tanaman. - Manipulasi populasi tanaman mengakibatkan rendahnya populasi waktu panen. Ketidak seimbangan hara nitrogen/fosfat. - Waktu aplikasi pemupukan tidak efektif. Di samping itu, masalah berikut juga telah diidentifikasi secara tentatif berdasarkan: Rendahnya potensi hasil jagung pada varietas tradisional. - Rendahnya mutu benih jagung yang digunakan. - Ketersediaan kalium dan belerang. Pemecahan yang mungkin dilakukan untuk masalah tersebut telah diidentifikasi dan diuji. Hasilnya adalah, bahwa petani koperator telah sanggup meningkatkan hasil jagungnya dari 1,8 menjadi 4,8 ton pipilan kering setiap ha. Rekomendasi budidaya vii dapat diimplementasikan sepotong-sepotong, atau dalam urutan adopsi maupun sebagai paket. Urutan adopsi secara spontan yang diamati adalah pertama-tama dimulai dengan perlindungan tanaman, populasi tanaman yang lebih sedikit (biasanya terkait dengan varietas), kemudian baru adopsi cara pengelolaan pupuk. Cara berproduksi yang direkomendasikan hanyalah menyangkut penambahan sedikit masukan, serta perubahan sederhana dalam pengelolaan. Adopsi cara ini masih dalam batas-batas kemampuan petani di wilayah studi, karena semua pengelolaan yang telah diperbaiki tersebut mudah dipahami oleh petani yang kondisinya mewakili kondisi petani di wilayah studi
- ItemPerbaikan Teknis Pasca Panen Padi di Tingkat Petani(BPTP Kalteng, 1990) BPTP KaltengIndonesia menurut hasil survei BPS pada MT 1986 1987 sebesar 19,54 % (14,17% pada saat panen dan perontokan) karena masih banyak petani yang belum menerapkan teknis pasca panen padi yang tepat, Sedang di Kalimantan Tengah menurut hasil survei pada MT 1987 diperoleh angka kehilangan/suaut sebesar22.5 %Adanya susut kuantitatif yaitu berkurangnya volume atau bobot berarti berkurangnya penyedian beras dan susut kualitatif berarti penurunan muto Hal ini berkaitan pula dengan berkurangnya pendapatan petani karena berkurangnya jumlah yang dijual dan rendahnya harga yang diterima petani dari hasil penjualan produksinya yang bermutu rendah
- ItemEfisiensi Pemupukan pada Padi dan Palawija(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1990-12-16) Subandi Sudarman; Djamaluddin; Sania Saenong; Andi HasanuddinPeran pemupukan semakin penting dalam usaha intensifikasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan. Permintaan akan pupuk buatan (pupuk anorganik) meningkat dengan cepat dan diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pengembangan intensifikasi tersebut. Pemerintah menyediakan dana yang cukup besar untuk subsidi pupuk. Oleh karena itu, efisiensi pemakaian pupuk buatan perlu ditingkatkan dengan teknologi yang sesuai. Laporan ini menghimpun hasil penelitian tentang pemupukan yang dilakukan oleh enam Balai lingkup Puslitbang Tanaman Pangan. Dengan berbagai teknologi tentang pupuk dan pemupukan yang dihasilkan, efisiensi pemupukan diharapkan dapat ditingkatkan sehingga permintaan akan pupuk dapat ditekan tanpa mengorbankan produksi. Berbagai bentuk, dosis, dan cara penggunaan pupuk yang meliputi upaya optimalisasi pemakaian pupuk disajikan dalam laporan ini. Penggunaan pupuk yang optimal sangat tergantung pada komoditas dan varietasnya serta keadaan hara dan fisik tanah setempat. Dengan menyajikan percobaan dan penelitian yang dilakukan di berbagai agro-ekosistem laporan ini diharapkan cukup bermanfaat dalam upaya meningkatkan efisiensi pemupukan, yang tidak hanya penting bagi pengambil kebijaksanaan, tetapi juga penting bagi petani untuk mengurangi biaya produksi yang tidak perlu. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para peneliti yang mengkompilasikan dan menyumbangkan pikiran dan hasil penelitiannya, serta kepada semua pihak yang telah membantu sampai diterbitkannya laporan ini.
- ItemTeknik Bercocok Tanam Padi Gogorancah(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Haeruddin Taslim; Soetjipto Partohardjono; D. Suardi
- ItemPenelitian Pemupukan Padi dengan Teknik Isotop(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Widjang H. Sisworo; Nazir Abdullah
- ItemBercocok Tanam Padi Sawah(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Haeruddin Taslim; Soetjipto Partohardjono; Djunainah
- ItemDormansi Benih Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Sania Saenong; Endang Murniaty; Farid A. Bahar
- ItemPemupukan Padi Sawah(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Haeruddin Taslim; Soetjipto Partohardjono; Subandi
- ItemPeningkatan Produksi Padi Gogo(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Soetjipto Partohardjono; Amris Makmur
- ItemBercocok Tanam Padi Pasang Surut dan Rawa(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) H. Anwarhan
- ItemMetode Uji Mutu Beras dalam Program Pemuliaan Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Allidawati; Bambang Kustianto
- ItemPlasma Nutfah Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) B.H. Siwi; Sutjipto Kartowinoto
- ItemPerbaikan Varietas Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Z. Harahap; T.S. Silitonga
- ItemPemuliaan Padi dengan Mutasi Buatan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Moch. Ismachin
- ItemPadi Hibrida(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Bambang Suprihatno
- ItemPengendalian Gulma pada Tanaman Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) Pirman Bangun; Mahyuddin Syam
- ItemPadi dalam Pola Usahatani(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) A. Syarifuddin Karama
- ItemMekanisasi Pertanian dalam Usahatani Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1993) E. Eko Ananto