Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 180
- ItemDeteksi Virus Tungro pada Gulma Padi Sawah Penggunkan Teknik PCR(Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 2016) Fuziah T. Ladja
- ItemMerah Putih Swasembada Pangan: Menghapus Ego Sektoral(Kementerian Pertanian, 2017) Andi Amran SulaimanSemangat Merah Putih yang merefleksikan prinsip gotong-royong, kerja sama dan keterpaduan merupakan dasar keberhasilan menghapus ego sektoral yang selama ini menjadi faktor penghambat suksesnya kegiatan pembangunan. Menteri Pertanian Bapak Amran Sulaiman, berhasil menularkan semangat kebangsaan dan Merah Putih tersebut sehingga mampu merangkul berbagai pihak baik di pusat maupun daerah serta non-pemerintah untuk turut bersama-sama mengupayakan sukses Indonesia berdaulat pangan
- ItemMenata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan(IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Budi Indra Setiawan; Kasdi Subagyono; Popi Rejekiningrum; Budi Kartiwa; Foyya Yusufu Aquino; Yayan Apriyana; Hanhan Ahmad Sofiyuddin; Ani AndayaniSalah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan adalah peningkatan luas areal tanam atau luas panen yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi, terutama pada lahan sawah. Data menunjukkan, lahan sawah irigasi menyumbang sekitar 86% produksi beras nasional. Selain dari hujan, keteresediaan air bagi tanaman ditentukan oleh kinerja jaringan irigasi dan sumber daya air. Oleh sebab itu, sejak Indonesia merdeka pemerintah berupaya membangun jaringan irigasi. Kemudian, pengembangan jaringan irigasi semakin digalakkan sejak awal Program Bimas pada tahun 1970-an.
- ItemMembangkitkan Empat Juta Hektar Lahan Sawah Tadah Hujan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan(IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Kasdi Subagyono; Irsal Las; Zulkifli Zaini; Erna Suryani; Sri Hery Susilowati; Nani Heryani; Anny Mulyani; Adang HamdaniSelama ini agroekosistem lahan sawah tadah hujan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum berkontribusi nyata terhadap pengadaan produksi pangan. Masalah utama yang dihadapi dalam optimalisasi pemanfaatan lahan sawah tadah hujan adalah pengairan tanaman yang hanya mengandalkan curah hujan sehingga indeks pertanaman rendah, rata-rata 1,05. Berbagai penelitian menunjukkan indeks pertanaman pada lahan sawah tadah hujan dapat ditingkatkan menjadi 2,0 dan bahkan mencapai 3,0 dengan memanfaatkan air hujan dan sumber daya air lainnya yang ditampung pada embung dan bangunan penampung air sebagai sumber pengairan tanaman pada musim kemarau.
- ItemPengelolan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Tadah Hujan(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2008) Achmad Suryana