Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 125
  • Item
    Acuan Rekomendasi Penumpukan Spesifik Lokasi Untuk Padi Sawah di Jawa Timur 1999
    (BPTP Karangploso, 1999) SUWONO; Hasil Sembiring
  • Item
    Padi toleran rendaman
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2009-12-06) Aris Hairmansis; Diah Wurjandari; Mahyuddin Syam
    Perubahan iklim telah menjadi kenyataan yang tak dapat dihindari. Kondisi yang lebih panas dan kering sudah dapat dirasakan dewasa ini sebagaimana halnya juga dengan kondisi yang lebih basah sehingga menimbulkan banjir. Tanpa adanya upaya khusus, kondisi ini akan sangat berpengaruh terhadap produksi padi yang senantiasa dituntut untuk terus meningkat, sejalan dengan peningkatan konsumsi akibat pertambahan penduduk. Puslitbang Tanaman Pangan bekerjasama dengan IRRI (International Rice Research Institute) dengan dukungan Pemerintah Jepang telah melakukan serangkaian penelitian dan pengujian berbagai varietas yang toleran terhadap rendaman akibat banjir. Pengujian di berbagai lokasi banjir di Indonesia telah menghasilkan tiga galur atau calon varietas yang toleran terhadap rendaman. Satu di antaranya telah dilepas dengan nama Inpara 3 sedangkan dua galur lainnya sedang dalam proses pengusulan untuk dilepas secara resmi sehingga dapat digunakan petani secara luas. Saya berharap buklet ini dapat dipakai sebagai rujukan bagi aparat Dinas Pertanian di daerah, pengkaji, dan penyuluh sehingga kerugian yang diderita petani akibat genangan banjir di lahan sawahnya dapat ditekan. Sementara benih Inpara 3 dapat diperoleh melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, benih Swarna-Sub1 (diusulkan untuk dilepas dengan nama Inpara 4) dan IR64-Sub1 (diusulkan dilepas sebagai Inpara 5) juga diharapkan bisa diperoleh petani dari Balai Besar itu setelah galur tersebut dilepas secara resmi. Saya sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada penyusun dan semoga publikasi ini bermanfaat bagi pengguna.
  • Item
    SIPADI 3.0
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2008-12-16) Abdul Karim Makarim
    Lingkungan pertanian di Indonesia sangat beragam, baik biofisik maupun sosial-ekonomi dan budaya. Hal ini menjadi penyebab beragamnya produktivitas padi antarwilayah dan bahkan antarlokasi. Untuk meningkatkan dan optimalisasi produktivitas padi dalam kondisi demikian diperlukan teknik budi daya spesifik lokasi. Penelitian pada berbagai lokasi di Indonesia menunjukkan bahwa penerapan teknologi budi daya spesifik lokasi mampu meningkatkan hasil padi 10-30% dibandingkan dengan cara konvensional. Puslitbang Tanaman Pangan telah merancang Sistem Pakar Budi Daya Padi (SIPADI) Versi 3.0 yang dioperasikan dengan komputer. Dengan sistem pakar ini dapat ditentukan teknik budi daya padi spesifik lokasi, mencakup penggunaan varietas yang cocok, macam dan takaran pupuk yang efisien, pengelolaan benih, jarak tanam, umur bibit, dan sebagainya. Perkiraan hasil dan keuntungan yang akan diperoleh dari penerapan teknologi budi daya padi spesifik lokasi juga dapat dilihat melalui SIPADI 3.0 setelah memasukkan data yang diperlukan.SIPADI 3.0 mudah dioperasikan karena menggunakan program Excel. Program SIPADI 3.0 ini diharapkan bermanfaat bagi penyuluh pertanian dan pendamping teknologi dalam mengidentifikasi teknik budi daya spesifik lokasi dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian di daerah setempat, guna meningkatkan produksi padi dan pendapatan petani.
  • Item
    Efisiensi Pemupukan pada Padi dan Palawija
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1990-12-16) Subandi Sudarman; Djamaluddin; Sania Saenong; Andi Hasanuddin
    Peran pemupukan semakin penting dalam usaha intensifikasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan. Permintaan akan pupuk buatan (pupuk anorganik) meningkat dengan cepat dan diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan pengembangan intensifikasi tersebut. Pemerintah menyediakan dana yang cukup besar untuk subsidi pupuk. Oleh karena itu, efisiensi pemakaian pupuk buatan perlu ditingkatkan dengan teknologi yang sesuai. Laporan ini menghimpun hasil penelitian tentang pemupukan yang dilakukan oleh enam Balai lingkup Puslitbang Tanaman Pangan. Dengan berbagai teknologi tentang pupuk dan pemupukan yang dihasilkan, efisiensi pemupukan diharapkan dapat ditingkatkan sehingga permintaan akan pupuk dapat ditekan tanpa mengorbankan produksi. Berbagai bentuk, dosis, dan cara penggunaan pupuk yang meliputi upaya optimalisasi pemakaian pupuk disajikan dalam laporan ini. Penggunaan pupuk yang optimal sangat tergantung pada komoditas dan varietasnya serta keadaan hara dan fisik tanah setempat. Dengan menyajikan percobaan dan penelitian yang dilakukan di berbagai agro-ekosistem laporan ini diharapkan cukup bermanfaat dalam upaya meningkatkan efisiensi pemupukan, yang tidak hanya penting bagi pengambil kebijaksanaan, tetapi juga penting bagi petani untuk mengurangi biaya produksi yang tidak perlu. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para peneliti yang mengkompilasikan dan menyumbangkan pikiran dan hasil penelitiannya, serta kepada semua pihak yang telah membantu sampai diterbitkannya laporan ini.
  • Item
    Mina-Padi
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1994-12-16) Sadeli Suriapermana; lis Syamsiah; Putu Wardana; Zainal Arifin; Achmad M. Fagi
    Petunjuk praktis budi daya ikan di sawah telah banyak beredar, tetapi informasinya kurang lengkap dan rinci, khususnya tentang sistem usahatani minapadi dan parlabek. Balai Penelitian Tanaman Pangan (Balittan) Sukamandi mulai merintis penelitian sistem usahatani padi-ikan dan parlabek sejak tahun 1984. Dari hasil penelitian itu dan berdasarkan pemantauan di lapang, disusun petunjuk praktis ini, untuk melengkapi informasi yang telah ada guna menunjang program intensifikasi minapadi (inmindi). Publikasi ini merupakan penyempurnaan dari "Petunjuk Praktis Sistem Usahatani Padi-ikan dan Parlabek di lahan sawah" yang diterbitkan tahun 1993 oleh Balittan Sukamandi. Diharapkan publikasi ini bermanfaat bagi para penyuluh pertanian dalam membina dan membimbing petani, dan semua pihak yang memerlukannya.