Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 208
  • Item
    Perbaikan Varietas Padi Gogo
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) E. Lubis; Z. Harahap,; M. Diredja; B. Kustianto
    Kendala utama peningkatan produksi padi gogo (Oryza sativa L.) antara lain penyakit blas, kondisi lahan yang umumnya ber-pH rendah dan keracunan Al, serta kekeringan. Pemuliaan padi gogo diarahkan untuk menghasilkan varietas unggul yang tahan atau toleran terhadap kendala-kendala tersebut. Dalam lima tahun terakhir terdapat enam varietas padi gogo yang dilepas, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Hanjuang, Jambu, dan Hawara Bunar diidentifikasi sebagai varietas lokal padi gogo yang toleran terhadap keracunan Al. Sementara itu, Balittan Bogor telah menghasilkan 13 galur harapan padi gogo, lima di antaranya berdaya hasil tinggi, tiga toleran keracunan Al, dua galur toleran kekeringan dan berumur genjah (90 hari), dan tiga galur lainnya toleran terhadap naungan. Semua galur umumnya tahan terhadap penyakit blas.
  • Item
    Perbaikan Varietas Padi untuk Menunjang Usahatani di Lahan Pasang Surut dan Lebak
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) Suwarno; T. Suhartini
    Kendala utama dalam peningkatan produksi padi di lahan pasang surut antara lain kemasaman tanah, keracunan, defisiensi hara, lapisan pirit, gambut, dan salinitas. Sedangkan kendala pada lahan lebak adalah tata air. Berdasarkan kedalaman pirit, ketebalan gambut, dan salinitasnya, lahan pasang surut dibagi menjadi empat tipologi yaitu lahan potensial, sulfat masam, gambut, dan salin. Perbaikan varietas diarahkan untuk mendapatkan varietas unggul yang dapat beradaptasi baik pada masing-masing tipologi. Berdasarkan hasil diidentifikasi, beberapa varietas padi sawah irigasi ternyata dapat beradaptasi baik pada lahan potensial. Di samping itu, telah berhasil dilepas dua varietas unggul yang berdaya hasil tinggi, yaitu varietas Lematang dan Sei Lilin. Untuk lahan sulfat masam dan gambut, telah berhasil diidentifikasi beberapa varietas lokalyang dapat beradaptasi baik. Demikian pula halnya dengan lahan lebak, telah diidentifikasi empat varietas unggul yang dapat dianjurkan pengembangannya. Selain itu, terdapat delapan galur yang memberi harapan untuk dikembangkan.
  • Item
    Pemuliaan Padi Aromatik dan Ketan
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) Adijono Pa; Bambang K; Suwarno; Allidawati
    Beras aromatik dan beras ketan, dalam batas tertentu, dapat memberikan nilai tambah bagi petani karena mempunyai nilai jual yang lebih tinggi daripada beras biasa. Perbaikan varietas padi aromatik yang dilakukan oleh Balittan Bogor dalam kurun waktu 10 tahun terakhir telah menghasilkan varietas unggul yaitu Bengawan Solo. Varietas ini berumur genjah, daya hasil tinggi, dan aroma kuat, namun peka terhadap hama wereng coklat. Dari usaha perbaikan varietas telah dihasilkan 28 galur harapan padi aromatik yang tahan wereng coklat. Dari upaya perbaikan padi ketan telah dihasilkan pula delapan galur ketan putih dan tiga galur ketan hitam dengan umur genjah, daya hasil tinggi dan tahan terhadap wereng coklat.
  • Item
    Perbaikan Varietas Padi Sawah Mendukung Pelestarian Swasembada Beras
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) T. Soewito; Z. Harahap; Suwarno
    Pelestarian swasembada beras perlu didukung dengan pembentukan dan pengembangan varietas unggul yang lebih luas keragaman genetiknya dalam kaitannya dengan pengendalian berbagai kendala biotik dan abiotik. Perbaikan varietas padi yang dilakukan sejak tahun 1989 telah menghasilkan 13 varietas unggul dan sejumlah galur harapan. Di antara galur-galur ini, 10 di antaranya tahan rontok, delapan galur aromatik, dan lima galur padi ketan. Untuk dapat dilepas sebagai varietas unggul, galur-galur harapan ini masih memerlukan pengujian yang intensif.
  • Item
    Kultur Anther dalam Pemuliaan Tanaman Padi
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) Mohammad Fatchurochim Masyhudi
    Kultur anther adalah salah satu teknik yang dapat membantu kegiatan pemuliaan tanaman padi. Dengan teknik ini, proses penemuan galur murni tanaman lebih cepat dibandingkan dengan teknik konvensional yang memerlukan beberapa generasi persilangan. Di negara maju, teknik kultur anther telah banyak digunakan untuk mendapatkan varietas unggul baru. Akan tetapi, keberhasilan yang diperoleh dalam penemuan varietas padi subspesies Japonica melalui teknik kultur anther tampaknya mendapat tantangan kalau padi jenis ini dikembangkan pada areal pertanaman padi subspesies Indica dan Javanica yang banyak berkembang di Indonesia. Genotipe besar peranannya dalam induksi kalus dan regenerasi tanaman dalam kultur anther. Hal ini terbukti dengan meningkatnya populasi regenerasi tanaman apabila subspesies Indica dan Javanica disilangkan dengan subspesies Japonica. Kondisi laboratorium dan komposisi kimia media yang digunakan berpengaruh terhadap keberhasilan kultur anther. Tanaman albino dapat menghambat keberhasilan teknik kultur anther. Faktor fisiologis tampaknya berperanan besar dalam pembentukan tanaman albino. Dengan mengetahui keuntungan dan kerugian aplikasi teknik tersebut, maka penelitian untuk mendukung program pemuliaan tanaman padi di Indonesia akan menjadi lebih terarah.