Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 171
  • Item
    Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi 2025
    (Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi, 2025) Muhammad Thamrin; Rina Hapsari Wening; Idrus Hasmi; Cucu GUnarsih; Nita Kartina; Joko Sugiharto; Suprihanto; Dody Handoko; Nafisah
    Ketersediaan beras sebagai pangan pokok masyarakat Indonesia tidak hanya dituntut untuk terpenuhi dari sisi jumlahnya, tetapi juga dari kemampuannya mendukung pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika kebutuhan pangan nasional terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi, perubahan pola produksi, serta tantangan ketahanan pangan di berbagai daerah. Upaya penyediaan beras yang stabil dan bermutu menjadi aspek penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sejalan dengan itu, BRMP Padi – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi terus menguatkan perannya dalam merakit dan menyediakan varietas-varietas unggul yang adaptif dan berdaya saing untuk mendukung pertanian padi modern. Tantangan produksi padi pada musim-musim mendatang diperkirakan semakin kompleks. Perubahan iklim yang semakin ekstrem, pergeseran pola musim tanam, kejadian banjir dan kekeringan yang muncul dengan intensitas lebih tinggi, serta meningkatnya serangan organisme pengganggu tumbuhan menuntut adanya strategi antisipasi dan mitigasi yang tepat. Modernisasi pertanian menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan tersebut. Varietas Unggul Baru (VUB) padi merupakan salah satu komponen teknologi yang terbukti berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas serta menjaga keberlanjutan produksi. Melalui kegiatan perakitan varietas, BRMP Padi telah menghadirkan berbagai VUB yang memberi keleluasaan bagi petani dalam menentukan varietas yang sesuai dengan teknik budidaya dan kondisi agroekosistem masing-masing. Ketersediaan alternatif VUB yang beragam diharapkan mendukung stabilitas produksi dan meningkatkan daya adaptasi varietas terhadap berbagai cekaman biotik dan abiotik. Edisi 2025 ini merupakan penyempurnaan dari terbitan sebelumnya. Beberapa pembaruan dilakukan untuk meningkatkan kejelasan dan kemudahan penggunaan buku, antara lain penambahan deskripsi delapan VUB serta perluasan daftar istilah teknis agar informasi yang disajikan lebih komprehensif dan aplikatif. Buku ini tetap memuat karakteristik VUB padi populer yang dilepas pada periode 2000–2024 dan diharapkan dapat membantu petugas lapang, penyuluh, dan petani dalam menentukan varietas yang sesuai dengan kondisi spesifik lokasi.
  • Item
    Penelitian Padi Mendukung Upaya Peningkatan Produksi Beras Nasional
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2007) Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
    Kebutuhan beras dalam negeri terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan tingkat konsumsi yang masih tinggi. Kebutuhan beras nasional memang dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri dan impor. Namun karena jumlah penduduk yang besar (lebih dari 200 juta orang) dan terus bertambah serta tersebar di ribuan pulau, maka ketergantungan terhadap pangan impor menyebabkan ketahanan pangan rentan sehingga berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk sosial, ekonomi, dan bahkan politik. Agar persediaan beras dalam negeri aman, pada tahun 2007 secara nasional Pemerintah mengupayakan tambahan peningkatan produksi beras 2 juta ton dari tahun 2006, sementara pada tahun 2008-2009 berikutnya diharapkan terjadi peningkatan produksi.5% per tahun. Keberhasilan peningkatan produksi padi dari 20,2 juta ton pada tahun 1971 menjadi lebih dari 54 juta ton pada tahun 2006 lebih banyak disumbang oleh peningkatan produktivitas daripada peningkatan luas panen. Peningkatan produktivitas memberikan kontribusi sekitar 56,1% terhadap peningkatan produksi padi, sedangkan peningkatan luas panen dan interaksi keduanya memberikan kontribusi masing-masing hanya 26,3% dan 17,5%. Hal tersebut menunjukkan
  • Item
    Bank Pengetahuan Padi Indonesia
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2008) Unang G. Kartasasmita; Adi Widjono; K. Pirngadi; Bambang Sriyono; Achmad Subaidi; A. Kasno; Sigit Nugraha; Penny I. Iskak
    BPPI berisi kumpulan pengetahuan mengenai padi untuk mendiseminasikan pengetahuan mengenai hasil-hasil penelitian dan inovasi teknologi padi. Aspek yang dimuat antara lain aspek teknis, sosial budaya, ekonomi, lingkungan, kebijakan menyangkut beras, gabah, dan pengelolaan jerami.
  • Item
    Padi untuk Ketahan Pangan
    (2010) Zulkifli Zaini; Diah Wurjandari
    Pemerintah Indonesia menaruh perhatian besar terhadap upaya pemenuhan kebutuhan pangan penduduk yang terus meningkat. Dukungan kuat bagi kegiatan penelitian telah menghasilkan informasi dan inovasi teknologi produksi padi yang telah memberikan kontribusi dalam peningkatan produksi beras nasional. Badan Litbang Pertanian dan IRRI memiliki kepentingan bersama dalam penelitian padi, terutama dalam menghasilkan inovasi teknologi guna mempercepat upaya pengembangan sistem pertanian berbasis peningkatan produksi mendukung ketahanan pangan nasional. Tantangan besar produksi padi dewasa ini adalah perubahan iklim, semakin terbatasnya sumberdaya lahan dan air, meningkatnya populasi hama dan penyakit tanaman. Lebih dari 30 tahun kerja sama penelitian dengan IRRI, Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan berbagai teknologi padi yang diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi beras secara berkelanjutan. Saat ini, varietas padi toleran rendaman dan kekeringan sedang dikembangkan melalui program Consortium for Unfavourable Research Environment (CURE) dan Green Super Rice, yang diharapkan Indonesia dapat meraih kembali swasembada beras. Diupayakan pula meningkatkan gizi beras bagi konsumen, termasuk beras kaya besi, seng, dan padi emas (Golden Rice) yang mengandung provitamin A tinggi. Selain itu, beberapa teknologi produksi padi juga telah dihasilkan. Publikasi ini menyajikan secara singkat hasil kerja sama penelitian Badan Litbang Pertanian dengan IRRI. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian dan pengembangan padi disampaikan penghargaan dan terima kasih.
  • Item
    Panduan Layanan Konsultasi Padi (LKP) 2.0
    (Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, 2025) Tri Selasa Pagianti; Nuning Argo Subekti; Bhakti Priatmojo; Ega Dwi Atmojo; Nia Romania Patriyawaty; Jo Anne Holly Torres; Iris Bugayong; Rowena Castillo; Benedict Jardinero; Madonna Casimero; Haris Syahbuddin; Fadjry Djufry
    Luas panen, produksi, dan produktivitas padi di Indonesia berfluktuasi. Penurunan luas panen pada musim tertentu kemungkinan disebabkan oleh kerusakan jaringan irigasi, alih fungsi komoditas/lahan, atau tidak diadopsinya teknologi oleh petani. Mewujudkan dan mempertahankan swasembada beras merupakan tantangan karena terbatasnya sumberdaya air, lahan untuk perluasan area, frekuensi dan intensitas banjir dan kekeringan yang meningkat, populasi hama dan penyakit yang terus berkembang. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, inovasi pertanian diperlukan. Dalam upaya peningkatan produksi padi nasional, meningkatkan pendapatan dan hasil panen petani padi di Indonesia serta berkontribusi pada tujuan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan di pedesaan, ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan serta mitigasi dan adaptasi terhadap pandemi dan perubahan iklim, International Rice Research Institute (IRRI) bekerjasama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dalam pengembangan dan diseminasi Rice Crop Manager (RCM) yang di Indonesia dikenal sebagai Layanan Konsultasi Padi (LKP). LKP mendukung inisiatif pemerintah saat ini dalam mempromosikan manajemen pertanian terpadu dan diversifikasi. Alat digital seperti LKP emungkinkan penyampaian praktik manajemen agronomi kepada petani dalam skala besar. Selain pengelolaan hara, LKP juga menangani kendala lain yang membatasi hasil panen padi dan keuntungan petani. Kendala-kendala ini bervariasi di berbagai daerah, kondisi pertumbuhan, varietas dan skenario iklim. Melalui rekomendasi LKP, sekitar 100,000 petani di Indonesia dapat mencapai peningkatan hasil per hektar per musim rata-rata 600 kg beras dan pendapatan rata-rata sebesar US$140 atau sebesar Rp. 2,3 juta. Layanan Konsultasi Padi (LKP), dikembangkan dan diperkenalkan untuk mengatasi tantangan utama produksi dan produktivitas padi di Indonesia melalui rekomendasi spesifik lokasi yang mengarah pada peningkatan hasil panen dan pendapatan. LKP adalah alat bantu pengambil keputusan pertanian digital yang dikembangkan oleh International Rice Research Institute (IRRI) untuk mengidentifikasi praktik pengelolaan hara terbaik untuk lahan-lahan padi tertentu menggunakan prinsip pengelolaan hara spesifik lokasi.