Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 181
  • Item
    Ayo Kenali Padi
    (IAARD Press, 2016) IAARD Press
    Adik-adik, buku ini akan membawamu bertemu Abi yang selalu ingin tahu dan Ibra yang asyik diajak jalan ke mana saja. Berawal dari pertanyaan Abi, kenapa nasi di meja makan tantenya ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna merah, kalian akan mengenal tanaman padi dengan lebih mendalam dengan cara yang menyenangkan. Pak Ino seorang peneliti pertanian, sahabat baru Abi, dengan sabar menerangkan bagaimana menciptakan varietas padi unggul. Bukan hanya menerangkan, Pak Ino mengajak Abi dan Ibra turun ke sawah untuk menanam padi. Kalau ada bagian dalam buku ini yang kamu belum paham, tanyakan pada orang tua atau gurumu ya.
  • Item
    Deteksi Virus Tungro pada Gulma Padi Sawah Penggunkan Teknik PCR
    (Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 2016) Fuziah T. Ladja
  • Item
    Merah Putih Swasembada Pangan: Menghapus Ego Sektoral
    (Kementerian Pertanian, 2017) Andi Amran Sulaiman
    Semangat Merah Putih yang merefleksikan prinsip gotong-royong, kerja sama dan keterpaduan merupakan dasar keberhasilan menghapus ego sektoral yang selama ini menjadi faktor penghambat suksesnya kegiatan pembangunan. Menteri Pertanian Bapak Amran Sulaiman, berhasil menularkan semangat kebangsaan dan Merah Putih tersebut sehingga mampu merangkul berbagai pihak baik di pusat maupun daerah serta non-pemerintah untuk turut bersama-sama mengupayakan sukses Indonesia berdaulat pangan
  • Item
    Menata Jaringan Irigasi Mempercepat Swasembada Pangan
    (IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Budi Indra Setiawan; Kasdi Subagyono; Popi Rejekiningrum; Budi Kartiwa; Foyya Yusufu Aquino; Yayan Apriyana; Hanhan Ahmad Sofiyuddin; Ani Andayani
    Salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan adalah peningkatan luas areal tanam atau luas panen yang sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi, terutama pada lahan sawah. Data menunjukkan, lahan sawah irigasi menyumbang sekitar 86% produksi beras nasional. Selain dari hujan, keteresediaan air bagi tanaman ditentukan oleh kinerja jaringan irigasi dan sumber daya air. Oleh sebab itu, sejak Indonesia merdeka pemerintah berupaya membangun jaringan irigasi. Kemudian, pengembangan jaringan irigasi semakin digalakkan sejak awal Program Bimas pada tahun 1970-an.
  • Item
    Membangkitkan Empat Juta Hektar Lahan Sawah Tadah Hujan Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
    (IAARD PRESS, 2018) Andi Amran Sulaiman; Kasdi Subagyono; Irsal Las; Zulkifli Zaini; Erna Suryani; Sri Hery Susilowati; Nani Heryani; Anny Mulyani; Adang Hamdani
    Selama ini agroekosistem lahan sawah tadah hujan belum dimanfaatkan secara optimal sehingga belum berkontribusi nyata terhadap pengadaan produksi pangan. Masalah utama yang dihadapi dalam optimalisasi pemanfaatan lahan sawah tadah hujan adalah pengairan tanaman yang hanya mengandalkan curah hujan sehingga indeks pertanaman rendah, rata-rata 1,05. Berbagai penelitian menunjukkan indeks pertanaman pada lahan sawah tadah hujan dapat ditingkatkan menjadi 2,0 dan bahkan mencapai 3,0 dengan memanfaatkan air hujan dan sumber daya air lainnya yang ditampung pada embung dan bangunan penampung air sebagai sumber pengairan tanaman pada musim kemarau.