Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 470
  • Item
    TATALAKSANA KESEHATAN TERNAK KAMBING PERAH DI ZAAFIRA GOAT FARM KABUPATEN JENEPONTO
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-06) Rusman B,; NUR LISDAYANTI
    Tatalaksana manajemen kesehatan kambing perah merupakan kunci keberhasilan dalam usaha peternakan. Pada peternakan Zaafira Goat Farm ada beberapa penyakit yang biasa menyerang kambing perah, seperti mastitis, diare pada cempek dan scabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Tatalaksana Kesehatan Ternak Kambing Perah di Zaafira Goat Farm Kabupaten Jeneponto guna meningkatkan produktivitas dan profitabilitas peternakan. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap kondisi kambing, wawancara mendalam dengan pengelola peternakan untuk menggali informasi terkait praktik manajemen kesehatan yang diterapkan, pencatatan, partisipasi aktif dalam praktik perawatan dan pengobatan kambing, serta pengumpulan data pendukung melalui dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peternakan Zaafira Goat farm telah menerapkan pemeriksaan kesehatan dan pengendalian penyakit dengan tepat, seperti pemberian obat-obatan dan vitamin. Namun, masih ada beberapa Langkah penerapan biosekuriti yang belum diterapkan, seperti kontrol lalulintas, isolasi pada ternak yang sakit dan pengolahan limbah peternakan. Untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas, peternakan ini perlu lebih fokus memperhatikan dan menerapkan biosekuriti yang efektif sehingga kesehatan dan produktivitas ternak dapat terus meningkat.
  • Item
    PERBANYAKAN TANAMAN DURIAN (Durio zibethinus Murr) DENGAN METODE SAMBUNG SISIP DI KEBUN INDUK HORTIKULTURA DINAS PERTANIAN KABUPATEN LUWU UTARA
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-06) Rusman B,; Nur Hikma
    Perbanyakan durian secara vegetatif merupakan salah satu cara mendapatkan bibit durian yang bermutu dan berkualitas tinggi karena berasal dari organ vegetatif tanaman (batang, cabang, ranting, pucuk daun, umbi dan akar) yang dapa mewarisi sifat yang sama dengan induknya. Magang dilaksanakan di Kebun Induk Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara pada bulan Maret-Juni 2025. Metode pelaksanaan magang menggunakan metode observasi, wawancara, dan praktik kerja. Hasil magang menunjukkan bahwa perbanyakan tanaman durian dengan Teknik sambung sisip di Kebun Induk Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Utara meliputi proses persiapan alat dan bahan, persiapan batang bawah, persiapan batang atas dan melakukan proses sambung sisip yang meliputi pembuatan jendela sambungan, penyayatan entres, penempelan entres, pengikatan, pengamatan, dan pemeliharaan. Ada beberapa masalah yang telah dihadapi saat proses perbanyakan tanaman durian secara sambung sisip yaitu mudahnya entres terkontaminasi dan ikatan terlalu erat.
  • Item
    RESPON PETANI TERHADAP PENGARUH PENAMBAHAN ECO ENZYME LIMBAH SAYUR DALAM BUDIDAYA TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.)
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-06) Rusman B,; Nur Fadilah Mubakkira
    Kajiwidya ini bertujuan untuk mengetahui Respon Petani Terhadap Pengaruh Penambahan Eco-Enzyme Limbah Sayur Dalam Budidaya Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.). Latar belakang kajiwidya ini didasarkan pada penggunaan pupuk kimia yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya adalah eco enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang berpotensi sebagai pupuk organik cair ramah lingkungan. Kegiatan kajiwidya dilaksanakan di lahan hortikultura yang ada di Kampus Polbangtan Gowa, Desa Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Dilaksanakan pada Bulan Februari sampai Mei 2025. Lokasi penyuluhan dilakukan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari, Kelurahan Barombong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Hasil kajiwidya menunjukkan bahwa pemberian Eco Enzyme limbah sayur memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi hijau. Hasil kajiwidya menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada pemberian 60 ml Eco-Enzyme (P3), dengan rata-rata tinggi tanaman 24,30 cm, jumlah daun 24,17 helai, dan berat segar tanaman 369,33 gram. Respons petani terhadap penambahan eco-enzyme juga tergolong positif, baik dari segi manfaat pertanian maupun potensi pengolahan mandiri. Metode yang digunakan adalah pendekatan survei melalui kuesioner dan wawancara untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan aspek pengetahuan sebesar 49,75%, aspek sikap 46,37% dan aspek keterampilan 51,87%. Efektivitas penyuluhan mencapai 78,41%, dengan demikian dikategorikan berada pada kategori sangat efektif. Hasil kajiwidya menunjukkan bahwa mayoritas petani memberikan respons positif terhadap penggunaan eco-enzyme, ditandai dengan peningkatan pemahaman tentang manfaat eco-enzyme, minat untuk menerapkan pada budidaya sawi, serta kesediaan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Dengan demikian, eco-enzyme limbah sayur memiliki potensi sebagai alternatif pupuk organik ramah lingkungan yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan
  • Item
    RESPONS WANITA TANI TERHADAP PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI PUPUK ORGANIK PADA PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM BRAZIL (Alternanthera sissoo)
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-06) Rusman B,; Nesa Mokoginta
    Penggunaan ampas kopi sebagai pupuk merupakan ide ramah lingkungan yang dapat mengurangi limbah rumah tangga dan membantu menyuburkan tanah. Untuk meningkatkan pemanfaatan pupuk ramah lingkungan dan penggunaan pupuk kimia yang berlebih, diperlukan upaya untuk mengurangi hal tersebut. Pemanfaatan ampas kopi sebagai pupuk organik terhadap tanaman khususnya bayam brazil. Kajian ini bertujuan untuk melihat manfaat dari ampas kopi terhadap pertumbuhan tanaman bayam serta melihat respons Wanita Tani dalam kegiatan penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilannya dalam memahami materi. Kajian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan empat ulangan yaitu: P0 (tanpa ampas kopi), P1 (70 g/plot), P2 (140 g/plot), P3 (210 g/plot). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (210 g) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bayam Brazil dengan tinggi tanaman tertinggi (20,14 cm), jumlah daun terbanyak (58,33 helai), dan berat basah terbesar (78,22 g). Penyuluhan dilaksanakan di kelompok tani Kejora pada tanggal 2 dan 30 Juni 2025. Penyuluhan dilaksanakan untuk mengetahui respons wanita tani dalam memahami pemanfaatan ampas kopi sebagai pupuk organik pada pertumbuhan tanaman bayam brazil. Dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi cara. Terjadi peningkatan yang cukup besar dalam ketiga hal tersebut. Pengetahuan meningkat 37,85%, sikap 35%, dan keterampilan 42,72% hasil tersebut dikategorikan “efektif”.
  • Item
    ANALISIS KANDUNGAN UNSUR C-ORGANIK, NITROGEN (N), FOSPOR (P), KALIUM (K) PADA KOMPOS KOTORAN SAPI DAN ISI RUMEN SAPI
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-06) Rusman B,; NAURAH WINA MAHDIYAH
    Limbah peternakan seperti kotoran sapi dan isi rumen merupakan sumber bahan organik yang melimpah, memiliki potensi tinggi karena mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman seperti karbon organik (C-organik), nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) namun pemanfaatannya sebagai pupuk organik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara utama dalam kompos berbahan dasar kotoran sapi dan isi rumen sapi. Penelitian dilaksanakan di Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, dengan pengujian laboratorium dilakukan di Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan: P1 (3 kg kotoran sapi + 1 kg isi rumen), P2 (3 kg kotoran sapi + 2 kg isi rumen), dan P3 (3 kg kotoran sapi + 3 kg isi rumen), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis unsur hara dilakukan dengan metode Walkley & Black untuk C-organik, Kjeldahl untuk nitrogen, spektrofotometri untuk fosfor, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) untuk kalium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 memberikan hasil terbaik, dengan kandungan C-organik sebesar 19,33%, nitrogen 1,18%, fosfor 0,417%, dan kalium 0,82%. Kandungan unsur hara yang tinggi ini diduga berasal dari aktivitas mikroorganisme dalam isi rumen yang mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan limbah peternakan seperti kotoran dan isi rumen sapi dapat menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian