Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 530
  • Item
    BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) SECARA ORGANIK CV. TIRTA TANI FARM DI DESA TETEBATU KECAMATAN PALANGGA KABUPATEN GOWA
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-22) Rusman B,; Aulya Ain Azizah
    Pakcoy green (Brassica rapa L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Pakcoy selain sebagai sayuran juga bermanfaat bagi kesehatan karena mengandung vitamin A yang berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah, mampu menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan. Permintaan pasar yang semakin meningkat tiap tahunnya memberikan peluang yang cukup besar bagi pelaku usaha budidaya hortikultura. Namun, yang menjadi permasalahan dalam budidaya pakcoy green yakni dalam hal proses budidaya yang saat ini masih banyak petani menggunakan bahan kimia berbahaya. Maka dari itu, budidaya dengan menggunakan sistem pertanian organik akan menjadi solusi bagi masyarakat untuk tetap dapat mengonsumsi produk sayuran yang sehat dengan mutu terjamin. Adapun tujuan pelaksanaan magang tugas akhir yaitu untuk mengetahui proses budidaya tanaman pakcoy green (Brassica rapa L.) organik di Tirta Tani Farm dan memahami proses penanganan pasca panen yang dilakukan terhadap produk sayuran organik khususnya tanaman pakcoy green. Magang tugas akhir dilaksanakan di Tirta tani farm di Desa tetebatu kacamatan palangga kabupaten Gowa pada 17 Maret hingga 4 Juni 2025 dengan metode pelaksanaan praktik, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil magang menunjukkan bahwa budidaya tanaman pakcoy green meliputi persiapan benih dan media tanam, penyemaian, penanaman, penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan, hingga ke proses penanganan pasca panen. Kata kunci: Pakcoy green, budidaya, organik.
  • Item
    STRATEGI PEMASARAN AYAM KAMPUNG SUPER Di KABUPATEN BONE
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-22) Rusman B,; SITI NUR FADILAH CHAER
    Peternakan Ayam Kampung Sejati, Strategi Pemasaran, bauran pemasaran, ayam kampung super, penjualan
  • Item
    MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN KAMBING PERAH DI ZAAFIRA GOAT FARM KABUPATEN JENEPONTO
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-22) Rusman B,; Rika Nur
    Upaya peningkatan produksi susu kambing dilakukan dengan cara memperbaiki sistem pemberian pakan pakan yang optimal bagi ternak. Di Zaafira Goat Farm Kabupaten Jeneponto, pemberian pakannya dilakukan dua kali sehari , yaitu pada pagi dan sore hari. Pada pagi hari kambing diberikan konsentrat seperti ampas tahu dan sore hari kembali diberikan hijauan. Konsentrat merupakan pakan yang memiliki kandungan serat kasar yang relatif rendah dan mudah dicerna. Perannya adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi dalam ransum, terutama ketika bahan pakan lainnya memiliki kandungan gizi yang rendah. Sementara itu, hijauan berfungsi sebagai sumber serat utama dalam ransum kambing dan menjadi komponen terbesar, yaitu sekitar 60-70% dari total pakan. Meskipun energi yang terkandung dalam hijauan relatif rendah, namun serat kasarnya sangat penting untuk fungsi pencernaan kambing. Pada kambing perah, kualitas susu sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara pemberian konsentrat dan hijauan. Oleh karena itu, pemberian pakan harus dilakukan dengan tepat agar kebutuhan nutrisi dan gizi tercukupi, yang pada akhirnya akan mendukung peningkatan produktivitas ternak dan hasil yang di peroleh.
  • Item
    PERBANYAKAN TANAMAN ALPUKAT (Persea americana) DENGAN TEKNIK SAMBUNG PUCUK DI BIBIT DURIAN ( BIDURI) UNGGUL KABUPATEN BULUKUMBA
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-22) Rusman B,; Nurul Hidayah
    Tanaman alpukat adalah tanaman buah tahunan yang menghasilkan buah bergizi tinggi dan digemari masyarakat karena rasanya lezat serta mudah diolah. Perbanyakan tanaman alpukat dengan teknik sambung pucuk menjamin keberlanjutan produksi, mempertahankan kualitas buah, dan menghasilkan bibit yang unggul. Dibandingkan dengan cara konvensional (biji) membutuhakan waktu panen yang lama dan produktifitas buah yang kurang baik. Tujuannya untuk mengetahui dan terampil dalam perbanyakan dengan teknik sambung pucuk, membangun jaringan usaha dalam perbanyakan tanaman alpukat. Metode pelaksanaan magang tugas akhir dilakukan dengan metode praktik langsung, observasi, dokumentasi, wawancara. Memahami teknik sambung pucuk pada tanaman alpukat secara tepat sehingga peningkatan produksi, kualitas buah yang lebih baik dan keberlanjutan usaha tani. Terbangunya jaringan usaha tentang perbanyakan tanaman akpukat melalui pemasaran media sosial (Facebook, Instagram, WhatsApp, Tiktok) dan pemasaran secara langsung
  • Item
    ANALISIS PERILAKU PETERNAK PASCA PENYEBARAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI KECAMATAN MONCONGLOE KABUPATEN MAROS
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-22) Rusman B,; Nurul Inayah
    Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) adalah jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan salah satu penyakit hewan menular yang memiliki dampak signifikan terhadap sektor peternakan, khususnya pada peternak rakyat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku peternak pasca penyebaran PMK di Desa Moncongloe Lappara Kecamatan Moncongloe. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 20. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 34 responden peternak sapi di Desa Moncongloe Lappara. Selain itu kajian ini juga dilengkapi dengan kegiatan penyuluhan yang diberikan kepada kelompok tani setempat sebagai bentuk edukasi dan peningkatan pemahaman mengenai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Materi yang disampaikan mengenai bagaimana penyebaran PMK, pencegahan, pengendalian, dan pengobatan PMK, serta faktor faktor apa yang mempengaruhi perubahan perilaku peternak pasca penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan sikap. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas yakni tingkat pendidikan (X1), usia (X2), dan pendapatan (X3) berpengaruh terhadap variabel Y (perilaku peternak). Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak, terutama dalam bentuk edukasi, akses informasi, serta bantuan teknis dan non-teknis guna mendorong pengembangan usaha peternakan.