Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 538
- ItemEkstensia Volume 2 Tahun II, Juli 1995(Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, 1995) Pusat Penyuluhan PertanianMajalah Ekstensia edisi ini membahas arah pengembangan profesionalisme penyuluh pertanian serta peran petani-nelayan sebagai pelaku utama pembangunan pertanian di Indonesia. Berbagai tulisan dalam rubrik yang disajikan mengulas sistem jabatan fungsional penyuluh pertanian, gambaran petani-nelayan masa depan, serta pengalaman praktis penyuluh dan kelompok tani dalam memperkuat kelembagaan, pengelolaan modal, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai pemikiran dan pengalaman lapangan, majalah ini diharapkan dapat menjadi sumber wawasan dan pembelajaran bagi para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.
- ItemEkstensia Volume 1 Tahun I, Oktober 1994(Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, 1994) Pusat Penyuluhan PertanianMajalah Ekstensia diterbitkan sebagai media komunikasi dan pembelajaran bagi penyuluh pertanian untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian di era agribisnis. Selain sebagai sarana belajar mandiri, majalah ini juga diharapkan dapat memperkuat pembinaan teknis dan komunikasi antarpenyuluh pertanian di seluruh Indonesia.
- ItemEkstensia Volume 3 Tahun II, Februari 1996(Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, 1996) Pusat Penyuluhan PertanianMajalah Ekstensia edisi ini membahas konsep Revitalisasi Penyuluhan Pertanian yang dikembangkan oleh Pusat Penyuluhan Pertanian melalui kerja sama dengan Konsultan Bank Dunia. Setelah dua tahun berperan sebagai pengelola penyuluhan pertanian tingkat nasional, Pusat Penyuluhan Pertanian menghadapi berbagai tantangan dan harapan dalam memperbaiki sistem penyuluhan pertanian di Indonesia. Melalui sarasehan, wawancara eksklusif, dan pembahasan bersama para pakar, pemerhati, serta pelaku penyuluhan pertanian, majalah ini mengulas berbagai pandangan mengenai arah kebijakan revitalisasi penyuluhan pertanian serta dampaknya terhadap petani-nelayan dan profesionalisme penyuluh pertanian di masa depan. Selain itu, majalah ini juga menyajikan pembahasan mengenai pendidikan pertanian untuk petani, magang tani sebagai sarana pembelajaran antarpetani, serta pengalaman nyata masyarakat dan petani dalam mendukung keberlangsungan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Berbagai pengalaman praktis dan pemikiran yang disajikan diharapkan dapat menjadi sumber wawasan dan inspirasi bagi penyuluh pertanian, petani, dan pembaca dalam memahami dinamika pengembangan penyuluhan pertanian di Indonesia.
- ItemEkstensia Volume 4 Tahun III, Agustus 1996(Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, 1996) Pusat Penyuluhan PertanianMajalah Ekstensia Volume 4 Tahun 1996 mengangkat pembahasan mengenai terbitnya SKB Mendagri–Mentan No. 54/96 dan No. 301/Kpts/LP.120/4/96 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian yang menjadi perhatian berbagai pihak di Indonesia. Kehadiran kebijakan tersebut bersamaan dengan lahirnya INPRES Dana Bantuan PPL 1996 menimbulkan berbagai dinamika dalam implementasinya di lapangan. Meskipun upaya diseminasi telah dilakukan ke seluruh provinsi, pelaksanaannya memunculkan beragam polemik, interpretasi, asumsi, dan prediksi terkait sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Melalui edisi khusus ini, Ekstensia berupaya menangkap berbagai perbedaan pandangan dan dinamika yang berkembang di tengah para pelaku penyuluhan pertanian. Pembahasan dalam majalah ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih bijak terhadap perubahan kebijakan serta pelaksanaan penyuluhan pertanian di Indonesia.
- ItemEkstensia Volume 5 Tahun IV, Februari 1997(Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP, 1997) Pusat Penyuluhan PertanianBuku Ekstensia Volume V membahas sistem kerja penyuluhan pertanian berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan SKB Mendagri–Mentan 1996 sebagai pedoman operasional dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian di daerah. Buku ini mengulas berbagai aspek sistem kerja penyuluh pertanian, termasuk Sistem Kerja LAKU, Metoda Sekolah Lapangan, dan Pola P4K melalui pendekatan falsafah dan metodologi untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai penerapan sistem penyuluhan pertanian. Selain itu, buku ini juga menghadirkan pembahasan mengenai pendekatan dan metoda penyuluhan pertanian, kepemimpinan serta kelembagaan petani-nelayan di era agribisnis dan globalisasi, hingga pengalaman nyata penyuluh dalam pemasyarakatan penggunaan Urea Tablet. Kehadiran berbagai rubrik dan tulisan praktis dalam buku ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi, bahan pertimbangan, serta referensi bagi penyuluh pertanian dan pembaca dalam memahami dan mengembangkan sistem penyuluhan pertanian di Indonesia.