Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 476
  • Item
    BUDIDAYA DAN PEMASARAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI P4S MILENIAL PANRITA KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA
    (2026-01-20) Rusman B,; Pertiwi
    Tanaman tomat (Solanum Lycopersicum) merupakan sayuran yang banyak diminati dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya serta memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat Indonesia. Laporan magang tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui cara budidaya dan pemasaran tanaman tomat, selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan mengenai peluang usaha. Magang tugas akhir dilaksanakan di P4S Milenial Panrita pada Tanggal 17 Maret s.d 5 Mei 2025. Hasil dari pelaksanaan magang ini menunjukkan bahwa budidaya dan pemasaran tanaman tomat di P4S Milenial Panrita Budidaya tanaman tomat di P4S Milenial memiliki beberapa tahap yakni mulai dari pengolahan lahan, penyiapan benih, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan, dan pengendalian hama dan penyakit. pemasaran P4S Milenial Panrita menerapkan 4P yaitu place, promotion, product dan price.
  • Item
    PENGEMBANGAN ES KRIM BERBASIS KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN TAPAI SINGKONG TERHADAP RESPONS PETANI SEBAGAI PELAKU INOVASI
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-20) Rusman B,; ISTIQAMAH AULIA SAFAR
    Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Pengembangan Pertanian Gowa dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani Desa Lempangan sebagai mitra. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap: penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada tiga perlakuan konsentrasi ekstrak daun kelor (10 ml, 15 ml, dan 20 ml), dan penyuluhan kepada petani dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan P3 (20 ml ekstrak daun kelor) memberikan skor terbaik dari segi rasa (3,53), tekstur (3,53), dan warna (2,96). Inovasi ini berhasil menutupi rasa pahit daun kelor dengan aroma khas singkong fermentasi, sehingga menghasilkan es krim yang bernilai gizi dan disukai konsumen. Dari perspektif penyuluhan, terjadi peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (dari 41,8% menjadi 90,4%), sikap (dari 41,4% menjadi 89%), dan keterampilan (dari 40,4% menjadi 90%) dengan efektivitas sebesar 82,6% (sangat efektif). Inovasi ini berpotensi meningkatkan diversifikasi pangan, nilai ekonomi produk lokal, dan pemberdayaan petani melalui pendekatan penyuluhan partisipatif.
  • Item
    ADOPSI PETANI TERHADAP PEMANFAATAN LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DAN CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-20) Rusman B,; Nurul Wathania
    Pemanfaatan limbah organik air cucian beras dan cangkang telur ayam, sebagai pupuk organik cair dapat mengurangi pencemaran lingkungan dikarenakan dapat digunakan untuk menambah ketersediaan unsur hara pada tanaman. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) hasil fermentasi air cucian beras dan cangkang telur ayam terhadap tanaman bayam merah (Amarathus tricolor L.) dilihat dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar yang dihasilkan serta untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Kajian diaksanakan pada bulan Maret – Juni 2025, bertempat di Lahan Tefa Polbangtan Gowa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Pemanfaatan pupuk ini diharapkan dapat menjadi solusi pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk petani Metode kajian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pada tanaman bayam merah diberikan dosis yang berbeda yaitu (P0 = Tanpa Dosis), (P1 = 70 ml/liter air), (P2 = 85 ml/liter air) dan (P3 = 100 ml/liter air). Hasil kajiwidya menunjukkan rata - rata tertinggi diperoleh pada dosis (P3 = 100 ml/liter air). Penyuluhan yang telah dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Kejora merespon baik terhadap pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Air Cucian Beras dan Cangkang Telur Ayam dengan nilai peningkatan Efektifitas Penyuluhan (EP) dengan nilai 83,75% berada pada kategori Sangat Efektif.
  • Item
    BUDIDAYA MELON (Cucumis melo L.) DENGAN SISTEM TABULAMPOT DI GREENHOUSE TIRTA TANI CV. MALAKA FARM KABUPATEN SOPPENG
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-20) Rusman B,; Nurhaliza
    Magang tugas akhir di laksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juni 2025, bertempat di CV. Malaka Farm, Kecamatan Lalabata, Kabupaten. Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. Magang tugas akhir bertujuan untuk mengetahui proses budidaya melon dengan sistem tanaman buah dalam pot. Metode pelaksanaan meliputi: praktik kerja, observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil pelaksanaan budidaya melon dengan sistem tanaman buah dalam pot meliputi: penyemaian benih, pembuatan media tanam, penanaman, penyiangan, perambatan sulur, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama/penyakit, seleksi buah, pengikatan buah melon, pangkas pucuk, panen.
  • Item
    BUDIDAYA DAN PEMASARAN TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L). DI P4S RUMAH HIJAU KALABORANG KABUPATEN GOWA
    (Polbangtan Gowa, 2026-01-20) Rusman B,; NUR RIFDHA AULIA
    Terung ungu (Solanum melongena L.) adalah tanaman pangan yang di tanam untuk keperluan di manfaatkan buahnya, terung merupakan tanaman yang cukup di kenal di indonesia sebagai salah satu sayuran pribumi. Terung merupakan jenis tanaman yang kebanyakan dari kita mengetahui bahwa terung adalah sayuran, namun secara teknis tanaman ini termasuk golongan buah. Terung ungu termasuk salah satu sayuran buah yang banyak digemari oleh berbagai kalangan karena mengandung kalsium, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, fosfor dan zat besi. Buah terung ungu dikonsumsi oleh masyarakat dalam bentuk berbagai sayur atau lalapan, juga mengandung gizi yang cukup tinggi dan komposisnya lengkap. Kegiatan magang tugas akhir budidaya tanaman terung ungu ini bertujuan untuk mengetahui budidaya tanaman terung ungu ini mengetahui jalur pemasaran budidaya tanaman terung ungu di P4s Rumah Hijau Kalaborang Kecamatan Pattallasang. Metode yang dilakukan pada saat pelaksanaan kegiatan magang tugas akhir ini dilaksanakan dari bulan maret pada tanggal 17 sampai juni tanggal 6 2025 bertempat di Kelurahan Borongloe, Kecamatan Pattallasang Kabupaten Gowa yaitu observasi, wawancara, praktik lapangan, dan teknis budidaya serta jalur pemasaran yang dilakukan di P4s Rumah Hijau Kalaborang Kabupaten Gowa. Adapun alur pelaksanaan kegiatan magang tugas akhir yang dilakukan meliputi penyemain, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama, pemanenan dan pemasaran.