Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian by Title
Now showing 1 - 20 of 530
Results Per Page
Sort Options
- ItemADOPSI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) TERHADAP PEMBUATAN KEJU MOZARELLA DARI SUSU KAMBING DENGAN BAHAN PENGASAM SARI BELIMBING WULUH(2025-10-16) Rusman B,; WahdaniaSusu kambing mempunyai daya simpan yang relatif singkat dan mudah rusak bila penanganannya kurang baik, sehingga perlu diolah menjadi produk olahan seperti keju mozarella. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik keju mozarella. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan (2%, 3%, dan 4%) dan empat ulangan. Parameter yang diamati organoleptik, rendemen, dan kemuluran. Hasil menunjukkan ekstrak belimbing wuluh tidak berpengaruh signifikan terhadap rendemen dan warna (P>0,05), namun secara signifikan meningkatkan rasa dan aroma (P<0,05), serta cenderung meningkatkan tekstur dan kemuluran keju. Selain aspek teknologi, dilakukan penyuluhan kepada Kelompok Wanita Tani Mekar Sari yang berhasil meningkatkan pengetahuan dalam memanfaatkan sari belimbing wuluh sebagai pengasam alami untuk pembuatan keju mozarella. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sari belimbing wuluh dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti asam sitrat yang efektif serta dapat di adopsi oleh masyarakat melalui kegiatan penyuluhan
- ItemADOPSI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) TERHADAP PEMBUATAN PERMEN JELLY BERBAHAN DASAR SUSU KAMBING DENGAN PENGENTAL AGAR-AGAR(Polbangtan Gowa, 2026-04-16) Rusman B,; KHUSNUL HUSNAKajian teknis bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik permen jelly berbahan dasar susu kambing dengan pengental yang berbeda dan pengaruh penggunaan media audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kajian teknis dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan Peternakan Kampus 1 Polbangtan Gowa, dengan mengukur parameter rasa, tekstur, warna, aroma, dan kadar air dari dua jenis merek agar-agar yang berbeda. Pengujian menggunakan Uji Tukey (T-Test). Hasil kajian menunjukkan bahwa karakteristik permen jelly berbahan dasar susu kambing dengan pengental yang berbeda menghasilkan permen jelly susu kambing yang tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, rasa dan aroma. Namun berpengaruh nyata terhadap warna dan tekstur. Warna terbaik diperoleh dari penggunaan agar-agar Nutrijel dan tekstur terbaik diperoleh dari penggunaan agar-agar Swallow. Kajian penyuluhan dilaksanakan di KWT Matahari Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Data dikumpulkan melalui kuesioner pretest dan posttest yang dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan uji T. Hasil kajian penyuluhan menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan KWT secara signifikan sebesar 19%.
- ItemADOPSI KELOMPOK WANITA TANI TERHADAP PEMBUATAN SUSU KAMBING PASTEURISASI DENGAN PENAMBAHAN SARI DAUN PANDAN(Polbangtan Gowa, 2026-04-16) Rusman B,; MULKI DZULJALALISusu kambing adalah sumber protein hewani yang bergizi, tetapi memiliki aroma dan rasa prengus yang tidak disukai oleh beberapa konsumen, sehingga hal ini mengurangi ketertarikan mereka. Untuk mengatasi hal ini, inovasi proses dilakukan melalui penambahan sari daun pandan yang mengandung senyawa aromatik alami, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sensorik susu kambing pasteurisasi. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penambahan sari daun pandan terhadap karakteristik organoleptik seperti warna, aroma, dan rasa, serta susu kambing pasteurisasi, dan juga untuk menilai efektivitas penyuluhan audiovisual dalam meningkatkan pengetahuan Kelompok Wanita Tani tentang proses pengolahan tersebut. Kajian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan konsentrasi sari daun pandan: P0 (0%), P1 (5%), P2 (10%), dan P3 (15%), dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan pada tingkat signifikansi 5%. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan sari daun pandan memiliki pengaruh signifikan (P < 0,05) pada semua parameter organoleptik, di mana perlakuan P3 (15%) memberikan skor tertinggi untuk warna, aroma, dan rasa, sedangkan perlakuan P1 (5%) menunjukkan tertinggi. Penyuluhan melalui media audiovisual juga terbukti meningkatkan pengetahuan kelompok, dengan hasil uji-t menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Penambahan sari daun pandan efektif dalam memperbaiki kualitas sensorik dan susu kambing pasteurisasi, dan penggunaan media audiovisual juga terbukti efektif dalam meningkatkan penerimaan inovasi oleh Kelompok Wanita Tani.
- ItemADOPSI KELOMPOK WANITA TANI TERHADAP PEMBUATAN SUSU KAMBING PASTEURISASI DENGAN PENAMBAHAN SARI KAYU MANIS(2025-12-22) Rusman B,; Muh. Alwi AdrianPenelitian ini mengevaluasi pengaruh penambahan sari kayu manis terhadap karakteristik organoleptik dan viskositas susu kambing pasteurisasi. Studi dilakukan dilabolatorium pengolahan hasil pertanian dan peternakan polbangtan gowa pada februari-maret 2025, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan (0%, 6%, 8%, dan 10% sari kayu manis) dan tiga ulangan. Hasil menunjukkan pengaruh signifikan (p<0,05) sari kayu manis terhadap warna, aroma, rasa, dan viskositas. Perlakuan 10% sari kayu manis menghasilkan nilai organoleptik tertinggi dan viskositas 28,14 mPa.s. Peningkatan ini dikaitkan dengan senyawa aktif kayu manis (sinamaldehid, saponin, polifenol) yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Susu kambing pasteurisasi dengan penambahan sari kayu manis (khususnya 10%), menjadi alternatif produk olahan susu yang lebih disukai, memiliki nilai tambah fungsional dan ekonomi. Penyuluhan menggunakan media audiovisual terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap Kelompok Wanita Tani, dengan nilai signifikansi (p<0,05) dan efektivitas 78,61%. Kecamatan Binamu memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan kambing dan ketersediaan kayu manis, mendukung pengembangan produk olahan susu kambing.
- ItemADOPSI PETANI TERHADAP PEMANFAATAN LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DAN CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)(Polbangtan Gowa, 2026-01-20) Rusman B,; Nurul WathaniaPemanfaatan limbah organik air cucian beras dan cangkang telur ayam, sebagai pupuk organik cair dapat mengurangi pencemaran lingkungan dikarenakan dapat digunakan untuk menambah ketersediaan unsur hara pada tanaman. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) hasil fermentasi air cucian beras dan cangkang telur ayam terhadap tanaman bayam merah (Amarathus tricolor L.) dilihat dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar yang dihasilkan serta untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Kajian diaksanakan pada bulan Maret – Juni 2025, bertempat di Lahan Tefa Polbangtan Gowa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Pemanfaatan pupuk ini diharapkan dapat menjadi solusi pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk petani Metode kajian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pada tanaman bayam merah diberikan dosis yang berbeda yaitu (P0 = Tanpa Dosis), (P1 = 70 ml/liter air), (P2 = 85 ml/liter air) dan (P3 = 100 ml/liter air). Hasil kajiwidya menunjukkan rata - rata tertinggi diperoleh pada dosis (P3 = 100 ml/liter air). Penyuluhan yang telah dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Kejora merespon baik terhadap pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Air Cucian Beras dan Cangkang Telur Ayam dengan nilai peningkatan Efektifitas Penyuluhan (EP) dengan nilai 83,75% berada pada kategori Sangat Efektif.
- ItemADOPSI PETANI TERHADAP PEMANFAATAN PEKARANGAN SEBAGAI BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) SISTEM AKUAPONIK DENGAN PENAMBAHAN AB MIX(Polbangtan Gowa, 2025-11-25) Rusman B,; Nilam Aiman SalsabilahTeknologi akuaponik merupakan teknologi yang memberikan banyak manfaat bagi para pembudidaya, selain untuk meningkatkan mutu air, akuaponik juga dapat dijadikan sebagai Solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan kemandirian pangan.kajiwidya ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan melalui budidaya tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) menggunakan sistem akuaponik yang diintegrasikan dengan penambahan nutrisi AB Mix, guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Studi ini dilaksanakan di Desa Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, dengan menerapkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang melibatkan empat perlakuan dosis AB Mix (P0 = tanpa AB Mix, P1 = 5 ml/L, P2 = 10 ml/L, P3 = 15 ml/L) dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot tanaman. Hasil kajiwidya menunjukkan bahwa penambahan AB Mix memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan P3 (15 ml/L AB Mix) menghasilkan rata-rata tinggi tanaman tertinggi (9,2 cm pada 28 Hari Setelah Tanam/HST), jumlah daun terbanyak (17 helai), dan bobot tanaman tertinggi (88,44 g), yang secara signifikan berbeda dibandingkan perlakuan lainnya pada taraf 5%. Kajiwidya ini membuktikan bahwa pemanfaatan pekarangan dengan sistem akuaponik dan penambahan AB Mix secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy, serta dapat menjadi alternatif usaha tani pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga
- ItemAGRIBISNIS TANAMAN CABAI RAWIT(Polbangtan Gowa, 2025-11-14) Rusman B,; Riama Indah B.R. SiahaanPertanian di Indonesia, khususnya budidaya cabai rawit, memiliki potensi ekonomi tinggi namun kurang diminati generasi muda. Permintaan cabai rawit stabil, tetapi produksi yang menurun dapat menyebabkan inflasi, menunjukkan perlunya pengembangan budidaya ini. Dalam konteks tanaman cabai rawit, agribisnis ini melibatkan seluruh proses dari budidaya hingga pemasaran, yang sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar yang tinggi dan tantangan yang dihadapi oleh permintaan pasar yang tinggi. Magang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui Sistem Agribisnis Cabai Rawit. Magang dilaksanakan di Petani Cabai Berkah, Desa Bulo-Bulo, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Pelaksanaan magang tugas akhir menggunakan metode praktik lapangan, observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, analisis data dan analisis kelayakan usahatani menggunakan R/C ratio. Pemasaran yang dilakukan yaitu pemasaran secara tidak langsung dan berdasarkan hasil analisis R/C Ratio usahatani cabai rawit diperoleh hasil 1,3. Dari nilai rasio yang ditetapkan, maka budidaya tanaman cabai rawit layak untuk dikembangkan.
- ItemAgribisnis tanaman pangan dan hortikultura(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Wahid, Abdul; BPPSDMP
- ItemAgribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Produksi Tanaman Hias Budidaya Melati dan Anggrek(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Ikhwanto, Agus; Setiadi, Dali; BPPSDMP
- ItemAgribisnis Tanaman Perkebunan Budidaya Tanaman Kelapa Sawit(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Waluyo, Herdi; Gusmedi, Hendra; BPPSDMP
- ItemAgribisnis Tanaman Perkebunan Semusim Budidaya Tanaman Tebu(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Purba, Farulian; Waluyo; BPPSDMPBahan ajar ini membahas tentang budidaya tanaman tebu yang meliputi ruang lingkup, karakteristik dan syarat tumbuh tanaman tebu, teknik persiapan lahan produksi tanaman tebu, teknik pembibitan tanaman tebu, teknik penanaman tanaman tebu, teknik pengendalian gulma tanaman tebu, teknik pemeliharaan kesuburan tanah tanaman tebu, pengendalian hama tanaman tebu, pengendalian penyakit tanaman tebu, dan teknik pemanenan tanaman perkebunan semusim.
- ItemAgribisnis Ternak Ruminansia Pembibitan Ternak Ruminansia(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Kusumah, Kurnia Dani; BPPSDMP
- ItemAgribisnis Ternak Ruminansia Ternak Ruminansia Perah(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Kamil, Rekhnin; Desuryanti; BPPSDMPMata pelajaran Agribisnis Ternak Ruminansia Perah di kelas XI merupakan mata pelajaran yang mempelajari tentang usaha agribisnis ternak ruminansia perah, meliputi kegiatan persiapan kandang, pengadaan bibit (bakalan), pemeliharaan, dan penanganan kesehatan pada ruminansia perah.
- ItemAgribisnis ternak Unggas Pembibitan Ternak Unggas(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Bambang, Laras; Kusumah, Kurnia Dani; Zakky, Achmad; BPPSDMP
- ItemAgribisnis Ternak Unggas Ternak Unggas Pedaging(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Ulima, Korinti S. M; BPPSDMPAgribisnis Ternak Unggas Pedaging yang dimaksud dalam bahan ajar ini adalah ayam ras pedaging (broiler). Ayam pedaging baik jantan maupun betina dipelihara secara intensif untuk memperoleh pertumbuhan daging yang optimal. Buku ini berisi materi persiapan kandang dan peralatan ternak pedaging, pengadaan bibit (anak unggas pedaging), pemberian pakan dan air minum ternak unggas pedaging, serta penanganan kesehatan ternak unggas pedaging.
- ItemAgribisnis Ternak Unggas Ternak Unggas Petelur(Pusat Pendidikan Pertanian. BPPSDMP, 2016-06) Mulyadi; Kusumah, Kurnia Dani; BPPSDMP
- ItemAgricultural Extension Institution and Mechanism : guidelines of District Extension Committe (DEC), guidelines of Field Extension Committee (FET)(National Center for Agricultural Extension Development, 2002-03-19) Perpustakaan BPPSDMPImplementation of Decentralized Policy of Law No. 22, 1999 has brought many changes in agricultural and forestry extension management which previously had been a top-down approach towards participatory approach that basically drawn upon the needs and decision of farmers. At district level, agricultural and forestry extension program under the frame agricultural development system and agribusiness is under the respon District Head (Bupati/Walikoto) in which of its implementation covers activities within the whole of the district region including sub district, village, sub village farmers' level. To carry out extension activities, Bupati/Walikota is usually supported by an extension working unit or institution. In order to support decentralized policy and to improve the role of agricultural and forestry extension, and as a follow-up action of Ministry of Agriculture's decree No.1100/Kpts/OT.210/10/1999 about Organization and Management of DAFEP, it is likely that a district needs a forum that could function as home for inputs assembling regarding agricultural and forestry development.
- ItemANALISIS KANDUNGAN NITROGEN, FOSPOR, KALIUM PUPUK ORGANIK CAIR CANGKANG TELUR DAN CUKA(Polbangtan Gowa, 2026-01-16) Rusman B,; ABDUL MUFLIHPenggunaan pupuk kimia secara terus-menerus berdampak buruk terhadap kualitas tanah dan lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam pupuk organik cair berbahan dasar cangkang telur dan cuka, serta menilai respon masyarakat melalui kegiatan penyuluhan. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan, yakni P1 (1 kg cangkang telur + 1 L cuka), P2 (2 kg + 2 L), dan P3 (3 kg + 3 L), masing-masing diulang tiga kali. Analisis laboratorium dilakukan menggunakan metode Kjeldahl untuk N, spektrofotometri UV-Vis untuk P, dan flame photometer untuk K. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan P3 memberikan kandungan unsur hara tertinggi, yaitu 0,18% N, 0,70% P, dan kalium tertinggi di antara perlakuan lainnya. Penambahan jumlah bahan terbukti meningkatkan efektivitas pupuk. Selain itu, kegiatan penyuluhan yang dilakukan di Kecamatan Barebbo menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani terhadap penggunaan pupuk organik cair. Petani menjadi lebih memahami manfaat limbah cangkang telur dan cuka dalam meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi pertanian. Kesimpulannya, pupuk organik cair dari cangkang telur dan cuka merupakan alternatif pupuk yang tidak hanya bermanfaat secara agronomis, tetapi juga ramah lingkungan, mudah dibuat, dan berpotensi meningkatkan keberlanjutan pertanian. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah serta sosial yang kuat bagi pengembangan dan adopsi teknologi pupuk organik cair di tingkat petani.
- ItemANALISIS KANDUNGAN UNSUR C-ORGANIK, NITROGEN (N), FOSPOR (P), KALIUM (K) PADA KOMPOS KOTORAN SAPI DAN ISI RUMEN SAPI(Polbangtan Gowa, 2026-01-06) Rusman B,; NAURAH WINA MAHDIYAHLimbah peternakan seperti kotoran sapi dan isi rumen merupakan sumber bahan organik yang melimpah, memiliki potensi tinggi karena mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman seperti karbon organik (C-organik), nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) namun pemanfaatannya sebagai pupuk organik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan unsur hara utama dalam kompos berbahan dasar kotoran sapi dan isi rumen sapi. Penelitian dilaksanakan di Desa Saukang, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, dengan pengujian laboratorium dilakukan di Universitas Hasanuddin, Makassar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan: P1 (3 kg kotoran sapi + 1 kg isi rumen), P2 (3 kg kotoran sapi + 2 kg isi rumen), dan P3 (3 kg kotoran sapi + 3 kg isi rumen), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Analisis unsur hara dilakukan dengan metode Walkley & Black untuk C-organik, Kjeldahl untuk nitrogen, spektrofotometri untuk fosfor, dan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) untuk kalium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 memberikan hasil terbaik, dengan kandungan C-organik sebesar 19,33%, nitrogen 1,18%, fosfor 0,417%, dan kalium 0,82%. Kandungan unsur hara yang tinggi ini diduga berasal dari aktivitas mikroorganisme dalam isi rumen yang mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan limbah peternakan seperti kotoran dan isi rumen sapi dapat menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian
- ItemANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI MELON GOLDEN (Cucumis melo L.) DI KECAMATAN LALABATA KABUPATEN SOPPENG(Pobangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; Saskia AwaliahMelon golden (Cucucmis melo L.) merupakan salah satu tanaman pertanian komersial (cash crop) karena usahatani melon pada umumnya beriorientasi pada keuntungan. Melon golden merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil Kajiwidya ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha tani melon golden (Cucumis melo L.) serta mengevaluasi respons petani terhadap kegiatan penyuluhan di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kajiwidya menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya produksi melon dalam satu musim tanam sebesar Rp5.967.500, yang terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. Total penerimaan usaha mencapai Rp13.650.000 sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp7.682.500. Nilai Return Cost Ratio (R/C) sebesar 2,28 menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya produksi menghasilkan keuntungan sebesar Rp2,280 per periode tanam, sehingga usaha ini dinyatakan layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Selain itu, dari hasil evaluasi program penyuluhan pertanian terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) Malewa yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani mengenai usaha budidaya tanaman melon golden. Evaluasi penyuluhan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga aspek. Pengetahuan meningkat dari 42,9% menjadi 88,5%, sikap dari 51,2% menjadi 91,5%, dan keterampilan dari 40,8% menjadi 92,5%.