Buku
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Buku by Title
Now showing 1 - 20 of 1883
Results Per Page
Sort Options
- Item120 Tahun Penelitian Tanaman Industri(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1998) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman IndustriPusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, yang berdiri pada tahun 1980 atas dasar SK No. 453/Kpts/Org/6/1980 tanggal 23 Juni 1980, telah melalui proses kelembagaan dalam upaya penyempurnaan baik organisasi maupun mandat, cikal bakalnya adalah yang disebut Cultuurtuin. Perkembangan demi perkembangan kegiatan penelitian tanaman industri, selama kurun waktu 120 tahun dicoba merekam dan menganalisisnya dalam Buku 120 Tahun Penelitian Tanaman Industri ini.
- Item2. Uji Resistensi Varietes Lada Terhadap Phytophthora Palmivora in Vitro .Resistance test of black pepper Varieties against P. palmivora in vitro(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) D.Sitepu dan Prayitno.Uji resistensi jenis-jenis lada ( piper nigrum) terhadap penyakit, busuk pangkal Batang Yang di sebabkan oleh phytophthora palmivora, telah di lakukan dalam laboratorium, di Natar , lampung. Daun – daun yangb segar dan sehat serta seragam dari 20 jenis lada diinokulasi secara buatan dengan phytophthora kemudian di tumbuhkan dalam emapt khusu dengan suhu kamar.dari 20 jenis yang di uji, ternyata 6 menunjukan sifat toleraj yang baik. Yaitu menurut Urutan: kallivalli, Bangka, Pulau laut , belatung, Lampung daun kecil dan sarmentossum, sedang yang tergolong moderat Adalah Banjarmasin Daun lebar jambi,
- Item3. Pengembangan Jambu Mete di Daerah Istimewa Yogyakarta(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Rusim MardjonoArtikel ini membahas pengembangan tanaman jambu mete di Daerah Istimewa Yogyakarta yang didukung oleh kondisi iklim yang sesuai, kondisi sosial masyarakat, peluang pasar yang baik, serta bantuan pemerintah. Pengembangan jambu mete bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menghijaukan lahan-lahan kritis. Sentra pengembangan berada di Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, Bantul, dan Sleman. Namun, produktivitas tanaman masih belum optimal karena teknik budidaya yang belum sempurna serta kondisi lahan yang berbatu dan miskin unsur hara. Oleh karena itu, peningkatan produksi dapat dilakukan melalui perbaikan teknik budidaya dan pengelolaan lahan agar hasil panen dan kesejahteraan petani meningkat.
- Item4. Pengujian Beberapa Varietas Kapas Upland di Daerah Cirebon(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Rusim MardjonoPenelitian ini menguji beberapa varietas kapas upland di Desa Ambit, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon pada tanah aluvial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas DP 16 dan DPSL menghasilkan kapas berbiji paling tinggi dibandingkan varietas lainnya. Kedua varietas tersebut juga memiliki jumlah buah masak per tanaman terbanyak. Sementara itu, bobot 100 biji tertinggi diperoleh pada varietas Carolina Queen dan Reba BTK 12, sedangkan bobot serat bersih per 100 biji tertinggi terdapat pada Carolina Queen dan DP 25. Secara statistik, sebagian besar perbedaan antarvarietas tidak signifikan, sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa DP 16 dan DPSL merupakan varietas yang berpotensi memberikan hasil produksi kapas yang lebih baik di daerah Cirebon.
- Item5 Tahun 2001(2001-08) 5 TAHUN BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN SUMATERA UTARADalam regonalisasi pembagunan pertanian,Badan litbang pertanian telah membentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) di semua propinsi di indonesia. instusi ini merupakan perpaduan antara unsur penelitian dan penyuluahan,yang akan memberikan perana yang lebih nyata dalam penyediaan dan penyebarluasan teknologi pertanian spesifik lokasi dalam waktu yang relatif singkat guna mempercepat laju pembagunan pertanian di wilayah setempat ,sekaligus mendukung era otonomi daerah.
- Item5. Pengaruh Lama Pelayuan dan Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak pada Penyulingan Serai Dapur(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Sofyan Rusli, Djajeng Sumangat, dan Imas Sukmini SumiratPenelitian ini mengkaji pengaruh lama pelayuan (0, 1, dan 2 hari) serta lama penyulingan (45, 90, dan 135 menit) terhadap rendemen dan mutu minyak serai dapur menggunakan metode penyulingan air dan uap dengan sistem kohobasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pelayuan dan penyulingan, rendemen minyak cenderung meningkat, tetapi penyulingan lebih dari 45 menit menurunkan kadar sitral sebagai indikator mutu minyak. Kombinasi pelayuan selama 2 hari dan penyulingan selama 135 menit menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 0,43% dengan kadar sitral 80,27%, sedangkan kadar sitral tertinggi (86,67%) diperoleh pada bahan yang tidak dilayukan dan disuling selama 45 menit dengan rendemen 0,30%. Penelitian ini menunjukkan adanya keseimbangan antara peningkatan hasil minyak dan kualitas minyak berdasarkan lama pelayuan serta penyulingan
- Item6. Coconut Leaf-Spirals and Their Non-Genetic Nature (Sifat Arah Putaran Daun pada Tanaman Kelapa Tidak Diwariskan)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) R.E. Toar, T.M. Rompas, dan H. SudasripPenelitian ini membahas arah putaran daun pada tanaman kelapa, yang dapat berbentuk searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tipe putaran daun tersebut tersebar hampir sama banyak dalam suatu populasi. Berdasarkan pengamatan terhadap keturunan dari berbagai kombinasi persilangan, arah putaran daun terbukti tidak ditentukan oleh faktor genetik atau tidak diwariskan. Selain itu, data dari 7.860 pohon kelapa menunjukkan bahwa tanaman dengan putaran daun ke kiri jumlahnya sedikit lebih banyak dibandingkan tanaman dengan putaran daun ke kanan. Temuan ini menunjukkan bahwa arah putaran daun merupakan sifat non-genetik dan tidak dapat diprediksi berdasarkan sifat induknya.
- Item600 Teknologi Inovatif Pertanian(IARD Press, 2018) BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
- Item70 TEKNOLOGI INOVATIF BPTP JAKARTA(Balai Pengkajian teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, 2019-10-12) Aminah, Syarifah; Ammatillah, Cherry Soraya; Savitri, SheilaBalai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta merupakan salah satu institusi di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, yang memiliki visi dan misi menjadi pusat unggulan inovasi pertanian perkotaan. Guna tercapainya visi misi tersebut BPTP Jakarta telah melaksanakan berbagai kegiatan penelitian, pengkajian, pengembangan dan penerapan teknologi pertanian spesifi k lokasi untuk menjawab berbagai tantangan dan permasalahan pertanian perkotaan yang berkembang. Melalui buku 70 Teknologi Inovatif BPTP Jakarta, diharapkan inovasi teknologi yang dihasilkan dapat dengan mudah diterima, dipahami, disebarluaskan dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan khususnya petani perkotaan dan pemangku kebijakan. Melalui buku ini juga diharapkan dapat membantu berbagai kalangan untuk mengoptimalkan berbagai potensi dan peluang sektor pertanian yang ada di DKI Jakarta. Informasi teknologi dalam buku ini dikemas dalam bahasa yang sederhana untuk mempermudah pembaca memahami informasi yang disampaikan. Bentuk ringkas terkait spesifi kasi dan keunggulan teknologi serta nama pengkaji, bertujuan ii memudahkan pengguna apabila bermaksud untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Akhir kata, saran dan masukan pembaca sangat kami harapkan guna penyempurnaan buku ini.
- Item700 Teknologi Inovatif + 10 Model Penerapan Inovasi Kolaboratif(Balitbangtan, 2021-11-02) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Balitbangtan
- Item700 Teknologi Inovatif Pertanian + 10 model penerapan inovasi Kolaboratif(IAARD Press, 2021) Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian
- Item8. Pengamatan Komponen Buah Kelapa Nias Dwarf di Kebun Induk Bone-Bone(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Musa PaliluPenelitian ini mengamati komponen buah kelapa Nias Yellow Dwarf pada panen pertama di Kebun Induk Kelapa Bone-Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen bobot buah, bobot daging buah, tebal daging buah, ketebalan endosperma, dan bobot kopra memiliki tingkat keragaman yang rendah hingga hampir seragam. Ditemukan korelasi positif antara tebal daging buah dengan bobot daging buah dan bobot kopra. Oleh karena itu, komponen-komponen tersebut dapat dijadikan pedoman dalam seleksi pohon induk kelapa untuk pemuliaan dan peningkatan produksi kopra.
- ItemA DISCIPLINED APPROACH TO THE DEVELOPMENT OF THE PRODUCTIVITY OF COCONUT LANDS(Asian and Pacific Coconut Community, 1998-01) U.V.H PERERAThe knowledge to improve the productivity of coconut lands to reasonable economic levels has been available for more than half a century.
- ItemA GUIDE TO THE PREPARATION OF RESEARCH PROPOSALS(Asian and Pacific Coconut Community, 2013) Prof. H.P.M Gunasena ChairmanWriting a good research proposal is an important skill that should be acquired by researchers in order to win the much needed financial support for their proposed research projects.
- ItemA study of optimum croppping pattern and irrigation system on cotton+soybean cropping at lowland of rainfed area(1995) Pusat Penelitian Tanaman IndustriCotton (Gossypium hirsutum L.) is the main raw material for textile industry and textile products. According to WORSHAM (1989), 90% of world requirement is obtained from cotton fiber and the rest (10%) from synthetic fibers. In Indo-nesia cotton demand increases every year propor-tionally to the demand of textile and textile pro-ducts.
- ItemACCELERATING THE COCONUT INDUSTRY OF INDONESIA (Mempercepat Pengembangan Industri Kelapa Indonesia)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1980-01) Hasman Azis dan Achmad AbdullahArtikel ini membahas upaya percepatan pengembangan industri kelapa di Indonesia. Indonesia memiliki sekitar 2,2 juta hektare lahan kelapa dan merupakan negara penghasil kelapa terbesar kedua di dunia. Namun, produksi kelapa belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri akibat pertumbuhan penduduk yang meningkat, sementara hasil produksi per pohon justru menurun. Pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk mencapai swasembada sebelum tahun 1990 dan kembali menjadi negara pengekspor produk kelapa. Artikel ini menjelaskan rencana dan program yang disusun untuk memperbaiki serta mempercepat perkembangan
- ItemADAPTASI Duboisia leichardtii F. Moeller di Daerah Jawa Barat(Lembaga penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1980-10) Sudiarto dan M. RachmatPenelitian ini membahas pertumbuhan tanaman Duboisia leichardtii F. Moeller di empat lokasi berbeda di Jawa Barat untuk melihat pengaruh kondisi lingkungan terhadap pertumbuhannya. Pengamatan dilakukan sejak tanaman berumur enam bulan hingga dua belas bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan terbaik terjadi pada ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 2204 mm per tahun, menghasilkan kandungan alkaloida sebesar 3,1–3,3% dari daun kering. Pertumbuhan yang baik juga ditemukan pada ketinggian 125 meter di atas permukaan laut dengan tanah latosol dan curah hujan 3200 mm per tahun, menghasilkan kandungan alkaloida sebesar 4,6–5% dari daun kering.
- ItemADAS(pusat penelitian dan pengembangan perkebunan, 2006) Tety Herawaty, SP; Ari Novianti, SPAdas merupakan satubahan yang banyak di gunakan dalam pembuatan jamu atau obat tradisional.
- ItemAdopsi Teknologi Budidaya Kelapa Pada Populasi Terserang Hama Sexava di Kabupaten Kepulauan Talaud(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-12) daniel J. TorarPenelitian ini menggunakan metode penelitian survei yang bersifat deskriptif korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kabaruan dan Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud. Dari setiap kecamatan dipilih secara random masing-masing dua desa. Setiap desa diambil 30 petani secara sampel random sampling sehingga jumlah seluruh petani contoh adalah 120 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa adopsi teknologi budidaya kelapa di Kabupaten Kepulauan Talaud tergolong dalam tiga klasifikasi, yaitu tingkat adopsi rendah (35,83%) tingkat adopsi sedang (50,83%) dan tingkat adopsi tinggi (13,33%).
- ItemAdopsi teknologi dan indek pertanaman pola usahatani berbasis lada di Nangabulik Kalimantan Tengah(1999) Pusat penelitian dan pengembangan perkebunanAdopsi teknologi dan indek pertanaman pola usaha tani berbasis lada (Piper nigrum L) di UPT Nangabulik, Kalimantan Tengah bertujuan untuk melihat: (a) peran gelar teknologi sebagai salah satu bentuk penelitian pengembangan terhadap tanggap petani; (b) tingkat efisiensi penggunaan lahan melalui pendekatan indek pertanaman (IP) merupakan salah satu indi-kator tingkat pendapatan. Penelitian dilakukan dengan metode survei melalui analisis statistika non parametrik yaitu model uji jenjang bertanda Wilcoxon, sedangkan indek pertanaman diukur melalui model CII (Croping Intensity Index). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa gelar teknologi sebagai salah satu bentuk penelitian pengembangan sangat nyata peranannya. Pengembang-an pola tanam berbasis lada di UPT Nangabulik yang diproses secara bergulir lebih cepat, dalam waktu dua tahun akan tercapai areal pola tanam berbasis lada dalam skala ekonomi.