Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 1892
- ItemAuzay Hamid(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-01) Hubungan waktu Pemetikan daun dengan kwalitas Pada tembakau Virginia ( Relation ship Between time of priming and cured leaf quality of virginia tobaccoBanyak sekali Faktor- factor Yang mempengaruhi Kwalitas Krosok Tembakau Virginia Flue-cured, Pengolahan daun , Penyimpanan Krosok dan sebagainya. Untukm memperoleh Produk yang berklwalitas Tinggi, Tembakau harus ditanam pada tanah- tanah yang kesuburannya sedang hingga rendah dengan curah Hijau yang sesuai.perlakuan perlakuan yang optimum selama masa Pertumbuhan tanaman sampai pada masa pemeraman krosok Memainkan Peran yang Penting .
- Item9. Pengujian Pendahuluan Galur Kawinan Tembakau Virginia, (Preliminary test Of hybrid lines of Virginia to bacco.)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979) Abdulah, A. Rachman SK. Suwarso dan A. HamidUntuk Memperbaiki Berbagai sifat Tembakau Virginia Telah di lakukan Pemuliaan Melalui Hybridisasi , Kemudian diusul dengan Cara bulk, backcross, dan Triple- cross, Akhirnya diikuti dengan seleksi Galur Murni.Dari hasil Seleksi Galur Murni telah dim peroleh 33 galur, masing Masing 11 galur Berasal dari cara bulk , 5 galur dari backcroos dan 17 galur lainnya dari triple cross. Pengujuian di lakukan di kebun percobaan sumberejo , Bojonegoro, memakai rancangan Simple lattice dengan dua ulangan. Dari 33 galur yang di uji , ternyata hanya 5 galur yang mempunyai kecenderungan Berproduksi Tinggi. Galur galur tersebut ialah No. 8l5/A, 8L15/B, 8L20/B (bulk), No. LLLL25A/ LKKKK2 ( Backcross), dan No. LLL24ALH/BT13P21.Produksi Galur-Galur Tersebut lebih Tinggi dari Pada dua Verietas Kontronya (DB.101 dan NC, 2514) akan tetapi di bawah Varietas Kontrol lainnya ( NC.95/MC11).
- ItemPembinaa Dan Pemanfaatan Plasam Buftah Tanaman Industri ( conservation and use of Industrial Crops Germplasm )(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-01) Auzay HamidPembinaan dan Pemanfaatan plasma Nuftah Tanaman Industri Adalah Tugas dari Lemabaga Penelitian Tanaman Industri, Bogor.Dalam Pengelolan Tugas Tersebut , Lembaga Ini Pertama -tama Mengevaluasi Berbagai Macam species Tanaman Yang di maksukan ( di-Introduksi) Baik dari Negara – Negara Lain Maupun Yang Berasal dari dalam Negeri. Tujuannya iyalah Untuk Memperoleh jenis Jenis Tanaman baru Yang cocok untuk di Kembangkan di Negeri ini,di samping itu sebagai bahan Pemuliaan Untuk Menghasilkan Galur Galur Yang Lebihn baik.
- ItemDaur Hidup Tanaman Kelapa dan Perkembangannya(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-10) Zainal Mahmud H.T. LuntunganArtikel ini membahas daur hidup tanaman kelapa serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi. Tanaman kelapa tersebar luas di daerah tropis dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Untuk memperoleh produksi yang tinggi dan stabil, diperlukan kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Meskipun kelapa telah lama dibudidayakan, jumlah varietas unggul masih terbatas, salah satunya karena kurangnya pemahaman mengenai daur hidup tanaman kelapa yang berumur panjang. Oleh karena itu, pemahaman tentang tahapan perkembangan kelapa sangat penting agar pemilihan bibit, pengelolaan budidaya, dan pemberian berbagai input dapat dilakukan secara tepat sehingga menghasilkan produksi yang optimal.
- ItemPengaruh Waktu dan Jarak Tanam terhadap Produksi dan Kwalitas Serat Kapas(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-10) Adji Sastrosupadi MarlijunadiPenelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Muktiharjo, Pati, untuk mengetahui pengaruh waktu tanam dan jarak tanam terhadap produksi serta kualitas serat kapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tanam terbaik adalah 11 dan 21 Februari 1975, yang menghasilkan kapas berbiji tertinggi masing-masing 10,96 kw/ha dan 10,85 kw/ha. Jarak tanam 100 × 25 cm atau populasi 40.000 tanaman per hektar merupakan jarak tanam yang paling optimal dengan hasil 9,72 kw/ha. Dari segi kualitas serat, waktu tanam dan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap kekuatan, kehalusan, kedewasaan, maupun panjang serat. Secara umum, kualitas serat telah memenuhi standar, kecuali kekuatan serat yang masih tergolong lemah.