Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 1902
  • Item
    PENGARUH KEASAMAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN LADA
    (PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1979-04) R.ZAUBIN
    Artikel ini membahas pengaruh tingkat keasaman (pH) tanah terhadap pertumbuhan tanaman lada di Bangka. Masalah utama yang dihadapi adalah penyakit kuning yang berkaitan dengan kekurangan unsur hara dan serangan nematoda patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah memengaruhi ketersediaan unsur hara, pertumbuhan akar, serta perkembangan nematoda. Tanaman lada tumbuh paling baik pada tanah dengan pH 5,6–5,8, karena pada kondisi tersebut pertumbuhan tanaman optimal dan populasi nematoda patogen dapat ditekan. Oleh karena itu, pengelolaan pH tanah menjadi salah satu cara penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan tanaman lada.
  • Item
    SUMATRA DISEASE IN THE CLOVES
    (1979-04) C.P.A. BENNETT, P.HUNT AND A.ASMAN
    Artikel ini membahas penyakit Sumatra yang menyerang tanaman cengkeh di Sumatera. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia-like dan jamur Phytophthora cinnamomi, yang menghambat pertumbuhan hingga menyebabkan kematian tanaman. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pestisida dan pemeriksaan mikroskop elektron penting untuk memahami penyebab penyakit, tetapi pengendaliannya masih sulit. Penyakit ini menjadi ancaman serius bagi perkebunan cengkeh di Indonesia, sehingga diperlukan upaya pencegahan, penelitian lanjutan, dan pengembangan varietas cengkeh yang lebih tahan terhadap penyakit.
  • Item
    Penentuan Mutu, Kandungan Kalium dan Saponin Daun Kumis Kucing
    (Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-04) Sofyan Rusli dan Zubaidah Nasution
    Artikel ini membahas mutu daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) berdasarkan umur daun serta kandungan kalium dan saponinnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun yang dipetik hingga daun ke-10 dari pucuk masih memenuhi standar mutu. Semakin tua daun, semakin tinggi kandungan kaliumnya, yaitu berkisar antara 1,63–2,36%. Selain mengandung kalium, daun kumis kucing juga mengandung glikosida saponin yang bermanfaat sebagai bahan obat. Tanaman ini telah lama digunakan sebagai obat tradisional, terutama untuk membantu mengatasi gangguan ginjal, melancarkan buang air kecil, radang kandung kemih, dan rematik.
  • Item
    Penyimpanan Minyak Nilam dalam Beberapa Macam Kemasan
    (Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-04) Nanan A. Muchlis dan Sofyan Rusli
    Artikel ini membahas pengaruh lama penyimpanan dan jenis kemasan terhadap kualitas minyak nilam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan menyebabkan peningkatan bobot jenis, bilangan asam, dan bilangan ester. Kemasan aluminium menyebabkan kenaikan bobot jenis paling cepat, sedangkan botol hijau paling lambat. Nilai asam meningkat paling cepat pada botol hijau dan paling lambat pada kemasan besi. Minyak nilam berasal dari tanaman nilam, terutama spesies Pogostemon cablin yang memiliki kadar minyak tertinggi. Minyak nilam banyak dimanfaatkan sebagai bahan pewangi parfum, kosmetik, dan sebagai fiksatif untuk mempertahankan aroma.
  • Item
    Tataniaga Lada di Bangka (Judul bahasa Inggris: Pepper Marketing in Bangka)
    (Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-01) Darwin Chaniago