Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 1530
- ItemKontaminasi Aflatoxin Pada Biji Pinang Ekspor(Pusat Penelitian Dan Pengembangan tanaman Perkebunan, 2005-06-29) A.Lay,s Karouw, Ronald T.P. Hutapea dan MiftahorrahmanPembangunan pertanian yang berkelanjutan (Agriculture suitanable development) merupakan strategi pembangunan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan pangan karbohidrat yang meningkat setiap tahun seiring dengan pertambahan penduduk. Lahan di Indonesia yang telah dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditi perkebunan memiliki topografi yang bervariasi. Ada komoditi perkebunan yang diusahakan pada lahan-lahan yang datar, agak bergelombang, berbukit sampai ada yang diusahakan pada daerah dengan topografi yang sangat miring.
- ItemSagu Baruk ( Arenga Macrocarpha Becc.) Sebagai Sumber Karbohidrat dan Tanaman Reboisasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman perkebunan, 2005-06-29) MiftahorrachmanTanaman dari famili Palma pensuplai bahan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk di Wilayah Indonesia Timur, khususnya yang bermukim di pedesaan selama ini hanya dikenal dari tanaman sagu atau sagu Metroxylon. Padahal di beberapa daerah terdapat tanaman lain yang juga diolah sebagai makanan pokok dengan kualitas yang tidak kalah dengan Metroxylon terutama Daerah Kabupaten Sangir, Propinsi Sulawesi Utara
- ItemBudidaya dan Manfaat Tanaman Sagu Baruk(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan, 2005-06-29) Maliangkay R.B dan Yulianus R. MatanaBiji pinang kering telah menjadi komoditas ekspor Indonesia ke negara India, Pakistan dan Bangladesh. Biji pinang yang diekspor adalah pinang kering dalam bentuk pinang bulat dan pinang belahan. Tahun 2000, 61 127 299 kg dengan nilai US$ 38 776 078, sedangkan tahun 2003 menjadi 73 126.34 kg dengan nilai US$ 22 960 446 (BPS, 2004).
- ItemSidik Lintas Karakter Vegetatif dan Generatif Plasma Nutfah Pinang (Areca catechu L) Aksesi Sumut-2(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2005-06) MiftahorrachmanTanaman pinang (Areca catechu L), salah satu dari ribuan jenis palma, merupakan tanaman tradisional yang sudah dikenal sejak lama dengan berbagai ragam pemanfaatannya. Tanaman ini menyebar cukup luas di Indonesia, dan sebagai sentra penyebaran terluas adalah Pulau Sumatera. Agroklimat tempat tumbuhnya beragam, dapat tumbuh mulai dari tepi pantai sampai ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun (Pandin et al., 1994).
- ItemPengembangan Teknologi Pengolahan Untuk Pemberdayaan Petani Kelapa(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2005-06) A. LayPengolahan kelapa di tingkat petani ditandai dengan produktivitas rendah dan tidak efisien, disebabkan kurangnya sumberdaya manusia terdidik dibidang pengolahan hasil, rendahnya mutu, tampilan produk kurang menarik, pengolahan berorientasi subsisten, sistem proses manual, jenis dan jumlah produk serta terbatas. Selain itu, minimnya sarana pengolahan, dan tenaga terampil dibidang pengolahan kelapa dipedesaan.