Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 1760
  • Item
    Resistensi Beberapa Tipe Panili Terhadap Fusarium Oxysporum
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1992-07) Robet Asnawi dan Hasanah
    Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dan laboratorium Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar (Lampung), dari bulan Desember 1991 sampai Juli 1992. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui resistensi beberapa tipe panili terhadap penyakit busuk batang yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum. Tipe - tipe panili yang diuji meliputi tipe Anggrek, Gisting, Chili, Ungaran Daun Tipis, Ungaran Daun Tebal, Malang dan Madagaskar, berumur enam bulan (mempunyai 7 helai daun) dan ditanam dalam polybag yang berisi campuran tanah dan pupuk kandang (2:1), masing-masing 2 kg tiap polybag. Bahan tanaman tersebut diinolulasi dengan suspensi inokulum Fusarium oxysporum masing-masing 50 ml tiap tanaman melalui tanah. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok, dengan tiga ulangan dan 20 tanaman tiap perlakuan. Hasil percobaan menunjukan bahwa tidak satupun tipe panili yang resisten (tahan) terhadap serangan F. oxys-porum. Panili tipe Gisting cenderung menunjukan tingkat toleransi terhadap serangan jamur F. oxysporum yang lebih tinggi yang tercermin dari presentase tanaman terserang yang lebih rendah dari tipe lainnya.
  • Item
    Pengaruh bahan Organik Dari Beberapa Jenis Gulma Terhadap Serangan Phytophora Pada Tanaman Lada
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1992-07) Hasanah, Andarias M.M , Noneng Darmilah, Suranto dan Kamsyiono
    Pengaruh bahan organik berasal dari beberapa jenis gulma terhadap perkembangan penyakit Phytophthora capsici pada tanaman lada dipelajari di rumah kaca Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar dari bulan Januari sampai Oktober 1992. Perlakuan yang diuji adalah bahan organik gulma yang terdiri atas: 1) badotan (Ageratum conysoides), 2) wedusan (Euphorbia hirta), 3) petungan (Setaria palmivolia), 4) paitan (Panicum indicum), dan 5) campuran keempat gulma (1, 2, 3 dan 4). Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap, tiga ulangan dan enam tanaman tiap perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan gulma yang nyata menekan perkembangan P. capsici adalah bahan organik dari jenis petungan dan campuran keempat jenis gulma yang diuji. Jenis gulma lainnya (badotan, wedusan dan paitan) masih menekan perkembangan P. capsici namun belum menunjuk-kan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan kontrol (tanpa perlakuan gulma).
  • Item
    Persilangan Antara Kultivar Kelapa Dalam di Kp Pakuwon Jawa Barat
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1992-07) HT.Lutungan , Enny Randriani dan Bambang E.T
    Penelitian persilangan kelapa dalam ini dilakukan sejak tahun 1978 sampai tahun 1990 di Kebun Percobaan Pakuwon dengan tujuan untuk mengetahui potensi hasil persilangan antar kultivar kelapa dalam dilihat dari segi produksi daun, waktu munculnya seludang, pecah seludang, panen pertama dan produksi kopra tiap tahun. Rancangan penelitian menggunakan acak kelompok diulang tiga kali dengan jumlah tanaman 16 pohon tiap petak. Persilangan yang diuji adalah : 1) Kelapa Dalam Tenga x Dalam Tenga, 2) Kelapa Dalam Tenga x Dalam Palu, 3) Kelapa Dalam Tenga bersari bebas, Kelapa Dalam Bali x Dalam Bali, Kelapa Dalam Bali x Dalam Palu dan Kelapa Dalam Bali bersari bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umur 36 bulan Kelapa Dalam Tenga x Dalam Tenga berproduksi paling rendah diikuti dengan kombinasi Kelapa Dalam Bali x Dalam Bali. Untuk kelapa Dalam Tenga x Dalam Palu, Kelapa Dalam Tenga bersari bebas dan Kelapa Dalam Bali bersari bebas produksi daunnya sama. Sedangkan yang tertinggi adalah Kelapa Dalam Bali x Dalam Palu. Mengenai waktu munculnya seludang, pecah seludang dan panen pertama seluruh silangan kemampuannya sama. Demikian juga untuk produksi kopra tiap tahun.
  • Item
    Rancang Bangun Alat Perontok Lada Berkapasitas Sedang Dengan Penggerak Motor Listrik
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1992-07) Tatang Hidayat dan Risfaheri
    Penelitian rancang bangun alat perontok lada dilaksanakan pada tahun 1992 di Laboratorium Teknologi Balittro. Tahapan penelitian meliputi rancang bangun (perancangan dan pembuatan alat) serta tahap pengujian alat. Pengujian alat bertujuan untuk mendapatkan kondisi pengoperasian alat yang optimal. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Bahan pengujian (buah lada) yang digunakan adalah varietas Lampung Daun Lebar, berasal dari Rangkas- bitung, Jawa Barat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi optimal proses perontokan buah lada dicapai pada putaran silinder perontok 380 rpm. Pemisahan tangkai dan buah lada dengan menggunakan saringan berukuran dengan lubang 8 mm x 8 mm memberikan hasil yang terbaik. Efisiensi perontokan pada kondisi pengoperasian alat yang optimal 92.21%, kerusakan buah lada 6.13%, efisiensi pemisahan tangkai 93.13%, buah lada yang terikut keluar pada pengeluar-an tangkai 12.43 % dan kapasitas alat sebesar 506.17 kg bahan baku (buah bertangkai) tiap jam.
  • Item
    Serangan Penggerek Batang (Lophobaris Piperis Marsh) Pada Beberapa Varietas Lada
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1992-07) Suprapto, Hayani, Suroso dan Tohir Somantri
    Serangan penggerek batang (Lophobaris piperis) pada beberapa varietas lada telah diteliti di Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar, Lampung pada tahun 1992. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui tanaman lada yang kurang sesuai untuk penggerek batang di lapang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan varietas Kaluvally, CHKK, Kucing, Petaling 2, Panniyur, Petaling 1, Natar 1 dan Natar 2 yang berumur tiga tahun dan telah berproduksi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas lada yang paling disukai penggerek batang adalah CHKK. Panniyur dan Kaluvally. Pada ketiga varietas lada tersebut kematian tanaman lada berkisar antara 37.50% -55.60%, kerusakan cabang 5.23-8.87% dan populasi pada bagian batang 2.75 11.5 ekor tiap tanaman. Varietas lada yang kurang disukai penggerek batang adalah varietas Kucing, Natar 2 dan Natar 1 dengan persentase kematian tanaman lada berkisar 11.1%-15.30%, kerusakan cabang 3.93% -4.92% dan populasi pada bagian batang 0.5-2.0 ekor tiap tanaman.