Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 1825
- ItemPengaruh Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Setek Lada ( Piper Nigrum L)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1987-01) M. Prama Yufdy dan Rr. ErnawatiPengaruh air kelapa muda sebagai zat Pengatur tumbuh Terhadap pertumbuhan setek lada telah dipelajari di sub balai. Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Natar. Percobaan Ini Menggunakan Rancangan acak lengkasp dengan sususnan factorial dengan dua ulangan . Faktor Faktor Yang di uji Adalah kepekatan larutan air kelapa Muda (0; 50; 75 dan 100% ) dan lama perendaman setek lada dalam larutan Tersebut ( 0,6 12 dan 24 Jam ). Hasil percobaan Menunjukan Bahwa Penggunaan Air kelapa muda sebagai Zat Pengatur tumbuh dapat meningkatkan Pertumbuhan akar dan Tunas setek lada satu ruasa berdaun Tunggal seperti tercermin pada peningkatan Panjang akar dan jumlah akar , serta bobot kering tunas dan Panjang tunas.
- ItemPola Tanam Tumpang Tangga di antara Tanaman Kelapa(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1987-01) Ida Dwiwarni, J.T. Yuhono, dan Syafril KemalaPenelitian pola tanam tumpang tangga pada tanaman kelapa dilakukan untuk mengetahui pengaruh tanaman sela terhadap produksi kelapa per satuan luas serta untuk mengetahui nilai ekonomi dari berbagai kombinasi tanaman. Percobaan dilaksanakan di Kebun Induk Kelapa milik Dinas Perkebunan di Candimas, Lampung, dari tahun 1979 sampai 1985, menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Tanaman pokok adalah kelapa berumur tujuh tahun dengan jarak tanam 10 × 10 m. Setiap perlakuan berupa petak kecil yang berisi 16 pohon kelapa (4 × 4 tanaman) yang di antaranya ditanami tanaman sela. Kombinasi tanaman meliputi: (1) kelapa + kapuk + coklat, (2) kelapa + cengkeh + kencur, (3) kelapa + kapuk + lada + jahe, (4) kelapa + coklat + kayumanis + lada + nenas, (5) kelapa + pisang + jagung, dan (6) kelapa monokultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tumpang tangga pada tanaman kelapa tidak berpengaruh negatif terhadap produksi buah per pohon maupun berat kopra per butir. Penanaman tanaman sela cenderung meningkatkan jumlah buah per pohon. Pendapatan tertinggi per hektar diperoleh dari pola tanam kelapa + coklat + kayumanis + lada + nenas, diikuti oleh kelapa + pisang + jagung, kelapa + kapuk + coklat, kelapa + kapuk + lada + jahe, serta kelapa + cengkeh + kencur.
- ItemPengaruh Penyimpanan dengan Kantong PLastik Terhadap Viabilitas Benih Kapas(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1987-01) Maharani HasanaPengaruh kantong plastic sebagi bahan pembungkus terhadap daya berkecambah benih kapas di pelajari di laboratorium Teknologi benih balai penelitian Tanaman Industri Bogor tahun 1983. Benih kapas di bungkus dengan kantong Plastik tipis ( Tebal 0.045 mm) , sedang ( tebal 0.085 mm ) Tebal ( Tebal 0.18 mm ) dan di simpan dalam ruang Biasa ( 28-30 °C ) dan ruang Ber AC (20-22°C ).Daya berkecamabah di tentukan setiap di tentukan setiap empat Bulan .
- ItemKemampuan Hidup Phytophthora Palmivora Bulter Pada Jaringan Tanaman dalam Tanah(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1987-01) Rusli Kasim, S. Prayitno dan S, WiyonoPenyakit Bususk Pangkal batang lada Yang di sebabkan Phytophthora palmivora Bulter Merupakan masalah Utama Yang dihadapi dalam Pengembangan lada di lampung . Suatu Penelitian telah di lakukan di Laboratorium Huma dan Penyakit Sub Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat natar, Lampung. Peneliotian Ini di pelajari Pengaruh Kelembaban Tanah dan residu tanaman jagung ked alam tanah terhadap Kemampuan hidup, Baik Hidup Partasitik Maupun Hidup saprofitik pathogen, serta kemampuan pathogen Mengkoliniasi jaringan Akar, batang dan daun lada di dalam tanah.
- ItemMultiplikasi Tunas Tanaman Metha Melalui Kultur In Vitro(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1987-01) Ika Mariska, Endang Gati, dan Deden SukmadjajaUntuk menunjang pengembangan tanaman mentha diperlukan bibit dalam jumlah yang cukup banyak. Kultur in vitro merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif yang dapat menghasilkan bibit dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat. Penelitian ini mempelajari perbanyakan bibit yang berasal dari tunas batang dan stolon tanaman mentha melalui kultur in vitro dengan menggunakan beberapa zat pengatur tumbuh dalam berbagai konsentrasi untuk menginduksi pertunasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplan dari batang mampu menghasilkan tunas majemuk lebih banyak dibandingkan dari stolon. Penambahan sitokinin dengan konsentrasi 5 dan 10 mg/l dapat menginduksi tunas majemuk dan tunas adventif. Selain itu, pembentukan akar dapat dipercepat dengan penambahan NAA 0,5 mg/l ke dalam medium yang telah mengandung sitokinin.