Buku
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Buku by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 2240
Results Per Page
Sort Options
- ItemTanaman Aren ( Arenga Pinnata Merr) dan Pemanfaatnya di Jawa barat(Balai Penelitian Kelapa Manado, 0022-05) Dewi ListyantiTanaman aren ( Arenga pinnata,MERR) Telah lama di Kenal banyak manfaatnya . Penggunaan berbagi Tanaman ini sudah berlangsung sejak dahulu sampai sekarang, bahkan pemanfaatannyta cenderung meningkat sejalan dengan perkembangan industri pangan lainnya .yaitu sekitar 13 656 hektar. Pertanaman Aren tersebut tersebar pada beberapa kabupaten.Kabupaten Tasikmalaya dan cianjur merupakan dua kabupaten Utama Yang memiliki Populasi Aren Terbanyak.
- ItemPeningkatan kwalitas tembakau sigaret melalui penelitian(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1973-06) Achmad Abdullah, Abdul Rachman, dan Auzay HamidPenanaman tembakau di Indonesia telah diusahakan di mana-mana sejak zaman V.O.C. (Vereenigde Oost Indische Company). Penelitian tembakau cerutu telah dilakukan sejak lama oleh balai-balai penelitian tembakau Besuki, Vorstenland dan Deli. Tembakau asli varietas Timor-gebobbeld telah menyelamatkan tembakau Vorstenland dari kehancurannya. Tembakau Virginia flue-cured mulai diteliti dekat sebelum perang dunia kedua di Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur, akan tetapi terhenti selama pen-dudukan Jepang dan perang kemerdekaan dan mulai diteliti kembali sejak tahun 1952. Penelitian dititik beratkan pada kwalitas dan resistensi terhadap penyakit lanas. Hasil-hasil penelitian ini belum memenuhi harapan, karena terbatasnya tenaga, peralatan, biaya dan kurangnya partisipasi petani, pengomprong serta fabrikan.
- ItemInventarisasi tembakau asli Indonesia(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1973-06) AUZAY HAMIDTembakau asli yang tersebar di seluruh Indonesia terdiri atas berbagai ragam yang dapat dianggap sebagai jenis-jenis daerah atau landras. Inventarisasi ini ber-tujuan untuk mencegah lenyapnya jenis-jenis daerah bersangkutan, mempertahankan kemurnian jenis, mempelajari sifat-sifat luar dan dalam (genetik) untuk berbagai keperluan bidang pemuliaan dan perkembangan tembakau tersebut dengan tujuan terakhir untuk bahan industri sigaret di dalam negeri maupun untuk bahan eksport. Masa depan tembakau asli ini dapat dikatakan cukup cerah, terutama dapat mem-bantu pemecahan masalah bahan bakar yang banyak dibutuhkan pada pengolahan daun tembakau Virginia flue-cured, serta kepastian hasil yang tinggi dan mengingat pula tembakau-tembakau asli ini di antaranya ada yang memiliki sifat-sifat yang ideal, antara lain mengandung kadar gula yang tinggi, body dan aroma yang kuat, warna yang kuning, resisten terhadap kebanyakan dan kekurangan air, pengolahan daun dapat dilakukan secara air-curing atau sun-curing serta variabilitas yang tinggi. Dalam hal pelaksanaan inventarisasi ini di samping mengumpulkan benih-benih dari bebagai jenis daerah dengan ragam yang banyak, juga dilaksanakan penelitian-penelitian perpustakaan, arsip-arsip yang tersedia, kultur tehnik, pengolahan hasil serta sosial ekonomi dan tataniaga secara umum.
- ItemKEMUNGKINAN PERTANAMAN KAPAS DI PROPINSI SUMATERA SELATAN (Possibility of Cotton Growing in South Sumatera Province)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1973-09) Hadad, E.A. dan D. SitepuPenelitian ini membahas potensi pengembangan tanaman kapas di Provinsi Sumatera Selatan. Sebelum Perang Dunia II hingga masa pendudukan Jepang, wilayah ini dikenal sebagai penghasil kapas "Kapas Palembang". Kapas ditanam pada berbagai jenis lahan, seperti tanah delta, lembah sungai, ladang, dan sawah. Meskipun kondisi curah hujan di daerah Lahat dan LIOT kurang ideal karena musim kemarau yang singkat dan tidak menentu, penyesuaian waktu tanam serta penggunaan varietas genjah seperti Reba BTK 12, Caroline Queen, Stoneville DP 45, dan Kapas Palembang memberikan hasil yang menjanjikan. Berdasarkan hasil percobaan pemupukan, pengujian varietas, serta dukungan infrastruktur dan pembangunan pabrik pemintalan, daerah Sumatera Selatan memiliki prospek yang baik untuk pengembangan budidaya kapas di masa mendatang.
- ItemCARA-CARA PENYULINGAN MEMPENGARUHI RENDEMEN DAN KUALITAS MINYAK AKAR WANGI (Distillation methods affecting the yield and quality of vetiver oil)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1973-09) Hardjono, Sofjan Rusli, dan R.J. DeswertPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara penyulingan menggunakan air dan uap, kepadatan bahan dalam tangki, serta lama waktu penyulingan terhadap rendemen dan kualitas minyak akar wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan bahan dan lama penyulingan berpengaruh terhadap rendemen serta sifat kimia minyak, sedangkan sifat fisika minyak tidak mengalami perubahan yang nyata. Peningkatan kepadatan bahan menyebabkan penurunan bilangan asam, bilangan ester, dan kandungan vetiverol, sedangkan perpanjangan waktu penyulingan meningkatkan ketiga parameter tersebut. Penyulingan lebih dari 20 jam dinilai tidak ekonomis. Rendemen minyak tertinggi diperoleh sebesar 2,02% pada kepadatan 0,07 kg/liter, sedangkan rendemen terendah sebesar 1,43% pada kepadatan 0,1 kg/liter.
- ItemHasil Pengujian Beberapa Insektisida terhadap Hama Artona(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1973-09) Amri Munaan R. dan V. J. SoedhonoPenelitian ini menguji 15 jenis insektisida untuk mengendalikan ulat Artona pada instar III, IV, dan V. Pengujian dilakukan di Purbolinggo, Jawa Tengah, pada September–Oktober 1972 menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai racun kontak, hampir semua insektisida memiliki efektivitas lebih dari 90% terhadap ulat Artona, kecuali Endrin 19,2 E.C. (85,26%) dan Agrocide 26 D.P. (34,52%) pada instar IV dan V. Sebagai racun perut, insektisida yang paling efektif adalah Roxion 40 E.C., Dimecron 100 E.C., dan Sumithion 50 E.C. dengan efektivitas sekitar 90%. Sementara itu, Azodrin 60 W.S.C. dan Agrocide 26 D.P. memiliki efektivitas masing-masing 81,15% dan 79,15%.
- ItemPemuliaan Galur-Galur Kelapa Berproduksi Tinggi (Breeding high yielding strains of coconut)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1973-09) D. V. LiyanageMetode seleksi massa pada kelapa menunjukkan bahwa hasil kopra dari keturunan 5% pohon terbaik dalam suatu populasi dapat mencapai 14% lebih tinggi dibandingkan rata-rata populasi, sedangkan seleksi dari 15% pohon terbaik hanya meningkatkan hasil sebesar 8%. Salah satu cara untuk mengidentifikasi pohon kelapa dengan nilai pemuliaan tinggi adalah dengan mempelajari depresi inbreeding pada berat embrio dan daging buah kelapa. Pohon dengan nilai pemuliaan tinggi menunjukkan depresi inbreeding yang relatif lebih rendah pada kedua sifat tersebut. Persilangan kelapa Genjah × Dalam menghasilkan hibrida dengan vigor yang besar, cepat berbuah, dan berproduksi tinggi, mencapai sekitar 4 ton kopra per hektar per tahun dengan pengelolaan yang baik. Pengembangan komersial hibrida ini dilakukan menggunakan teknik kebun induk (seed garden).
- ItemPengeringan Kopra dengan Udara Panas (Copra drying with hot air)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1973-09) Mohamad MansurKopra bermutu tinggi dapat dihasilkan menggunakan alat pengering dengan udara panas. Alat pengering tersebut memiliki konstruksi yang sederhana dan dibuat dari bahan yang murah serta mudah diperoleh. Bahan bakarnya dapat berupa sabut, tempurung, atau kayu. Proses penggunaan alat pengering beserta bagian-bagiannya dijelaskan dalam tulisan ini. Pengeringan selama 64 jam atau lebih menghasilkan kopra dengan kadar air maksimal 6% dan asam lemak bebas 1%. Kapasitas pengeringan diperkirakan mencapai 76 ton kopra per tahun.
- ItemObservasi Buah Kelapa Takome (Observation on the nut of Takome coconut palm)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1973-09) Mohamad MansurBuah kelapa Takome di desa Jailolo dan di Takome diamati. Ukuran buahnya lebih kecil dibandingkan kelapa dalam, tetapi memiliki produksi yang tinggi. Berat kopra kelapa Takome berkisar 85–150 gram per butir, dengan rata-rata jumlah buah per tandan sekitar 30–53 butir. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa kelapa Takome di Jailolo dan Takome memiliki ukuran buah yang lebih kecil dibandingkan varietas tinggi, tetapi produksi buah dan kopranya cukup tinggi.
- ItemPASCA PANEN MELINJO(1974-02) EDDI IMANUEL dan M PANDJI LAKSMANAHARTJAMelinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan tanaman industri potensial yang seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan serta memiliki nilai ekspor tinggi. Makalah ini membahas teknologi pasca panen dan diversifikasi pengolahan biji melinjo untuk meningkatkan mutu, daya simpan, serta nilai gizi produk di tingkat pedesaan. Tahapan pengolahan biji melinjo meliputi pengupasan kulit luar, pengeringan, penyeleksian, penyimpanan, dan pengolahan menjadi produk seperti emping (terbagi dalam mutu I, II, dan III), kerupuk melinjo, serta cheese ball. Biji dan produk olahan melinjo kaya akan protein dan kalori, namun mengandung asam sianida (HCN) yang dapat dikurangi kadarnya melalui proses pemanasan seperti perebusan, pengukusan, atau penyangraian. Penerapan teknologi pasca panen yang tepat diharapkan mampu mendorong agroindustri pedesaan dan meningkatkan pendapatan petani
- ItemPengujian insektisida terhadap penggerek batang dan pucuk tanaman kelapa(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1974-04) SUNARDI, S.H. ISDIJOSO dan A.SASTROSOEFADIbatang dan pucuk tanaman kelapa (Rhynchophorus sp. dan Oryctes rhinoceros) yang dilakukan di Tuban dan Tulungagung (Januari 1972 s/d Juni 1973) adalah merupakan percobaan pengujian insektisida terhadap hama-hama kelapa tersebut diatas yang kedua kalinya. Yang pertama diselenggarakan di Sidoarjo (Juni 1971 s/d Juli 1972), Mengingat bahwa daerah sepanjang pantai utara Jawa Timur dan Madura merupakan daerah serangan khronis dari penggerek batang dan pucuk tanaman kelapa, maka perlu dicari cara-cara pemberantasan dengan menggunakan insektisida yang efektif untuk keperluan tersebut, sehingga pemberantasan dapat dilakukan dengan cepat. Dalam percobaan ini telah diuji 11 macam insek- tisida (sehingga ada 12 macam perlakuan termasuk kontrol), secara Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 3 ulangan dengan ukuran petak 15 pohon. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penggerek batang dan pucuk tanaman kelapa dapat diberantas secara kimiawi dengan insektisida- Insektisida berbentuk tepung (WP), cairan (EC) serta butiran (G). Insektisida-insektisida yang efektif di Tuban adalah berturut-turut, HOE 2960 40 EC, Sevin 85 WP, Endrin 19.2 EC, Gusathion 40 EC, BHC 6 G dan Thiodan 35 EC, Di Tulungagung insektisida-insektisida yang efektif adalah HOE 2960 40 EC, Basudin 60 EC, BHC 6 G, Sevin 85 WP dan Gusa- thion 40 EC, Jangka waktu pengobatan adalah 4 bulan sekali. Dianjurkan untuk membersihkan mahkota pohon serta mengadakan pembersihan kebun sebelum pengobatan dilakukan
- ItemMemproduksi bibit unggul kelapa dengan cara hibridisasi(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1974-04) D. V. LIYANAGETanaman kelapa type dalam (varietas typica) yang memproduksi kopra, lebih banyak melakukan penyerbukan secara silang, karena itu pertanaman yang ada sangat heterogen. Sampai sekarang seleksi masa masih dilakukan yaitu dengan menyeleksi buah dari tanaman yang ber- produksi tinggi dan dijadikan bibit. Karena "heritability values" hasil kopra dan berat buah tanpa sabut cukup tinggi (Lakshamana Char. 1959: Liyanage dan Sakai, 1960), seleksi dari induk-induknya dalam sifat-sifat ini akan menimbulkan sedikit per- kembangan genetik pada keturunan-keturunannya. Respons dari keturunan meningkat bila selection differential diper- besar kearah kanan sebaran populasi (upward basis). Hasil kopra dari keturunan-keturunan yang berasal dari 5 persen tanaman terbaik didalam suatu populasi memberikan 14 persen lebih tinggi dari rata-rata populasi (population mean), sedangkan yang berasal dari 15 persen tanaman terbaik hanya memberikan kenaikan hasil 8 persen, yakni bila induk- induknya dipilih atas dasar hasil kopra. Pada seleksi kearah kiri sebaran populasi (downward basis), produksi dari keturunan-keturunan yang berasal dari 5 persen tanaman terburuk lebih rendah bila dibandingkan dengan produksi dari keturunan yang berasal dari 15 persen tanaman ter- buruk (Liyanage, 1967). Walaupun terdapat respons terhadap seleksi dari bahan yang berasal dari penyerbukan bebas, akan tetapi kenaikan hasil dari keturunannya tidak cukup tinggi. Agar diperoleh keturunan-ketu- runan yang berproduksi lebih tinggi diadakanlah pengaturan dalam hal penyerbukan, Penyerbukan tersebut merupakan teknik yang mudah dan telah banyak diuraikan didalam literatur. Pemakaian teknik ini tentunya tidak lepas dari kesukaran-kesukaran lainnya. Umumnya tanaman kelapa hanya menghasilkan beberapa butir/tahun (80-125 butir)
- ItemPengujian beberapa insektisida terhadap hama hama tembakau(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1974-04) M.N. NASUTION dan HOBIRDari 13 macam insektisida yang diuji ternyata semuanya efektif ter- hadap Prodenia sp. dan Heliothis sp. baik dipesemalan maupun diperta- naman pada semua konsentrasi yang dicobakan Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara satu dengan lainnya. Thiodan 35 E.C. (1.5 ce/liter). Dipterex 80 SP (1.25 gr/liter), Matacil 50 WP (1 gr/liter), Dursban 4 E (0.75.cc/liter), Cyanox 50% (0.8 gr/liter), Lannate 90 WP (1-2 gr/liter), Surecide 25% EC (0.25-0.75 cc/liter), dapat digunakan untuk memberantas ulat-ulat Prodenia dan Heliothis baik dipesemaian maupun dipertanaman. Insektisida tersebut tidak berbeda khasiatnya dengan Endrin dan Basudin. Sevin 50 WP (2.5 gr/liter), Sumithion 50 EC (1.5 cc/liter), Cela CA 6900 (0.5-1.5 gr/liter) dan Phosvel 300 EC (0.5-1.5 ce/liter) menyebabkan ke- racunan pada bibit dan tanaman yang masih kecil.
- ItemPertanaman lada dan jambu mete di propensi Jambi(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1974-04) ABIOSONO dan R. MARDJONOTanaman lada di daerah Jambi terdapat pada tanah-tanah Latosol, Podsolik dan Organosol, Pada tanah Organosol pertumbuhannya kurang balk dan selalu menunjukkan gejala "deficiency". Penduduk menggunakan bibit dari bermacam-macam stek sulur panjat, sulur gantung dan sulur tanah, Penanaman langsung di kebun, Panjang stek berkisar antara 30- 60 cm, bahkan ada yang menggunakan stek sulur panjang yang diling- karkan sekeliling sandaran. Varietas lada yang ditanampun ada beberapa varietas. Untuk tiang sandaran dipakai baik sandaran hidup maupun san- daran kayu mati yang berasal dari berbagai jenis pohon. Pemeliharaan tanaman kurang, bahkan ada yang tidak dipelihara sama sekali, sehingga tanaman pengganggu merupakan masalah, Jambu mete tumbuh di pekarangan-pekarangan, semak-semak, kuburan-kuburan dan tumbuh liar di tengah padang alang-alang, pada jenis-jenis tanah Aluvial, podsolik dan organosol, Pemeliharaan sama sekali tidak diperhatikan. Meskipun begitu pertumbuhan tanaman cukup baik. Masa pembungaan dan pembuahan merupakan hal yang penting diperhatikan karena hujan yang merata sepanjang tahun dapat menggagalkan pembuahan dan menyebabkan kwalitas büi menjadi rendah, Pemasaran hasil baru berupa buah semu yang di pedalaman bahkan tidak laku sama sekali. Pemasaran berupa kacang (kernel) hanya terdapat di kota Jambi yang didatangkan dari daerah lain,
- ItemPengaruh kepadatan dan lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak nilam(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1974-04) SOFYAN RUSLIPada penyulingan daun nilam dengan cara dikukus ternyata kepadatan daun dalam tangki dan lama penyulingan mempengaruhi rendemen tetapi tidak nyata pengaruhnya terhadap mutu minyak yang dihasilkan kecuali untuk penyulingan selama 4 jam. Hubungan antara rendemen dengan kepadatan daun untuk penyulingan selama 4, 8 dan 12 jam berturut-turut adalah: Y2,17 13,4 X, Y = 2,3711,9 X dan Y = 2,44 10,5 Χ. Rendemen minyak yang tertinggi diperoleh 1,91% pada kepadatan bahan 0,051 kg/liter dengan lama penyulingan 12 jam, sedangkan yang terendah 1,14% untuk penyulingan selama 4 jam dan kepadatan 0,077 kg/liter.
- ItemSurvey Kemungkinan Pengusahaan Tembakau Virginia dan Burley di Sumatera Utara(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1974-10) Achmad Abdullah, Auzay Hamid, IPG. Widjaja-Adhi, Gatot Pangudijatno, dan M. HutabaratPenelitian ini bertujuan menilai potensi pengembangan tembakau Virginia dan Burley di Sumatera Utara sebagai upaya memenuhi meningkatnya kebutuhan bahan baku industri rokok. Survei dilakukan dengan mengkaji kondisi iklim, tanah, dan aspek sosial ekonomi di beberapa wilayah yang berpotensi untuk budidaya tembakau. Hasil survei menunjukkan bahwa beberapa daerah di Sumatera Utara memiliki kondisi yang mendukung untuk pengembangan tembakau Virginia dan Burley, sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan impor sekaligus mendukung produksi dalam negeri.
- ItemPemupukan N, P dan kompos pada tanaman kelapa dewasa di Sukalila (Banten Utara)(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1974-10) Mohammad MansurPenelitian ini mengkaji pengaruh pemupukan nitrogen (N), fosfor (P), dan kompos pada tanaman kelapa dewasa berumur 15 tahun di Sukalila, Banten Utara yang memiliki produktivitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk nitrogen (ZA) sebanyak 5 kg per pohon per tahun mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan hingga sekitar 15 butir per pohon. Sebaliknya, pemberian fosfat dan kompos tidak meningkatkan produksi, bahkan kombinasi ZA dan fosfat menghasilkan panen yang lebih rendah dibandingkan ZA saja. Rendahnya produktivitas kelapa dipengaruhi oleh kondisi iklim dan tanah yang kurang sesuai.
- ItemHasil Penelitian Penyakit Kuning pada Tanaman Lada di Daerah Bangka(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1976-04) Pasril WahidPenelitian ini mengkaji penyebab penyakit kuning pada tanaman lada di Bangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang diduga menyebabkan penyakit tersebut, yaitu serangan nematoda dan faktor agronomi, seperti kekurangan atau keracunan unsur hara. Berbagai percobaan budidaya, penggunaan mulsa, dan aplikasi nematisida menunjukkan bahwa pengendalian penyakit akan lebih efektif jika difokuskan pada perbaikan teknik budidaya dan pengelolaan agronomi. Oleh karena itu, faktor agronomi diduga memiliki peran yang lebih besar dibandingkan nematoda sebagai penyebab utama penyakit kuning pada tanaman lada.
- ItemProspek tembakau asli dimasa datang di tinjau dari bidang pemuliaan(PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1976-04) ABDUL RACHMAN SK dan AUZAY HAMIDTembakau adalah merupakan komoditi penting bagi para petani sesudah padi di daerah tembakau. Peningkatan produksi ternyata dapat di laksanakan melalui pemurnian jenis serta pemilihan varietas di dalam masing-masing tioe tembakau yang di usahakan oleh petani
- Item1. Proses Penghilangan Gum Minyak Biji Kapok Secara Hidrasi ( Degumming of Kapok seed oil by hydration)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1976-04) Sofyan Rusli dan M. SihontangDalam proses Menghilangkan gum biji Kapok secara hidrasi Ternyata Jumlah Inyak dan lamanya proses Mempengaruhi efesiensi penghilangan gum tersebut. Efesiensi tertinggi yang di capai sebesar 86,6% untuk proses penghilangan gum sebanyak 100 gram minyak dalam waktu 134 menit dan terendah adalah 34,2% untuk proses 200 gram minyak selama 45 menit. Lama proses penghilangan gum tidak nyata pengaruhnya terhadap sifat sifat Minyak, tetapi jumlah minyak berpengaruh terhadap warna/ kejernihan dan bilangan penyambunan. Dalam proses ini pertambahan jumlah minyak mengakibatkan naiknya bilangan penyambunan dan semakin jernih warna minyak yang di peroleh. Secara keseluruhan sifat resiko kimia minyak relatif tidak begitu berubah dengan adanya proses penghilangan Gum ini.