Buku
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Buku by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 1892
Results Per Page
Sort Options
- ItemTanaman Aren ( Arenga Pinnata Merr) dan Pemanfaatnya di Jawa barat(Balai Penelitian Kelapa Manado, 0022-05) Dewi ListyantiTanaman aren ( Arenga pinnata,MERR) Telah lama di Kenal banyak manfaatnya . Penggunaan berbagi Tanaman ini sudah berlangsung sejak dahulu sampai sekarang, bahkan pemanfaatannyta cenderung meningkat sejalan dengan perkembangan industri pangan lainnya .yaitu sekitar 13 656 hektar. Pertanaman Aren tersebut tersebar pada beberapa kabupaten.Kabupaten Tasikmalaya dan cianjur merupakan dua kabupaten Utama Yang memiliki Populasi Aren Terbanyak.
- ItemDaya Kecambah Benih Lada (Germination of Black Pepper Seeds)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978) Y. NuryaniPenelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kemasakan benih dan lama penyimpanan yang paling baik untuk memperoleh daya kecambah serta kekuatan berkecambah benih lada tertinggi. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah, dengan tingkat kemasakan benih sebagai petak utama dan lama penyimpanan sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin matang benih, semakin tinggi persentase daya kecambahnya. Sebaliknya, daya kecambah menurun dengan cepat apabila benih disimpan selama 20 hari setelah panen.
- Item• Eksplorasi Plasma Nutfah Zingiber di Daerah Bogor(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-10) Rusim MardjonoMenjelaskan hasil eksplorasi plasma nutfah tanaman Zingiber (kelompok jahe-jahean) di daerah Bogor untuk pelestarian sumber daya genetik. Selama eksplorasi 10 hari ditemukan 5 jenis Zingiber, yaitu Zingiber officinale, Z. ottensii, Z. cassumunar, Z. zerumbet, dan Z. amaricans. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi sifat pada beberapa jenis, seperti warna dan ukuran rimpang pada Z. officinale, perbedaan ketegapan tubuh pada Z. cassumunar, serta variasi warna batang pada Z. zerumbet dan Z. amaricans. Sementara itu, Z. ottensii tidak menunjukkan keragaman sifat.
- ItemPengujian Beberapa Macam Insektisida Secara Laboratorium terhadap Ulat Thosea asigna pada Tanaman Lada di Lampung(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-10) Suprapto Moh. Oesman Martonoenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa jenis insektisida dalam mengendalikan ulat Thosea asigna pada tanaman lada. Pengujian dilakukan di Laboratorium Cabang LPTI Wilayah I, Tanjungkarang, Lampung, pada bulan Mei 1978. Insektisida yang diuji meliputi Supracide 40 EC, Orthene 75 SP, Diazinon 60 EC, Tamaron 200 LC, Nuvacron 20 SCW, Agrothion, dan Basudin 60 EC. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan, setiap perlakuan menggunakan lima ekor ulat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua insektisida yang diuji efektif dibandingkan kontrol, kecuali Agrothion. Di antara semua insektisida tersebut, Basudin 60 EC merupakan insektisida yang paling efektif dalam mengendalikan ulat Thosea asigna pada tanaman lada.
- ItemPengaruh Waktu dan Jarak Tanam terhadap Produksi dan Kwalitas Serat Kapas(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-10) Adji Sastrosupadi MarlijunadiPenelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Muktiharjo, Pati, untuk mengetahui pengaruh waktu tanam dan jarak tanam terhadap produksi serta kualitas serat kapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tanam terbaik adalah 11 dan 21 Februari 1975, yang menghasilkan kapas berbiji tertinggi masing-masing 10,96 kw/ha dan 10,85 kw/ha. Jarak tanam 100 × 25 cm atau populasi 40.000 tanaman per hektar merupakan jarak tanam yang paling optimal dengan hasil 9,72 kw/ha. Dari segi kualitas serat, waktu tanam dan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap kekuatan, kehalusan, kedewasaan, maupun panjang serat. Secara umum, kualitas serat telah memenuhi standar, kecuali kekuatan serat yang masih tergolong lemah.
- ItemDaur Hidup Tanaman Kelapa dan Perkembangannya(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1978-10) Zainal Mahmud H.T. LuntunganArtikel ini membahas daur hidup tanaman kelapa serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi. Tanaman kelapa tersebar luas di daerah tropis dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Untuk memperoleh produksi yang tinggi dan stabil, diperlukan kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Meskipun kelapa telah lama dibudidayakan, jumlah varietas unggul masih terbatas, salah satunya karena kurangnya pemahaman mengenai daur hidup tanaman kelapa yang berumur panjang. Oleh karena itu, pemahaman tentang tahapan perkembangan kelapa sangat penting agar pemilihan bibit, pengelolaan budidaya, dan pemberian berbagai input dapat dilakukan secara tepat sehingga menghasilkan produksi yang optimal.
- ItemSterilisasi Tanah Pesemaian Tembakau(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979) Auzay , Hamid HobirPenelitian ini bertujuan mengevaluasi berbagai metode sterilisasi tanah pesemaian tembakau untuk menghasilkan bibit yang berkualitas. Beberapa bahan sterilisasi yang diuji meliputi Basamid, Furadan, Nemagon G, Mocap, Nemagon EC, Shell DD, dan Vapam. Percobaan dilakukan di Bogor, Manokwari, dan Garut pada musim hujan dan kemarau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Basamid, Vapam, dan Nemagon EC paling efektif dalam menekan populasi nematoda. Namun, tidak ditemukan pengaruh yang nyata terhadap penurunan serangan berbagai penyakit maupun hubungan yang jelas antara penekanan nematoda dengan pertumbuhan bibit. Perbedaan hasil diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti musim, jenis tanah, dan perlakuan yang diberikan. Meskipun semua bahan cukup efektif, Mocap diketahui dapat menghambat pertumbuhan bibit tembakau
- Item9. Pengujian Pendahuluan Galur Kawinan Tembakau Virginia, (Preliminary test Of hybrid lines of Virginia to bacco.)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979) Abdulah, A. Rachman SK. Suwarso dan A. HamidUntuk Memperbaiki Berbagai sifat Tembakau Virginia Telah di lakukan Pemuliaan Melalui Hybridisasi , Kemudian diusul dengan Cara bulk, backcross, dan Triple- cross, Akhirnya diikuti dengan seleksi Galur Murni.Dari hasil Seleksi Galur Murni telah dim peroleh 33 galur, masing Masing 11 galur Berasal dari cara bulk , 5 galur dari backcroos dan 17 galur lainnya dari triple cross. Pengujuian di lakukan di kebun percobaan sumberejo , Bojonegoro, memakai rancangan Simple lattice dengan dua ulangan. Dari 33 galur yang di uji , ternyata hanya 5 galur yang mempunyai kecenderungan Berproduksi Tinggi. Galur galur tersebut ialah No. 8l5/A, 8L15/B, 8L20/B (bulk), No. LLLL25A/ LKKKK2 ( Backcross), dan No. LLL24ALH/BT13P21.Produksi Galur-Galur Tersebut lebih Tinggi dari Pada dua Verietas Kontronya (DB.101 dan NC, 2514) akan tetapi di bawah Varietas Kontrol lainnya ( NC.95/MC11).
- ItemPembinaa Dan Pemanfaatan Plasam Buftah Tanaman Industri ( conservation and use of Industrial Crops Germplasm )(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-01) Auzay HamidPembinaan dan Pemanfaatan plasma Nuftah Tanaman Industri Adalah Tugas dari Lemabaga Penelitian Tanaman Industri, Bogor.Dalam Pengelolan Tugas Tersebut , Lembaga Ini Pertama -tama Mengevaluasi Berbagai Macam species Tanaman Yang di maksukan ( di-Introduksi) Baik dari Negara – Negara Lain Maupun Yang Berasal dari dalam Negeri. Tujuannya iyalah Untuk Memperoleh jenis Jenis Tanaman baru Yang cocok untuk di Kembangkan di Negeri ini,di samping itu sebagai bahan Pemuliaan Untuk Menghasilkan Galur Galur Yang Lebihn baik.
- ItemAuzay Hamid(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-01) Hubungan waktu Pemetikan daun dengan kwalitas Pada tembakau Virginia ( Relation ship Between time of priming and cured leaf quality of virginia tobaccoBanyak sekali Faktor- factor Yang mempengaruhi Kwalitas Krosok Tembakau Virginia Flue-cured, Pengolahan daun , Penyimpanan Krosok dan sebagainya. Untukm memperoleh Produk yang berklwalitas Tinggi, Tembakau harus ditanam pada tanah- tanah yang kesuburannya sedang hingga rendah dengan curah Hijau yang sesuai.perlakuan perlakuan yang optimum selama masa Pertumbuhan tanaman sampai pada masa pemeraman krosok Memainkan Peran yang Penting .
- ItemPenyakit Tanaman Jambu Mede dan Serai Wangi serta Gulma yang Terdapat pada Pertanaman Serai Wangi(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-07) D. Sitepu , R.V.J. Soedhono dan Endang NurwendaPenelitian ini mengkaji berbagai penyakit yang menyerang tanaman jambu mede dan serai wangi serta peran gulma pada pertanaman serai wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit akar pada jambu mede sulit dikendalikan, mudah menyebar, dan diduga disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. dan Xanthomonas sp. serta cendawan Botryodiplodia dan Pythium sp. Pada tanaman serai wangi ditemukan penyakit lurik yang menyebabkan daun menguning, tanaman menjadi kerdil, bahkan mati, serta menurunkan kadar minyak daun sekitar 1,95% dibandingkan tanaman sehat. Selain itu, gulma di sekitar pertanaman tidak hanya menjadi pesaing tanaman, tetapi juga berperan sebagai inang berbagai patogen penting seperti Curvularia sp., Pestalotia sp., Fusarium sp., Alternaria sp., dan Phyllosticta sp. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengendalian penyakit dan gulma untuk menjaga produktivitas tanaman jambu mede dan serai wangi.
- ItemSuper Abundant Female Flower-Production in a Coconut (Bunga Betina yang Lebat Sekali pada Sebatang Pohon Kelapa)(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-07) T.A. Davis , C.P. Corputty dan T. MochtarPenelitian ini melaporkan ditemukannya pohon kelapa yang memiliki produksi bunga betina sangat melimpah di Kampung Idi, Provinsi Aceh, pada tahun 1977. Pohon tersebut menghasilkan sekitar 1.000 buah kelapa pada tahun 1978 dan memiliki lebih dari 10.000 bunga serta buah muda pada awal tahun 1979. Meskipun jumlah bunga betina sangat banyak, persentase bunga yang berkembang menjadi buah hanya sekitar 0–20% per tandan (spadiks). Pohon ini diduga merupakan hibrida antara varietas kelapa dalam dan kelapa genjah, dengan ukuran buah yang relatif kecil. Bibit dari pohon tersebut telah diperbanyak dan ditanam di Kebun Induk LPTI Payagajah, Aceh, untuk diteliti lebih lanjut mengenai pertumbuhan, produktivitas, dan potensi pemanfaatannya dalam program pemuliaan kelapa.
- ItemCara Penyulingan Daun Cengkeh Mempengaruhi Rendemen dan Mutu Minyaknya(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-07) Sofyan , Rusli Pandi Laksmanahardja , J. P. SimarmataPenelitian ini membahas pengaruh metode penyulingan daun cengkeh terhadap rendemen dan mutu minyak cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar kecilnya api dan tinggi bahan dalam tangki memengaruhi rendemen minyak, kadar eugenol, indeks bias, bobot jenis, dan putaran optik. Rendemen minyak cenderung meningkat dengan bertambahnya besar api, sedangkan kadar eugenol meningkat pada penggunaan api yang lebih besar tetapi dapat menurun jika tinggi bahan dalam tangki terlalu besar. Kombinasi api sedang dengan tinggi bahan satu kali diameter tangki menghasilkan rendemen minyak tertinggi sebesar 4,4% dengan kadar eugenol 81,4%, sedangkan kombinasi api besar dan tinggi bahan seperempat diameter tangki menghasilkan rendemen 4,3% dengan kadar eugenol 81,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan intensitas api dan tinggi bahan sangat penting untuk memperoleh rendemen dan mutu minyak cengkeh yang optimal.
- ItemPengembangan Tanaman Serat Karung Rakyat Hubungannya dengan Varietas, Tanah dan Iklim Setempat(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-07) SuratmanPenelitian ini membahas pengembangan tanaman serat karung rakyat yang dipengaruhi oleh faktor varietas, jenis tanah, dan iklim setempat. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas kenaf HC 48, HC 62, HC 33, G 4/45 serta varietas yute CC 22 dan Halmahera cocok dikembangkan sebagai tanaman serat rakyat. Daerah yang paling sesuai untuk pengembangannya adalah wilayah dengan iklim tipe B, C, dan D serta memiliki tanah aluvial atau jenis tanah lain yang cukup subur, sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman secara optimal.
- ItemPengujian Patogenitas Beberapa Macam Cendawan pada Tanaman Lada(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-07) Rusli Kasim , Prayitno S.Penelitian ini bertujuan menguji patogenitas beberapa jenis cendawan yang diisolasi dari akar dan pangkal batang tanaman lada yang sakit, yaitu Phytophthora capsici, Pythium vexans, Rhizoctonia solani, Fusarium solani, dan Mortierella beljakovae. Masing-masing cendawan diinokulasikan pada akar dan pangkal batang tanaman lada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya Phytophthora capsici yang mampu menginfeksi tanaman lada dan menimbulkan gejala penyakit busuk pangkal batang, sedangkan cendawan lainnya tidak menyebabkan penyakit tersebut.
- ItemPenuntun Karang Gizi(BALAI INFORMASI PERTANIAN GEDUNG JOHOR MEDAN, 1979-07-09) Departemen PertanianMasalah gizi kurang, makin lama makin disadari sebagai salah satu faktor penghambat proses pembangunan nasional. Angka kematian yang tinggi pada bayi dan anak, terganggunya pertumbuhan badan, perkembangan mental dan kecerdasan, menurunnya daya kerja, serta terdapatnya berbagai jenis penyakit tertentu, langsung adapun tidak langsung adalah akibar dari gizi kurang
- ItemPenanggulan Penyakit Cacar Daun Cengkeh Dengan Pestisida Di Pekalongan , Lampung ( Control Of Blight of clove by the use of pesticides in the Pekalongan district, Lampung )(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-09) D. Sitepu, R. , Kasim dan HadadPenyakit “Cacar-daun” cengkeh di Pekalongan, Lampung Tengah Adalah Bersifat Menular dan Menyebar di antara pertanaman Rakyat dengan akibat gugurnya daun. Tanaman tumbuh kerdil dan kealitas bunganya rendah. Diduga yang menjadi penyebab utama Adalah cendawan dan atau bakteri.belum diketahui dengan pasti tentang penyebarannya , pathogenitasnya dan etiologinya. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang seksama dan terus-menerus, supaya dapat di tentukan cara-cara penanggulangannya yang lebih efektif.sementara kepastian penyebab dari penyakit ini sedang diteliti,maka untuk mencegah perkembangan penyakit ini dicoba dengan menggunakan beberapa macam pestisida, yakni aliette 80 WP, meneb-brestan, Cobox, Ridomil 1G dan vuraterr 3G , serta Antibiotika Agrimycin -100 dan Terramycin.
- Item2. Uji Resistensi Varietes Lada Terhadap Phytophthora Palmivora in Vitro .Resistance test of black pepper Varieties against P. palmivora in vitro(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) D.Sitepu dan Prayitno.Uji resistensi jenis-jenis lada ( piper nigrum) terhadap penyakit, busuk pangkal Batang Yang di sebabkan oleh phytophthora palmivora, telah di lakukan dalam laboratorium, di Natar , lampung. Daun – daun yangb segar dan sehat serta seragam dari 20 jenis lada diinokulasi secara buatan dengan phytophthora kemudian di tumbuhkan dalam emapt khusu dengan suhu kamar.dari 20 jenis yang di uji, ternyata 6 menunjukan sifat toleraj yang baik. Yaitu menurut Urutan: kallivalli, Bangka, Pulau laut , belatung, Lampung daun kecil dan sarmentossum, sedang yang tergolong moderat Adalah Banjarmasin Daun lebar jambi,
- ItemHasil Percobaan Varietas Rosella di Kebun Percobaan Pasirian(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) M.S. Cholil, Machfudz, dan M. SalehPenelitian ini membandingkan lima varietas rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) di Kebun Percobaan LPTI Pasirian, Lumajang selama musim tanam 1976/1977 dan 1977/1978. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Hs. 36 merupakan varietas terbaik karena menghasilkan produksi per hektare tertinggi dan kualitas serat terbaik dibandingkan varietas Hs. 23, Hs. 40, Hs. 42, dan Hs. 47. Selain itu, kondisi iklim terbukti berperan penting dalam menentukan produksi dan rendemen serat rosella.
- Item8. Pengamatan Komponen Buah Kelapa Nias Dwarf di Kebun Induk Bone-Bone(Pusat penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, 1979-10) Musa PaliluPenelitian ini mengamati komponen buah kelapa Nias Yellow Dwarf pada panen pertama di Kebun Induk Kelapa Bone-Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen bobot buah, bobot daging buah, tebal daging buah, ketebalan endosperma, dan bobot kopra memiliki tingkat keragaman yang rendah hingga hampir seragam. Ditemukan korelasi positif antara tebal daging buah dengan bobot daging buah dan bobot kopra. Oleh karena itu, komponen-komponen tersebut dapat dijadikan pedoman dalam seleksi pohon induk kelapa untuk pemuliaan dan peningkatan produksi kopra.