Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 2008
- ItemBahan Ajar Pelatihan Pengawas Kesehatan Masyarakat Veteriner(2026-07-31) Tim Divisi Kesmavet BBPKH CinagaraProduk pangan yang ASUH memerlukan kontribusi dari berbagai pihak yang mana dalam prosesnya ada peran serta seorang pengawas kesmavet dan asisten pengawas kesmavet, peran serta asisten pengawas kesmavet tidak hanya melakukan pengawasan saja namun juga memastikan hasil olahan pangan yang beredar aman, sehat ,utuh dan halal. Unit usaha adalah suatu tempat untuk menjalankan kegiatan memproduksi, menangani, mengedarkan, menjual, menjajakan, memasukkan dan/atau mengeluarkan produk hewan secara teratur dan terus-menerus untuk tujuan komersial. Pengawas kesmavet memiliki pengertian yaitu petugas teknis pada dinas yang membidangi fungsi kesmavet yang telah mengikuti pelatihan dan ditugaskan sebagai pengawas kesehatan masyarakat veteriner,yang memiliki profesi sebagai dokter hewan dan memiliki tanggung jawab dalam mengawasi dari hulu sampai ke hilir suatu produk hewan. Sehingga diharapkan dengan adanya bahan ajar ini akan memberikan wawasan terkait acuan ataupun aturan dasar bagi seorang pengawas kesmavet dalam melaksanakan peran dan fungsinya.
- ItemUji efikasi biji bengkuang (Pachyrrhizus aerosus URB) terhadap mortalitas Lophobans serratipes MARSH(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-03) Dewi Rumbaina Mustikawati dan MartonoLophobaris serrutipes MARSII merupakan salah satu hama utama tanaman lada. Serangga tersebut pada fase larva menggerek cabang, ranting dan batang sehingga meng- akibatkan kematian tanaman lada, sedangkan serangga dewasa merusak bunga dan buah lada. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan insektisida sintetis, namun mem- punyai berpengaruh buruk terhadap lingkungan, olch karena itu perhatian mulai dialihkan kepada inšektisida botanık. Percobaan insektısıda botanik untuk mengetahui efektivitas biji bengkuang terhadap 1 serratipes telah dilakukan di Sub Balittro Natar pada bula Oktober 1991 Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri atas empat perlakuan konsentrasi biji bengkuang dan kontrol, diulang lima kali Hasil percobaan menunjukkan bahwa biji bengkuang cukup efektif terhadap serangga dewasa 1. serratipes Dengan konsentrasi 10% pada uji kontak menyebabkan mortalitas 44%, sedangkan pada uji perut dengan konsentrasi yang sama menyebabkan mortalitas 72% dalam waktu enam hari.
- ItemPembuatan minyak kelapa secara fermentasi di daerah pasang surut(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-03) Anggraeni dan Azmi DhalimiMinyak kelapa bisa dibuat dengan beberapa cara, diantaranya ialah dengan cara "wet rendering", "dry render- ing", pengepresan mekanis, dan cara fermentasi. Penelitian ini dilakukan di Delta Upang daerah pasang surut Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan tahun 1987, Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan pemecah emulsi lemak atau bahan fermentasi pada pem buatan minyak kelapa yang lebih menguntungkan untuk skala industri rumah/kecil. Pada penelitian ini diperguna- kan santan kelapa dan parutan kelapa, sedangkan bahan fermentasinya adalah ragi tempe, ragi roti dan bawang putih. Mutu hasil minyak kelapa yang diperoleh diban- dingkan dengan standar mutu perdagangan. Perolehan minyak kelapa terbaik adalah hasil fermentasi dengan mempergunakan ragi tempe, rendemennya 29.6%.
- ItemPercobaan penggunaan pupuk daun supermes dan zpt triacontanol pada nilam(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-03) A. Artvin Rivare, Sri Wahyuni dan KendriyantoPengunaan pupuk daun dan zat pengatur tumbuh merupakan pendekatan pengelolaan tanaman yang dapat ditempuh untuk mendapatkan produktivitas lahan usahatani. Dalam hubungan ini, telah dilakukan percobaan pemupukan dengan pupuk daun Supermes dan triacontanol terhadap hasil nilam. Percobaan dilakukan di Kebun Per- cobaan Tanaman Rempah dan Obat Cimanggu, Bogor, pada bulan September 1990 sampai Januari 1991. Percobaan dis- usun dalam rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali. Faktor pertama pupuk daun Supermes, terdiri dari tiga taraf (0, 1 dan 2 cc/l); dan faktor kedua zat pengatur tumbuh triacontanol, terdiri dari tiga taraf (0, 1 dan 2 cc/l). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pupuk daun Supermes 1 dan 2 cc/l yang diaplikasikan sebanyak enam kali dengan selang waktu dua minggu, meningkatkan secara nyata tinggi tanaman, jumlah cabang dan produksi basah biomassa nilam (masing-masing 38.22% dan 58.85%). Penggunaan zat pen- gatur tumbuh triacontanol (1 dan 2 cc/l) meningkatkan produksi basah biomassa nilam (masing-masing 33.58% dan 49.86%). Tidak terdapat pengaruh interaksi antara pupuk daun Supermes dan triacontanol terhadap semua peubah yang diamati.
- ItemKultur kepala sari pada tembakau Burley(PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1993-03) Sitti Fatimah Syahid dan Ika MariskaKultur kepala sari telah dilakukan pada tanaman tem- bakau varietas Burley. Dari hasil percobaan diharapkan dapat dihasilkan tanaman haploid. Penelitian dilakukan di laboratorium Kultur Jaringan Puslitbangtri, Bogor, dengan waktu percobaan selama 10 bulan. Kepala sari yang digunakan berasal dari kuncup bunga yang berukuran 3.9 cm. Kepala sari ditanam pada media dasar MS, GAMBORG serta NITSCH dan NITSCH yang diberi sukrosa 85 mg/l + glutamin 80 mg/l + serin 10 mg/l + meso-inositol 10.0 mg/l + glisin 100 mg/l serta penambahan agar 8 g/l untuk mem- buat media menjadi padat. Perlakuan media dasar dan zat pengatur tumbuh yang diberikan adalah: MS, MS + GA 0.3 mg/l, GAMBORG + BA 5 mg/l, NN + IAA 0.1 mg/l + BA 1 mg/l dan NN + IAA 0.1 mg/l + Kin 1 mg/l. Struktur embrioid (akhirnya plantlet) dapat terbentuk langsung dari media MS yang diperkaya dengan GA 0.3 mg/l. Proses androgenesis tidak langsung terjadi pada media GAM- BORG + BA 5 mg/l. Pada tanaman hasil kultur kepala sari terdapat beberapa penampakan yang berbeda terutama pada warna dan bentuk daunnya serta banyak ditemukan biakan yang bulai.