Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 1721
  • Item
    Pengaruh Air Kelapa dan Triakontanol Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Setek Panili
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-01) Rosita SMD, S. Soeahuddin dan Q. Mutaqin
    Pengaruh air kelapa dan triakontanol terhadap pertumbuh- an dan perkembangan setek panili diteliti di Kebun Percobaan Cimanggu, Bogor dari bulan Januari sampai Mei 1990. Perco- baan dilakukan dalam rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Sebagai petak utama adalah perendaman dalam air kelapa (0, 25, 50, 75 dan 100%), dan sebagai anak petaknya penyemprotan dengan triakontanol (0, 0.375, 0.750 dan 1.125 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa dengan konsentrasi 50% menghasilkan pertumbuhan tunas terbaik. Penggunaan triakontanol dan interaksinya dengan air kelapa belum dapat dibuktikan fungsinya sebagai zat yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman panili.
  • Item
    Pengaruh Pemupukan Pada Berbagai Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kelapa
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-01) W. Darmosarkoro dan E.S. Sutarta
    Penelitian dilakukan untuk mempelajari pengaruh pe- mupukan pada berbagai kerapatan tanam terhadap pertum- buhan dan produksi kelapa. Penelitian terdiri atas dua per- cobaan yang terpisah masing-masing menggunakan varietas PB 111 dan 121. Kerapatan tanaman yang dicoba adalah 143, 161, 180, 206, 236 dan 275 tiap ha dengan pemberian pupuk masing-masing 126, 113, 100, 88, 77 dan 66% dari dosis pupuk standar tiap pohon. Rancangan percobaan yang di- gunakan adalah rancangan acak kelompok dengan enam ulangan. Setiap plot terdiri dari 56 pohon. Hasil penelitian me- nunjukkan bahwa peningkatan kerapatan tanaman (penurunan dosis pemupukan tiap pohon) tidak berpengaruh terhadap ting- gi batang, tetapi secara nyata menurunkan produksi buah dan jumlah tandan tiap pohon, baik untuk varietas PB 111 maupun PB 121. Namun demikian peningkatan kerapatan ta- naman tersebut secara nyata meningkatkan produksi buah dan tandan tiap hektar
  • Item
    Biologi Hindola Viridicans Stal
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-01) Marsusi Nuhardiyati dan Rodiah Balfas
    Penelitian biologi H. viridicans Stal dan musuh alaminya dilakukan di Kebun Percobaan Cimanggu Bogor dari bulan Juli sampai Nopember 1990. Nimfa H. viridicans yang hidup pada tanaman Melostoma malabathricum dikurung dengan kantung plastik berlubang hingga menjadi dewasa. Serangga dewasanya dipasangkan dan diamati fekunditasnya. Serangga ini juga dikurung pada tanaman cengkeh berumur 3 tahun. Pemeriksaan musuh alami dilakukan dengan membedah nimfa-nimfanya dan mengikubasikan telur-telur yang di- koleksi dari lapang serta koleksi serangga-serangga yang diduga predator. Hindola viridicans dapat dibiakkan pada M. malabathricum di lapang. Musuh alami yang ditemukan mirip dengan musuh alami yang menyerang H. striata pada cengkeh, yaitu parasitoid telur, Acmolynema sp., parasitoid dan predator nimfa. Lama hidup stadium telur, nimfa dan dewasa masing-masing 12, 34 dan 9-14 hari. Serangga betina dapat bertelur sebanyak 16-17 butir. Hindola viridicans tidak dapat beradaptasi pada cengkeh, tetapi serangga ini mem punyai potensi sebagai inang alternatif dari musuh alami H. striata. Teknik pengembangbiakan yang sama dapat diterapkan bagi keberhasilan pengembang biakan H. striata pada tanaman cengkeh.
  • Item
    Pengaruh Lama dan Cara Penyimpanan Setek Lada Terhadap Pertumbuhannya Di Pesemaian
    (Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri, 1991-01) Hayani dan U. Suparman
    Pengaruh lama dan cara penyimpanan setek lada terhadap pertumbuhannya di pesemaian diteliti di Sub Balai Penelitian Tanaman rempah dan Obat Natar Lampung, dari bulan Agustus hingga Nopember 1987. Setek tujuh ruas disimpan selama 0, 5, 10, 15, 20 dan 25 hari dengan cara sebagai berikut: 1) bagian dasar setek direndam dalam air dengan arah vertikal; 2) kedua ujung potongan setek dibungkus dengan kapas basah kemudian dibalut dengan plastik; 3) setek dibungkus dengan goni lembab; 4) setek dibungkus dengan gedebog pisang segar. Percobaan dirancang secara acak kelompok dengan susunan faktorial dalam tiga ulangan. Hasilnya menunjukkan bahwa penyimpanan bahan setek akan menurunkan daya tumbuhnya di pesemaian. Penyimpanan ba- han setek selama lima hari dengan cara kedua ujung potongan setek dibungkus dengan kapas basah, hasilnya paling baik, sedangkan untuk penyimpanan 10 hari sebaiknya dibungkus dengan goni lembab, dan penyimpanan untuk 15 sampai 25 hari sebaiknya digunakan gedebog pisang segar.
  • Item
    Identifikasi Rasa, Aroma dan Komponen Minyak astiri Kulit Jeruk Besar
    (1991-01) Salya Sait, Enny Hawani Lubis dan Tuti Pudja Astuti
    Kualitas rasa dan aroma Jeruk Besar, Citrus maxima (Burm.) Merr., varitas merah (Jeruk Dalima) dan varitas putih (Jeruk Bali) telah dipelajari dan diperbandingkan dengan kualitas rasa dan aroma Grapefruit (C. paradisi Macf.). Dalam penelitian ini, minyak atsiri dan zat penyebab rasa pahit dari kulit-kulit jeruk telah diisolasi. Sifat-sifat organoleptik minyak diperiksa dan komponen-komponen kimia minyak juga ditetapkan dengan menggunakan teknik kromatografi gas-cairan (GLC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil rasa dan aroma minyak Jeruk Besar varitas merah, serupa dengan profil rasa dan aroma minyak grapefruit. Hal ini menegaskan bahwa kualitas dan aroma Jeruk Besar varitas merah dapat disamakan dengan kualitas rasa dan aroma grapefruit komersial asal Florida. Kandungan minyak atsiri dan naringin yang tinggi dari kulit Jeruk Besar, varitas merah atau putih dapat disamakan dengan kandungan minyak atsiri dan naringin dari kulit grapefruit memberi harapan bahwa kulit Jeruk Besar dapat menjadi suatu komoditas yang berharga.