Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 2222
  • Item
    RESPONS KAPAS UPLAND DI TEGALAN
    (PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1977-07) MOH. OESMAN dan A. KADIR
    Penelitian ini menganalisis kestabilan sifat serat serta tingkat adaptasi produksi beberapa varietas kapas upland (Gossypium hirsutum) pada lahan tegalan tanpa pengairan di berbagai tipe iklim Schmidt dan Ferguson (C, D, E, dan F).
  • Item
    IN VITRO SENSITIVITY OF MYCELIAL GROWTH OF FUNGI ISOLATED FROM PEPPER (PIPER NIGRUM L) TO RECENTLY DEVELOPED FUNGICIDES
    (PUSAT PENELITIAN TANAMAN INDUSTRI, 1978-07) RUSLI KASIM
    Bobot Bunga basah dari 144 Tanaman cengkeh jenis Zanzibar dianalisa koefisien keragaman dengan cepat jika jumlah tanaman tiap petak bertambah sampai dengan enam. Jumlah tanaman tiap petak, jumlah ulangan yang di perlukan untuk mencampai koefisien keragaman tertentu di kemukakan demikian juga persen perbedaan yang bisa di deteksi. Petak dengan 3x3 lubang tanam dapat di anjurkan untuk penelitian agronomi tanaman cengkeh
  • Item
    Evaluasi pengembangan sistem usahatani kelapa pada lahan pasang surut bergambut di Pulau Burung, Riau
    (MEDIA KOMUNIKASI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1995-02) DOAH DEKOK TARIGANS dan SUMANTO
    Sistem usahatani tumpangsari kelapa + nenas dan kelapa + nenas + pisang secara ekonomi layak dan prospektif untuk dikembangkan pada lahan pasang surut bergambut.
  • Item
    Analisis klasifikasi dua populasi aren melalui penggunaan fungsi diskriminan
    (MEDIA KOMUNIKASI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1995-02) EDI WARDIANA
    Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dua populasi tanaman aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.), yaitu jenis Bagong dan Saeran, dengan menggunakan analisis fungsi diskriminan. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 1993 di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan mengamati 12 sifat vegetatif dan generatif dari 50 pohon contoh (25 pohon Bagong dan 25 pohon Saeran berdasarkan klasifikasi awal/hipotesis dari pemilik). Hasil analisis ragam fungsi diskriminan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua jenis aren tersebut. Setelah dilakukan seleksi peubah bebas dengan metode langkah mundur (stepwise), terbukti bahwa peubah pembeda utama antara aren jenis Bagong dan Saeran adalah panjang tangkai daun dan tinggi batang. Berdasarkan fungsi diskriminan yang diperoleh ($Z = 14,9218b + 1,5806e$), pengklasifikasian ulang mencatat bahwa dari 50 pohon sampel yang diteliti, sebanyak 30 pohon (60%) teridentifikasi sebagai jenis Bagong dan 20 pohon (40%) sebagai jenis Saeran.
  • Item
    Evaluasi usaha pengendalian hayati Oryctes rhinoceros L. di Jawa Tengah
    (MEDIA KOMUNIKASI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN INDUSTRI, 1995-02) A. MUNAAN, WIDI RUMINI, INDAH SRIWULAN dan SUHARYON
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas usaha pengendalian hayati hama kumbang kelapa (Oryctes rhinoceros L.) yang dibina oleh Dinas Perkebunan di perkebunan rakyat Jawa Tengah. Evaluasi dilaksanakan pada bulan Juni dan Agustus 1994 di empat kabupaten jalur pantura (Demak, Kudus, Pati, dan Rembang) melalui wawancara serta pengamatan lapangan terhadap kerusakan tanaman, populasi larva, dan tingkat infeksi musuh alami. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kerusakan tajuk tanaman masih sangat berat, yaitu berkisar antara 0,81 hingga 2,10 guntingan/pelepah, yang diperkirakan memicu kehilangan hasil buah kelapa sebesar 30–70%. Rendahnya efektivitas pengendalian ini disebabkan oleh tingkat infeksi musuh alami di lapangan yang sangat minim; infeksi virus Baculovirus oryctes pada kumbang dewasa hanya mencapai rata-rata 8,5%, sedangkan infeksi cendawan Metarhizium anisopliae pada larva hanya 1,5%. Peneliti merekomendasikan pelepasan kumbang bervirus secara berulang setiap 3–4 tahun serta perbaikan teknik pengaplikasian cendawan M. anisopliae pada sarang pupuk kandang agar populasi hama dapat ditekan secara berkelanjutan.