Pembibitan dan Produksi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Pembibitan dan Produksi by Title
Now showing 1 - 20 of 181
Results Per Page
Sort Options
- ItemAkselerasi Peningkatan Produktivitas Sapi Potong dan Kerbau Melalui Teknologi Inovatif Mendukung UPSUS SIWAB(IAARD Press, 2020) Editor: Sjamsul Bahri; Subandriyo; I Wayan MathiusKementerian Pertanian telah menetapkan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) sejak tahun 2017 sebagai upaya khusus dalam meningkatkan populasi sapi dan kerbau untuk meningkatkan produksi daging sapi di dalam negeri. Kegiatan UPSUS SIWAB ini mencakup dua program utama, yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), dalam hal ini satker lingkup Pusat Penelitian dan Penembangan Peternakan (Puslitbangnak) dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), telah turut mendampingi program tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No.8933/kpts/OT.050/F/12/2016 tentang Tim Supervisi Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting. Dalam kegiatan ini, juga diintroduksikan berbagai invensi teknologi hasil riset Balitbangtan guna mendukung keberhasilan program UPSUS SIWAB. Supervisi dan pendampingan yang telah dilakukan selama periode 2017- 2019 di 34 provinsi memberikan respons yang berbeda antar wilayah provinsi dan kabupaten. Selain output utama berupa laporan IB, kebuntingan dan kelahiran, juga diperoleh data dan informasi lain, yaitu respons inovasi teknologi mendukung UPSUS SIWAB. Kampung Inovasi SIWAB menjadi salah satu implementasi percontohan atau demfarm dari kegiatan ini. Dalam rangka mendokumentasikan hasil-hasil yang diperoleh tersebut, Puslitbangnak berinisiasi menerbitkan Buku Bunga Rampai yang berjudul “Akselerasi Peningkatan Produktivitas Sapi Potong dan Kerbau melalui Teknologi Inovatif Mendukung UPSUS SIWAB”. Buku ini berisikan variasi data dan informasi yang diperoleh dari 34 provinsi dengan penulis dari peneliti dan penyuluh BPTP, serta UPT lingkup Puslitbangnak. Hal ini, juga merupakan perwujudan komitmen dari seluruh Tim Supervisi dan Pendampingan UPSUS SIWAB yang dapat menjadikan aktualisasi diri dalam menghasilkan karya tulis ilmiah.
- ItemAnalisis Filogenetik pada Sapi Peranakan Angus(Sekolah Pascasarjana UGM, 2016-10-29) Dwi Ahmad Priyadi; Yudi Adinata; Tety HartatikStudi terkait kemurnian ternak sapi di Indonesia perlu dilakukan guna mengetahui nilai kekerabatan dan memprediksi nenek moyang, agar usaha pemuliaan ternak dapat dilakukan secara tepat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan studi kekerabatan berdasar gen Cytochrome b yang hanya diwariskan secara maternal. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 15 ekor sapi Peranakan Angus, berasal dari Sragen, Jawa Tengah, yang telah dibudidayakan sejak tahun 1980-an oleh peternak rakyat. Materi pembanding berupa 54 data sekuen referensi gen Cytochrome b dari berbagai sapi dan negara (GenBank). Pembuatan pohon filogenetik menggunakan program Mega 6 dengan metode maximum likelihood (1000 nilai Bootstrap, parameter Tamura-Nei) dengan pembanding 8 sekuen gen Cytochrome b individu out-group (GenBank). Hasil yang didapatkan ialah sapi Peranakan Angus yang disampel terbagi dalam 2 cabang moyang, yaitu cabang yang memuat Banteng (Bos javanicus) dan cabang Sapi Domestik (Bos indicus dan Bos taurus), dengan mayoritas sampel (n= 13) berada pada cabang Banteng. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar sapi Indonesia masa kini, baik persilangan maupun lokal memiliki moyang maternal yang berasal dari Banteng dan sebagian kecil memiliki kedekatan moyang dengan Bos indicus atau Bos taurus. Kuat praduga bahwa moyang sapi asli Indonesia dan sekitarnya ialah dari spesies Bos javanicus, Bos sauveli, Bos grunniens, dan Bos frontalis.
- ItemBETERNAK AYAM KUB(BPTP NTB, 2017-04) Wijoseno [et.all], Sasongko; BPTP NTBPerlu diketahui bahwa ayam KUB telah berkembang secara nasional termasuk di seluruh wilayah provinsi NTB, untuk mendukung kebutuhan daging ayam kampung. Potensi dan peluang pasar ayam KUB yang cukup besar diharapkan dapat berkembang menjadi sumber pendapatan masyarakat.
- ItemBeternak Itik Petelur(BPTP Gorontalo, 2011) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Gorontalo
- ItemBeternak Kambing Etawa Kaligesing Secara Profesional(BPTP Jawa Tengah/CV. LOKA AKSARA, 2014) Pramono, Djoko; Muryanto; BPTP JatengKambing Peranakan Etawah (PE) merupakan aset ternak di Jawa Tengah yang mempunyai nilai ekonomi dan sosial yang tinggi. Ternak ini sudah dibudidayakan secara turun-temurun khususnya di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo dan terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat. Kambing ini termasuk, tipe produksi dwiguna yaitu penghasil daging/anak dan susu, bobot badannya dapat mencapai 90 kg, prolifik (beranak lebih dari satu/ kelahiran) serta mempunyai sifat penotipik yang khas yaitu profil kepala yang melengkung dan bulu surai di kaki depan dan belakang (gembol).
- ItemBeternak Kerbau(Balai Informasi Pertanian Gedong Johor - Medan, 1984) Balai Informasi Pertanian Gedong Johor - Medan; Balai Informasi Pertanian Gedong Johor - MedanKerbau didapati dimana-mana di seluruh Indonesia. Masyarakat memeliharanya untuk bermacam-macam tugas dan pekerjaan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kerbau masih pegang peranan yang cukup penting di bidang pertanian. Terutama dalam pengolahan tanah-tanah yang berat karena tenaganya lebih kuat dari sapi atau kuda. Juga dimanfaatkan sebagai sumber pupuk, ternak potong dan ternak perah. Di samping itu, kerbau dimanfaatkan sebagai tenaga pengangkut beban/muatan, kenderaan, pacuan ataupun dilatih untuk upacara-upacara.
- ItemBOLUS HERBAL MIXTURE(2023-11-11)Bolus yang terbuat dari campuran serbuk daun kelor (Moringa oleifera), vitamin dan mineral. Dapat menjadi salah satu alternatif suplement tambahan yang membantu perbaikan kinerja organ reproduksi ternak. Manfaat Bolus yaitu memperbaiki hipofungsi ovarium dan memperbaiki sistem imun/daya tahan tubuh.
- ItemBudi Daya Ternak Itik(Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian, 1994) Setioko, Argono; Syamsudin, A.; Rangkuti, M.; Budiman, Hadi; Gunawan, AgusPerkembangan peternakan di Indonesia khususnya unggas menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Hal ini terlihat dari peranannya dalam menyediakan protein hewani bagi masyarakat, meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat, bahkan dapat meningkatkan sumber devisa negara. Ternak unggas masih diusahakan oleh peternak secara tradisional (digembalakan). Unggas umumnya dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok unggas unggul (ayam ras) dan unggas non unggul seperti ayam buras itik dan entog. Salah satu unggas non unggul adalah itik, yang merupakan unggas lokal, sangat potensial untuk dikembangkan sebagai penghasil telur. Sampai saat ini perkembangan itik di Indonesia masih sangat terbatas, bahkan publikasi dalam peritikan di Indonesia masih langka.
- ItemBudidaya Ayam KUB (Ayam Kampung Unggul Balitbangtan)(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, 2019) Ekalinda, Oni; Zurriyati, YayuAyam Kampung Unggul Balitbang (KUB) merupakan ayam kampung asli inovasi dari Badan Litbang Pertanian hasil seleksi selama 6 generasi. Ayam KUB dapat digunakan sebagai sumber bibit parent stock untuk penyediaan Day Old Chicken (DOC/bibit ayam) ayam kampung potong dan petelur dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur ayam kampung. Karakteristik dan keunggulan ayam KUB yaitu warna bulu beragam seperti ayam kampung pada umumnya, bobot badan umur 20 minggu 1.200-1600 gram, bobot telur 35-45 gram umur pertama bertelur lebih awal (20-22 minggu), produksi telur lebih tinggi (160-180 butir/ekor/tahun), produksi telur (henday) 50%, puncak produksi telur 65-70% 2 dan lebih tahan terhadap penyakit (Sartika et.al, 2014)
- ItemBudidaya Maggot BSF (Black Soldier Flay) di Provinsi Bengkulu(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu, 2022) Kusnadi, Harwi; Firison, John; Yuliasari, Shannora; Astuti, Herlena Bidi; Sudarmansyah; Ramon, Erpan; Iswadi, Heriyan; Permadi, SelmaLarva Lalat Tentara Hitam (Hermetia Illucens / Black Soldier Fly) telah telah banyak dikenal oleh masyarakat luas sebagai penghasil maggot. Maggot dapat menggantikan sebagian bahan pakan ternak. Peternak dapat budidaya maggot BSF secara mandiri dengan memanfaatkan bahan di sekitar lingkungan. Bagi peternak maggot telah banyak membantu dalam menghemat pakan sehingga keuntungan dapat ditingkatkan. Budidaya maggot BSF dapat dilakukan oleh peternak dengan teknologi sederhana dan modal yang terbatas. Buku ini menguraikan budidaya maggot BSF yang mudah dipahami dan diterapkan. Usaha budidaya maggot BSF bagi peternak dapat membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan.
- ItemBudidaya Ternak Itik Petelur(BPTP Jateng / FETI, 2012) Sudaryono, Tri; Maharso Yuwono, Dian; Joko Paryono, Trie; Ernawati; Rudi Prasetyo Hantoro, F.; BPTP JatengUsaha peternakan itik petelur semakin banyak diminati sebagai salah satu alternatif usaha peternakan unggas penghasil telur yang cukup menguntungkan, khususnya dengan pemeliharaan secara intensif. Dalam meningkatkan populasi, produksi, produktivitas, dan efisiensi usaha peternakan itik, pemeliharaannya perlu ditingkatkan dari cara tradisional ke arah yang lebih intensif dengan menerapkan teknologi yang terkait dengan budidaya itik, meliputi pemilihan bibit, pencegahan penyakit, perkandangan, dan pemberian pakan dengan gizi seimbang. Oleh karena itu Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah melalui Program Farmer Empowerment through Agricultural Technology and Information (FEATI) menyusun Buku Budidaya Ternak Itik Petelur yang memuat informasi mengenai perbibitan, pemeliharaan, pakan, penanganan penyakit, dan analisis kelayakan usaha itik petelur.
- ItemBuku Istilah Perbibitan Ternak(Direktorat Perbibitan Ternak, 2013) Direktorat Perbibitan Ternak
- ItemBuku Pedoman Sistem Produksi Ayam Petelur Bebas Sangkar (Cage-Free)(Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2025-12) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan; CatalystPenyusunan pedoman ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk memperkuat tata kelola produksi unggas nasional yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan berdaya saing tinggi. Sejalan dengan komitmen global dan arah kebijakan pembangunan nasional, penerapan sistem produksi ayam petelur bebas sangkar merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan (SDG 2), kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), konsumsi dan produksi yang berkelanjutan (SDG 12), aksi terhadap perubahan iklim (SDG 13), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17). Peningkatan kesejahteraan hewan, efisiensi pemanfaatan sumber daya, dan penerapan praktik budidaya unggas yang ramah lingkungan menjadi elemen penting dalam sistem pangan modern yang berkelanjutan. Industri perunggasan Indonesia dalam beberapa dekade terakhir telah menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan, baik dari aspek skala usaha, teknologi, produktivitas, maupun kontribusinya terhadap penyediaan protein hewani nasional. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat serta dinamika pasar global, industri perunggasan dituntut untuk beradaptasi terhadap standar baru yang menekankan aspek keamanan pangan, keberlanjutan, serta kesejahteraan hewan. Di tingkat internasional, berbagai perusahaan global di sektor pangan, ritel, dan jasa boga telah menetapkan komitmen untuk menggunakan 100% telur cage-free dalam rantai pasok mereka. Komitmen ini membawa implikasi langsung bagi pasar domestik dan membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk mengembangkan model produksi yang mampu memenuhi ekspektasi dan persyaratan tersebut. Melihat perkembangan tersebut, diperlukan sebuah pedoman resmi yang dapat memberikan rujukan teknis, standar operasional, serta rekomendasi praktik terbaik (best practices) bagi peternak, perusahaan, pemerintah daerah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penerapan sistem produksi ayam petelur bebas sangkar yang memperhatikan aspek biologis, teknis, sosial-ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, pedoman ini merupakan instrumen penting dalam mendorong transformasi industri perunggasan nasional menuju sistem produksi yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pasar. Penyusunan pedoman ini tidak terlepas dari kerja sama dan kontribusi berbagai pihak. Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi kepada CATALYST selaku mitra Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan atas dukungan teknis, masukan substantif, dan kolaborasi yang erat selama proses penyusunan pedoman ini. Sinergi antara pemerintah, mitra pembangunan, dunia usaha, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam memperkuat ketahanan system pangan nasional.
- ItemBuku Saku Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara(BPTP Sumut, 2020) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara; BPTP SumutBuku Saku Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) merupakan sintesis dari kegiatan yang dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. Buku Saku ini memuat data pengkajian yang di lakukan oleh BPTP Sumatera Utara dalam pemeliharaan Ayam KUB. Balai Pengkajian Ternak (Balitnak) Ciawi selaku lembaga pengkajian Badan Litbang Pertanian, telah mendapatkan varietas bibit ayam kampung unggul hasil dari seleksi dari beberapa galur dalam pembentukan ayam kampung unggul yang kini disebut sebagai ayam KUB dan Sensi yang sangat potensial untuk dikembangkan ditingkat peternak melalui perpanjangan tangan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian selaku Badan Litbang yang ada di daerah untuk mentransfer teknologi pembibitan, guna peningkatan pendapatan peternak ayam kampung dan dapat terpenuhi kebutuhan gizi anak bangsa untuk meningkatkan sumberdaya generasi yang akan datang.
- ItemBuku Saku Pembibitan Ternak Sapi Potong(Direktorat Perbibitan Ternak, 2013) Djuddawi, Rachmiyati; Ilyas; Mahendra, Harry Chakra; Butarbutar, Maria Flora; Sopian, Ian; Istriani, Rani; Darna; Ratnawati, DwiPembibitan ternak yang dilakukan di peternakan rakyat merupakan hal penting dalam upaya memproduksi bibit guna memenuhi kebutuhan bibit dalam negeri yang dilakukan kearah pemurnian dan difokuskan pada ternak lokal. Dalam buku saku ini disajikan berbagai informasi terkait dengan pembibitan ternak, yang mencakup pengertian, cara memilih bibit, dan cara memproduksi bibit.
- ItemCara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan(Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan, 2018) Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan
- ItemDinamika Perkembangan Folikel Pasca Beranak Induk Sapi Silangan Simental(BPTP Papua, 2019-01-01) Tiro, Batseba M.W; Kementrian Pertanianlnduk sapi pasca beranak seringkali tidak menunjukkan gejala estrus ataupun gejala estrusnya lemah atau kurang jelas. Pengamatan terhadap perkembangan folikel pasca beranak dapat memperjelas gejala estrus yang lemah sehingga induk dapat dikawinkan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati bagaimana dinamika perkembangan folikel pada induk sapi silangan Simmental - Peranakan Ongole pasca beranak dengan penambahan jerami kedelai, sehingga dapat menentukkan waktu yang tepat bagi ternak untuk dikawinkan. Menggunakan 15 ekor induk sapi pasca beranak yang dibagi dalam 3 kelompok perlakuan. Perlakuan PO: kontrol (hanya diberi pakan basal), Pl: kontrol + jerami kedelai 1,8 kg, P2: kontrol + 3,6 kgjerami kedelai. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan folikel pada induk sapi pasca beranak sudah dimulai pada hari ke 4 pasca beranak yang ditandai dengan adanya folikel yang berukuran 5 mm. Dapat disimpulkan bahwa walaupun perkembangan folikel pada induk sapi SimPO dimulai pada hari ke 4 pasca beranak pada semua perlakuan, namun hanya pada perlakuan P2 yang mencapai folikel de Graaf dengan diameter folikel I 3,0 dan I 0,6 mm. Ukuran folikel yang mencapai folikel de graaf ini bervariasi an tar individu temak.
- ItemDomba Compass Agrinak(IAARD Press, 2016) Subandriyo; Setiadi, Bambang; Tiesnamurti, Bess; Handiwirawan, EkoDomba Compass Agrinak merupakan rumpun domba baru hasil penelitian pemuliaan yang mempunyai tetua dari 3 rumpun domba yaitu domba lokal Sumatera (Indonesia), dan dua rumpun domba eksotik (domba St. Croix dan domba Barbados Balckbelly yang berasal dari Amerika Serikat). Penelitian pemuliaan pembentukan domba Compass Agrinak telah dilakukan sejak tahun 1986 yang dimulai di Sub Balai Penelitian Ternak Sungai Putih, Sumatera Utara (nama kantor pada saat itu). Penelitian tersebut kala itu merupakan kerjasama antara Small Ruminant-Collaborative Research Support Program (SR-CRSP) dengan Balai Penelitian Ternak, Ciawi-Bogor, Jawa Barat.
- ItemEarly Preagnancy Diagnosis Of Cow With PSP - B Levels Identification(2014-06-14) Ariyogi; D.Ratnawati; Y.Adinata; Loka Penelitian Sapi potong
- ItemEstimasi dinamika populasi sapi potong yang dipelihara di areal perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan(J. Sains Dasar, 2014-09) Yudi, Adinata; Dicky, Pamungkas; Noor, Hudhia Krishna; Aryogi; J. Sains DasarUsaha integrasi sapi potong dan tanaman kelapa sawit (integrasi tanaman ternak) perlu didukung dan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung estimasi dinamika populasi sapi potong yang dikelola oleh PT. KAL. Estimasi dinamika populasi dihitung menggunakan simulasi berdasarkan data populasi dan status fisiologis ternak serta daya dukung pakan di bawah tegakan sawit. Kapasitas terpasang berdasarkan daya dukung lahan adalah sebesar 2.066 ± 199 UT yang secara alami akan tercapai pada tahun 2029-2030. Pencapaian kapasitas optimum dapat pula dicapai secepatnya dengan cara mendatangkan sapi baru.