Aneka Kacang dan Umbi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Aneka Kacang dan Umbi by Subject "A Agriculture/Pertanian::A01 Agriculture - General aspects/Pertanian Aspek Umum"
Now showing 1 - 13 of 13
Results Per Page
Sort Options
- ItemBe-Bas Biopestisida untuk Mendalikan Hama Penggerek Ubi Jalar di Lahan Pasang Surut Kalimantan Selatan(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiBe-Bas merupakan biopestisida berbahan aktif konidia cendawan entomopatogen Beauveria bassiana yang dikembangkan untuk mengendalikan hama penggerek ubi jalar (Cylas formicarius) di lahan pasang surut Kalimantan Selatan. Hama tersebut menjadi salah satu kendala utama produksi ubi jalar karena larvanya merusak umbi dan sulit dikendalikan dengan insektisida kimia. Hasil aplikasi Be-Bas menunjukkan kemampuannya mengendalikan telur, larva, dan imago C. formicarius, sehingga mampu menekan kerusakan umbi dan meningkatkan hasil ubi jalar hingga sekitar 38,22 t/ha. Penggunaan Be-Bas juga lebih efisien secara ekonomi dibandingkan insektisida kimia serta relatif aman bagi manusia, hewan, serangga berguna, dan lingkungan. Dengan demikian, Be-Bas berpotensi menjadi alternatif pengendalian hama penggerek ubi jalar yang efektif, ekonomis, dan mendukung penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
- ItemBio-Detas Bertanam Kedelai Dengan Pupuk Hayati Pada Sawah Tadah Hujan Masam dan Non Masam(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiPaket teknologi BIO-DETAS dan BIO-DETAS PLUS dikembangkan Balitkabi untuk meningkatkan produktivitas kedelai di lahan sawah tadah hujan. BIO-DETAS mengombinasikan pupuk hayati Agrisoy, pupuk organik, dan pupuk NPK terukur. Sementara BIO-DETAS PLUS menyempurnakannya dengan biopestisida ramah lingkungan, yaitu VirGra dan Be-Bas.
- ItemBudenopi(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiBudenopi (Budi Daya Kedelai Bebas Pestisida Kimia) merupakan paket teknologi budi daya yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan resistensi, resurjensi, dan pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida kimia. Teknologi ini mengintegrasikan efikasi berbagai biopestisida ramah lingkungan—seperti Trichol-8, serbuk biji mimba (SBM), Vir-Gra, Be-Bas, dan Eugenol—bersama dengan pengelolaan tanaman yang terpadu. Meskipun hasil panen fisik secara rata-rata sedikit lebih rendah dibandingkan teknologi eksisting petani, penerapan Budenopi mampu menjaga keberadaan musuh alami (predator dan parasitoid) untuk mencegah outbreak hama. Selain itu, teknologi ini menghasilkan produk kedelai organik bernilai jual lebih tinggi (Rp11.250,-/kg dibanding Rp7.500,-/kg) sehingga memberikan tingkat keuntungan usahatani yang lebih baik serta mendukung sistem pertanian berkelanjutan.
- ItemBuDesa (Budi Daya Kedelai di Lahan Sawah)(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiBuDesa (Budi Daya Kedelai di Lahan Sawah) merupakan paket teknologi budi daya yang dirancang untuk mengoptimalkan pendapatan petani melalui peminimalan masukan sarana produksi tanpa mengurangi hasil. Diterapkan pada lahan sawah setelah tanaman padi (MK1) tanpa olah tanah, teknologi ini mengandalkan penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi seperti Devon 1, pembuatan saluran irigasi/drainase untuk mengatur kelembaban tanah, penanaman secara dicir lurus teratur (50 kg/ha benih), pemupukan terukur, serta penyiangan dan penanganan pascapanen yang tepat. Penerapan BuDesa pada hamparan skala 40 ha di Nganjuk terbukti efektif menghasilkan rata-rata produksi mencapai 2,30 t/ha sekaligus menyediakan benih sumber berkualitas tinggi untuk musim tanam berikutnya.
- ItemHasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2019(2019) Dian Adi Anggraeni Elisabeth; Joko Restuono; Rahmi Yulifianti; Marida Santi; Emerensiana Uge; Sri Ayu Dwi Lestari; Imam SutrisnoLaporan Tahunan 2019 Hasil Utama Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi memuat hasil penelitian dan pengembangan komoditas kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar. Kegiatan meliputi pengelolaan sumber daya genetik, perakitan varietas unggul, pengembangan teknologi budidaya pada lahan optimal dan suboptimal, produksi benih sumber, diseminasi inovasi, sekolah lapang, serta kerja sama penelitian. Hasil utama menunjukkan keberhasilan pelepasan sembilan varietas unggul baru, terdiri atas enam varietas kedelai, dua varietas kacang hijau, dan satu varietas ubi kayu, serta dihasilkan empat paket teknologi budidaya. Selain itu, penelitian menghasilkan berbagai galur dan klon berpotensi tinggi, teknologi budidaya adaptif terhadap cekaman lingkungan, serta penyediaan benih sumber untuk mendukung peningkatan produktivitas dan pengembangan tanaman pangan. Hasil penelitian kemudian didiseminasikan melalui publikasi, pameran, pelatihan, gelar teknologi, dan pendampingan petani untuk mendukung peningkatan produksi, ketahanan pangan, dan pemanfaatan inovasi pertanian secara berkelanjutan.
- ItemLaporan Kinerja 2021 Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2021) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiLaporan Kinerja Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Tahun 2021 merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi penelitian serta pengembangan tanaman aneka kacang dan umbi dalam mendukung pertanian bioindustri berkelanjutan. Kinerja tahun 2021 diarahkan pada pemanfaatan inovasi teknologi, perakitan varietas unggul, pengembangan teknologi budidaya, produksi benih sumber, diseminasi hasil penelitian, serta penguatan tata kelola dan akuntabilitas. Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian kinerja yang secara umum memenuhi bahkan melampaui target. Balitkabi menghasilkan empat varietas unggul baru kedelai, tiga teknologi budidaya, satu kegiatan diseminasi teknologi, produksi 19,033 ton benih sumber kedelai dan 21,199 ton benih sumber aneka kacang, serta 32.565 stek ubi kayu dan 82.950 stek ubi jalar. Selain itu, sebanyak 15 hasil penelitian tanaman aneka kacang dan umbi telah dimanfaatkan dalam kurun waktu 2017–2021. Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan tahun 2021 mencapai sasaran yang ditetapkan dengan dukungan pengelolaan anggaran yang akuntabel dan efisien. Realisasi anggaran mencapai 96,36% dari pagu Rp27,374 miliar, sementara hasil penelitian dan inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi serta mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
- ItemPaket Teknoologi Budi Daya Kedelai untuk Lahan Sawah(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiProduksi kedelai dalam negeri di Indonesia masih belum memenuhi kebutuhan nasional akibat terbatasnya luas areal tanam (600.000–700.000 ha) serta rendahnya produktivitas tanaman (1,3–1,4 t/ha). Untuk mengatasi masalah tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) merakit Paket Teknologi Budidaya Kedelai (MK-2) di lahan sawah.
- ItemPeran Inovasi Teknologi Aneka Kacang dan Umbi dalam Mendukung Program Kedaulatan Pangan(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2016) Agustina Asri Rahmianna Et al.Buku prosiding ini memuat sekitar 100 makalah penelitian dari Seminar Nasional di Malang tanggal 19 Mei 2015 yang berfokus pada peran inovasi teknologi aneka kacang dan umbi untuk mendukung kedaulatan pangan serta industrialisasi pertanian. Mengingat meningkatnya permintaan pasar, potensi produksi nasional terus dioptimalkan melalui peningkatan produktivitas tanah dan perluasan areal tanam Fokus utama penelitian mencakup perakitan varietas unggul baru (VUB) berpotensi hasil tinggi dan tahan cekaman biotik maupun abiotik, penguatan kerja sama riset nasional-internasional, serta percepatan alih teknologi dan penyediaan benih sumber. Seluruh kajian ini mencakup komoditas kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, hingga ubi jalar dari aspek pemuliaan, budidaya, perlindungan tanaman, pascapanen, dan analisis sosial-ekonomi.
- ItemSantap-M(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2017) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiPengembangan pupuk organik kaya hara "SANTAP-M" merupakan solusi strategis untuk mengatasi rendahnya kesuburan tanah dan efisiensi pemupukan pada lahan kering masam dalam tingkat nasional. Diformulasikan dari kotoran sapi (48%), kotoran ayam (20%), batuan fosfat (15%), abu ketel pabrik gula (15%), dan urea (2%), pupuk ini kaya akan hara makro maupun mikro untuk memicu pembentukan bintil akar serta merangsang pertumbuhan tanaman. Hasil pengujian di lahan kering masam Podsolik Merah-Kuning Sukadana, Lampung Timur, menunjukkan bahwa pemberian SANTAP-M dosis 1,5 t/ha secara signifikan mampu meningkatkan hasil biji kering kedelai hingga 1,23 t/ha (241% dibanding tanpa pupuk) dan kacang tanah hingga 1,74 t/ha (161% dibanding tanpa pupuk). Selain itu, kombinasi 2,5 t/ha SANTAP-M dengan 50% dosis rekomendasi NPK terbukti paling efektif meningkatkan produktivitas ubi kayu hingga mencapai 23,00 t/ha (324% dibanding tanpa pupuk). Keunggulan volume aplikasi yang lebih hemat dibanding pupuk kandang konvensional menjadikan pupuk SANTAP-M sangat potensial untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik serta mendukung perluasan areal tanam palawija di luar Jawa.
- ItemStrategi Pengendalian Hama Kutu Kebul(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2019) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiSerangan hama kutu kebul (Bemisia tabaci Gennadius) merupakan salah satu kendala utama dalam produksi kedelai yang dapat menimbulkan kehilangan hasil hingga 80% bahkan menyebabkan puso (gagal panen). Selain merusak tanaman secara langsung dengan mengisap cairan daun dan memicu timbulnya cendawan jelaga, serangga polifag ini berperan penting sebagai vektor penularan virus patogen seperti Cowpea Mild Mottle Virus (CMMV) yang membuat daun keriting, kerdil, serta polong tidak berisi. Mengingat ketergantungan pada insektisida kimia sering kali mengalami kegagalan, strategi Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) berbasis budidaya tanaman sehat menjadi solusi utama. Strategi ini mencakup penggunaan varietas toleran (seperti Detam 1, Detam 2, Wilis, Gepak Kuning, Gepak Ijo, Kaba, dan Argomulyo), penggunaan benih sehat, pergiliran tanaman non-inang, sanitasi gulma, pengaturan waktu tanam yang serempak, penggunaan tanaman penghalang seperti jagung, pengairan teratur, serta pemanfaatan agensia hayati sebagai musuh alami.
- ItemTeknologi Produksi Kacang Hijau(BPTP Jatim, 2007) KUSTIONO, Gatot
- ItemVarietas Aneka Kacang dan Umbi Edisi 2018(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2018) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiKementerian Pertanian, memuat informasi komprehensif mengenai berbagai varietas unggul tanaman kacang-kacangan dan umbi-umbian di Indonesia. Dokumen ini menyajikan profil teknis dan keunggulan agronomi dari berbagai komoditas utama, seperti kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, dan kacang hijau. Deskripsi setiap varietas mencakup deskriptor penting seperti potensi dan rata-rata hasil panen, masa tanam (umur panen), ukuran atau bobot biji/umbi, kandungan gizi (seperti protein, betakaroten, atau antosianin), serta tingkat resistensi terhadap hama, penyakit, maupun keterbatasan lingkungan seperti lahan kering masam atau kekeringan. Publikasi ini berfungsi sebagai panduan acuan bagi para petani, peneliti, dan praktisi pertanian dalam memilih varietas tanaman yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan industri.
- ItemVarietas Unggul dan Teknologi Budi Daya Kacang Hijau Edisi 2017(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2017) Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan UmbiDokumen ini menyajikan panduan teknis mengenai varietas unggul dan teknologi budi daya tanaman kacang hijau (Vigna radiata) yang diterbitkan oleh Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Kementerian Pertanian. Publikasi ini memuat informasi karakter fisik dan produktivitas dari berbagai varietas unggul seperti seri Vima, Perkutut, Kutilang, Sriti, Kenari, Murai, Betet, dan Sampeong yang memiliki potensi hasil hingga 2,44 t/ha, berumur genjah, serta memiliki ketahanan terhadap hama maupun penyakit seperti embun tepung dan bercak daun. Selain profil varietas, materi ini merangkum langkah-langkah praktis budi daya di lahan sawah maupun tegalan yang mencakup penyiapan benih, olah tanah, teknik tanam, pemupukan, penggunaan mulsa, pengairan, hingga penanganan panen dan pascapanen guna meningkatkan produktivitas kacang hijau di tingkat petani dari 0,9 ton/ha menjadi hingga 2 ton/ha.