Browsing by Author "Rindengan Barlina"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
- ItemKandungan Asam Lemak Omega 9 Dan Omega 6 Pada Beberapa Jenis Kelapa(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2002-06) Rindengan BarlinaLemak, karbohidrat dan protein termasuk tiga komponen utama bahan pangan. Minyak dan lemak dalam suhu ruang masing-masing berbentuk cair dan padat diklasifikasikan sebagai lipida (Anonim., 1988). Minyak mensuplai energi sebesar 9 kkal/g yang berarti dua kali lebih besar dari yang disuplai oleh karbohidrat dan protein, masing-masing sebesar 4 kkal/g. Disamping sebagai sumber energi, minyak berperan dalam mengatur tekstur, rasa dan aroma bahan pangan. Selain itu, lemak memberikan rasa gurih pada produk pangan
- ItemKopra Kenyal (Rubbery) Dan Pengaruhnya Pada Sifat Minyak Kelapa(Balai Penelitian Kelapa Manado, 1994-01) Rindengan BarlinaMeskipun kopra termasuk produk tradisional yang kini tidak lagi merupakan produk andalan dalam urutan ekspor produk-produk kelapa di Indonesia, nampaknya kehadiran produk ini tetap diperlukan dalam upaya memenuhi sebagian permintaan minyak nabati dalam negeri maupun untuk kebutuhan ekspor.
- ItemMinyak Laurat Kelapa Potensi, Penelitian Dan Pengembangannya(PUSAT PENELITIAN DAN PENGENBANGAN TANAMAN PERKEBUNAN, 2000-11) Rindengan BarlinaPada prinsipnya minyak adalah trigliserida yang terdiri dari gugusan gliserol dan gugusan asam- asam lemak. Berdasarkan jumlah atom karbonnya, asam lemak dapat dibedakan menjadi asam lemak berantai medium um (C6-C12) dan asam lemak berantai panjang (C14-C24). Minyak kelapa dan minyak inti sawit tergolong trigliserida berantai medium dan juga disebut tipe minyak laurat karena sekitar 2/3 dari total kandungan asam lemaknya adalah asam laurat, sedangkan minyak sawit dan minyak kedelai serta jenis minyak nabati lainnya tergolong trigliserida berantai panjang.
- ItemPeluang Pemanfaatan Pinang Untuk Pangan Opportuning Of Arecanut For Food UTilizing(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Perkebunan, 2007-12) Rindengan BarlinaTanaman pinang (Areca catechu LINN), termasuk salah satu jenis palma yang sampai saat ini belum memperoleh perhatian serius, dibanding tanaman palma lainnya. Di Indonesia tanaman pinang banyak terdapat di pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat), Kalimantan (Kalimantan Selatan dan Kalimatan Barat), Sulawesi (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara) dan Nusa Tenggara (Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur) (Ferry, 1992). Tanaman ini umumnya bertumbuh secara alami dan kalaupun ditanam hanya sebagai pembatas kebun. Mungkin hal ini disebabkan pemanfaatannya yang masih terbatas, misalnya biji hanya dimakan bersama sirih dan mayangnya untuk upacara adat.
- ItemPengaruh Lama Pendiaman Santan, Cara Penyaringan dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Virgin Coconut Oil (VCO)(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2009-12) Rindengan BarlinaVirgin Coconut Oil (VCO), merupakan produk yang pengolahannya tanpa penambahan bahan makanan tambahan sehingga dikategorikan sebagai produk alami. Sejak tahun 2003 produk ini dikenal konsumen karena sangat bermanfaat untuk kesehatan, karena itu harganya cukup mahal sehingga bermunculan berbagai cara pengolahan. Oleh karena itu pada tahun 2004, telah dilakukan penelitian untuk mencari cara pengolahan yang praktis untuk tingkat petani, antara lain pengujian lama pendiaman santan (3 jam dan 12 jam), cara penyaringan VCO (menggunakan kertas saring 42 mess, kain saring dan hanya didiamkan 3 hari), selanjutnya VCO diamati selama penyimpanan 0 bulan, 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Pengamatan dilakukan terhadap kadar air, asam lemak bebas dan bilangan peroksida. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kadar air dipengaruhi oleh lama penyimpanan dan interaksi lama pendiaman santan, cara penyaringan dan lama penyimpanan VCO. Asam lemak bebas tidak dipengaruhi oleh semua perlakuan, sedangkan bilangan peroksida dipengaruhi lama penyimpanan. Kadar air VCO dari 0-6 bulan penyimpanan berkisar 0.07-0.13%, asam lemak bebas berkisar 0.17-0.23% dan bilangan peroksida berkisar 0.19-3.02 meq/kg minyak. Kisaran kadar air, asam lemak bebas maupun bilangan peroksida, masih memenuhi standar yang ditetapkan Asian Pasific Coconut Community (APCC), yaitu kadar air berkisar 0.1-0.5%, asam lemak bebas maksimum 0.5% dan bilangan peroksida maksimum 3 meq/kg. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka pengolahan VCO dengan menerapkan cara pengolahan yang dilakukan, tetap menghasilkan VCO yang memenuhi standar yang ditetapkan APCC.
- ItemPotensi Kelapa Sebagai Sumber Gizi Alternatif Untuk Mengatasi Rawan Pangan Pontency Of coconut as Source Alternative Nutrition For Overcome Of Mal- Nutrition(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Perkebunan, 2007-06) Rindengan BarlinaIndonesia yang memiliki jumlah penduduk 210 juta jiwa pada tahun 2004, diperkirakan pada tahun 2020 akan mencapai 270 juta jiwa (Pakpahan, 2004). Pertambahan penduduk yang cukup besar, menunjukkan besarnya kebutuhan pangan (Darmawan, 2004). Beras adalah pemasok kalori utama, untuk memenuhi kebutuhan gizi, dengan nilai kalori rata-rata 1047 kkal per kapita per hari atau sekitar 50% dari standar konsumsi kalori yang dianjurkan sekitar 2200 kkal per kapita per hari (Susenas, 2003 dalam Nainggolan, 2004). Oleh karena itu, dalam mengatasi kekurangan pangan pada beberapa tahun terakhir telah dilakukan impor beras, penganekaragaman pangan non beras sebagai sumber kalori alternatif, antara lain yang bersumber dari kelapa.
- ItemPotensi Kelapa Sebagai Sumber Gizi Alternatif Untuk Mengatasi Rawan Pangan Potency of Coconut as Source Alternative Nutrition for Overcome of Mal-nutrition(Pusat Penelitian Dan Pengembangan Perkebunan, 2007-12) Rindengan BarlinaIndonesia yang memiliki jumlah penduduk 210 juta jiwa pada tahun 2004, diperkirakan pada tahun 2020 akan mencapai 270 juta jiwa (Pakpahan, 2004). Pertambahan penduduk yang cukup besar, menunjukkan besarnya kebutuhan pangan (Darmawan, 2004). Beras adalah pemasok kalori utama, untuk memenuhi kebutuhan gizi, dengan nilai kalori rata-rata 1047 kkal per kapita per hari atau sekitar 50% dari standar konsumsi kalori yang dianjurkan sekitar 2200 kkal per kapita per hari (Susenas, 2003 dalam Nainggolan, 2004). Oleh karena itu, dalam mengatasi kekurangan pangan pada beberapa tahun terakhir telah dilakukan impor beras, penganekaragaman pangan non beras sebagai sumber kalori alternatif, antara lain yang bersumber dari kelapa.
- ItemProtein Kelapa Komponen Bahan Makanan Yang Masih Diabaikan(1986) Rindengan BarlinaPersediaan konsumsi pangan penduduk Indonesia pada tahun 1980, rata-rata telah mencapai 2 570 kalori dan 48.4 gram protein per kapita per hari. Ini berarti sudah melebihi jumlah yang dian- jurkan untuk dikonsumsi, yaitu 2 100 kalori dan 46 gram protein per kapita per hari. Tetapi bila perhitungan dilakukan melalui pendekatan konsumen, ternyata konsumsi rata-rata penduduk Indone- sia masih rendah, yaitu sekitar 1 700 kalori. Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai kelompok masyarakat (petani dan ne- layan yang berpenghasilan rendah) yang menderita kekurangan gizi, walaupun jumlahnya diperkirakan makin berkurang.
- ItemTeknologi Unggulan Kelapa(pusat penelitian dan pengembangan perkebunan, 2007) Zainal Mahmud; Hengky Novarianto; Rindengan BarlinaKami mengucapkan terimakasih kepada penyusun, penyunting dan redaksi pelaksana yang sudah berkerja keras untuk terlaksanakannya booklet ini.