Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 318
  • Item
    Toko Tani Indonesia: Membenahi Rantai Pasok dan Stabilisasi Harga Pangan
    (Kementerian Pertanian, 2018) Andi Amran Sulaiman
    Buku Toko Tani Indonesia: Membenahi Rantai Pasok dan Stabilisasi Harga Pangan menyajikan informasi mengenai perkembangan dan kinerja penyelenggaraan TTI yang dimulai sejak tahun 2016. Setelah Prolog, pada Bab 1 dikaji mengenai permasalahan rantai pasok dan dinamika harga pangan, khususnya untuk pangan pokok beras dan pangan penting cabai dan bawang merah. Sementara itu, pada Bab 2 dijelaskan secara ringkas konsep dan desain TTI sebagai sebuah inovasi kelembagaan pemasaran pangan untuk mengatasi permasalahan rantai pasok dan menjaga stabilitas harga pangan
  • Item
    Asuransi Pengayom Petani
    (Kementerian Pertanian, 2017) Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP; Dr. Ir. Syahyuti, M.Si; Dr. Ir. Sumaryanto, MS; Prof. (Riset) Dr. Ir. Ismeth Inounu, MS; Ir. Sri Kuntarsih, MM; Ir. Sumarmi, MM; Siswoyo, SP, MP
    Asuransi pertanian telah dibicarakan sejak lama, namun sulit sekali dijalankan. Baru pada era pemerintahan saat ini dapat dimulai dirintis pengembangannya. Tidak berlebihan bila ini dicatat sebagai salah satu keberhasilan bangsa ini dalam memberikan pelayanan kepada petani, mereka yang menjadi basis dari perekenomian nasional Indonesia yang berciri agraris. Kuncinya adalah terobosan Kementerian Pertanian pada upaya pengalokasian penggunaan anggaran negara untuk subsidi premi. Ada banyak terobosan Kementerian Pertanian dalam masa tiga tahun terakhir ini, termasuk upaya memberikan perlindungi untuk mengatasi kerugian petani akibat adanya risiko gagal panen melalui program asuransi pertanian. Asuransi ini ditujukan khususnya untuk usaha tani padi dengan tujuan untuk melindungi kerugian nilai ekonomi usaha tani padi akibat gagal panen, sehingga petani memiliki modal kerja untuk pertanaman berikutnya. Dalam program ini, total premi asuransi yang sebenarnya harus ditanggung petani untuk satu hektare/musim sebesar 180 ribu rupiah. Agar tidak memberatkan petani, maka petani cukup membayar sebesar 20 persen saja atau senilai 36 ribu rupiah, dan nilai ini sama dengan harga dua bungkus rokok saja. Sisa premi sebesar 144 ribu rupiah dibantu oleh pemerintah. Sementara besarnya ganti rugi yang didapat petani kalau terjadi gagal panen sebesar enam juta rupiah. Jumlah ini cukup sebagai modal kerja bagi petani untuk kembali menanam padi.
  • Item
    Pemahaman Pedesaaan Secara Partisipatif Menunjang Usahatani Terpadu
    (Departemen Pertanian 2003, 2003) Zulkifli Zaini; A. Karim Makarim; Irsal Las; Budi Haryanto; Suntoro
    Badan Penelitian Pengembangan Pertanian bekerja sama dengan Diretorat Jendral Bina Produksi Tanaman Panagan dan Direkorat Jendral bina Produksi Peternakan
  • Item
    Petunjuk Penyimpanan dan Penyajian Data Kegiatan Lembaga Pelayanan Jasa Keuangan Karya Usaha Mandiri
    (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2002-12-18) Soentoro; Sugiarto; Hendiarto
    Sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian dewasa ini yang lebih memfokuskan kepada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan akan mengimplementasikan Kegiatan Percontohan Peningkatan Produksi Padi Terpadu (P3T) di 14 propinsi di Indonesia. Merupakan perbaikan dari program intensifikasi padi yang berkembang di kalangan petani saat ini, Kegiatan Percontohan P3T di- implementasikan melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman dan Sumberdaya Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi, Teknologi Produksi Benih dan Pengembangan Padi Hibrida, Sistem Integrasi Padi-Ternak (SIPT) yang didukung oleh Pengembangan Kelembagaan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT). Kegiatan Percontohan P3T melibatkan berbagai institusi terkait, baik di tingkat pusat, propinsi maupun kabupaten. Pengalaman Badan Litbang Pertanian menunjukkan bahwa kelembagaan memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian. Kelembagaan tersebut perlu didukung oleh lembaga-lembaga pelayanan yang serasi. Oleh karena itu, dalam pengembangan Kelembagaan Usaha Agribinis Terpadu akan diakomodasikan Kegiatan Lembaga Pelayanan Jasa Keuangan Karya Usaha Mandiri (KUM). Panduan ini berisikan petunjuk penyimpanan dan penyajian data lembaga pelayanan jasa keuangan dalam Kegiatan Percontohan P3T.
  • Item
    SIKKATO Alternatif Solusi Ketahanan Pangan
    (Polbangtan Gowa, 2021) Dr. H. Musadar Mappasomba. S.P., M.P.
    Buku SIKKATO, Alternatif Solusi Ketahanan Pangan ini berisi tentang upaya memaksimalkan pertanian perkotaan melalui pengembangan pangan lokal Kota Kendari yaitu SIKKATO. SIKKATO menjadi sebuah persembahan peningkatan ketahanan pangan dari Kota Kendari untuk negeri. Harapannya ke depan, bukan hanya mereka yang berdomisili di Kota Kendari saja yang dapat menikmati SIKKATO, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.