Perbenihan Perkebunan

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 75
  • Item
    Teknologi Pembibitan Panili (Vanilla planifolia, Andrew)
    (Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Comoro, 1997) Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Comoro
    Dalam rangka usaha meningkatkan produksi Pertanian/ Perkebunan, benih/bibit merupakan sarana yang penting. Oleh karena itu pengadaan penyaluran dan pengawasannya perlu diatur sebaik-baiknya. Penggunaan bibit yang diketahui asal usulnya sangat diperlukan dalam pelaksanaan program peremajaan dan perluasan tanaman, karena akan lebih menjamin adanya kepastian produksi. Kesalahan pemilihan bibit (Panili) akan sangat merugikan, karena kesalahan tersebut akan diketahui setelah beberapa tahun kemudian, yakni pada saat mulai menghasilkan.
  • Item
    Perbenihan padi terstandar dan bersertifikat
    (BALAI PENERAPAN STANDAR INSTRUMEN PERTANIAN JAWA TENGAH, 2023-12-25) Arif Surahman, S.Pi, M.Sc, Ph.D.; Ekaningtyas Kushartanti; Fitri Lestari; Nur Fitriana; Nurul Laela Fatmawati; Parti Khosiyah
    KICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment). Pilihan komoditas yang ditangani pada program ICARE tersebut salah satunya adalah komoditas padi. Pengembangan komoditas padi akan dilaksanakan secara agribisnis dalam satu kawasan, dikelola oleh kelembagaan petani berbasis korporasi petani secara berkelanjutan. Upaya pengembangan agribisnis padi membutuhkan benih varietas unggul baru (VUB) padi potensi hasil tinggi, prospektif dikembangkan di lapang dan berkualitas. Salah satu target kelembagaan petani yang akan diinisiasi dan dikembangkan di desa lokasi program ICARE adalah unit usaha produksi benih VUB padi terstandar Cara menanam padi yang baik dan benar untuk menghasilkan gabah calon benih padi terstandar dan pengelolaan pasca panennya untuk menjadi benih padi terstandar penting untuk diketahui oleh para petani (petani calon penangkar, petani penangkar dan kelembagaan ekonomi petani produsen benih padi) serta penyuluh/petugas lapang. Berkaitan dengan hal tersebut, dibuat buku pedoman singkat “Perbenihan Padi Terstandar dan Bersertifikat”. Upaya percepatan diseminasi dan ketersediaan benih unggul VUB padi terstandar di lapang diharapkan dapat mendorong terwujudnya agribisnis padi, peningkatan produktivitas dan produksi padi
  • Item
    Pedoman Pembibitan Tanaman Lada
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1988) Wahid, Pasril; Yufdi, M. Prama
    Tanaman lada merupakan tanaman “dimorphic” yang memiliki dua macam salur yaitu sulur panjat dan sulur (cabang) buah. Sulur panjat tumbuh memanjat pada pohon penegaknya melalui akar lekat, sedangkan cabang buah tumbuh mendaftar tanpa memiliki akar lekat pada buku-buku ruasnya. Di samping ke dua macam sulur itu dikenal pula adana sulur gantung dan sulur tanah. Sulur gantung tumbuh menggantung di permukaan lingkaran taju, sedangkan sulur tanah menjalar di permukaan tanah. Kedua sulur ini memiliki buku ruas yang lebih panjang sehingga bila digunakan sebagai bahan perbanyakan akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berproduksi. Untuk bahan perbanyakan setek sebaiknya digunakan sulur panjat yang tumbuh sehat dan kuat yang memiliki akar lekat pada setiap buku ruasnya. Bahan setek tersebut dapat digunakan untuk penanaman langsung di kebun atau pun di perbanyak terlebih dahuu berupa setek pendek satu ruas berdaun tunggal. Dalam hal ini pertimbangan yang di perlukan adalah jumlah bahan tanaman yang tersedia. Perbanyakan menggunakan setek satu ruas berdauan tunggal disarankan hanya bila bahan tanaman tidak mencukupi untuk dapat di tanaman langsung di kebun dalam bentuk setek panjang tujuh ruas. Pedoman pembibitan berikut ini hanyalah menyangkut pelaksanaan perbanyakan tanaman lada dengan setek satu ruas berdauan tunggal. Perbanyak dengan setek panjang tujuh ruas yang dilakukan dengan menanam lamgsung dikebun tidak melalui proses pembititan.
  • Item
    Pedoman Pembibitan Tanaman Lada
    (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 1988) Wahid, Pasril; yufdy, M.Prama
    Tanaman lada merupakan tanaman “dimorphic” yang memiliki dua macam salur yaitu sulur panjat dan sulur (cabang) buah. Sulur panjat tumbuh memanjat pada pohon penegaknya melalui akar lekat, sedangkan cabang buah tumbuh mendaftar tanpa memiliki akar lekat pada buku-buku ruasnya. Di samping ke dua macam sulur itu dikenal pula adana sulur gantung dan sulur tanah. Sulur gantung tumbuh menggantung di permukaan lingkaran taju, sedangkan sulur tanah menjalar di permukaan tanah. Kedua sulur ini memiliki buku ruas yang lebih panjang sehingga bila digunakan sebagai bahan perbanyakan akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berproduksi. Untuk bahan perbanyakan setek sebaiknya digunakan sulur panjat yang tumbuh sehat dan kuat yang memiliki akar lekat pada setiap buku ruasnya. Bahan setek tersebut dapat digunakan untuk penanaman langsung di kebun atau pun di perbanyak terlebih dahuu berupa setek pendek satu ruas berdaun tunggal. Dalam hal ini pertimbangan yang di perlukan adalah jumlah bahan tanaman yang tersedia. Perbanyakan menggunakan setek satu ruas berdauan tunggal disarankan hanya bila bahan tanaman tidak mencukupi untuk dapat di tanaman langsung di kebun dalam bentuk setek panjang tujuh ruas. Pedoman pembibitan berikut ini hanyalah menyangkut pelaksanaan perbanyakan tanaman lada dengan setek satu ruas berdauan tunggal. Perbanyak dengan setek panjang tujuh ruas yang dilakukan dengan menanam lamgsung dikebun tidak melalui proses pembititan.