Supply chain and value chain analyses of West Java’s Gedong mango variety for modern markets

Loading...
Thumbnail Image
Date
2025-08-13
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Abstract
Permasalahan utama dalam rantai pasok dan rantai nilai mangga gedong dan gedong gincu terletak pada belum optimalnya keberagaman, kuantitas, kualitas, dan kesinambungan pasokan sesuai dinamika pasar dan preferensi konsumen, khususnya untuk pasar modern. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji rantai pasok produk mangga gedong dan gedong gincu; (2) menganalisis rantai nilai dan margin tata niaga; dan (3) merumuskan strategi manajemen rantai pasok terpadu untuk meningkatkan akses ke pasar modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada November 2021 hingga Desember 2022 dengan teknik snowball sampling, melibatkan petani, pedagang pengumpul, pemasok, pasar modern, dan konsumen. Analisis data dilakukan menggunakan metode kuantitatif (farm share, margin, dan nilai tambah) dan metode kualitatif (peran, pola interaksi, dan koordinasi antarpelaku rantai pasok). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam pelaku utama dalam rantai pasok produk mangga gedong dan mangga gedong gincu ke pasar modern. Pasar modern menciptakan total nilai tambah sebesar Rp18.250/kg untuk mangga gedong dan Rp20.000/kg untuk mangga gedong gincu, dengan margin keuntungan terbesar berada di tingkat retail modern. Temuan ini menegaskan bahwa strategi integrasi rantai pasok melalui kemitraan petani dan pasar modern penting untuk meningkatkan efisiensi, nilai tambah, dan daya saing produk. Implikasi kebijakan mencakup penguatan kelembagaan petani dalam manajemen, permodalan, penyusunan kontrak yang adil, dan partisipasi anggota. Pemerintah diharapkan berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam mendorong terjalinnya kemitraan usaha yang saling menguntungkan dan berkelanjutan antarpelaku rantai pasok. The main challenge in the supply and value chains of Gedong and Gedong Gincu mangoes lies in the suboptimal diversity, quantity, quality, and consistency of supply in response to market dynamics and consumer preferences, particularly for modern markets. This study aims to: (1) examine the supply chain of Gedong and Gedong Gincu mangoes; (2) analyze the value chain and marketing margins; and (3) formulate an integrated supply chain management strategy to improve access to modern markets. A case study approach was employed between November 2021 and December 2022, utilizing snowball sampling, which involved farmers, collectors, suppliers, modern retailers, and end consumers. Data analysis was carried out using quantitative methods (farm share, margins, and value added) and qualitative methods (roles, interaction patterns, and coordination among supply chain actors). The research results identified six key actors in the supply chain targeting the modern markets. Modern retailers generated the highest value added, at IDR 18,250/kg for Gedong mangoes and IDR 20,000/kg for Gedong Gincu, with the largest profit margins also captured at the retail level. These findings underscore the importance of integrated supply chain management strategies through farmer−retailer partnerships to improve efficiency, enhance value added, and increase the competitiveness of mango products. Policy implications include strengthening farmer institutions in terms of management, financing, fair contract arrangements, and member participation. The government is expected to play a facilitative and mediating role in fostering mutually beneficial and sustainable business partnerships across the supply chain actors. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v23n1.2025.93-112
Description
Keywords
E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan, E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E16 Production economics/Ekonomi Produksi
Citation