Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 102
- ItemMilk Collection Points: Inovasi Kemitraan Usaha Ternak Sapi Perah Di Pangalengan-Bandung Selatan(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2021-06) Anugrah, Iwan Setiajie; Purwantini, Tri Bastuti; ErwidodoPemenuhan kebutuhan susu nasional masih menghadapi permasalahan rendahnya capaian produksi, produktivitas dan kualitas susu dari peternak sapi perah rakyat. Berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja peternakan sapi perah rakyat terus dilakukan, salah satunya berupa kerja sama kemitraan antara industri pengolahan susu dengan peternak dan koperasi peternak sapi perah. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan sebuah inovasi kemitraan antara industri pengolahan susu Frisian Flag Indonesia (FFI) dengan para petermak yang tergabung dalam Koperasi Persusuan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan melalui pengelolaan program Milk Collection Point (MCP). Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab rendahnya kualitas susu segar dipengaruhi oleh jumlah bakteri awal pada susu segar, rantai pasok penyetoran susu dari peternak kepada industri pengolahan susu terlalu panjang, dan sistem pendingin yang kurang memadai. Rendahnya kualitas menjadi penyebab rendahnya harga jual susu segar. Program MCP tidak saja berhasil meningkatkan kualitas susu segar juga telah memberikan insentif harga bagi peternak. Para peternak yang tergabung dalam KPBS memperoleh insentif untuk meningkatkan proses pengelolaan usaha ternak sapi perah ke arah yang dipersyaratkan oleh program MCP. Kerja sama antara peternak sapi perah, industri pengolahan susu, dan koperasi peternak dapat terus dikembangkan sehingga dapat mendorong peningkatan volume dan kualitas susu sebagai bahan baku industri pengolahan susu. Upaya ini diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v19n1.2021.1-18
- ItemNeraca Ketersediaan Beras Di Kalimantan Timur Sebagai Calon Ibukota Baru Indonesia Dengan Pendekatan Sistem Dinamik(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2021-12) Adi, Aswan; Rachmina, Dwi; Krisnamurthi, Y BayuBeras merupakan komoditas penting dan strategis di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai sumber pangan pokok. Namun saat ini, kondisi ketersediaan beras masih rendah yaitu hanya mencapai 66,57% dari kebutuhan konsumsi atau defisit 33,43% pada tahun 2019. Defisit ini akan semakin meningkat jika Kaltim menjadi ibukota negara (IKN) pada tahun 2025 karena masuknya penduduk baru. Oleh karena itu, perlu dirumuskan kebijakan yang tepat untuk memenuhi ketersediaan beras di Kaltim pada saat menjadi IKN. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model neraca ketersediaan beras dan merumuskan rekomendasi kebijakan peningkatan ketersediaan beras di Kaltim sebagai calon IKN. Metode yang digunakan adalah pendekatan sistem dinamik. Neraca ketersediaan beras ditentukan oleh subsistem penyediaan dan permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dibangun mampu menggambarkan kondisi neraca ketersediaan beras di Kaltim dan memiliki tingkat validitas yang baik. Berdasarkan hasil simulasi pada kondisi eksisting tahun 2025, ketersediaan beras di Kaltim sebagai IKN hanya 44,80% dari kebutuhan konsumsi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk mengatasinya. Skenario kebijakan untuk memperbaiki neraca beras di Kaltim adalah kombinasi kebijakan pada sisi produksi dan konsumsi yaitu indeks pertanaman padi minimal 1,9 (irigasi) dan 1,2 (tanpa irigasi), produktivitas padi minimum 4,67 ton/ha (irigasi) dan 3,50 ton/ha (tanpa irigasi), cetak sawah seluas 1.000 hektare, menekan konversi lahan, rendemen beras ke gabah 64% dan konsumsi beras per kapita maksimal 80 kg/tahun. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v19n2.2021.207-218
- ItemKesesuaian Lahan Untuk Komoditas Unggulan Pertanian Di Kabupaten Labuhanbatu Utara(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2021-12) Kaswanto, Regan Leonardus; Aurora, Ruth Mevianna; Yusri, Doni; Sjaf, Sofyan; Barus, SimonKabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) merupakan daerah pemekaran wilayah pada tahun 2008 dengan sumber ekonomi unggulan daerah berupa sektor pertanian. Pengembangan sektor pertanian sebagai penghasil ekonomi tertinggi di kabupaten ini harus sesuai dengan potensi dan karakteristik lahan serta lingkungan. Berdasarkan hasil survei pendahuluan, terdapat lima komoditas pertanian yang dibudidayakan, yaitu kelapa sawit, karet, padi sawah, kakao, dan kelapa yang menyebar di delapan kecamatan. Secara sosial, jumlah penduduk Kabupaten Labura yang semakin meningkat akan memengaruhi fungsi lahan, khususnya lahan pertanian. Dengan demikian, perlu dilakukan analisis kesesuaian lahan sehingga arahan kebijakan dari pimpinan pemerintah daerah didasarkan pada komoditas unggulan pertanian yang sesuai dengan karakteristik lahan. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan membandingkan karakteristik fisik lahan dengan kriteria kesesuaian lahan yang ada dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Kelas kesesuaian lahan yang teridentifikasi di Kabupaten Labura meliputi kelas kesesuaian S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai), dan N (tidak sesuai). Terdapat empat faktor pembatas kesesuaian lahan dalam penelitian ini, yaitu ketersediaan air, media perakaran, retensi hara, dan bahaya erosi. Hasil analisis menujukkan bahwa dari kelima komoditas unggulan pertanian, tiga diantaranya (karet, padi sawah, dan kelapa) memiliki kesesuaian tertinggi, yakni kelas S1 untuk ditanam dengan konsep lanskap agroforestri dan pola yang menyebar pada setiap kecamatan di dalam Kabupaten Labura. Disarankan pengembangan kawasan pengembangan pertanian di Kabupaten Labura mengacu pada kesesuaian lahan ini dengan memperhatikan aspek sosial ekonomi masyarakat petani dan prospek pasar komoditas pertanian. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v19n2.2021.189-205
- ItemPeningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Dengan Pemanfaatan Media Komunikasi(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2021-12) Kustanti, Eni; Rusmana, Agus; Hadisiwi, PurwantiUpaya peningkatan kompetensi penyuluh pertanian telah dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. Peningkatan kompetensi penyuluh melalui pemanfaatan media komunikasi belum dimanfaatkan secara intensif pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengaruh pemanfaatan media komunikasi terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survey online terhadap 203 responden terpilih penyuluh pertanian di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian dari 33 provinsi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media komunikasi dan karakteristik individu penyuluh berpengaruh signifikan terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Faktor dukungan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan media komunikasi dan berpengaruh signifikan secara tidak langsung terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Pengaruh paling besar dan signifikan terhadap kompetensi penyuluh pertanian berasal dari pemanfaatan media komunikasi yaitu sebesar 4,38 sedangkan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan media komunikasi berupa dukungan lingkungan yaitu sebesar 0,34. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian maka harus ditingkatkan pemanfaatan media komunikasi dalam diseminasi informasi pertanian. Selanjutnya untuk dapat meningkatkan pemanfaatan media komunikasi dalam diseminasi informasi pertanian maka harus ditingkatkan dukungan lingkungan penyuluh. Wujud dukungan lingkungan penyuluh diantaranya dengan meningkatkan pelatihan literasi informasi sehingga penyuluh dapat memahami penggunaan berbagai media komunikasi yang digunakan dalam diseminasi informasi pertanian. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v19n2.2021.177-187
- ItemProgram Menciptakan Manfaat Bersama Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Pisang Di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2021-12) Rofi, AbdurProgram Menciptakan Manfaat Bersama (CSV) sebagai alternatif dari program Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan pilihan bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing sekaligus merangsang pertumbuhan inklusif dalam pengurangan kemiskinan keluarga petani. Penelitian ini bertujuan mengkaji program CSV dengan melihat minat petani dan dampak program CSV pada komoditas pisang di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari survei ke 60 petani mitra dan nonmitra, serta melalui wawancara mendalam dengan 18 orang pelaku yang terlibat di dalam model bisnis. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret‒April 2020. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSV sudah dijalankan untuk komoditas pisang Cavendish di Tanggamus, Provinsi Lampung. Dalam program ini, petani mendapatkan bantuan bibit tanaman pisang, akses bantuan kredit untuk pembelian saprodi, dan kepastian penjualan hasil tanaman pisang dengan harga yang disepakati. Namun demikian, tidak semua petani berminat dalam program kemitraan dengan berbagai alasan, antara lain dikarenakan keterbatasan lahan, keterbatasan waktu yang dimiliki, dan petani tidak ingin terikat dalam perjanjian kerja. Dampak program CSV pada komoditas pisang terhadap pendapatan petani belum cukup besar karena pisang bukan komoditas utama sumber penghidupan petani. Program CSV dapat menjadi alternatif program CSR, namun keberhasilan program ini juga perlu mempertimbangkan profil dan juga sumber penghidupan petani untuk memastikan minat dan keterlibatan petani dapat lebih optimal. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v19n2.2021.165-175