Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 66
- ItemResiliensi komunitas petani kopi arabika gayo di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh pada masa pandemi Covid-19(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-01-25) Husaini; Ishar; Arrozi, Ahmad Makki; Andriani, Rini; Rahly, FawwaPandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 telah mengakibatkan sebagian perekonomian negara merosot. Sektor pertanian juga mengalami dampaknya, termasuk petani kopi Arabika Gayo, berupa penurunan produksi dan nilai jual sehingga berpotensi menurunkan pendapatan ekonomi petani. Untuk tetap bertahan dan resilien terhadap guncangan tersebut, petani harus memiliki kapasitas adaptasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi yang dilakukan petani kopi Arabika Gayo pada masa pendemi COVID-19. Penelitian dilakukan di Desa Pondok Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh pada bulan September 2020. Penentuan lokasi dan sampel penelitian menggunakan metode non-probability sampling secara purposive (sengaja). Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori Longstaff terkait kapasitas adaptif dengan menggunakan kerangka subsistem ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan strategi adaptasi efektif yang dilakukan petani kopi Arabika Gayo pada masa pandemi COVID-19 hanya fokus pada aspek innovative learning dengan mengandalkan produk sampingan berupa tanaman sela antara lain dengan komoditas tomat, cabai, kol, dan kentang. Strategi adaptasi ini hanya untuk mengatasi permasalahan jangka pendek dari potensi penurunan pendapatan. Perlu dukungan pemerintah berupa kemudahan akses terhadap modal agar petani bisa melakukan tunda jual dalam mengatasi lemahnya pemasaran. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.161-170
- ItemVolatilitas harga gandum dunia periode pandemi Covid 19 dan implikasinya bagi ketahanan pangan nasional(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2023-01-16) Shaffitri, Lidya Rahma; Astari, Annisa Fauzia; Aziz, MiftahulPandemi Covid-19 telah menyebabkan lonjakan harga gandum dunia akibat adanya pembatasan sosial yang dilakukan oleh negara-negara eksportir gandum utama. Larangan untuk melakukan ekspor ini menyebabkan volatilitas harga gandum di tingkat dunia lebih buruk lagi. Dinamika harga selama periode pandemi dapat memiliki dampak buruk bagi ketahanan pangan khususnya negara-negara importir gandum utama dunia seperti Indonesia. Penelitia ini bertujuan untuk mengestimasi dan membandingkan volatilitas harga gandum dunia harga pada saat sebelum dan periode Pandemi Covid-19 serta merekomendasikan kebijakan terkait dampak volatilitas harga gandum dunia bagi ketahanan pangan nasional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari website investing.com dengan menggunakan harga penutupan bulanan periode sebelum dan pada saat Pandemi Covid-19. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis ARCH-GARCH untuk mengestimasi volatilitas harga gandum dunia dan analisis kualitatif untuk memberikan rekomendasi kebijakan melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas harga gandum dunia pada saat pandemi lebih tinggi daripada sebelum pandemi. Volatilitas yang tinggi memiliki dampak bagi konsumen gandum di Indonesia, khususnya bagi kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) dan industri besar. Pemerintah dapat melakukan beberapa upaya untuk menekan kerugian yang ditimbulkan akibat peningkatan volatilitas harga gandum dengan cara melakukan diversifikasi pangan dengan melakukan revitalisasi pada usahatani sorgum. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v21i2.145-159
- ItemHubungan karakteristik mahasiswa dengan minat bekerja di pertanian: studi kasus Fakultas Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-06-25) Ahmad, Nurmayanti H; Managanta, Andri Amaliel; Toyip; Mowidu, ItaPengembangan pertanian di Indonesia menghadapi berbagai macam permasalahan, salah satunya adalah rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian, yang disebabkan oleh faktor pendorong dan faktor penarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik mahasiswa, keluarga, dan faktor masyarakat dengan minat mahasiswa untuk bekerja di bidang pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2022 dengan responden 94 mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mahasiswa (jenis kelamin, pengalaman budi daya, asal daerah) dan keluarga (pekerjaan orang tua dan kepemilikan lahan) memiliki hubungan yang signifikan dengan minat mahasiswa bekerja di bidang pertanian. Faktor masyarakat (hubungan antartetangga dan budaya setempat) juga memiliki hubungan yang signifikan terhadap keinginan mahasiswa untuk bekerja di bidang pertanian. Implikasi kebijakan dari hasil penelitian ini menekankan perlunya respons yang komprehensif dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam meningkatkan minat serta keterlibatan mahasiswa dalam sektor pertanian yang sebagai pilar utama dalam perekonomian dan kehidupan sosial. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.81-95
- ItemKetersediaan beras menuju kemandiriaan pangan: pendekatan sistem dinamik(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-07-16) Wajdah, Risna Rahmatul; Nurmalina, Rita; YusalinaPermintaan beras di Indonesia terus meningkat, namun ketersediaannya dihadapkan pada berbagai permasalahan. Produksi, produktivitas, dan luas lahan padi cenderung menurun, sementara jumlah penduduk terus bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan menganalisis ketersediaan beras dan merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pencapaian kemandirian pangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistem dinamik dengan dibantu alat analisis Powersim 10 dan Vensim PLE. Validasi model dilakukan untuk periode tahun 2018-2022 dan model disimulasikan hingga tahun 2045. Hasil simulasi pada kondisi basis memproyeksikan kondisi defisit ketersediaan beras dari produksi domestik pada tahun 2045. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya peningkatan produksi padi secara substansial melalui perluasan lahan sawah di luar Pulau Jawa, pelaksanaan peraturan mengenai konversi lahan secara efektif, peningkatan penyuluhan bagi petani mengenai sistem usaha tani berkelanjutan, dan pengelolaan stabilitas harga padi dan beras yang memperhatikan kepentingan petani dan konsumen. Di sisi permintaan, pemerintah perlu melakukan sosialisasi dan promosi diversifikasi konsumsi berbasis pangan lokal kepada petani dan pelaku usaha industri pangan. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.63-80
- ItemDinamika perubahan nilai indikator strategis pembangunan pertanian dan transformasi perdesaan(Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, 2024-06-25) Yofa, Rangga Ditya; Sumedi; Susilowati, Sri HeryTransformasi perdesaan ditandai dengan perubahan beberapa indikator strategis, di antaranya status dan luas penguasaan lahan pertanian serta sumber pendapatan penduduk desa. Transformasi ini diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian perdesaan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika transformasi perdesaan dan merumuskan kebijakan antisipatif dampak negatifnya, yang berpotensi mengarahkan pembangunan perdesaan ke arah yang positif. Data panel dari lima desa contoh tahun 2022 dan data Patanas pada desa yang sama waktu analisis 2010/2011 dan 2016/2017 dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi logit. Hasil analisis menunjukkan terjadi penurunan frekuensi dan rataan luas lahan milik, peningkatan lahan garapan nonmilik, peningkatan proporsi kepala dan anggota rumah tangga yang bekerja di sektor nonpertanian, dan peningkatan proporsi pendapatan dari nonpertanian. Faktor yang memengaruhi kepala rumah tangga tetap bekerja di sektor pertanian adalah status garapan lahan, jenis komoditas yang ditanam, dan luas penguasaan lahan pertanian. Dinamika perubahan luas dan status pengusaan lahan, sumber mata pencarian, serta struktur pendapatan rumah tangga perdesaan tidak berimplikasi signifikan terhadap penurunan produksi padi, jagung, dan ubi kayu. Langkah strategis yang perlu dilakukan untuk meningkatkan atau tetap mempertahankan tingkat pendapatan usaha pertanian, yaitu melalui peningkatan indeks pertanaman, diversifikasi usaha pertanian, mendorong industrialisasi pertanian berbasis perdesaan, dan menarik tenaga kerja muda bekerja di desa untuk memperkuat komunitas pengusaha muda pertanian. DOI: https://doi.org/10.21082/akp.v22i1.51-62