Budidaya Perkebunan
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 237
- ItemCara membatalkan pinjaman Kredit Pintar(2026)Cara membatalkan pengajuan pinjaman Kredit Pintar anda bisa menghubungi layanan live chat resmi melalui WA 081361107652 atau 082120006017, jelaskan alasan ingin melakukan Pš²mbatalš®n,lalu siapkan data diri anda seperti KTP,dan ikuti langkah-langkah Pš²mbatalš®n yang di instruksikan.
- ItemUji Adaptasi Teknologi Budidaya Jahe di Lahan Kering Jawa Timur(BPTP Jatim, 2002) YUNIARTI, S; Roesmiyanto; PER Prahardini
- ItemKonsep dan Dasar Penerapan Kimbun(BPTP Jatim, 2002) DISBUN JATIM
- ItemPRODUKSI DAN MUTU TIGA NOMOR JAHE MERAР(Zingiber officinale var. rubrum L.) DENGAN PEMUPUKAN ORGANIK II CIBINONG, BOGOR(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Yusron, Muchamad; Januwati, M.; Maslahah, NurUntuk memenuhi kebutuhan teknologi budidaya organik, telah dilakukan penelitian penggunaan pupuk alam dan organik pada tanaman jahe merah (Zingiber officinale var rubrurı) di Cibinong, Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produktivitas dan mutu tiga nomor harapan jahe merah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Cibinong, Bogor [250 m dpl jenis tanah latosol, tipe iklim B (Schimdt & Ferguson)] mulai bulan November 2005 sampai Oktober 2006. Perlakuan penelitian ini adalah 3 nomor harapan jahe merah yaitu Balittro 1, Balittro 2 dan Balittro 3, menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 9 ulangan. Pupuk yang digunakan Bokashi 10 t/ha + pupuk bio 140 kg/ha + zeolit 400 kg/ha + fosfat alam 200 kg/ha dengan jara.k tanam 40 cm x 60 cm. Pemeliharaan tanaman dilakukan sesuni dengan SOP budidaya tanaman jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi rimpang segar dan kering dari tiga berturut-urut nomor tersebut tidak berbeda nyata. Produksi rimpang segar Balittro 1, Balittro 2 dan Balittro 3 3,82; 4,38 dan 4, 48 ton/ha, dan bobot kering rimpang 0,40; 0,54 dan 0,55 ton/ha. Kadar minyak atsiri nomor Balittro 1, Balittro 2 dan Balittro 3 masing-masing adalah 4,43%; 4,33% dan 4,17%, sedang kadar gingerol berturut-turut adalah 0, 210%; 0,188%; dan 0,225%
- ItemSKRINING EKSTRAK TANAMAN SEBAGAI ANTI FUNGI PADA KAPANG DERMATOFIT Trichophytone mentagrophytes SECARA IN VITRO(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Gholib, Djaenudin; DarmonoEkstrak tanaman dengan pelarut etanol terdiri dari daun sambiloto (Andrographis paniculata), daun ketepeng (Cassia alata), daun sirih (Peper betle), rimpang lengkuas merah dan putih (Alpinia galanga) dan Jahe (Zingiber officinale) telah diuji efek daya hambatnya terhadap pertumbuhan kapang dermatofit, Trichophyton mentagrophytes. Uji ini dilakukan dengan me tode dilusi (pengenceran) dari ekstrak dengan konsentrasi pengeneeran berbeda yang dicampur dengan larutan spora kapang dengan perbandingan volume sama (1:1) di dalam cawan petri, lalu dituangkan media SDA ke dalam cawan petri tersebut. Kemudian semua media uji diinkubasi pada suhu 37° C selama 5 hari. Perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Efek daya hambat dapat dilihat dengan tumbuh, menghitung jumlah koloni kapang yang tumbuh, semakin sedikit populasi koloni yang berarti makin tinggi efek daya hambat ekstrak. Jika pada suatu pengenceran menunjukkan tidak ada pertumbuhan koloni, maka ini sebagai konsentrasi hambat minimal (KHM) dari suatu ekstrak tanaman. Hasil penelitian dianalisa dengan menentukan Indek KHM dari ekstrak herbal yang diuji. Semakin kecil nilai Indek tersebut, berarti semakin tinggi efek daya hambatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Indek KHM dari ekstrak yang diuji berturut-turut, dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah 0,1056; 0,4267; 1,3333; 1,7647; 3,8095; 4,7619 masing- masing untuk ekstrak Jahe, Lengkuas merah, Daun sirih, Lengkuas putih, Daun ketepeng dan Daun sambiloto. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang jahe dan lengkuas merah mempunyai daya hambat paling tinggi, dan daun sambiloto efek daya hambatnya rendah.