Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 116
- ItemPendugaan Produktivitas Padi Dengan Teknik Ubinan(BRMP NTB, 2025) Hipi, Awaludin (et all)berbagai orientasi pertanaman dan jarak tanam yang sering dipraktekan petani di lapangan memiliki dasar pertimbangan ilmiah, ekonomi, kepraktisan, konsistensi/pola benturan dan estetika. disarankan memilik ukuran ubinan terbaik yang bervariasi dengan konversi hasil ubinan (kg/luas ubinan) ke hasil gabah perhektar (kg/ha).
- ItemPetunjuk Teknis Skring Mandiri Kegiatan ICARE(Icare BRMP SULSEL, 2025) Sudarsono dkk
- ItemJurnal AgroBiogen Volume 18 Nomor 1, Juni 2022(BRMP Biogen, 2022-06-01) Tasma...[at al] I MadePemanfaatan rizobakteri penambat N2 halotoleran (RPNH) pada ekosistem salin berpotensi untuk mengurangi dampak negatif salinitas tanah. Tujuan penelitian ini ialah mendapatkan isolat RPNH pada ekosistem tanah salin yang memiliki sifat halotoleran dan mengidentifikasi karakteristik biokimianya.
- ItemLaporan Kunjungan Philippines Coconut Authority: Zamboanga Research Center(Balai Penelitian Kelapa Manado, 1987-05) H.T.Luntungan, Tine RompasLaporan kunjungan ke PCA Research Center, San Ramon, Zamboanga, Filipina ini merupakan sebagian dari pada tugas yang dibebankan oleh Balai Penelitian Kelapa Manado untuk menghadiri suatu pertemuan gabungan yang diadakanoleh IBPGR/SEAP Working Group on Palms dan Working Group on Coconut Genetic Improvement of UNDP/FAO Project RAS/80/032 di Zamboanga, Filipina.
- ItemPendugaan Ketersediaan Air Bagi TANAMAN KELAPA dan Kedelai di paguyaman, Sulawesi Utara(Balai Penelitian Kelapa Manado, 1987-05) Noil. L. Barri, Nursuestini'Masih kurangnya perhatian terhadap faktor iklim dalam usaha pengembangan pertanian, menyebabkan sering timbulnya kerugian dan kegagalan yang tidak sedikit. Salah satu faktor iklim tersebut adalah curah hujan yang membagi dua musim di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau.Contoh kerugian karena iklim adalah banjir yang terjadi tahun 1977 dan 1978 yang telah merusak areal persawahan berturutturut seluas 99.494 ha dan 14.554 ha, kemudian pada periode yang sama terjadi kerusakan areal persawahan akibat kekeringan berturut-turut seluas 122.215 ha dan 130.637 ha2.