Perlindungan Tanaman Pangan

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 57
  • Item
    Aplikasi Teknik Serologi dalam Mendiagnosis Penyakit Virus Tanaman Pangan
    (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1995) M. Muhsin; Manzila; Jumanto H.; Roechan M.
    Cara yang umum dilakukan untuk mendiagnosis penyakit tanaman pangan yang disebabkan oleh virus adalah berdasarkan timbulnya gejala. Akan tetapi dalam kondisi tertentu gejala tersebut tidak jelas, bahkan tidak ada. Teknik serologi, antara lain uji bentonit, uji lateks, uji ELISA dan IEM telah berhasil diterapkan dalam mendeteksi dan mengidentifikasi virus tungro, virus kerdil hampa, virus kerdil rumput, virus kerdil kedelai, virus mosaik kedelai, virus mosaik samar kacang tunggak, virus belang dan virus bilur kacang tanah. Uji ELISA merupakan salah satu teknik yang paling luas digunakan, karena akuratan dalam menentukan jenis dan jumlah virus. Modifikasi teknik ELISA dan pengembangannya antara lain ELISA ringkas, ELISA kertas saring, dan ELISA tusuk gigi, telah digunakan untuk mendeteksi virus dari biji, kecambah, daun tanaman kacang-kacangan. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan teknik yang murah, mudah, dan tetap sensitif. Kegunaan lainnya antara lain untuk menghasilkan benih bebas virus, menyimpan isolat virus dalam biji, uji penyaringan varietas untuk ketahanan terhadap penyakit, dan mempelajari epidemiologi penyakit virus.
  • Item
    Teknologi Produksi Padi di Lahan Sawah Bergejala Asem-Asem
    (BPTP Jatim, 2007) PRATOMO, Al. Gamal; Suwomno; F. Kasijadi
  • Item
    Teknik Penangkaran Burung Hantu
    (Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2021) Fakih Zakaria, SP.; Abriani Fensionita, SP., M.Sc; Gandi Purnama, SP., M.Si; Mochamad Nurhidayat, SP., M.Si
    Tikus merupakan salah satu hama utama pada tanaman pangan, khususnya padi. Setiap tahun hama ini menyubabkan kerugian hasil panen, baik kualitas maupun kuantitasnya. Pada tingkat serangan berat, tikus mampu menyebabkan gagal panen atau puso. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya pengendalian. Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan berbagai teknik pengendalian yang ada, dengan berpegang pada Prinsip Pengendalian Hama Terpadu. Pemanfaatan burung hantu Tyto alba menawarkan teknik pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan dan sekaligus berkelanjutan. Tidak hanya itu, pengendalian dengan menggunakan predator alami tikus ini efektivitasnya cukup tinggi, dan mampu mengamankan produksi tanaman pangan.
  • Item
    Pengamatan & Pengendalian Spodoptera Frugiperda pada Jagung
    (Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 2020) Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan
    Organisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman jagung. Gangguan OPT yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil produksi. Perkembangan OPT di lapangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor tanaman inang, lingkungan dan faktor intern OPT. Usaha tani jagung di Indonesia dewasa ini menghadapi tantangan baru berupa hadirnya OPT baru yang menyerang pertanaman jagung. Organisme pengganggu tumbuhan pendatang baru tersebut adalah hama ulat grayak dari spesies Spodoptera frugiperda, yang dikenal dengan nama Fall Awrmyworm (FAW).