Perlindungan Tanaman Pangan
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Perlindungan Tanaman Pangan by Title
Now showing 1 - 20 of 51
Results Per Page
Sort Options
- ItemBaku Operasional Pengendalian Hama Terpadu pada Pertanaman Padi Gogo di Antara Tanaman Perkebunan(Direktorat Jenderal Perkebunan, 1995) Direktorat Bina Perlindungan Tanaman Ditjen PerkebunanSejalan dengan upaya peningkatan pendapatan petani perkebunan, telah digerakkan penanaman padi gogo varietas unggul di antara tanaman perkebunan. Untuk menjamin keberhasilan gerakan ini, dibutuhkan dukungan perlindungan tanaman terhadap gangguan opt (organisma pengganggu tumbuhan). Memang perlindungan tanaman tidak akan menghilangkan semua gangguan, tetapi dapat memperkecil resiko kehilangan hasil. Pada kondisi lapang, perlindungan tanaman menghadapi berbagai situasi yang harus diperhitungkan demi keberhasilan pelaksanaannya. Untuk mengakomodasi semua kondisi tersebut, implementasi pengendalian hama terpadu (pht) merupakan pilihan terbaik.
- ItemBuku Panduan Lapang Kekahatan Unsur Hara, Hama dan Penyakit Penting Pada Tanaman Kedelai(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, 2011) Rahayu [et.all], Muji; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTBBuku ini mengulas tentang Panduan Lapang Kekahatan Unsur Hara, Hama dan Penyakit Penting Pada Tanaman Kedelai
- ItemBuku Pegangan Petani Pemandu SLPHT(Departemen Pertanian, 1997) Program Nasional Pengendalian Hama TerpaduMengulang edisi terdahulu, kali ini kami mencoba untuk menyajikan kembali Buku Pegangan Petani Pemandu sebagai upaya pemenuhan kebutuhan Petani Pemandu akan bahan-bahan yang dapat membantu mereka dalam mempersiapkan dan melaksanakan SLPHT di lapangan. Sebagaimana edisi sebelumnya, buku inipun masih berisi berbagai Petunjuk Lapangan tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam SLPHT yang disunting dari berbagai sumber. Adapun tujuan dari penggabungan berbagai bahan dalam satu buku ini dimaksudkan agar Petani Pemandu lebih mudah menemukan bahan yang mereka butuhkan dalam proses pelatihan di lapangan tanpa harus menjadikan buku ini sebagai patokan baku. Oleh karena itu, kami juga mengharapkan masukan dan saran dan berbagai pihak, demi penyempurnaan isi buku im di masa-masa yang akan datang.
- ItemDaftar Organisme Pengganggu Tumbuhan Pangan (Pest List)(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2009) Direktorat Perlindungan Tanaman PanganDengan diberlakukannya ketentuan kesehatan tumbuhan (Sanitary and Phytosanitary/SPS) maka perdagangan global produk pertanian mengikat setiap negara anggotanya untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Salah satu persyaratannya yaitu adanya daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau “Pest List" dari masing-masing komoditas yang diekspor beserta informasi tambahan mengenai OPT tersebut. Daftar OPT atau "Pest List” memiliki peranan penting karena negara-negara yang melakukan negosiasi perdagangan komoditas pertanian mungkin dapat menjadi media pembawa bagi pemindahan OPT ke daerah baru/negara tujuan ekspor Oleh karena itu, informasi tentang biologi, distribusi, kisaran tanaman inang, dan status ekonomi OPT harus tersedia dan dapat diakses oleh negara- negara tersebut. Buku “Daftar OPT (Pest List) Pangan" ini menyajikan daftar OPT dan masing-masing komoditas tanaman pangan beserta informasi tambahannya, meliputi taksonomi, media pembawa, daerah sebar dan kategori serangannya pada masing-masing provinsi di Indonesia. Informasi kategori serangan OPT yang tersaji dalam buku ini disusun berdasarkan data keberadaan OPT di tingkat kecamatan pada Musim Tanam 2006/2007 sampai dengan Musim Tanam 2008/2009 yang dilaporkan oleh petugas POPT-PHP di lapangan Buku ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi petugas perlindungan tanaman pangan dalam melaksanakan pengamatan OPT serta penentuan tindakan pengelolaan OPT di lapangan, dan sebagai informasi utama yang dapat digunakan oleh negara tujuan ekspor untuk melakukan analisa resiko OPT (Pest Risk Analysis).
- ItemDeskripsi Varietas Padi Lahan Rawa(BPTP Kalimantan Selatan, 2012) Fakhrina; BPTP Kalimantan Selatan
- ItemDeskripsi Varietas Unggul Padi(BPTP Kalimantan Selatan, 2007-12) Amali, Noor; Sumanto; Noor, Aidi; BPTP Kalimantan Selatan
- ItemDeteksi Dini dan Pengendalian Penyakit Tungro(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2001) I Nyoman Widiarta
- ItemHama dan Penyakit Tanaman Kedelai Serta Pengendaliannya(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2017) Pujiastuti, RetnoPenyusunan booklet ini maksud untuk membantu petugas dalam pengamatan dan pengendalian hama dan penyakit kedelai. Keberhasilan pengawalan pertanaman kedelai dari gangguan serangan OPT diharapkan dapat mendukung terwujudnya swasembada kedelai pada tahun 2018.
- ItemHama dan Penyakit Tanaman Kedelai: Identifikasi dan Pengendaliannya(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2017) Marwoto; Hardaningsih, Sri; Taufiq, AbdullahUpaya peningkatan produksi kedelai dihadapkan kepada masalah hama, penyakit, dan ketidakseimbangan hara. Serangan hama dan penyakit serta masalah hara berpotensi menurunkan kualitas hasil dan mutu hasil. Serangan hama dan penyakit ter-tentu pada tanaman seringkali menampilkan gejala serupa sehingga perlu diidentifikasi dengan tepat agar penyebabnya dapat diketahui dan dapat ditentukan tindakan pengendaliannya. Buku ini berisi informasi tentang berbagai jenis hama dan penyakit utama pada tanaman kedelai termasuk bioekologi, tanaman inang, gejala serangan, serta tindakan pengendalian yang dapat dilakukan.
- ItemHama Penting Tanaman padi(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat, 2013) Subiadi; Rauf, Abdul Wahid; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat
- ItemHama Wereng Coklat (Nilaparvata lugens Stal) dan Pengendaliannya(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, 2010) Nurbaeti, Bebet; Diratmaja, IGP Alit; Putra, SunjayaUpaya dalam peningkatan produksi padi menuju swasembada beras dihadapkan pada berbagai masalah, Salah satunya adalah serangan hama dan penyakit. Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal) merupakan salah satu hama utama tanaman padi di Indonesia. Hama ini cukup berbahaya, disamping dapat merusak secara langsung dengan mengisap cairan tanaman sehingga tanaman menjadi layu dan kering, dapat juga berperan sebagai vektor penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa yang mengakibatkan gagal panen.
- ItemHama, Penyakit, dan Gulma Pada Tanaman Ubi Jalar : Identifikasi dan Pengendaliannya(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2015) Saleh, Nasir; Indiati, Sri Wahyuni; Widodo, Yudi; Sumartini; Rahayuningsih, St.A.Gangguan hama, penyakit dan gulma merupakan salah satu masalah yang dihadapi petani dalamberbudidaya ubi jalar. Serangan hama dan penyakit tersebut selain dapat mengurangi hasil umbi, juga dapat mengakibatkan penurunan kualitas umbi. Tumbuhnya gulma pada pertanaman ubi jalar mengakibatkan persaingan dalam mendapatkan hara, cahaya dan ruang tumbuh sehingga menurunkan hasil umbi. Berbagai jenis hama yang berupa serangga, tungau, atau kutu dapat menyerang bagian daun, batang maupun akar dan umbi tanaman ubi jalar. Demikian juga berbagai penyakit yang disebabkan oleh patogen jamur, bakteri dan virus menyerang bagian-bagian tanaman ubi jalar tersebut. Di lapangan seringkali gangguan hama dikacaukan dengan gejala serangan patogen ataupun gangguan keharaan berupa kekurangan hara (defisiensi) atau keracunan. Beberapa gulma dari jenis rumput-rumputan yang berdaun sempit maupun gulma berdaun lebar juga sering didapatkan tumbuh bersama tanaman ubi jalar. Pada populasi yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan hasil umbi. Di samping persaingan dengan tanaman utama, beberapa gulma juga dapat menjadi tanaman inang hama atau patogen.
- ItemHama, Penyakit, dan Gulma pada Tanaman Ubi Kayu : Identifikasi dan Pengendaliannya(IAARD Press, 2013) Saleh, Nasir; Rahayu, Mudji; Indiati, Sri Wahyuni; Radjit, Budhi Santoso; Wahyuningsih, SriGangguan hama, penyakit, dan gulma merupakan masalah yang dihadapi petani dalam budidaya ubi kayu karena selain dapat menurunkan hasil, juga dapat mengakibatkan penurunan kualitas umbi. Berbagai tumbuhan pengganggu (gulma) baik berupa rerumputan ataupun tumbuhan berdaun sempit dan berdaun lebar sering tumbuh dan bersaing dengan tanaman ubi kayu dalam mendapatkan unsur hara, cahaya, maupun ruang tumbuh sehingga mengakibatkan penurunan hasil. Beberapa gulma juga berperan sebagai inang hama dan patogen. Di lapangan, gejala yang ditunjukkan oleh tanaman ubi kayu akibat terserang hama atau penyakit, maupun yang disebabkan oleh masalah keharaan seringkali menunjukkan gejala yang hampir sama. Oleh karena itu identifikasi hama dan patogen penyebab penyakit secara tepat merupakan langkah yang penting dalam mengendalikan hama/penyakit tersebut. Deskripsi gulma juga akan sangat membantu upaya pengendaliannya. Oleh karena itu jenis-jenis hama atau patogen serta gejala serangan maupun bioekologi dari masing-masing hama dan penyakit, serta jenis gulma perlu dideskripsikan secara jelas. Buku saku ini memuat informasi berbagai jenis hama dan patogen penyebab penyakit, serta deskripsi gulma utama pada ubi kayu, termasuk gejala, bioekologi, serta cara pengendaliannya.
- ItemHama, Penyakit, dan Masalah Hara pada Tanaman Kedelai: Identifikasi dan Pengendaliannya(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2013) Marwoto; Hardaningsih, Sri; Taufiq, AbdullahUpaya peningkatan produksi kedelai dihadapkan kepada masalah hama, penyakit, dan ketidakseimbangan hara di tanah. Serangan hama dan penyakit juga berpotensi menurunkan kualitas hasil dan ketidakseimbangan hara di tanah tidak hanya berdampak terhadap penurunan produksi dan mutu hasil, tetapi juga menyebabkan tanaman lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit tertentu pada tanaman seringkali menampilkan gejala serupa dengan gejala ketidakseimbangan hara. Oleh karena itu, gejala tersebut perlu diidentifikasi agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat untuk menentukan cara pengendalian atau pemulihan tanaman dengan efisien dan efektif. Buku saku ini berisi informasi tentang berbagai jenis hama dan penyakit pada tanaman kedelai termasuk bioekologi, tanaman inang, gejala serangan, dan beberapa masalah yang terkait dengan ketidakseimbangan hara (kahat atau keracunan), yang diharapkan dapat membantu penyuluh, pengamat hama penyakit, teknisi, dan petani dalam mengidentifikasi dan mengatasi gangguan hama dan penyakit maupun masalah keharaan pada tanaman kedelai.
- ItemHasil Penelitian Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 1996-12-04) Marwoto; Nasir Saleh; HeriyantoPengendalian Hama Terpadu telah menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam program perlindungan tanaman di Indonesia
- ItemHasil Penelitian Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu(Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, 1996-12-04) Marwoto; Nasir Saleh; HeriyantoPengendalian Hama Terpadu (PHT) telah menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam setiap program perlindungan tanaman di Indonesia. Dasar hukum PHT tertera dalam GBHN II dan GBHN IV serta Inpres No. 3 Tahun 1986 yang kemudian dimantapkan lagi oleh Undang Undang No. 12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman. Pemasyarakatan PHT telah dirintis sejak tahun 1987 melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (Dilts, 1993). Hingga kini telah banyak kelompok-kelompok tani yang telah mengikuti SLPHT, namun beberapa kasus menunjukkan masih ada sosok petani SLPHT yang kembali pada pola pengendalian hama yang lama (Suyanto dkk, 1994). Oleh karena itu perlu ditinjau kembali dampak SLPHT dan peran kelembagaan dalam membantu pengembangan program PHT di tingkat petani. Di Jawa Timur, lebih dari 1.678 kelompok tani telah mengikuti SLPHT padi dari sasaran sebanyak 37.188 kelompok tani (Antarno, 1993), sedang untuk SLPHT kedelai baru mencapai 128 kelompok tani dari 1.178 kelompok tani yang telah mengikuti SLPHT padi Soewarji, 1993).
- ItemJagung: Teknik Budidaya dan Pengelolaan Hama Penyakit(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat, 2013) Subiadi; Rauf, Abdul Wahid; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat
- ItemJurus Jitu Menyikapi Iklim Ekstrem ElNino dan LaNina untuk Pemantapan Ketahanan Pangan(IAARD Press, 2018) Andi Amran Sulaiman; Fahmudin Agus; Muhammad Noor; Ai Dariah, Ai Irawan, Bambang Surmaini, Elza; Bambang Irawan; Elza SurmainiDengan semakin seriusnya masalah perubahan iklim, khususnya ElNiño dan LaNiña yang dapat mengancam ketahanan pangan, maka penerbitan buku ini sangat penting dan tepat waktu. Buku ini menguraikan keterkaitan iklim ekstrem dengan produksi pangan, khususnya beras, perjalanan menghadapi iklim ekstrem dengan pendekatan serta jurus teknis, kebijakan dan kelembagaan yang diperlukan untuk menghadapi iklim ekstrem. Buku ini ditujukan untuk pengambil kebijakan dan praktisi untuk mendapatkan informasi tentang kebijakan yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian dalam menghadapi gejala iklim ekstrem khususnya El Niño dan La Niña agar ketahanan dan kemandirian pangan nasional tidak terganggu. Dengan semakin terungkapnya data perubahan iklim, baik melalui monitoring data iklim jangka Panjang, maupun dari gejala mencairnya gunung es di kutub utara dan kutub selatan, dan semakin tingginya rara-rata muka air laut, maka buku ini mengungkap tentang keterkaitan perubahan iklim, iklim ekstrem dan usahatani serta kaitannya dengan keadaan sosial ekonomi masyarakat. Terdiri atas tujuh bab, buku ini diawali dengan uraian tentang keterkaitan antara iklim ekstrem dan produksi pangan, dilanjutkan dengan pengalaman menghadapi perubahan iklim, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Bahasan utama adalah tentang jurus jitu meghadapi iklim ekstrem El Niño dan La Niña serta uraian tentang sistem pertanian cerdas iklim. Uraian ditutup dengan strategi menghadapi perubahan iklim. Ditulis dalam bahasa semi populer, namun berbasis ilmiah agar relevan bagi pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah dan dapat dijadikan referensi di kalangan akademisi. Bab IV buku ini relevan bagi praktisi di lapangan sebagai bahan acuan dalam mengelola lahan pertanian di tengah makin sering dan makin seriusnya fenomena El Niño dan La Niña. Secara lebih luas buku ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam empertahankan ketahanan pangan di tengah semakin seriusnya ancaman perubahan iklim.
- ItemJurus Stabilisasi Harga Pangan Ala Kabinet Jokowi-JK(Kementerian Pertanian, 2018) Andi Amran SulaimanDukungan kebijakan harga bagi petani dan pengendalian harga di tingkat konsumen sudah sejak lama dilaksanakan. Bahkan di setiap era pemerintah sejak Kemerdekaan Indonesia. Pada pemerintahan Jokowi-JK, kebijakan stabilisasi pasokan dan harga pangan ini menjadi salah satu komponen strategis kebijakan pangan nasional yang mengacu pada upaya pencapaian kedaulatan pangan, seperti yang tercantum dalam Nawa Cita.
- ItemMasalah Lapang Hama, Penyakit, Hara Pada Padi(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2015) Syam, Mahyuddin; Suparyono; Hermanto; Wurjandari S., DiahDalam upaya peningkatan produksi padi nasional penyuluh dan petugas lapang perlu dibekali dengan informasi yang memadai tentang masalah hama, penyakit, dan hara tanaman padi. Buku saku ini dicetak pertama kali pada tahun 2003, dan dicetak kedua pada tahun 2005, serta disempurnakan pada cetakan ketiga pada tahun 2007. Mengingat banyaknya permintaan, maka buku ini kembali dicetak untuk memenuhi kebutuhan pengguna, terutama penyuluh dan petugas lapang. Informasi pestisida adalah langkah terakhir dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Untuk memudahkan mengenal pestisida yang beredar di pasaran, di bagian belakang buku saku ini disajikan beberapa contoh nama dagang dan nama bahan aktif dari pestisida tersebut. Informasi dalam buku saku ini sebagian berasal dari Rice Knowledge Bank dan beberapa sumber lainnya, termasuk hasil penelitian di Indonesia.
- «
- 1 (current)
- 2
- 3
- »