Prosiding seminar nasional pertanian organik : inovasi teknologi pertanian organik

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 45
  • Item
    Pengaruh Insektisida Nabati Mimba dan Rerak terhadap Mortalitas Aphis gossypii pada Tanaman Nilam 399-406
    (Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014-06-01)
    Salah satu kendala dalam budidaya tanaman nilam adalah serangan kutudaun yaitu Aphis gossypii yang menyerang tanaman baik di pembibitan maupun di lapang. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh mimba dan rerak, campuran mimba dan rerak dilakukan di KP Cimanggu, Balittro, Bogor sejak Mei sampai Agustus 2010. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Sebagai perlakuan ialah formulasi biji mimba dan Tween lima persen konsentrasi dua persen (M) atau konsentrasi bahan aktif azadirachtin 0,012%, formula rerak murni konsentrasi 2% (R) atau konsentrasi bahan aktif saponin 0,6%, M: R= 8:2; M:R= 6:4; M: R = 5:5; M: R = 2:8; M: R = 4:6 (konsentrasi dua persen), insektisida sintetis (karbosulfan (dua ml/I)) dan kontrol. Tanaman nilam ditanam di dalam polibag. Jumlah populasi tanaman/jumlah sampel per plot lima tanaman. Pengamatan dilakukan pada semua tanaman (total = 9 x 3x 5 tanaman = 135 tanaman) dengan cara menghitung populasi A. gossypii sebelum dan sesudah aplikasi insektisida pada satu pucuk yang terserang. Aplikasi penyemprotan pada tanaman nilam dilakukan satu hari setelah pengamatan pertama. Interval aplikasi satu minggu, aplikasi dilakukan sebanyak sembilan kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan insektisida nabati campuran mimba (M) berbahan aktif azadirachtin dan rerak (R) berbahan aktif saponin dengan perbandingan M : R = 8 : 2 adalah efektif menekan populasi A. gossypii dengan nilai efikasi lebih 70% pada tujuh kali pengamatan. Kata kunci: Aphis gossypii, Azadirachta indica, azadirachtin, Sapindus rarak, saponin
  • Item
    Pengaruh Aplikasi Insektisida Abamektin terhadap Populasi Wereng Batang Padi Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) (Hemiptera: Delphacidae) dan Musuh Alaminya 351-356
    (Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014-06-01) Angry P Solihin, Witjaksono, dan Y Andi Trisyono
    Wereng batang padi coklat (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan salah satu hama utama tanaman padi di Indonesia. Pada tahun 2010, ledakan populasi N. lugens kembali terjadi di hamper seluruh negara di kawasan Asia baik itu Asia Tenggara, Asia Tengah dan Asia Selatan. Salah satu faktor yang diketahui mengakibatkan terjadinya ledakan populasi wereng batang padi cokelat adalah penggunaan insektisida yang intensif pada pertanaman padi yang memicu terjadinya resurjensi. Insektisida abamektin dilaporkan memicu terjadinya ledakan populasi N. lugens di Thailand sejak tahun 2008 sampai tahun 2010. Penelitian pengaruh Aplikasi insektisida abamektin terhadap populasi N. lugens dan musuh alaminya dilakukan di lahan petani Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten sejak Maret sampai September 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan empat perlakuan konsentrasi insektisida abamektin (DEMOLISH 18 EC), satu perlakuan insektisida pembanding (Deltametrin; Decis 25 EC) dan satu perlakuan sebagai kontrol. Populasi N. lugens dan kompleks predator dihitung nilai sidik ragam dan jika antarpopulasi berbeda nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, aplikasi abamektin dengan konsentrasi seperempat konsentrasi rekomendasi dan insektisida pembanding menunjukkan gejala resurjensi pada akhir pengamatan. Rerata populasi kompleks predator N. lugens cukup tinggi pada saat penelitian, namun populasi kompleks predator tidak berbeda nyata antar perlakuan. Kata kunci: Nilaparvata lugens, kompleks predator, resurjensi, abamektin
  • Item
    Pengaruh Aplikasi Bahan Alami dan Sintetik terhadap Organisme Pengganggu Tanaman Jahe 345-350
    (Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014-06-01) Rodiah Balfas, Tri Lestari Mardiningsih, dan Retno Djiwanti
    Jahe merupakan salah satu tanaman temu-temuan yang banyak digunakan untuk bumbu masak, industri makanan dan minuman serta campuran obat tradisional. Tantangan utama dalam budi daya jahe adalah serangan organisma pengganggu tumbuhan (OPT), terutama penyakit layu bakteri yang sampai saat ini belum dapat diatasi. OPT dapat berasal dari tanah yang terkontaminasi dan juga dari benih. Penelitian telah dilakukan di rumah kaca dan lapangan untuk mengendalikan OPT secara terpadu. Penelitian di rumah kaca dilakukan perlakuan benih jahe perendaman 50° C selama 10 menit, larutan mimba, bubur bordo, dan campuran karbusulfan dan mankozeb. Pengujian di lapangan menggunakan bahan yang sama diaplikasikan pada tanah dan tanaman. Hasil penelitian di rumah kaca menunjukkan bahwa aplikasi campuran karbusulfan dan mankozeb sedikit mengurangi serangan lalat rimpang. Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa terjadi serangan ringan hama lalat maupun kutu rimpang. Bercak daun menyerang di semua perlakuan. Perlakuan benih dengan menggunakan bubur bordo dapat mempercepat pertumbuhan awal tanaman, dan berpotensi mengurangi serangan layu bakteri. Perlakuan bahan alami dan sintetik tidak memperlihatkan pengaruh yang jelas terhadap serangan OPT. Kata kunci: Jahe, bahan alami, bahan sintetik, organisme pengganggu tumbuhan
  • Item
    Komponen Pengendalian Hama dalam Pertanian Organik dan Pertanian Berkelanjutan 337-344
    (Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014-06-01) Molide Rizal dan Yosi Skanda Mirza
    Peningkatkan produktivitas pertanian melalui pendekatan yang logis-realistis merupakan tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan tidak boleh mengorbankan generasi mendatang. Sampai saat ini, peningkatan produksi pertanian dilakukan secara intensif berbasis agroinput kimia, sehingga muncul masalah, seperti (1) produktivitas pertanian memasuki spiral negatif akibat resistensi dan kemunculan hama sekunder, (2) kontaminasi lingkungan seperti (a) masalah kesehatan akibat bioakumulasi DDT dan Organofosfat yang berdampak toksisitas akut pada rantai makanan (b) gangguan terhadap aktivitas mikroba tanah dan (c) bahan aktif pestisida dengan spektrum luas dapat menurunkan keanekaragaman hayati. Strategi pertanian berkelanjutan harus mencakup keseimbangan dari tiga pilar utama, yaitu ekonomi, ekologi, dan sosial. Salah satu alternatif pendekatan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan adalah pertanian organik. Ruang lingkup pertanian organik mencakup kesehatan tanah, keamanan pangan dan manfaat ekonomi. Sistem manajemen produksi pertanian, bertujuan untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, siklus biologi, dan aktifitas biologis tanah. Pengendalian hama, merupakan salah satu aspek penting dalam pertanian organik, dalam mewujudkan keamanan lingkungan dan keberlanjutan. Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan secara holistik terhadap seluruh sistem pertanian dalam penentuan taktik pengendalian yang akan dipilih. Komponen pengendalian adalah (1) pengendalian budidaya, (2) pengendalian fisik, (3) pestisida nabati, (4) pengendalian hayati, (5) tanaman perangkap dan (6) peraturan pendukung. Kata kunci: lingkungan, pertanian berkelanjutan, pertanian organik, pengendalian hama
  • Item
    Kompatibilitas Strain Jamur Entomopatogen dan Insektisida Nabati untuk Pengendalian Helopeltis Antonii 329-336
    (Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014-06-01) Mahrita Willis dan Tri Eko Wahyono
    Serangan hama tanaman dapat mengakibatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian menjadi rendah, bahkan dapat mengakibatkan kegagalan panen. Untuk mengendalikan hama seringkali digunakan insektisida sintetis yang dapat mengganggu kelestarian lingkungan. Salah satu cara pengendalian yang sejalan dengan pertanian organik dan dinilai aman tidak mengganggu kelestarian lingkungan adalah aplikasi insektisida nabati dan jamur entomopatogen sebagai agen pengendali hayati. Aplikasi insektisida nabati diduga akan menyebabkan viabilitas jamur entomopatogen menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas pestisida nabati (minyak seraiwangi dan nimba) dengan entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarrhizium anisopliae serta efektivitas strain jamur B. bassiana, insektisida nabati nimba dan campurannya terhadap mortalitas H. antonii.Penelitian dilakukan di laboratorium Hama, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat tahun 2013, ada dua seri penelitian yaitu percobaan laboratorium untuk mengetahui kompatibiltas jamur entomopatogen B. bassiana dan Metarhizium sp. dengan pestisida nabati nimba dan seraiwangi pada konsentrasi 5 dan 10 ml/l. Efektivitas campuran nimba dengan strain jamur B. bassiana (ED6, ED7, Вb lundi) nimba pada konsentrasi 10 ml/I terhadap pengisap buah kakao Helopeltis antonii. Hasil penelitian menunjukan bahwa insektisida nabati nimba memiliki kompatibilitas dengan B. bassiana dan M. anisopliae, sedangkan pestisida nabati seraiwangi tidak kompatibel dengan entomopatogen tersebut. Perlakuan strain jamur B. bassiana (ED6, ED7, Bb lundi) dan insektisida nabati nimba memiliki pengaruh yang sama terhadap mortalitas H. antonii. Pada perlakuan yang dikombinasikan, kedua perlakuan tersebut memiliki pengaruh yang berbeda terhadap mortalitas H. antonii. Perlakuan campuran insektisida nabati nimba dengan strain jamur B. bassiana ED6 efektivitasnya mencapai 90% dan perlakuan insektisida nabati nimba dengan strain jamur B. bassiana Bb lundi efektivitasnya hanya 35%. Kata kunci: Helopeltis antonii, jamur entomopatogen, insektisida nabati nimba