Komponen Pengendalian Hama dalam Pertanian Organik dan Pertanian Berkelanjutan 337-344
No Thumbnail Available
Date
2014-06-01
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Abstract
Peningkatkan produktivitas pertanian melalui pendekatan yang logis-realistis merupakan tantangan dalam memenuhi
kebutuhan pangan. Pemenuhan kebutuhan pangan tidak boleh mengorbankan generasi mendatang. Sampai saat ini,
peningkatan produksi pertanian dilakukan secara intensif berbasis agroinput kimia, sehingga muncul masalah, seperti
(1) produktivitas pertanian memasuki spiral negatif akibat resistensi dan kemunculan hama sekunder, (2) kontaminasi
lingkungan seperti (a) masalah kesehatan akibat bioakumulasi DDT dan Organofosfat yang berdampak toksisitas akut
pada rantai makanan (b) gangguan terhadap aktivitas mikroba tanah dan (c) bahan aktif pestisida dengan spektrum
luas dapat menurunkan keanekaragaman hayati. Strategi pertanian berkelanjutan harus mencakup keseimbangan dari
tiga pilar utama, yaitu ekonomi, ekologi, dan sosial. Salah satu alternatif pendekatan untuk mewujudkan pertanian
berkelanjutan adalah pertanian organik. Ruang lingkup pertanian organik mencakup kesehatan tanah, keamanan
pangan dan manfaat ekonomi. Sistem manajemen produksi pertanian, bertujuan untuk meningkatkan
keanekaragaman hayati, siklus biologi, dan aktifitas biologis tanah. Pengendalian hama, merupakan salah satu aspek
penting dalam pertanian organik, dalam mewujudkan keamanan lingkungan dan keberlanjutan. Oleh karena itu
dibutuhkan pendekatan secara holistik terhadap seluruh sistem pertanian dalam penentuan taktik pengendalian yang
akan dipilih. Komponen pengendalian adalah (1) pengendalian budidaya, (2) pengendalian fisik, (3) pestisida nabati,
(4) pengendalian hayati, (5) tanaman perangkap dan (6) peraturan pendukung.
Kata kunci: lingkungan, pertanian berkelanjutan, pertanian organik, pengendalian hama