Agroklimat dan Hidrologi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Agroklimat dan Hidrologi by Title
Now showing 1 - 20 of 53
Results Per Page
Sort Options
- Item25 Teknologi Unggulan Agroklimat dan Hidrologi(2023-12-01) Hariyanti, Kharmila Sari; Rahmasary, Annisa Noyara; Pujilestari, Nurwindah; Purnamayani, RimaAnomali iklim dan ketersediaan air yang terbatas, mengganggu kestabilan produksi pertanian. Kejadian ini berdampak pada penurunan produktivitas lahan, maupun kualitas produk pertanian yang dihasilkan. Penerapan teknologi pengelolaan iklim dan air pertanian diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengembangankawasan pertanian terstandar dan meningkatkan mutu produk yang dihasilkan. Buku 25 Teknologi Agroklimat dan Hidrologi Pertanian diharapkan dapat menjadi acuan untuk mendukung program pengembangan standardisasi produk pertanian. Selanjutnya teknologi terstandar yang dihasilkan nantinya dapat diterapkan oleh seluruh stake holder terutama di bidang pertanian.
- ItemAdaptasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Subsektor Hortikultura(Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, 2022) Mulyandari, Retno Sri Hartati; Sunusi, Muhammad Agung; Purwaningsih, Yuliastuti; Hermami, Aneng; Setiawan, Antoni; Razak, Armilawaty; Pratiwi, Rahmadianti Chynthia; Steviano, Okky; Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi PertanianBuku “Adaptasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Subsektor Hortikultura” ini menampilkan informasi mengenai tantangan dampak perubahan iklim bagi pertanian Indonesia secara komprehensif, serta grand strategi yang telah, sedang, dan akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian dalam menjawab tantangan tersebut. Buku ini juga menampilkan teknologi pertanian yang dapat diaplikasikan, termasuk pemanfaatan teknologi informasi 4.0. Semoga buku ini dapat menjadi semangat baru dan acuan bagi para petugas lapangan dan petani untuk bersama-sama menjaga ketahanan pangan dan kelestarian pertanian hortikultura Indonesia.
- ItemAdaptasi Varietas Kentang Dataran Rendah(BPTP Karangploso, 1998) WIDJAJANTO, D.D.; T. Sudaryono; C. Hermanto
- ItemAgriculture Conservation for Extreme Agricultural Practices to Minimize Runoff Harvesting at Gumuk Micro Catchment, Boyolali Regency, Central Java(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2013-06-01) Sosiawan, HendriMost of the farmer in Gumuk Village, Boyolali Regency famous for the cultivation of high value crops such as vegetables, tobacco, rose and fennel. The cultivated land situated at an altitute about 15400 m above see level which the dominant step slopes to reach more than 45 % of Merapi Mountain as well as the upper part of upstream of Kali Pusur watershed. The common agricultural practicesof local farmer is traditional as well as parallel to the slope planting, low dosage of dung, compost and cemical fertilizer, and only a few farmers who grow roses and the fennel as a vegetative terrace. The consequences are high risk of erosion, land slide, sediment yield and runoff harvesting. The phenomenon will indirectly affect the hydrologic variability such as flash floods in the rainy season, sedimentation of the reservoirs and irrigation networks and declining on the recharge rate of aquifers that constitute the main water resource during dry season in the downstream area which is largely a food crop production center of Klaten regency
- ItemARAH DAN KEBIJAKSANAAN BALITBANGDA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN DI JAWA TIMUR(BPTP Karangploso, 2000) Balitbangda Jawa Timur
- ItemARAH, STRATEGI DAN MODEL PEMBANGUNAN PERTANIAN JAWA TIMUR DI MASA DEPAN(BPTP Karangploso, 2000) SANTOSO, Kabul; Soetrisno; Jani Januar
- ItemBantuan bank aladin(2026)Anda dapat menghubungi layanan live chat resmi Aladin melalui Whatsapp 081361107652 atau email [email protected], jelaskan kendala login secara rinci, siapkan KTP, ikuti intruksi customer service sampai selesai.
- ItemCara komplain di order kuota(2026)Komplain Orderkuota dapat dilakukan melalui WhatsApp resmi di 0821-2000-6017 atau Telegram resmi @orderkuota. Siapkan bukti transaksi (ID transaksi & nomor tujuan) dan sampaikan kendala secara detail. CS juga dapat dihubungi melalui live chat di aplikasi untuk respon cepat.
- ItemCara lupa sandi bank aladin(2026)Anda dapat menghubungi layanan live chat resmi Aladin melalui Whatsapp 081361107652 atau email [email protected], jelaskan kendala login secara rinci, siapkan KTP, ikuti intruksi customer service sampai selesai.
- ItemClimate-Smart Agriculture (CSA) di Lahan Sawah Tadah Hujan(IAARD Press, 2018) Setyanto, Prihasto; Wihardjaka, A; Susilawati, Helena Lina; Pramono, Ali; Yulianingsih, Eni; Kartikawati, Rina; Ariani, Miranti; Hervani, Anggri; Adriany, Terry Ayu; Yunianti, Ika Ferry; Yulianingrum, HestiPada dekade terakhir ini, perubahan iklim menjadi perhatian serius masyarakat global, regional, nasional, dan lokal. Perubahan iklim merupakan dampak pemanasan global akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca antropogenik di atmosfer bumi. Dampak perubahan iklim terjadi juga di sektor pertanian termasuh di agroekologi sawah tadah hujan. Penerapan Climate-Smart Agriculture dalam mengoptimalkan lahan sawah tadah hujan merupakan salah satu antisipasi dampak perubahan iklim yang mensinergiskan upaya adaptasi dan mitigasi dalam memperbaiki produktivitas dan pendapatan masyarakat melalui inovasi teknologi ramah lingkungan. Inovasi teknologi ramah lingkungan yang diterapkan harus memenuhi prinsip dasar peningkatan produktivitas, konservasi tanah dan air, rendah emisi gas rumah kaca, adaptif terhadap perubahan iklim, penerapan pengendalian hama terpadu, rendah cemaran pestisida dan logam berat, pengelolaan pertanian minimum limbah, pemanfaatan sumberdaya lokal, pelestarian keanekaragaman hayati, dan integrasi tanaman-ternak. Buku Climate-Smart Agriculture mengulas upaya adaptasi mitigasi perubahan iklim yang bermuara terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
- ItemFOOD SMART VILAGE "Managing Land And Water Resources For Better Livelihoods Through Agriculture Development"(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2013-09-01) Sosiawan, HendriDriest climate upland area in Indonesia such as part of South Sulawesi, East and West Nusa Tenggara where low yields, may become even less-suited for agriculture as a result of water scarcity and land degradation. These conditions become more severe during the climate change that occurring more rapidly than anticipated and the increase in extreme weather events threatens more disruptive effects to agriculture.
- ItemHandbook Iklim Pertanian Indonesia(IAARD Press, 2018) Las, Irsal; Amin, Istiqlal; Hermanto; Syahbuddin, Harris; Apriyana, Yayan
- ItemJurus Jitu Menyikapi Iklim Ekstrem El Niño dan La Niña untuk Pemantapan Ketahanan Pangan(IAARD Press, 2018-09-02) Sulaiman, Andi Amran; Agus, Fahmudin; Noor, Muhammad; Dariah, Ai; Irawan, Bambang; Surmaini, Elza; Balitbangtan
- ItemKatam Terpadu Modern Versi 2.6(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2018) Badan Penelitian dan Pengembangan PertanianKeragaman (variabilitas) dan perubahan iklim merupakan proses alami yang terjadi secara dinamis dan terus-menerus. Hal ini dicirikan oleh ketidakmenentuan pola curah hujan dan musim, serta peningkatan frekuensi kejadian anomali (penyimpangan) iklim. Pada sektor pertanian, dampak perubahan iklim sudah semakin terasa, terutama pada sub-sektor tanaman pangan, seperti ancaman banjir dan kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), penurunan kuantitas dan kualitas produksi. Oleh sebab itu, diperlukan strategi dan upaya antisipasi dampak perubahan iklim agar tidak berpengaruh terhadap produksi pangan nasional, termasuk pencapaian target swasembada pangan. Upaya yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan atau adaptasi kegiatan, teknologi, dan pengembangan pertanian yang toleran (resillience) terhadap perubahan iklim, antara lain melalui penyesuaian waktu dan pola tanam, penggunaan varietas yang adaptif, tahan terhadap OPT, dan pengelolaan air secara efisien. Agar para pemangku kebijakan, penyuluh, petani, dan pengguna inovasi lainnya dapat melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah menyusun Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu untuk padi, jagung, dan kedelai di lahan sawah di Indonesia. Kalender Tanam Terpadu tersebut merupakan pedoman bagi Dinas Pertanian, penyuluh, dan petani dalam menetapkan pola dan waktu tanam yang tepat, sesuai dengan kondisi iklim di setiap kecamatan, yang kini telah dipadukan dengan rekomedasi penggunaan varietas, pemupukan, dan kebutuhan sarana produksi. Sosialisasi penggunaan Kalender Tanam Terpadu ini diyakini dapat menekan dampak perubahan iklim, termasuk anomali iklim, terhadap produksi padi nasional.
- ItemKesesuaian Agroklimat Terhadap Tanaman Jambu MeteDi Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara(Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2019-02-01) Muhardiono, ImamJambu Mete (AnacardiumAccidentale. L) merupakan komoditas yang cukup memiliki prospek yang baik sebagai tanaman konservatif, produksinya menjadi salah satu komoditas ekspor negara. Berdasarkan hasil statistik Perkebunan Indonesia Direktorat Jenderal Perkebunan: Jambu Mete Tahun 2015-2017, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan penghasil jambu mete tersebesar kedua di Indonesia dengan hasil 28.498 ton/tahun dengan total areal 119.237 Ha yang didominasi oleh perkebunan rakyat. Banyak faktor yang dapat menentukan pengembangan tanaman jambu mete, namun yang menjadi pertimbangan penting yakni kesesuaian iklim dan keragaman sifat lahan karena setiap jenis tanaman membutuhkan persyaratan yang spesifik untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal
- ItemLinimasa Vol 1 2025(AGRO MODERN, 2025-12-05) Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, M.Sc.; Dr. Nuning Argo Subekti, S.P., M.Sc.; Kania Tresnawati, S.TP.Linimasa, diadaptasi dari Bahasa Inggris timeline, adalah rangkaian peristiwa yang ditinjau berdasarkan kronologi waktu. Kata ini mewakili tak hanya dimensi masa namun juga rekam peristiwa yang ada di dalamnya. Filosofi inilah yang mendasari kami mengusung “LINIMASA“ sebagai nama majalah digital Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan yang terbit mulai tahun 2025 ini. Menyajikan rubrik-rubrik yang informatif dalam kemasan yang menarik, LINIMASA hadir dengan rekam kinerja institusi yang diramu sebagai informasi publik berbentuk artikel dan infografis. LINIMASA akan hadir secara berkala dua kali setahun pada setiap Bulan Juni dan Desember. Pada edisi perdana ini, kami sajikan sejumlah menu diantaranya Reportase Utama mengenai transformasi kelembagaan dan capaian peningkatan produksi beras Indonesia; Kilas Kinerja mengenai capaian produksi dan distribusi benih sumber tanaman pangan, statistika layanan laboratorium pengujian, serta SNI terbaru yang dihasilkan Komtek 65-11 Tanaman Pangan; Opini; serta rubrik Zona Integritas dan koleksi pilihan pustaka. Kami berharap LINIMASA dapat terus menghadirkan informasi yang valid, inklusif, dan tentunya bermanfaat bagi publik. Selamat membaca dan belajar dari sajian kami.
- ItemMEKANISASI PERTANIAN(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2014-12-25) Sudirman Umar; Trip AlihamsyahLahan rawa pasang surut memiliki potensi cukup besar sebagai sumber pertumbuhan produksi padi nasional. Namun berbeda dengan agroekosistem lahan basah lainnya, seperti sawah irigasi atau tadah hujan, pengembangan budi daya di lahan pasang surut, khususnya dalam aspek mekanisasi pertanian menghadapi berbagai kendala baik teknis, sosial ekonomi, maupun budaya sehingga memerlukan penyesuaian baik bentuk alat dan mesin yang sesuai maupun cara operasionalnya di lapangan. Buku ini merupakan rangkuman hasil penelitian dan pengalaman dalam aspek mekanisasi pertanian di lahan rawa pasang surut yang menunjukkan bahwa penggunaan alsintan telah mampu berperan bukan hanya untuk peningkatan produktivitas dan efisiensi usahatani, tetapi juga dapat menekan kehilangan hasil dan memperbaiki mutu hasil sekaligus meningkatkan nilai tambah. Buku ini mengemukakan mekanisasi pertanian melalui penerapan alat dan mesin pertanian dalam budidaya dan pengolahan hasil padi di lahan rawa pasang surut yang disusun dalam dua belas bab. Bab I, pendahuluan yang mengemukakan perspektif lahan rawa dan pengertian mekanisasi pertanian. Bab II mengemukakan potensi dan prospek pengembangan lahan rawa pasang surut. Bab III membahas tentang mekanisasi pertanian di lahan rawa pasang surut termasuk peluang pengembangan mekanisasi pertanian, kesesuaian lahan untuk pengembangan alat dan mesin pertanian, peran alsintan dalam pertanian dan teknologi, jenis dan fungsi alsintan untuk pertanian. Bab IV mengemukakan mekanisasi yang terkait dengan budidaya padi yang meliputi pengolahan tanah yang didahului dengan penyiapan lahan, pembersihan lahan termasuk sistem tajak puntal balik ampar (tapulikampar) yang merupakan salah satu kearifan lokal petani dalam mekanisasi pertanian di lahan rawa. Bab V menyajikan penggunaan alat dan mesin pertanian terkait dengan sistem tanam meliputi sistem tanam pindah, benih sebar langsung (tabela), alat tanam benih langsung (atabela) tipe drum, alat tanam dalam lajur/drill seeder (atabela larik), alat tanam benih langsung bermesin. Selain itu juga membahas tentang mesin tanam bibit padi (paddy transplanter), term asuk alat tanam bibit padi manual, alat tanam bibit padi walking type mesin tanam bibit padi tipe "Jajar Legowo" dan mesin tanam bibit padi "Indo Jarwo Transplanter". Bab selanjutnya menguraikan panen dan mesin panen: antara lain alat panen dan cara panen seperti penggunaan alat panen ani-ani, alat panen arit dan cara penggunaan mesin panen seperti mesin panen sabit (mower), mesin panen reaper: serta mesin panen stripper. Sedangkan alat dan mesin pascapanen antara lain perontok mesin (power thresher), pembersih (winnower) dan alat pengeringan (bed dryer). Selanjutnya bab pembersihan dan pengeringan, antara lain pembersihan dengan cara tradisional yaitu ditampi menggunakan nyiru, diayak dengan menggunakan saringan dan pembersihan dengan hembusan angin. Pembersihan gabah menggunakan pedal winnower (gumbaan) dan pembersih gabah bermesin (seed cleaner). Bab selanjutnya membahas pengeringan antara lain, pengeringan alami (penjemuran) dan pengeringan buatan seperti mesin pengering tipe bak datar (jiat bed dyer). Bab berikut membahas penggilingan antara lain mesin pemecah kulit gabah (paddy husker), mesin pemutihlpenyosoh (polisher) dan rice milling unit (RMU). Bab terakhir membahas penyimpanan, antara lain cara penyimpanan gabah/beras termasuk penyimpanan secara tradisional, penyimpanan dalam kemasanikarung, salah satu penyimpanan dalam wadah tertutup. Buku ini dapat digunakan sebagai acuan mengembangkan mekanisasi pertanian di lahan pasang surut sehingga dapat dimanfaatkan oleh para peneliti, penyuluh, civitas akademika dan litkayasa. Buku sejenis ini masih terbatas untuk khalayak umum yang disajikan secara populer ilmiah sehingga diharapkan dengan diterbitkannya buku ini dapat menambah khasanah buku tentang mekanisasi pertanian atau alsintan, khususnya terkait dengan pertanian lahan rawa pasang surut. Ucapan terima kasih terutama disampaikan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian, Kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian dan Kepala Balittra. Secara khusus terima kasih disampaikan kepada Prof. Dr. Ir. Bambang Purwantana, M.Agr. selaku Guru Besar Fakultas Teknik Pertanian pada Universitas Gajah Mada Yogyakarta sebagai nara sumber. Selanjutnya kepada para penyelaras Balittra, antara lain: Dr. Ir. Muhammad Noor, MS.; Dr. Ir. Mukhlis, M.Sc; Dr. Ir. Muhammad Alwi, MS., dan Dr. Ir. Izhar Khairullah, MP. serta Ir. Muhammad Tharnrin yang melakukan penyelarasan isi, bahasa, dan sistematika. Selain itu ucapan terima kasih kepada Kasub Pelayanan Jasa Penelitian dan staf yang mengatur untuk terbitnya buku ini. Harapan kami, semoga buku ini dapat bermanfaat untuk pengembangan mekanisasi pertanian di lahan rawa pasang surut di masa depan.
- ItemMetode Perhitungan Mitigasi dan Serapan Gas Rumah Kaca Sektor Pertanian(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2020) Susilawati, Helena Lina; Hervani, Anggri; Pramono, Ali; Santoso, Aprian Aji; Siregar, Adha Fatma; Al-Viandari, Nourma; Dariah, Ai; Maswar; Ariani, Ratri; Widiawati, Yeni; Zuratih; Shiddieqy, M. Ikhsan; Herliatika, Agustin; Sarah; Ariani, Miranti; Agus, FahmuddinSektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berkomitmen untuk berkontribusi dalam memitigasi (menurunkan) emisi gas rumah kaca (GRK). Terdapat bermacam program nasional maupun daerah dalam peningkatan produksi pangan sekaligus berpotensi menurunkan emisi GRK. Kegiatan perhitungan mitigasi emisi GRK, baik nasional maupun daerah, dari sektor pertanian yang dilakukan setiap tahunnya harus memenuhi prinsip transparency, accuracy, completeness, comparability, and consistency (TACCC) sehingga diperlukan metode yang sahih untuk perhitungan. Sebagai salah satu kementerian teknis yang bertanggungjawab dalam penyediaan data sampai perhitungan emisi GRK dari sektor pertanian maka diperlukan pemahaman yang sama tentang metode perhitungan emisi GRK sektor pertanian. Didalam buku ini terdapat beberapa aksi yang berpotensi memitigasi emisi GRK serta bagaimana cara memperkirakan jumlah penurunan emisi gas rumah kaca tersebut. Semua aksi tersebut perlu dijaga sinerginya dengan adaptasi. Artinya, setiap aksi mitigasi yang akan dijalankan harus mendukung program ketahanan pangan dan harus mampu meningkatkan ketangguhan (resilience) sektor pertanian menghadapi perubahan iklim. Dengan adanya buku ini diharapkan juga akan ada konsistensi dalam perhitungan mitigasi emisi GRK pada sektor pertanian.
- ItemOPTIMASI PEMBERDAYAAN SUMBERDAYA ALAM PERTANIAN DALAM MENDUKUNG PELAKASANAAN OTONOMI DAERAH DI JAWA TIMUR(BPTP Karangploso, 2000) BAPPEDA JAWA TIMUR
- ItemPanduan Teknologi Budidaya Padi(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015-12-22) Lalu M. Zarwazi; Agus W. Anggara; Sarlan Abdulrachman; WidyantoroKebutuhan beras akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan realisasi produksi padi dalam 5 tahun terakhir, terindikasi bahwa laju pertumbuhan produksi padi makin menurun dan biaya produksi per satuan luas lahan makin meningkat. Oleh karena itu pencapaian target produksi padi ke depan akan semakin sulit. Untuk mengatasi permasalahan ini Pemerintah mencanangkan peningkatan produksi padi nasional sebesar 1,5% per tahun. Dalam konteks ini diperlukan berbagai terobosan peningkatan produksi padi. Mengingat fungsi dan peran penting padi tersebut, Pemerintah berupaya untuk mewujudkan peningkatan produksi padi pada tahun 2015 melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT.) dan Upaya Khusus (Upsus) lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, pelaksana program di lapangan memerlukan panduan untuk berbagai teknologi budidaya padi yang sudah dikembangkan di Indonesia. Teknologi budidaya padi Tanam Benih Langsung (Tabela) merupakan teknologi budidaya padi yang spesifik lokasi berbasis kearifan lokal. Panduan teknologi ini disusun sebagai acuan bagi semua pihak yang akan menerapkan teknologi tersebut. Kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangan pemikiran dalam penyusunan panduan teknologi ini disampaikan penghargaan dan terima kasih
- «
- 1 (current)
- 2
- 3
- »