Agroklimat dan Hidrologi

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 46
  • Item
    Pompanisasi Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan
    (Pertanian Press, 2025) Andi Amran Sulaiman, dkk
    Beberapa tahun belakangan, dunia sedang menghadapi krisis pangan global yang dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu perubahan iklim ekstrem, pandemi COVID-19, dan konflik antarnegara. Ketiga fenomena ini sangat memengaruhi stabilitas pangan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Menanggapi tantangan ini, Kementerian Pertanian melalui kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan program pompanisasi. Program ini muncul sebagai solusi krusial untuk membantu petani mengatasi kesulitan air akibat perubahan iklim ekstrem, memastikan pasokan air yang cukup untuk budidaya pertanian, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Penanaman (IP) dan produktivitas pertanian. Pompanisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga mengurangi tekanan gulma dan penyakit, meminimalkan kehilangan pupuk, dan menghemat tenaga kerja melalui sistem yang dapat diotomatisasi. Buku “Pompanisasi, Solusi Cepat Atasi Krisis Pangan” ini akan memberikan pemahaman mengenai urgensi program pompanisasi, tantangan ketersediaan air, implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan produksi, hingga inovasi masa depan dan upaya keberlanjutan program ini.
  • Item
    Kesesuaian Agroklimat Terhadap Tanaman Jambu MeteDi Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara
    (Balai penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2019-02-01) Muhardiono, Imam
    Jambu Mete (AnacardiumAccidentale. L) merupakan komoditas yang cukup memiliki prospek yang baik sebagai tanaman konservatif, produksinya menjadi salah satu komoditas ekspor negara. Berdasarkan hasil statistik Perkebunan Indonesia Direktorat Jenderal Perkebunan: Jambu Mete Tahun 2015-2017, Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan penghasil jambu mete tersebesar kedua di Indonesia dengan hasil 28.498 ton/tahun dengan total areal 119.237 Ha yang didominasi oleh perkebunan rakyat. Banyak faktor yang dapat menentukan pengembangan tanaman jambu mete, namun yang menjadi pertimbangan penting yakni kesesuaian iklim dan keragaman sifat lahan karena setiap jenis tanaman membutuhkan persyaratan yang spesifik untuk dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal
  • Item
    Pengkajian Teknologi Usahatani Terpadu Melalui Siklus Biologi Pemanfaatan Biomas
    (BPTP Jatim, 2002) HARSIANTO, R.; D.E. Eahyono; K.B. Andri
  • Item
    Teknologi Perbenihan dan Pakan Buatan Untuk Ikan Nila Gift Dengan Sistem Kolam Tertutup
    (BPTP Jatim, 2002) ZUBAIDI, T.; S. Harwanti; B. Irianto
  • Item
    Panen Air Menuai Kesejahteraan Petani
    (Kementerian Pertanian, 2017) Andi Amran Sulaiman
    Air menjadi bagian penting dalam kehidupan. Tanpa air tidak akan ada kehidupan, tidak terkecuali untuk pertanian. Kelangkaan air akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan sudah melanda di berbagai wilayah di Indonesia. Pada sisi lain, pemanfaatan air untuk pertanian juga belum optimal. Dalam banyak kasus air hujan yang turun belum dikelola dengan tepat, bahkan mengalir dengan sia-sia melalui sungai-sungai ke laut tanpa terlebih dahulu dimanfaatkan untuk optimasi lahan dan peningkatan produksi pertanian. Oleh karena itu, agar air hujan yang turun khususnya pada musim penghujan dapat ditampung untuk dimanfaatkan pada saat musim kemarau atau saat air langka di lapangan, maka upaya panen air (water harvesting) menjadi sangat penting