Browsing by Author "Yuliani, Sri"
Now showing 1 - 20 of 22
Results Per Page
Sort Options
- ItemAKTIVITAS ANTIMIKROBA NANOEMULSI MINYAK BIJI PALA (Antimicrobial Activity of Nutmeg Oil Nanoemulsion)(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Agustinisari, Iceu; Purwani, Endang Yuli; Harimurti, Niken; Yuliani, Sri
- ItemAnalisis Korelasi Antar Variabel Respon Pada Ekstrusi Campuran Pati dan D-Limonen Terenkapsulasi Dalam Protein Susu(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Yuliani, Sri; Torley, Peter J.; Bhandari, Bhesh R.
- ItemAnalisis Mutu Berbagai Jenis KAPOLAGA(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1988) Yuliani, Sri; Ma'mun, NFN; -
- ItemAnalisis Pendahuluan Kandungan Kimia Tanaman Cendedet, Ki Urat, Meniran(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1988) Yuliani, Sri; Hernani, NFN; -
- ItemEfektivitas Lilin Penolak Lalat (Repelen) Dengan Bahan Aktif Limbah Penyulingan Minyak Nilam(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Yuliani, Sri; Usmiati, Sri; Nurdjannah, Nanan
- ItemEfektivitas Starter Kering Bakteri Asam Laktat Terhadap Mutu Dadih Sapi Yang Dihasilkan(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Usmiati, Sri; Sukasih, Ermi; Yuliani, Sri
- ItemFormulasi Granul Ekstra Jahe Berkarbonat(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2002) Yuliani, Sri; Purwanti, Nunik; -; Indrawati, Teti; -
- ItemIdentifikasi Berbagai Klon Minyak Jahe(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 1990) Yuliani, Sri; Risfaheri, NFN; -
- ItemKADAR TANIN DAN QUERSETIN TIGA TIPE DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava)(Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, 2003) Yuliani, Sri; Udarno, Laba; Hayani, Eni
- ItemKarakteristik Fisik Kimia Labu Kuning pada Berbagai Tingkat Kematangan(BPTP Jambi, 2006) Yuliani, Sri; Winarti, Christina; Usmiati, Sri; Nurhayati, Wiwit; BPTP JambiLabu kuning merupakan jenis sayuran buah yang memiliki daya awet tinggi, sumber vitamin A karena kaya akan karoten, dan zat-zat gizi lainnya seperti karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin, namun pemanfaatannya masih terbatas. Melihat kandungan gizinya yang cukup lengkap maka labu kuning perlu dikembangkan sebagai alternatif pangan di Indonesia.
- ItemMIKROENKAPSULASI: PENDEKATAN STRATEGIS UNTUK FORTIFIKASI PANGAN(Buletin Teknologi Pasca Panen, ) Yuliani, Sri
- ItemPedoman Pembuatan Serbuk Labu Kuning Instan(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 2004) Purwani, Endang Y.; Yuliani, Sri; Usmiati, Sri; Thahir, Ridwan; Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen PertanianBuku ini disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi teknologi tepat guna pembuatan serbuk labu kuning kepada masyarakat. Pengembangan teknologi diharapkan akan meningkatkan nilai tambah labu kuning yang saat ini pemanfaatannya masih terbatas pada skala rumah tangga yaitu untuk dikonsumsi dalam bentuk sayur dan campuran kolak.
- ItemPemisahan Gum Dari Minyak Jarak Dengan Membran Mikrofiltrasi(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Yuliani, Sri; Kartika, Ika Amalia; Harimurti, Niken; Sumangat, Djajeng
- ItemPENGARUH KATALIS RHODIUM DAN KONSENTRASI PELARUT ETANOL PADA SINTESIS ISOEUGENOL DARI EUGENOL MINYAK DAUN CENGKEH DENGAN GELO MBANG MIKRO(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Hidayat, Tatang; Mulyono, Edy; Yuliani, SriIsocugenol merupakan isomer senyawa eugenol yang memiliki sifat aromatis sangat kuat. Sintesis isoeugenol dari eugenol minyak daun cengkeh dapat dilakukan melalui proses isomer isasi dengan bantuan katalis dan panas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis katalis rhodium dan konsentrasi pelarut etanol yang optimal pada isomerisasi eugenol dengan menggunakan radiasi gelombang mikro. Perlakuan yang diuji terdiri atas dua faktor, yaitu: 1) jenis katalis rhodium (A) dengan dua taraf: A1 = RhCl3 dan A2 = RhCl3.3H₂O, dan 2) konsentrasi pelarut etar ol (B) dengan tiga taraf: B₁ = 0%, В2 = 0,4%, dan B3 = 0,8% (% b/b terhadap eugenol). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang optimal yaitu penggun.an katalis RhCl1.3H2O (rhodium klorida trihidrat) dengan konsentrasi pelarut etanol 0,4- 0,8%. Perlakuan tersebut menghasilkan kemurnian isoeugenol sebesar 89,70-91,58% dengan komposisi isomer cis 11,99-12,58% dan trans 77,12-79,59% atau rasio isomer cis dan trans 0,15- 0,16 (1:6,13-1:6,64). Isoeugenol komersial menghendaki komposisi dengan kandungan isomer trans yang tinggi karena isomer tersebut memiliki peranan sangat penting pada berbagai macam aplikasi.
- ItemPengaruh Konsentrasi Oleoresin Dan Komposisi Bahan Penyalut Terhadap Karakteristik Mikroenkapsulasi Oleoresin Jahe ( Zingiber Officinale) Dengan Metode Spray Draying(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Harimurti, Niken; Nhestricia, Nhadira; Yuliaru, Sri S.; Yuliani, Sri
- ItemPengaruh Laju Alir Umpan dan Suhu Inlet Spray Drying pada Karakteristik Mikrokapsul Oleoresin Jahe(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Yuliani, Sri; Desmawarni, nFN; Harimurti, Niken; Yuliani, Sri S.
- ItemPengaruh Mutu Kedelai Lokal Terhadap Karakteristik Tempe dari UKM di Bogor(Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, 2022) Usmiati, Sri; Yuliani, Sri; RatnaningsihTempe merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang bergizi tinggi dan disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia karena rasanya yang enak. Umumnya, tempe dibuat menggunakan kedelai impor, padahal Indonesia kaya akan kedelai lokal. Potensi kedelai lokal sebagai bahan baku tempe dapat dikaitkan dengan mutunya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mutu kedelai lokal yang dapat mempengaruhi karakteristik tempe. Metode penelitian meliputi sampling sampel kedelai lokal di sentra produksi, proses pembuatan tempe oleh usaha kecil dan menengah (UKM) di Bogor, dan analisis mutu kedelai dan tempe di laboratorium Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedelai lokal memiliki kadar air sesuai dengan kategori Mutu I berdasarkan SNI 01-3922-1995, dengan kadar protein yang tinggi kecuali varietas Dena. Tempe dari varietas Anjasmoro, Grobogan, dan Biosoy memiliki kadar air dan protein yang sesuai standar mutu SNI 3144-2015, dengan kadar lemak di bawah standar mutu baik kedelai lokal maupun impor, namun kaya akan asam lemak tak jenuh ganda, terutama linolenat.
- ItemPengembangan Produk Jahe Kering dalam Berbagai Jenis Industri(Buletin Teknologi Pasca Panen, ) Yuliani, Sri; Kailaku, Sari Intan; Suyanti, nFN
- ItemPenggunaan Mixture Response Surfa Ce Methodology Pada Optimasi Formula Brownies Berbasis Tepung Talas Banten (Xanthosoma Undipes K. Koch) Sebagai Alternatif Pangan Sumber Serat(Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, ) Haliza, Winda; Kailaku, Sari Intan; Yuliani, Sri
- ItemPENGOBATAN ASAM URAT/GOUT DENGAN TUMBUHAN ОВАТ(BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK, 2007-09-06) Yuliani, Sri; Nurdjanah, NananAsam urat dalam keadaan normal ditemukan di dalam darah dengan kadar 3,5-7,0 mg/dl pada pria dan pada 2,6 - 6,0 mg/dl wanita, sedangkan dalam urine kadarnya antara 750-1000 mg/24 jam. Asam urat selain diproduksi sendiri oleh tubuh, juga dapat terbentuk sebagai sisa metabolisme protein makanan yang mengandung purin, oleh sebab itu kadar asam urat di dalam darah akan meningkat bila seseorang banyak mengkonsumsi daging atau makanan lain yang banyak mengandung purin. Kelebihan asam urat yang melampaui batas normal disebut hiperurisemia, pada kondisi ini terjadi akumulasi kristal asam urat (MSU) berbentuk jarum pada persendian, sehingga terjadi pembengkakkan yang menimbulkan rasa sakit dan nyeri. Hal ini dikenal dengan penyakit gout atau arthritis pirai. Selain pengobatan dengan obat modern, secara tradisional dikenal beberapa tumbuhan yang dapat digunakan untuk menanggulangi asam urat, yang berkhasiat diuretik/meningkatkan produksi urine, menghambat xantin oksidase dan meredakan rasa nyeri. Tumbuhan tersebut adalah: Daun sendok, Seledri, Tempuyung, Kumis kucing, Meniran, Salam, Sambiloto, Sidaguri, Daun alpukat, Buah pare, Buah sukun, Rambut jagung, Adas, Kunyit, Temulawak dan lain-lain. Ekstrak akar sidaguri dengan dosis 2,16g/200g BB tikus, menurunkan kadar asam urat dalam darah secara bermakna dengan effektivitas penurunan sebesar 34%, sedangkan untuk ekstrak buah sukun, penurunan yang bermakna terjadi pada dosis 1,08g/200g BB tikus, dengan presentasi penurunan sebesar 42,6%. Bahkan ada beberapa tanaman seperti kunyit dan temulawak telah berhasil dibuat obat paten dengan nama Rheumakur, pace atau mengkudu menjadi Pacekap dan darı jahe sudah dibuat menjadi obat Zinaxin rapid.