PENGOBATAN ASAM URAT/GOUT DENGAN TUMBUHAN ОВАТ
No Thumbnail Available
Date
2007-09-06
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK
Abstract
Asam urat dalam keadaan normal ditemukan di dalam darah dengan kadar 3,5-7,0 mg/dl
pada pria dan pada 2,6 - 6,0 mg/dl wanita, sedangkan dalam urine kadarnya antara 750-1000
mg/24 jam. Asam urat selain diproduksi sendiri oleh tubuh, juga dapat terbentuk sebagai sisa
metabolisme protein makanan yang mengandung purin, oleh sebab itu kadar asam urat di dalam
darah akan meningkat bila seseorang banyak mengkonsumsi daging atau makanan lain yang banyak mengandung purin. Kelebihan asam urat yang melampaui batas normal disebut
hiperurisemia, pada kondisi ini terjadi akumulasi kristal asam urat (MSU) berbentuk jarum pada persendian, sehingga terjadi pembengkakkan yang menimbulkan rasa sakit dan nyeri. Hal ini
dikenal dengan penyakit gout atau arthritis pirai. Selain pengobatan dengan obat modern, secara tradisional dikenal beberapa tumbuhan yang dapat digunakan untuk menanggulangi asam urat,
yang berkhasiat diuretik/meningkatkan produksi urine, menghambat xantin oksidase dan meredakan rasa nyeri. Tumbuhan tersebut adalah: Daun sendok, Seledri, Tempuyung, Kumis kucing, Meniran, Salam, Sambiloto, Sidaguri, Daun alpukat, Buah pare, Buah sukun, Rambut jagung, Adas, Kunyit, Temulawak dan lain-lain. Ekstrak akar sidaguri dengan dosis 2,16g/200g BB tikus, menurunkan kadar asam urat dalam darah secara bermakna dengan effektivitas penurunan sebesar 34%, sedangkan untuk ekstrak buah sukun, penurunan yang bermakna terjadi pada dosis 1,08g/200g BB tikus, dengan presentasi penurunan sebesar 42,6%. Bahkan ada beberapa tanaman seperti kunyit dan temulawak telah berhasil dibuat obat paten dengan nama Rheumakur, pace atau mengkudu menjadi Pacekap dan darı jahe sudah dibuat menjadi obat Zinaxin rapid.