Modul Pendidikan
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Modul Pendidikan by Author "Abdul Wahid"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
- ItemAnalisa Kesuburan Media Tanam Komposit(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2022) Abdul WahidKesuburan media tanam merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman secara maksimal, baik pada fase vegetatif maupun generatif di dalam green house maupun lahan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesuburan tanah pada media tanam komposit berdasarkan indikator kimia tanah yang meliputi karbon organik (C-Organik), rasio C/N, nitrogen total (N Total), dan derajat keasaman (pH) guna memperoleh formulasi komposisi media dengan tingkat kesuburan yang ideal. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung sejak Maret sampai dengan Mei 2022 bertempat di green house SMK-PP Negeri Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah survei lapangan yang dikombinasikan dengan uji tanah di Laboratorium Tanah Balittra Kalimantan Selatan. Komposisi media tanam komposit dirancang menggunakan empat variasi perbandingan volume bahan baku organik yang terdiri dari arang sekam bakar, pupuk kandang kambing, dan cocopeat, dengan rincian perlakuan: $M_0$ sebagai sekam bakar murni (kontrol); $M_1$ dengan perbandingan 2:1:1; $M_2$ dengan perbandingan 1:2:1; serta $M_3$ dengan perbandingan 1:1:2. Data analisis laboratorium selanjutnya dievaluasi secara deskriptif dengan membandingkannya terhadap standar kriteria pustaka petunjuk teknis kimia tanah Balai Penelitian Tanah (BPT) 2009. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa media komposit yang dihasilkan secara umum berstatus subur, dicirikan oleh akumulasi nilai kadar C-Organik antara 24,54%–28,26% (kriteria sangat tinggi), kandungan N Total antara 0,74%–1,43% (kriteria sangat tinggi), nilai C/N rasio antara 17,38–33,16 (kriteria tinggi hingga sangat tinggi), dan tingkat kemasaman pH tanah berkisar antara 5,97–6,62 (kriteria agak masam hingga netral). Media komposit dengan karakteristik kesuburan terbaik ditemukan pada perlakuan $M_2$ (sekam bakar, pupuk kandang, cocopeat dengan perbandingan 1:2:1) yang dicirikan oleh kadar C-Organik sebesar 24,86% (sangat tinggi), kandungan N Total tertinggi sebesar 1,43% (sangat tinggi), nilai C/N rasio paling rendah dan ideal sebesar 17,38, serta tingkat pH yang netral yaitu 6,62. Tingginya kadar N Total pada perlakuan $M_2$ berkorelasi langsung dengan dominasi proporsi pupuk kandang kambing di dalam campuran. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa modifikasi media komposit organik sangat efektif dalam meningkatkan hara makro tanah. Sebagai rekomendasi tindak lanjut, komposit dengan nilai C/N rasio tinggi sebaiknya melalui proses fermentasi terlebih dahulu, khususnya pada bahan kotoran kambing, untuk mempercepat proses dekomposisi dan mineralisasi hara di lapangan. Kata Kunci: Media Komposit, Sekam Bakar, Cocopeat, Pupuk Kandang Kambing, Kesuburan Tanah.
- ItemTeknik Pembuahan Anggur Impor(SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru, 2026-07-18) Abdul WahidTeknik Pembuahan pada Tanaman Anggur Impor di Daerah TropisTanaman anggur (Vitis vinifera) merupakan tumbuhan perdu berkayu merambat yang memiliki kecenderungan pertumbuhan vegetatif kontinu apabila dibiarkan tanpa perlakuan khusus, sehingga menghambat fase generatifnya. Artikel ini bertujuan untuk mengulas dua metode utama inisiasi pembungaan pada anggur di daerah tropis, yaitu metode potes pucuk dan metode pruning (pemangkasan produksi), serta tahapan manajemen pemeliharaan prapemangkasan hingga pascaproduksi. Potes pucuk dilakukan dengan memotong 3–5 cm ujung pucuk aktif tanaman sehat dan menyisakan 10–15 helai daun untuk mengalihkan hasil fotosintesis ke pembentukan bunga. Sementara itu, metode pruning diaplikasikan dengan memangkas cabang produksi matang (berwarna cokelat dengan diameter minimal sebesar rokok) dan menyisakan 2–5 mata tunas dari pangkal guna mematahkan dominansi apikal. Keberhasilan kedua teknik ini didukung oleh tiga tahapan persiapan krusial prapemangkasan: pemupukan generatif tinggi fosfor (P) dan kalium (K) selama satu bulan, perlakuan axel break untuk penyeragaman cabang tersier, serta cekaman (stres) air selama dua minggu untuk akumulasi karbohidrat di dalam batang. Pascapemangkasan, mata tunas umumnya pecah pada 7–14 hari, diikuti kemunculan calon dompol bunga pada 14–21 hari, dan bunga mulai mekar dalam waktu 3–5 minggu. Perawatan fase generatif difokuskan pada aplikasi fungisida dan insektisida berkala yang dihentikan satu bulan sebelum panen, penyiraman teratur, serta pemenuhan nutrisi pembesaran buah. Unsur kalium (K) diaplikasikan lewat $KNO_3$ putih atau ZK untuk meningkatkan ukuran buah, kalsium (Ca) untuk memperkuat tekstur kulit, dan magnesium sulfat ($MgSO_4$) untuk memacu tingkat kemanisan. Penerapan seluruh tahapan budidaya ini secara konsisten terbukti efektif menyeragamkan waktu pembungaan, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan kualitas buah anggur impor yang optimal di iklim tropis. Kata Kunci: Anggur Impor, Pruning, Potes Pucuk, Stres Air, Fase Generatif.