Aneka Kacang dan Umbi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Aneka Kacang dan Umbi by Author "Abdullah Taufiq"
Now showing 1 - 10 of 10
Results Per Page
Sort Options
- ItemBudi Daya Tanaman Aneka Kacang di Antara Tanaman Kakao(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2020) Abdullah Taufiq; Purwono
- ItemBudidaya Kedelai Lahan Sawah-Spesifik Lokasi Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang(2023) Abdullah TaufiqBuku Budidaya Kedelai di Lahan Sawah Spesifik Lokasi: Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang merupakan panduan teknis budidaya kedelai yang disusun berdasarkan kondisi lahan sawah di Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Buku ini menguraikan karakteristik lahan, kondisi kesuburan tanah, serta faktor-faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi kedelai. Pembahasan meliputi penyiapan lahan, pemilihan varietas unggul yang adaptif, persiapan benih, teknik dan pola penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian gulma, hama dan penyakit, hingga panen dan pascapanen. Beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain Anjasmoro, Detap 1, Devon 1, Derap 1, Dena 1, Denasa 1, dan Dering 2 dengan karakter agronomis serta potensi hasil yang berbeda. Panduan ini menekankan pentingnya penggunaan benih bermutu, populasi tanaman yang optimal, pengelolaan hara dan air yang tepat, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman untuk memperoleh produktivitas kedelai yang tinggi. Buku ini dapat menjadi acuan praktis bagi petani, penyuluh, peneliti, mahasiswa, dan pihak terkait dalam menerapkan teknologi budidaya kedelai yang sesuai dengan kondisi lahan sawah spesifik lokasi di Kabupaten Jombang.
- ItemBunga Rampai Teknik Produksi Benih Kedelai(IAARD PRESS, 2017) Novita Nugrahaeni; Abdullah Taufiq; Joko Susilo UtomoTekad pemerintah untuk swasembada kedelai tahun 2020, dan bahkan direncanakan dipercepat, perlu disikapi dengan langkah nyata. Strategi pencapaian swasembada akan ditempuh melalui dua cara, yaitu perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas. Kedua strategi tersebut memerlukan benih yang berkualitas dan dalam jumlah cukup. Berdasarkan pengalaman, benih dalam jumlah cukup saja tidak banyak artinya bila benih tersebut tidak tersedia di lokasi produksi kedelai. Oleh karena itu, Badan Litbang Pertanian meluncurkan program Model Mandiri Benih yang dilaksanakan melalui pendampingan dan pelatihan produsen/calon produsen benih di sentra produksi kedelai dan di daerah-daerah potensial pengembangan. Program pendampingan tersebut telah dilaksanakan tahun 2016 dan 2017 masing-masing di delapan dan sembilan provinsi sentra produksi kedelai. Target program Mandiri Benih adalah tersedianya benih dalam jumlah cukup, pada lokasi dan musim yang tepat. Benih bermutu adalah garansi sukses usahatani, sekaligus sebagai wahana ekspresi keunggulan teknologi, baik varietas maupun budi daya. Benih bermutu didapatkan melalui serangkaian proses sejak di lapangan, prosesing hingga penyimpanan. Pada setiap tahapan proses tersebut, terdapat fase kritis yang harus diperhatikan agar didapatkan benih bermutu tinggi. Guna mendukung program Mandiri Benih, Balitkabi menerbitkan buku Bunga Rampai Teknik Produksi Benih Kedelai, yang berisi pengalaman Balitkabi dalam memproduksi benih dan informasi keilmuan yang mendasarinya. Diharapkan Bunga Rampai Teknik Produksi Benih Kedelai ini dapat menjadi pedoman, sekaligus panduan praktis dalam memproduksi benih kedelai. Buku ini dapat menjadi pedoman bagi produsen dan calon produsen benih, serta pihak-pihak yang berkepentingan dengan benih kedelai untuk lebih mengenal serta memahami rangkaian proses produksi benih, peluang, masalah, dan kendalanya. Informasi teknik produksi benih yang terangkum dalam buku ini diharapkan dapat memacu minat menjadi produsen benih kedelai berkualitas dan memberikan sumbangan nyata bagi penyediaan benih kedelai.
- ItemEvaluasi Kesuburan Lahan Dan Optimasi Pengelolaannya Untuk Tanaman Aneka Kacang(BADAN STANDARISASI INSTRUMEN PERTANIAN, 2024-12-16) Abdullah Taufiqcang (BPSI TAKA) hingga saat ini mengelola lima Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) yang semuanya berada di Jawa Timur, yaitu IP2SIP Kendalpayak - Malang, IP2SIP Jambegede – Malang, IP2SIP Muneng - Probolinggo, IP2SIP Genteng – Banyuwangi, dan IP2SIP Ngale – Ngawi. Kelima IP2SIP tersebut sebelumnya bernama kebun percobaan yang difungsikan sebagai sarana penelitian dan kebun produksi sejak jaman Belanda (sekitar tahun 1938). Sejak tahun 2023 seiring adanya reorganisasi, kebun percobaan tersebut berganti nama menjadi IP2SIP, yang difungsikan sebagai sarana pengujian dan kebun produksi baik untuk benih maupun konsumsi. Tipe iklim, jenis tanah, dan penggunaan lahan di lima IP2SIP tersebut berbeda yang mengindikasikan tingkat kesuburan berbeda, dan pengelolaannya pun akan berbeda. Sejak difungsikan, lahan di IP2SIP jarang sekali dievaluasi kesuburannya. Berdasarkan sumber yang ada, tercatat dua kali dilakukan evaluasi yaitu pada tahun 1983 dan 2002. Produktivitas lahan di lima IP2SIP tersebut mengalami penurunan yang diindikasikan oleh tingkat produksi dan tingkat input yang dibutuhkan. Dalam rangka optimalisasi penggunaan lahan dan efisiensi input, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap lahan agar diketahui status kesuburannya dan faktor yang menjadi pembatas produksi. Buku Evaluasi Kesuburan Lahan Dan Optimasi Pengelolaannya Untuk Tanaman Aneka Kacang ini akan ditulis dalam beberapa bagian, dan bagian yang pertama ini ii menyajikan tentang evaluasi kesuburan lahan di IP2SIP Muneng. Kami berusaha menyajikan informasi secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami dan memberikan manfaat bagi pengguna dari berbagai kalangan.
- ItemEvaluasi Kesuburan Lahan dan Optimasi Pengelolaannya untuk Tanaman Aneka Kacang : IP2SIP Kendalpayak(Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang, 2024) Abdullah TaufiqBuku ini menyajikan hasil kajian komprehensif mengenai evaluasi kesuburan lahan dan strategi pengelolaan optimal pada Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2SIP) Kendalpayak yang dikelola oleh Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang (BPSI TAKA). Evaluasi dilakukan untuk menjawab tantangan menurunnya produktivitas lahan akibat kurangnya pemantauan kesuburan tanah sejak evaluasi terakhir pada tahun 1983 dan 2002. Melalui analisis karakteristik tanah, iklim, serta kandungan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg), buku ini mengungkap status kesuburan lahan yang bervariasi, dengan permasalahan utama berupa rendahnya kandungan nitrogen, kalium, dan magnesium, serta ketidakseimbangan kation terutama tingginya kalsium. Evaluasi juga mencakup aspek fisik tanah seperti pH, kandungan bahan organik, serta kejenuhan basa, yang mempengaruhi langsung ketersediaan unsur hara dan produktivitas tanaman aneka kacang. Hasil analisis ini digunakan untuk merumuskan langkah pengelolaan lahan yang tepat, termasuk penentuan waktu tanam optimal, perbaikan drainase, pengayaan bahan organik, dan rekomendasi pemupukan berbasis spesifik lokasi. Pendekatan ini mendukung prinsip pertanian presisi (precision farming) guna meningkatkan efisiensi input dan menjaga keberlanjutan produktivitas lahan. Buku ini ditujukan bagi pengelola IP2SIP, peneliti, penyuluh, dan pihak terkait lainnya sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan teknis pengelolaan lahan untuk budidaya tanaman aneka kacang yang lebih efektif dan berkelanjutan.
- ItemHama dan Penyakit Tanaman Kedelai(Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, 2017-12-16) Marwoto; Sri Hardaningsih; Abdullah Taufiq; A.A. Rahmianna; SubandiUpaya peningkatan produksi kedelai dihadapkan kepada masalah hama, penyakit, dan ketidakseimbangan hara di tanah. Serangan hama dan penyakit juga berpotensi menurunkan kualitas hasil dan ketidakseimbangan hara di tanah tidak hanya berdampak terhadap penurunan produksi dan mutu hasil, tetapi juga menyebabkan tanaman lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit tertentu pada tanaman seringkali menampilkan gejala serupa dengan gejala ketidakseimbangan hara. Oleh karena itu, gejala tersebut perlu diidentifikasi agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat untuk menentukan cara pengendalian atau pemulihan tanaman dengan efisien dan efektif. Buku saku ini berisi informasi tentang berbagai jenis hama dan penyakit pada tanaman kedelai termasuk bioekologi, tanaman inang, gejala serangan, dan beberapa masalah yang terkait dengan ketidakseimbangan hara (kahat atau keracunan), informasi ini diharapkan dapat membantu penyuluh, pengamat hama penyakit, teknisi, dan petani dalam mengidentifikasi dan mengatasi gangguan hama dan penyakit maupun masalah keharaan pada tanaman kedelai. Pada Edisi - 9 (2015) ini telah dilakukan beberapa koreksi terutama dalam penulisan nama-nama ilmiah hama dan penyakit oleh Dr. Yusmani Prayogo. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku saku ini disampaikan penghargaan dan terima kasih.
- ItemKatalog Bergambar Sumber Daya Genetik Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp.)(Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang, 2025) Pratanti Haksiwi Putri; Roosma Aurini Safira Mujahidah; Abdullah TaufiqKatalog ini berisi 8 aksesi kacang tunggak di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang (BRMP TAKA). Karakter yang ditampilkan dalam buku ini meliputi: 1. Umur berbunga: diamati pada saat 50% tanaman berbunga, dinyatakan dalam hari (setelah tanam). 2. Umur masak: diamati pada saat 80% polong berwarna cokelat, dinyatakan dalam hari (setelah tanam). 3. Warna bunga: diamati berdasarkan warna mahkota bagian depan dan kelopak. 4. Bentuk helai daun: diamati berdasarkan bentuk daun terminal. 5. Posisi antar daun: diamati berdasarkan posisi daun lateral terhadap daun terminal. 6. Warna polong masak: diamati berdasarkan warna polong pada saat masak fisiologis. 7. Warna kulit biji: diamati menggunakan Royal Horticultural Science (RHS) Colour Chart berdasarkan warna kulit biji kering setelah panen.
- ItemPanduan Roguing Tanaman dan Pemeriksaan Benih Kedelai(Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, 2012-12-16) Suhartina; Purwantoro; Abdullah Taufiq; Novita NugrahaeniBenih merupakan unsur utama dan menentukan sukses budidaya pertanian. Benih unggul dihasilkan dari proses yang mengikuti teknologi perbenihan baku yang sudah ditentukan. Setiap kelas benih memiliki standar kualitas tersendiri. Semakin tinggi kelas benih semakin ketat persyaratan yang harus dipenuhi. Sejak beberapa tahun belakangan, Badan Litbang Pertanian menyediakan benih sumber (BS) bagi pengembangan benih kedelai secara nasional lewat Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) di masing-masing Balai. Dengan bertambahnya varietas unggul kedelai setiap tahun berarti bertambah pula karakter varietas unggul kedelai yang harus diketahui untuk mengawal kualitas benih untuk sertifikasi. Maka pengetahuan tentang karakter penciri varietas menjadi sangat penting. Buku yang berisi informasi tentang rouging dan pemeriksaan benih untuk mengawal peningkatan mutu benih belum banyak tersedia di masyarakat. Buku Panduan Roguing Tanaman dan Pemeriksaan Benih Kedelai ini berisi informasi tentang tata cara mengidentifikasi tanaman simpang (rogues) dan melakukan roguing (membuang tipe simpang) dalam produksi benih kedelai, diharapkan bisa dijadikan pegangan untuk para pihak yang bergerak dalam perbenihan, baik Balai Benih Pemerintah, Swasta maupun Petani atau Kelompok Tani Penangkar Benih, serta Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih), dan para akademisi. Mudah-mudahan buku ini dapat membantu memberikan informasi untuk meningkatkan kualitas benih kedelai untuk pengembangan produksi benih kedelai nasional.
- ItemPedoman Budi Daya Ubi Kayu di Indonesia(IAARD Press, 2016) Nasir Saleh; Abdullah Taufiq; Yudi Widodo; Titik SundariUbi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia yang memiliki nilai strategis sebagai sumber pangan, bahan baku industri, pakan, dan komoditas ekspor. Peningkatan produktivitas ubi kayu memerlukan penerapan teknik budi daya yang tepat, mulai dari pemilihan varietas unggul hingga penanganan hasil panen dan pemasaran. Penggunaan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan tujuan pemanfaatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi. Pedoman ini membahas berbagai aspek penting dalam budi daya ubi kayu, meliputi pemilihan varietas unggul, persiapan dan pengolahan lahan, pemilihan bahan tanam berupa stek batang, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, serta pengelolaan panen. Persiapan lahan dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah dan mengurangi gulma, sedangkan penggunaan stek yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Teknik budi daya yang tepat juga diperlukan untuk mengurangi risiko erosi, serangan hama dan penyakit, serta gangguan lainnya. Penentuan waktu panen perlu disesuaikan dengan umur varietas dan tujuan pemanfaatan karena berhubungan dengan kadar air dan kandungan pati umbi. Setelah panen, ubi kayu perlu segera ditangani dan dimanfaatkan untuk mencegah penurunan mutu dan kerusakan. Dengan menerapkan pedoman budi daya secara terpadu, diharapkan produktivitas dan kualitas ubi kayu dapat ditingkatkan sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan maupun bahan baku industri di Indonesia.
- ItemUnsur Hara Bagi Tanaman Kacang Tanah dan Pengelolaannya(Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang, 2024) Abdullah TaufiqBuku ini membahas secara komprehensif mengenai pentingnya unsur hara dalam pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Disusun berdasarkan referensi ilmiah dan pengalaman lapangan selama lebih dari tiga dekade, buku ini menguraikan jenis-jenis unsur hara makro dan mikro yang esensial, peranannya bagi tanaman, hubungan dengan pH tanah, serta gejala kekahatan dan keracunan unsur hara. Selain itu, dibahas pula pola penyerapan unsur hara pada berbagai fase pertumbuhan kacang tanah dan strategi pengelolaan pemupukan yang tepat. Dengan bahasa yang ringkas dan mudah dipahami, buku ini menjadi panduan penting bagi peneliti, penyuluh, petani, dan praktisi pertanian dalam mewujudkan budidaya kacang tanah yang berkelanjutan dan produktif.