Agroklimat dan Hidrologi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Agroklimat dan Hidrologi by Author "Apriyana, Yayan"
Now showing 1 - 3 of 3
Results Per Page
Sort Options
- ItemHandbook Iklim Pertanian Indonesia(IAARD Press, 2018) Las, Irsal; Amin, Istiqlal; Hermanto; Syahbuddin, Harris; Apriyana, Yayan
- ItemOptimasi Irigasi Untuk Menekan Kehilangan Hasil Tanaman Tebu(Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, 2004-10-01) Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Jayanto, Ganjar; Irianto, GatotPenanaman yang dilakukan pada periode April sampai September di sub DAS Way Pengubuan PT Gunung Madu Plantations menyebabkan defisit air pada fase kritis tanaman tebu tidak dapat dihindari. Defisit air tersebut menyebabkan kehilangan hasil lebih dari 50% yang dicirikan oleh nisbah Evapotranspirasi Real/Evapotranspirasi Maksimum (ETR/ETM) yang merosot tajam pada periode tertentu. Untuk melakukan evaluasi indeks kecukupan air dan untuk menghitung potensi kehilangan hasil tanaman, maka terlebih dahulu dihitung neraca air di zona perakaran berdasarkan nisbah ETR/ETM menurut FAO. Sedangkan untuk menyusun rekomendasi volume dan interval pemberian irigasi suplementer digunakan perangkat lunak program Crop Water Balance (CWB). Berdasarkan data volume dan interval pemberiaan air irigasi tersebut, maka kebutuhan air irigasi suplementer tiap-tiap lebung bisa dihitung. Untuk optimasi kebutuhan air irigasi suplementer dalam kondisi air terbatas dilakukan berdasarkan kehilangan hasil terendah. Hasil optimasi pemberian air irigasi suplementer untuk berbagai masa tanam pada kondisi ketersediaan air yang terbatas menunjukkan bahwa persentase air irigasi suplementer yang dapat diberikan dibandingkan dengan kebutuhannya (rekomendasi) bervariasi dari 26-47% (terendah terjadi di lebung IX) sampai 90-100% (tertinggi terjadi di lebung II). Dengan jumlah irigasi yang diberikan tersebut kehilangan hasil minimum yang dapat dicapai sekitar 11-25%. Jumlah irigasi yang optimal berkisar 10-25 mm dengan interval 10 hari. Kata Kunci : tebu, kehilangan hasil, optimasi irigasi
- ItemPetunjuk Teknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer(Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015) Kartiwa, Budi; Heryani, Nani; Rejekiningrum, Popi; Susanti, Erni; Estiningtyas, Woro; Suciantini; Haryono; Sosiawan, Hendri; Sutrisno, Nono; Hamdani, Adang; Talaohu, Sidik Hadi; Sudarman, Kurmen; Pramudia, Aris; Apriyana, Yayan; Surmaini, Elza; Husen, Edi; Syahbuddin, Haris; Nursyamsi, DediPetunjuk teknis (Juknis) Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer merupakan pedoman bagi: (1) koordinator POPT Kabupaten (Dinas Pertanian), (2) Danramil wilayah kekeringan (KODIM), (3) koordinator Liaison Officer (LO) Upaya Khusus (UPSUS) BPTP, di 14 provinsi yang terkena kekeringan, serta (4) beberapa eselon 2 dan 3 Balitbangtan, (5) Eselon 2 dan 3 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, (6) eselon 2 dan 3 Ditjen Tanaman Pangan, dan (7) Tim kekeringan Kementerian Pertanian. Juknis Penentuan Sumber Air dan Jenis Irigasi Suplementer terdiri atas: (1) pendahuluan, (2) jenis-jenis sumber dan bangunan air, (3) identifikasi sumber dan bangunan air eksisting, (4) identifikasi dan pengembangan sumber dan bangunan air baru, (5) perawatan sumber dan bangunan air, dan (6) pelaporan hasil