Pengembangan Agroindustri Padi
No Thumbnail Available
Date
2008-06-01
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi
Abstract
Pendahuluan
Kebijakan pengembangan padi nasional selama lebih dari tiga dasawarsa yang lalu lebih terfokus kepada upaya peningkatan produksi melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi. Akhir-akhir ini telah disadari pentingnya insentif bagi petani yang mampu meningkatkan kualitas beras. Hal ini memberi gambaran bahwa perhatian sudah mulai terfokus kepada agroindustri, selain peningkatan produktivitas dan produksi padi. Ke depan, kebijakan pembangunan pertanian tanaman pangan tidak terjebak ke dalam peningkatan produktivitas dan produksi padi semata. Upaya peningkatan produktivitas padi harus sejalan dengan usaha untuk membangun kemampuan mengolah produk samping. Agroindustri padi yang menghasilkan produk berdaya saing tinggi adalah industri padi yang mampu menghasilkan beras giling dan produk samping yang bernilai tinggi pula.
Pemanfaatan plasma nutfah padi yang mempunyai sifat-sifat khusus untuk pengembangan produk-produk baru dari gabah, sekam, jerami, dan sifat fungsional beras perlu dirintis. Penelitian dan inovasi di bidang penanganan dan pengolahan, baik untuk tujuan konsumsi rumah tangga, maupun pakan, energi terbarukan, dan bahan baku kimia dari padi akan semakin diperlukan. Tulisan ini membahas peranan unit penggilingan dalam menggerakkan agroindustri padi dan potensi pengembangannya. Rasional yang digunakan adalah: (a) padi tetap menjadi makanan pokok penduduk Indonesia sehingga produktivitasnya harus ditingkatkan, (b) unit penggilingan padi adalah lembaga penanganan primer yang menentukan keberhasilan konversi padi-beras, dan (c) daya saing unit penggilingan padi dapat ditingkatkan melalui pengolahan hasil sampingnya.
Description
41 p.; ills.; tab.