Sistem Pengembangan Agroindustri Tepung Kasava di Pedesaan: Studi Kasus di Kabupaten Ponorogo
No Thumbnail Available
Date
1996
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan
Abstract
Pengembangan teknologi pengolahan tepung kasava (ubi kayu) di pedesaan
berperan penting dalam mendukung program diversifikasi pangan, menambah
peluang kerja, dan meningkaikan nilai tambah ubi kayu bagi petani. Kegiatan
penelitian telah menghasilkan paket peralatan dan teknologi produksi sawut dan
tepung kasava. Teknologi agroindustri ini telah dikembangkan di Ponorogo
dalam tiga model, yang didasarkan kepada kemampuan yang ada dan pemerataan
nilai tambah. Model I dikembangkan kepada petani plasma dan Model II kepada
kelompok tani. Model III adalah inti dalam agroindustri ubi kayu, yang dapat
berupa KUD, pengolah hasil, dan pabrik tepung kasava. Model inti berperan
dalam menampung sawut kering dari petani/kelompok tani plasma, serta
memproduksi dan memasarkan tepung. Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian
besar petani telah menguasai teknis produksi sawut. Pengembangan agroindustri
tepung kasava di pedesaan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ubi
kayu. Keberhasilan pengembangan agroindustri tepung kasava antara lain
ditentukan oleh partisipasi petani/KUD/intiplasma serta dukungan kebijakan dan
faktor eksternal seperti penyuluhan dan pasar yang kondusif.